Petra Peringkat 1 Indonesia (LCWCU 27 Sep 2009)

Petra Christian University Surabaya melakukan lompatan hebat dari peringkat 4 Indonesia (31 Juli 2009 yang diumumkan oleh Webometrics) menjadi peringkat 1 (27 September 2009 yang dihitung oleh LCWCU UM menurut metode Webometrics). Apa sebabnya? Berikut ini analisis LCWCU UM (Learning Center for World Class University of UM).

Indikator visibility yaitu inlink naik dari 26.000 menjadi 44.000.

Indikator scholar naik dari 1.000 menjadi 8.000.

Indikator rich files yaitu file pdf dan file ps naik dari 14.000 menjadi 162.000.

Siapa-siapa yang berperan dan apa usaha yang dilakukan Petra Christian University? Berikut ini informasi yang diperoleh dari situs Petra Christian University.

  • Drs. Heri Saptono Warpindyasmoro, M.Si. selaku Wakil Rektor III UK Petra. Heri Saptono menyatakan bahwa “Webometrics ini sangat berpengaruh bagi UK Petra. Pengaruhnya ada di citra UK Petra di masyarakat. Masyarakat akan lebih melihat UK Petra sebagai universitas unggulan yang bergerak sesuai amanat dan visinya serta menuju pada world class university”.
  • Ir. Resmana Lim, M.Eng. selaku Kepala Pusat Penelitian UK Petra dan juga Ketua Tim Webometrics. Resmana berharap agar warga kampus UK Petra dapat berkontribusi lebih dengan menjalin kerjasama antara tiap-tiap jurusan dan mitra masing-masing.
  • Ir. Aditya Nugraha, M.S selaku Kepala Perpustakaan UK Petra. Beliau memperkenalkan fitur baru dari iSPEKTRA (katalog online Perpustakaan UK Petra), yaitu fasilitas dimana para pengguna katalog online bisa menampilkan konten digital yang ada di iSPEKTRA ke account Facebook masing-masing. Fasilitas baru ini dapat ditemukan saat kita melakukan pencarian Koleksi Digital di iSPEKTRA. Saat kita meng-klik konten yang kita inginkan, akan tampak tombol baru (Share/Save). Bila mouse kita arahkan ke tombol ini akan muncul berbagai situs jejaring sosial ke mana kita bisa me-link dan menampilkan konten digital tersebut. Beberapa situs jejaring sosial yang cukup dikenal adalah Facebook, Twitter, MySpace, Delicious, Digg, dll. Aditya menghimbau segenap sivitas,termasuk mahasiswa, untuk bersama-sama memanfaatkan fasilitas ini sebanyak mungkin karena akan membantu meningkatkan visibility dari konten digital yang ada di situs web UK Petra. Aditya menekankan bahwa Webometrics bukanlah tujuan utama, tapi merupakan hasil sampingan dari kerja yang telah terstruktur dengan jelas dan kebijakan Open Access dari UK Petra yang mencerminkan keterbukaan dan akuntabilitas UK terhadap masyarakat melalui penyajian informasi di situs web-nya.

Resmana Lim sebagai Ketua Tim Webometrics memiliki “kemampuan menganalisis indikator Webometrics sehingga bisa memilih jalan yang tepat untuk meningkatkan indikator Webometrics.  Aditya Nugraha mampu “memimpin pasukan”. Mereka adalah pemimpin yang punya semangat, punya kemauan, kreatif, pekerja keras, mampu menganalisis, membuat keputusan, dan melaksanakan keputusan.

Mudah-mudahan perhitungan LCWCU UM benar dan Petra sanggup mempertahankan prestasinya sampai dengan 31 Januari 2010.  Dunia perguruan tinggi Indonesia akan mendapat kejutan baru yaitu peringkat 1 Indonesia adalah Petra.

Salam hormat dan salam kenal untuk Pak Resmana Lim dan Pak Aditya Nugraha. Selamat atas kerja keras Tim Webometrics Petra.

Kita, UM, perlu orang-orang yang memiliki kualitas seperti mereka untuk menuju universitas kelas dunia.

Malang, 27 September 2009

Johanis Rampisela (Peneliti LCWCU UM)

Berpikir Kreatif untuk Mengerjakan Proyek

Ada pihak yang mengeluh tentang sulitnya mengerjakan proyek di UM, takut memulai proyek karena dananya belum ada di tangan. Di sisi lain, pemegang uang tidak mencairkan uang karena belum ada yang dikerjakan. Bagaimana solusinya?

Dalam dunia profesional, jelas bahwa kerja dulu, ada hasil, baru dibayar. Saya mengerjakan proyek di dalam atau di luar UM, ada kemajuan atau sudah selesai baru saya tagih. Kalau saya yang punya uang dan orang lain mengerjakan proyek saya, ya sama saja, ada kemajuan baru saya bayar.

Beberapa contoh proyek dulu kala, … misalnya buat program akademik di FPIPS (sekarang FE) dan FPBS (sekarang FS), buat program untuk toko KPN (sekarang KPRI), buat program gaji di Bagian Keuangan, cetak transkrip RR (sekarang RS). Setelah selesai dan sudah dipakai, baru dibayar. Beberapa orang yang masih ada di ingatan: Pak Suwardi (PD I FPIPS), Pak Sucipto (Kasubag Akademik FPIPS), Pak Haidir Rizki (Kasubag RR), Pak Suparman (Bendaharawan Gaji), Pak Ma’arif (Bendaharawan Gaji), Pak Mudjihartono (Ketua KPN).

Beberapa contoh proyek masa kini.

  • Menangani tenaga kontrak untuk membantu registrasi mahasiswa baru. Pada saat registrasi selesai, umumnya belum mendapat bayaran dari Subag RS. Saya mengkontak Ketua Panitia untuk menanyakan berapa honor tenaga kontrak, kemudian saya menggunakan dana pinjaman untuk membayar tenaga kontrak setelah selesai bertugas pada hari terakhir. Kasihan mereka kalau tidak segera dibayar dan juga merepotkan jika harus mencari mereka beberapa minggu kemudian. Bu Mimin (Kabag PK) dan Pak Noor Farochi (Kasubag RS) senyum-senyum saja kalau melihat saya membayar tenaga kontrak, membayar mereka sesuai kehadirannya, tidak sama rata, awalnya mereka heran tetapi akhirnya mereka setuju juga dengan “cara swasta” tersebut … hehehe. Bagi saya, itu prinsip, pemimpin harus berjuang untuk anak buah.
  • Saat pendaftaran online Mandiri I, banyak masalah, sehingga harus membentuk Crisis Center. Saya menggunakan beberapa tenaga kontrak, walaupun tidak ada pos biaya untuk Crisis Center. Setelah mulai berjalan saya menarik ongkos cetak Rp 1.000 per lembar. Ada yang bilang uang tersebut harus masuk ke UM, ada lagi yang komentar: cuma 1 lembar kok Rp 1.000? Kalau orang tersebut dalam posisi saya, pasti dia pusing … untuk makan dan beli banyak buah (agar mereka tetap sehat karena kerja yang sangat keras) tekor Rp 550 ribu untuk Mandiri I. Setelah Mandiri I berakhir, saya menyampaikan tentang honor untuk tenaga kontrak, ternyata BTN bersedia urunan. Beberapa hari setelah Mandiri I berakhir BTN memenuhi janjinya.
  • Saat pendaftaran online Mandiri II, koneksi ke BTN sering gagal, sehingga saya negosiasi dengan BTN agar urunannya ditambah, BTN setuju, tetapi belum jelas besarnya. Mendekati hari-hari terakhir pendaftaran, semakin banyak yang datang untuk cetak kartu peserta. Saya memutuskan untuk menaikkan menjadi Rp 2.000. Bu Mimin juga tidak saya beri tahu karena beliaunya sudah pusing dengan urusan lain, kalau saya beritahu dan dilarang nanti saya yang pusing karena tambah tekor … hehehe. Setelah Mandiri II berakhir, saya menggunakan dana pinjaman beberapa juta rupiah untuk membayar staf Crisis Center. Beberapa minggu kemudian ada bantuan dari BTN dan ternyata bisa menutup dana pinjaman, jasa, dan ketekoran  Mandiri I. Juga masih cukup untuk mengucapkan terima kasih pada satpam, cukup untuk mengganti kertas yang digunakan, sisanya masih cukup lagi untuk pesta buah … hehehe.
  • Pengalaman membuat e-journal juga menarik. Begitu ada komitmen dari Pak Rektor bahwa e-journal disetujui maka hari itu juga saya memulai proyek tersebut. Programmer memasang program dan situsnya, operator segera memasukkan data. Selesai memasang program, programmer dibayar. Selesai memasukkan sebagian data, operator dibayar. Semua menggunakan dana pinjaman senilai beberapa puluh juta. Dikerjakan Feb-Mei 2009. Setelah peringkat Webometrics diumumkan 31 Juli 2009, e-journal punya andil besar (peringkat Scholar adalah 161 dunia) maka Bu Yuni dan Pak Ma’arif  segera mengurus pencairan dana dan didukung oleh Pak Andoyo, maka dalam waktu 7 hari, dana sudah cair, dan lebih dari cukup untuk membayar dana pinjaman dan jasanya. Masih bisa dipakai beli buah untuk dimakan ramai-ramai di Pusat TIK dan di SI.

KESIMPULAN

Kalau ada proyek, kerjakan dulu, kalau sudah ada kemajuan baru mengusahakan pencairan dana. Bagaimana kalau sudah perlu membayar operator padahal dana belum cair? Pinjam ke KPRI, ada jasanya? Proyek Rp 50 juta akan dikenai jasa Rp 750 ribu per bulan. Sisihkan sebagian dana untuk membayar jasa, bagaimana caranya? Berpikir kreatif … pasti bisa.

Resep berdasarkan pengalaman dari Bu Yuni dan Bu Sugiharti, untuk mencairkan dana perlu dikawal terus, tiap hari lacak pengajuan sudah sampai di mana karena Bagian Keuangan sangat sibuk sehingga mungkin saja pengajuan terselip.

Resep dari saya, jalin komunikasi dengan semua lapisan, proyek itu sama dengan komunikasi, harus sering berkunjung ke unit-unit, membantu mengatasi kesulitan unit, bagi-bagi rejeki kalau lagi dapat rejeki … hehehe.

Malang, 27 September 2009

Johanis Rampisela (Tim Berkarya UM)

Perlunya Perhatian Pemimpin Unit dalam Membangun Situs

Pengamatan dan pengalaman dalam membangun situs unit di UM.

  1. Situs Fakultas Sastra (http://sastra.um.ac.id). Sering kali kalau pagi hari saya bangun dan membuka situs UM maka saya menemukan tulisan baru dan komentar baru dari Prof. Dawud (Dekan FS). Prof . Dawud ini juga hadir pada saat Pusat TIK mengadakan pelatihan operator. Situs FS adalah situs yang tergolong sangat dirawat.
  2. Situs Kemahasiswaan (http://kemahasiswaan.um.ac.id). Berkali-kali ke Kemahasiswaan, awalnya menemui Pak Rochman tetapi jadwal kerjanya sangat padat, baru bicara sebentar sudah ada tugas lagi. Akhirnya saya mencoba ke Bu Fatmawati (Kabag Kemahsiswaan), berkali-kali, berbulan-bulan, beberapa program bantu harus dibuat dulu, Bu Fat juga banyak tugas. Setelah 10 bulan, saya terima SMS, Bu Fat mau membangun situs, ternyata setelah masuk ke situs-situs kemahasiswaan PT lainnya, Bu Fat merasa “kok cuma gitu ya … beritanya pada ketinggalan jaman dan kurang diurus, Kemahasiswaan UM harusnya bisa lebih baik dong”. Situs segera dikerjakan dan sampai saat ini dari perbincangan dengan tim situs Kemahasiwaan, Bu Fat selalu meminta agar segala sesuatunya di-web-kan. … nah kita memang perlu banyak orang yang “gila me-web-kan”.
  3. Situs Unit Arsip (http://arsip.um.ac.id). Pertama ngobrol dengan Pak Andoyo (Ka BAUK), Pak Andoyo memanggil Bu Sugiharti (Kasubag TU) dan … bentuk tim kecil, besok langsung kerja, … hanya dalam beberapa hari, bahan sudah disiapkan, dan situs sudah diisi (kisah lengkap). Kalau pemimpin sanggup memutuskan secara kilat maka kemajuan cepat tercapai.
  4. Situs Pendidikan dan Kerja Sama (http://akademik.um.ac.id). Sudah sering sekali bertemu dan ngobrol dengan Bu Mimin tentang perlunya situs, tetapi Beliau juga orang yang super sibuk, yang perlu ditandatangani saja sudah banyak sekali. Akhirnya setelah 6-7 bulan, tiba-tiba Bu Mimin mengatakan “bagaimana kalau nanti siang rapat, tidak pakai undangan tertulis, saya mau buat situs (kisah lengkap).
  5. Situs FMIPA (http://fmipa.um.ac.id). Suksesnya Situs Kemahasiswaan yang dibidani Bu Fat rupanya menginspirasi Pak Istamar Dekan FMIPA untuk bertekad membangun situs (kisah lengkap). Rapat awal sudah dilakukan dan menunggu langkah lebih lanjut untuk mengembangkan situs.

Berdasarkan hal di atas, saya menyimpulkan bahwa dukungan pemimpin unit adalah faktor penting untuk suksesnya pembangunan situs unit.

Malang, 26 September 2009

Johanis Rampisela (Ketua Divisi Perangkat Lunak Pusat TIK UM)

PageRank situs web PT di Malang

Tujuh di antara perguruan tinggi-perguruan tinggi yang ada di Malang  yang telah mendaftar di Direktori Google. Fasilitas direktori ini akan membantu mesin pencari (search engine) yang bersangkutan, dalam hal ini Google, dalam melakukan crawling dan indexing maupun spiders terhadap situs yang terdaftar tersebut. Dari ketujuh situs web perguruan tinggi tersebut, situs UM menempati posisi 5 (lima) untuk kategori PageRank.

Periksa Direktori Google

Panel peringkat hijau adalah penilaian Google atas tingkat kepentingan halaman Web, seperti yang ditetapkan oleh teknologi PageRank berpaten milik Google dan berbagai faktor lainnya. Panel PageRank tersebut akan menjelaskan secara ringkas tentang pertimbangan Google terhadap halaman berkualitas tinggi yang patut diperiksa.

Secara tidak langsung Google PageRank akan mempengaruhi pemeringkatan sebuah situs web yang didasarkan pada pencarian oleh beberapa mesin pencari. Mengembangkan isi (konten) dari sebuah situs web harus dibarengi dengan optimisasi mesin pencari (search engine optimization) karena konten yang dimuat tidak langsung dikenali (diindeks) oleh suatu mesin pencari. Salah satu tugas Pusat TIK dalam pengembangan situs web UM adalah melakukan optimisasi mesin pencari yang dirujuk oleh Webometrics yaitu Google, Yahoo, Bing (Live Search), dan Exalead.

Salam,
Dr. Muladi
Kepala Pusat TIK

Kontribusi Unit UM dalam Webometrics (25 September 2009)

LCWCU UM (Learning Center for World Class University of UM) sudah mengukur kontribusi setiap unit dalam pemeringkatan Webometrics. Mudah-mudahan setiap unit dapat meningkatkan kontribusinya. Silahkan mengklik link berikut untuk memperoleh hasil lengkap dan terperinci.

Kontribusi Unit UM (25 Sep 2009)

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.