Untung Rugi Ikut Ormawa

Mahasiswa atau mahasiswi merupakan sebutan seseorang ketika dia menginjak bangku kuliah. Mahasiswa tidak lepas dari kampus, kost, kuliah, dan organisasi. Nah ada penjelasan dikit dari ke-4 keterangan diatas:
Kampus          : Tempat mahasiswa menuntut ilmu sesuai dengan jurusannya
Kost                 : Tempat hidup sementara bagi mahasiswa yang kuliah di luar daerah
Kuliah             : Kegiatan belajar bersama dosen di kampus
Organisasi     : Perkumpulan dari beberapa mahasiswa yang memiliki visi dan misi tertentu.

Yang akan dibahas sekarang adalah tentang organisasi dan kuliah yang dijalani oleh mahasiswa. Tiap jurusan di seluruh universitas di Indonesia pasti ada yang namanya organisasi kampus (baik keluarga mahasiswa, himpunan mahasiswa, atau yang lainnya ).
Apa jadinya apabila seorang mahasiswa mengikuti organisasi, apakah nilai-nilai kuliahnya terabaikan? Atau malah menjadi motivasi untuk meningkatkan nilai-nilai kuliah? Semua itu sebenarnya tergantung dari mahasiswa yang menjalaninya sendiri. Berikut adalah beberapa keuntungan mengikut suatu organisasi kampus bagi mahasiswa:

  • Banyak teman yang bisa membantu kita baik dalam kehidupan pribadi maupun tentang masalah di kampus (kuliah, praktikum, laporan, dll).
  • Belajar menjadi seorang pemimpin. Dalam organisasi baik dalam posisi apapun kita bisa mengambil pelajaran tentang kepemimpinan yang dapat digunakan dalam bekerja.
  • Banyak acara yang bisa diikuti. BEM / KM / HM / lainnya pasti akan mengadakan acara yang berkaitan dengan kampus, berupa seminar, pelatihan, lomba, dan yang lainnya. Kita bisa mengikuti acara tersebut dengan gratis walaupun sebagai panitia. Dan pasti akan banyak undangan dari organisasi lain atau bahkan universitas lain untuk menghadiri acara tertentu, yang pastinya gratis.
  • Sering makan-makan dan kumpul bersama teman-teman. Yang satu ini tidak perlu ditanyakan lagi karena tiap ada acara pasti akan ada pembubaran panitia.
  • Lebih banyak pengalaman dan wawasan.

Selain keuntungan mengikuti organisasi, pasti ada kerugiannya di antaranya adalah:

  • Ketika ada rapat mendadak bisa mengganggu kegiatan pribadi kita, misal baru tidur, istirahat, bahkan bisa jadi kuliah juga terganggu.
  • Dalam mengadakan acara yang jelas capek dan menguras waktu kita.
  • Efek dari semua itu kita jadi kurang belajar dan yang pasti nilai bisa menurun.

16 comments to Untung Rugi Ikut Ormawa

  • Dewi

    Maaf, ini saya mau tanya.. Kan ormawa itu klo tidak salah singkatan dr organisasi mahasiswa. Tapi yg dimaksud ormawa itu apa ya? Apakah ormawa itu juga HMJ/BEM seperti itu?
    Terima kasih

  • ROBBY ILHAM

    Kalau menut saya, saya sangat setuju dengan artikel diatas karena dengan mengikuti organisasi2 di kmpus kta sangat banyak mendapat pengalaman-pengalaman baru, dan pengalaman itupun nantinya dapat kta terapkan da masarakat luas setelah kta keluar daru kampus tersebut. kalau kita tidak tanggap atau aktif dengan organisasi d kampus kata seperti orang “buta” dikampus tersebut, karena kita akan banyak ketinggalan informasi2 kampus yang tentunya akan merugikan kita. kalau d katakan berorganisasi d kampus itu akan mengganggu aktifitas kuliah,, itu salah… karena apa bila kita berorganisasi dengan baik maka kita dapat memenec waktu dengan baik, melatih tanggung jawab diri , dll.

  • Menurut saya, selama kuliah lebih baik ikut ormawa. Galilah skill sebanyak-banyaknya dengan memanfaatkan organisasi kemahasiswaan yang ada. Manfaatkan kesempatan selagi ada dan bisa. Kesempatan belum tentu datang kedua kalinya dan waktu tidak bisa berjalan mundur. Ikut ormawa tidak ada ruginya. Justru rugi jika mahasiswa tidak ikut ormawa, karena banyak skills yang tidak dapat diperoleh di dalam kelas/perkuliahan, tetapi dapat diperoleh secara langsung dengan keikutsertaannya di ormawa. Banyak alumni UM mantan aktivis ormawa menceritakan kalau mereka sangat beruntung semasa kuliahnya aktif di dalam organisasi maupun mengikuti kegiatan ormawa. Mereka merasa mendapatkan pengalaman langsung sangat berharga yang menjadikan mereka memiliki nilai lebih. Banyak cerita, betapa sebalnya di awal-awal menjadi aktivis yang harus bolak-balik menyempurnakan proposal, surat menyurat dan laporan pertanggungjawaban serta urusan birokrasi. Belum lagi kena marah karena berkas-berkas yang mereka bawa belum benar untuk dipertanggungjawabkan, padahal mereka harus bagi waktu dengan tugas utamanya kuliah. Tetapi cerita selanjutnya akan berbeda setelah mendekati dunia kerja dan terjun langsung dalam dunia kerja. Pengalaman awal yang menyebalkan tersebut mereka syukuri sebagai pengalaman yang membawa hikmah luar biasa. Bagaimana dulu mereka memenej kegiatan ormawa dengan kuliah dapat berjalan seirama dengan tetap menjaga IPK . Di situlah strategi dan seninya yang mereka rasakan.
    Ada 23 kebutuhan soft skills yang dapat diperoleh di dalam kegiatan kemahasiswaan, yaitu inisiatif, etika/integritas, berpikir kritis, kemauan belajar, komitmen, motivasi, antusias/semangat, dapat diandalkan, komunikasi lisan, kreatif, kemampuan analisis, dapat mengatasi stress, manajemen diri, menyelesaikan persoalan, dapat meringkas, berkoperasi, fleksibel, kerja tim,/team work, mandiri, mendengarkan, tangguh, berargumentasi logis, dan manajemen waktu.
    Nah, banyak kan yang bisa didapat. Tunggu apa lagi? Mau jadi mahasiswa yang memiliki nilai lebih? Pilihan sepenuhnya di tangan anda.

    Terima kasih. Salam
    Fatmawati (Kabag Kemahasiswaan)

  • ilham handika

    yg jelas gak ada ruginya ikut ORMAWA!! yg rugi itu mahasiswa yg gak iktu ORMAWA atau bisa say sebut mahasiswa KUPU-KUPU (kuliah pulang),,daerh kekuasaannya hanya ruang kelas dan kamar kos!

  • firman

    Menurut saya ikut ormawa tidak ada nilai ruginya sama sekali….
    Karena di ormawa,kita tidak hanya dituntut aktif dalam semua kegiatannya,namun kita juga harus memikirkan urusan yang lain,misalnya yang utama adalah kuliah….
    Bila kita ikut dalam suatu ormawa kita dituntut menghargai waktu dengan sebaik-baiknya,karena kunci salah satu orang sukses adalah “menghargai waktu”. Dan di sisi lain, kita sebagai mahasiswa bukan hanya mencari nilai akademik saja di kampus, namun juga nilai sosial atau yang lain. Semuanya itu dapat kita temukan di dalam ormawa.

  • gie

    Sebenarnya semua itu tinggal diri pribadi masing-masing. Ada orang yang tidak ikut organisasi kemahasiswaan seperti itu namun dapat memiliki soft skill yang tinggi. Ada juga orang yang ikut ormawa sampe gag pernah masuk kuliah tapi kelakuan tidak mencerminkan sifat-sifat mahasiswa yang ber “soft skill” tinggi.

    Saya mendukung sekali kalau ada ormawa yang mampu membiayai kegiatannya sendiri tanpa perlu meminta bantuan dana ke jurusan, fakultas maupun universitas…

  • arifin

    Kalau menurut saya sih ikut ormawa atau nggak, ya wajar2 aja soalnya setiap orang mempunyai keinginan yang berbeda. Tapi, saya kurang setuju jika ada yang bilang, kalau ikut ormawa dpt mengganggu kegiatan akademis. Memang pada dasarnya kelihatannya mengganggu, tapi sebenarnya itu merupakan pembelajaran untuk mengasah kemampuan SOFTSKILL qt & utk melatih kita dalam mengatur waktu.

  • zulfa

    Ikut ORMAWA enggak ada ruginya, asal tau management waktu. Kalo enggak ya bubar tuh kuliah….. Ikut ormawa bukan alasan mengorbankan kuliah dengan cara memotong leher nilai n IP kita… Kalo masalah IP jelek mah bukan karena ormawanya atuh…. Tapi orangnya. Kan di ormawa tugas keorganisasian tuh dibagi-bagi. Enggak bakal dikerjain sendirian… Jadi bulshit banget kalo kehabisan waktu gara-gara ormawa. Kecuali tuh orang jadi kuncennya ormawa…… atau ber-asrama di ormawa…..

  • uroe

    Banyak sekali lho manfaat ikut Ormawa,,,

    Di ormawa qt belajar banyak hal,,,

    Buktikan aja…

  • bamboo_bed

    Berdasar:
    1> Organisasi : Perkumpulan dari beberapa mahasiswa yang memiliki visi dan misi tertentu.
    2> Yah, memang saya sendiri juga agak risih dari dulu ketika melihat ‘para tetua’ yang ‘berdomisili’ di ruang beberapa ORMAWA dan belum lulus juga.
    Muncul pertanyaan mengapa kok jarang ada organisasi dengan misi dan visi belajar bersama supaya cepat lulus. Organisasi yang mendukung perkuliahan semisal organisasi outbound mempunyai misi dengan outbound otak jadi segar menghadapi tiap ujian.

    Perlu diadakan penelitian untuk mengahkiri perdebatan menangani peranan ormawa terhadap prestasi mahasiswa. Parameter yang dibandingkan adalah seberapa banyak mahasiswa yang lulus tepat waktu dengan IPK cukup antara yang mengikuti ormawa dan non ormawa.

  • alien fori

    Pada dasarnya kerugian mengikuti ORMAWA tidaklah ada, kecuali ORMAWA yang membawa seorang mahasiswa untuk mempelajari hal yang tidak seharusnya dia dapatkan..
    Apalagi bagi seorang Muslim, belajar adalah kewajiban, tapi INGAT… konteks aplikasinya JANGAN jauh dan menyimpang dari Syariat Islam…

    Untuk itu ikutilah ORMAWA yang jelas keberadaan misi, visi, dan tujuan akhirnya.

  • Ikut ormawa oke2 saja..
    Yang penting selama kita bisa mengatur waktu biar tidak ganggu kuliah, sebab kuliah yang paling utama dan bukan kumpul2 buat ngurusin yang tidak ada urusannya sama kuliah.

  • Cak Imam

    Banyak untungnya ikut ormawa daripada tidak ikut. Ikut ormawa lebih banyak manfaatnya daripada mudhorotnya. Life skill/kecakapan hidup kita akan lebih terasah dengan ikut ormawa.

  • indah wahyu

    Saya kurang sepakat dengan pandangan beberapa teman yang menjadikan keterlibatan mahasiwa dalam ORMAWA sebagai alasan IPK terjun bebas. Tidak. Sebenarnya semua itu tergantung pada manajemen diri sendiri. Biarpun mengikuti berbagai ORMAWA tapi jika memiliki manajemen diri yang baik, saya rasa tidak menjadi masalah, sebaliknya, walaupun seorang mahasiswa tidak mengikuti satu ORAWA pun tapi jika tidak memiliki manajemen diri yang baik, saya rasa juga akan menjadi masalah tersendiri.

    Keterlibatan dalam ORMAWA justru menjadi ‘latihan’ bagi mahasiswa sebelum terjun ke ‘dunia nyata’.

    Yah, memang saya sendiri juga agak risih dari dulu ketika melihat ‘para tetua’ yang ‘berdomisili’ di ruang beberapa ORMAWA dan belum lulus juga. Hal semacam ini justru memberikan kesan yang kurang baik bagi adik-adik kelasnya, namun bukan berarti orang-orang ini harus dijauhi, justru mereka ini memerlukan motivasi ekstra agar cepat lulus dan tidak menjadi contoh yang kurang baik bagi adik-adiknya.

  • @Mas Jefri: Hehehe benar mas. Seperti Mas Jefri ini yang sekarang jadi dosen….:( Makasih mas tanggapannya.

  • Kalau memandang secara jernih, sebenarnya banyak untungnya kita ikut ORMAWA, hanya saja hanya beberapa orang yang sadar perubahan yang kita alami setelah kita ikut ORMAWA, kita hanya memandang proses dari hasil awal bukan hasil menyeluruh dan kedepan “ketika kita di dunia kerja”

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.