Akankah UM Berstatus PT BHMN?

Perkembangan terkini menunjukkan bahwa pemerintah sudah ‘agak’ memiliki keseriusan dalam mengelola pendidikan. Berbagai terobosan dilakukan, mulai dari membuat undang-undang sistem pendidikan yang baru, hingga pembangunan fisik yang berwujud pembangunan bangunan-bangunan sekolah baru. Salah satu terobosan besar dilakukan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di kampus-kampus melalui aplikasi dari aspek kemandirian universitas dalam konsep BHMN (Badan Hukum Milik Negara).

BHMN merupakan terobosan yang cantik untuk menciptakan kampus yang mandiri. Diharapkan setelah berstatus BHMN, kampus-kampus di Indonesia bisa menjadi lebih canggih dan tidak tergantung lagi pada pemerintah. Namun demikian, pro dan kontra akan kebijakan pemerintah tersebut mengundang perdebatan sengit yang tiada kunjung henti. Beberapa pihak tidak percaya pada konsep BHMN. Konsep BHMN memang menuntut adanya kebijakan untuk memberikan fasilitas belajar yang lebih lengkap, dosen yang lebih profesional, kenyamanan dalam belajar, yang nantinya diharapkan bisa mendongkrak kualitas pendidikan di Indonesia.

Pihak yang kontra, umumnya didominasi oleh mahasiswa, menolak konsep BHMN. Salah satu alasannya adalah bahwa sudah dipastikan biaya pendidikan akan naik. Bahkan ada salah seorang mantan aktivis yang kini telah menjadi dosen membuat pelesetan untuk BHMN seperti “Biaya Hidup Mahasiswa Naik”. Kalangan tersebut kurang bahkan tidak yakin dengan adanya perbaikan mutu pelayanan yang akan diberikan oleh pihak universitas. SPP sudah tentu naik, namun janji yang diberikan oleh perguruan tinggi seperti yang disebutkan di atas belum tentu bisa terealisasi.

Kemandirian kampus BHMN tentu baru sekedar impian, karena belum terbukti. Langkah berikut yang dapat kita tempuh adalah memercayakan pada para penggagas dan birokrat terkait untuk mewujudkan impian tersebut. Seharusnya perguruan tinggi yang sudah atau akan menjadi BHMN telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Karena sudah dikatakan mandiri, maka subsidi pemerintah pun sudah dipastikan tidak seperti pada saat masih berstatus PTN (Perguruan Tinggi Negeri), maka harus bisa bersaing untuk mendapatkan pemasukan yang sangat besar guna membiayai rumah tangga perguruan tinggi, bukan malah membebankan biaya untuk pengganti subsidi pada (orang tua) mahasiswa. Universitas harus mampu membuat banyak penelitian di berbagai bidang, agar bisa dipatenkan dan menjadi pendapatan. Kemudian, universitas harus mampu membuat berbagai produk yang memiliki daya saing tinggi demi terpenuhinya keperluan rumah tangga keuniversitasan. Beberapa hal tersebut tentu akan mendongkrak aktivitas para penyelenggara pendidikan di universitas agar menjadi lebih terpacu untuk maju.

Seperti kampus tercinta kita UM yang sekarang masih dalam naungan pemerintah (PTN), akankah nantinya akan berganti menjadi PT BHMN? Tentu kita masih bertanya-tanya dan hal itu mungkin saja akan terjadi. Entah 1, 2, atau 3 tahun lagi, bahkan bisa lebih dari itu. Saat sekarang ini UM dikenal dengan “Universitas Murah”, murah di sini dalam artian untuk saat ini Universitas Negeri Malang-lah yang paling murah memberi beban biaya administrasi ke mahasiswanya dibandingkan universitas-universitas lain yang ada di Malang. Menyangkut PT BHMN, apabila UM nantinya menjadi  PT BHMN diharapkan tidak seperti kebijakan BHMN yang sekarang diberlakukan di universitas-universitas besar ternama di Indonesia. Atas dasar kebijakan pemerintah tentang status BHMN ini, universitas tersebut pun berlomba-lomba memasang tarif mahal untuk jalur khusus yang mereka tawarkan. Jalur khusus ini ‘dijual’ kepada calon mahasiswa kaya meski secara akademik tidak masuk kualifikasi. Tak tanggung-tanggung, angkanya dapat mencapai ratusan juta rupiah. Akibatnya masyarakat yang kebanyakan sebagai masyarakat menengah ke bawah harus gigit jari lantaran tak mampu membayar mahal.

Akankah julukan ‘Universitas Murah’ untuk UM nantinya akan hilang apabila status PTN diganti dengan PT BHMN? Semoga saja tidak dan semoga ada alternatif lain berstatus PT BHMN tetapi tidak mengorbankan semua biayanya kepada calon mahasiswanya.

Terus berkarya untuk UM tercinta……………………

Komentar ditutup.

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.