Program Studi Baru

Berdasarkan surat Direktur Akademik, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi,  No. 4255/D2.2/2009, tanggal 11 Desember 2009, Perihal: Penyerahan SK Ijin Penyelenggaraan Prodi Baru pada Universitas Negeri Malang di Malang, UM diijinkan menyelenggarakan 2 (dua) prodi baru yaitu:

1. Pendidikan Luar Biasa jenjang program Sarjana (S1) di Fakultas Ilmu Pendidikan.

2. Perpustakaan jenjang program Diploma III (DIII) di Fakultas Sastra.

Dalam suratnya Direktur Akademik berpesan agar tetap mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Internal, menyelenggarakan proses pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa dan mentaati penyelenggaraan pendidikan tinggi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan demikian sampai dengan saat ini UM memiliki 7 Fakultas, 1 PPS, 26 jurusan dengan  79 prodi ( 56 prodi kependidikan dan 23 prodi nonkependidikan). Terdiri dari jenjang D III: 10 prodi, S1: 45 prodi, S2: 15 prodi, dan S3: 9 prodi.

Saat ini untuk kelengkapan pembukaan  kedua prodi baru tersebut sedang diproses pembuatan dan pengiriman  Surat Pernyataan Pembukaan Program Studi/ Pendirian Perguruan Tinggi ke Direktorat Akademik, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Pada tahun akademik 2010/2011 sudah dapat menerima mahasiswa baru setelah rencana daya tampung ditetapkan.

Selamat atas turunnya SK Ijin Penyelenggaraan Prodi Pendidikan Luar Biasa dan Perpustakaan yang berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun terhitung sejak tahun akademik pertama setelah ditetapkan pada tanggal 7 Desember 2009.

BPM LAKSANAKAN AUDIT INTERNAL MUTU AKADEMIK III

100_4104Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan audit internal mutu akademik ke 3 (AIMA III) tahun 2009 selama 2 minggu, yaitu pada tanggal 30 Nopember s.d 11 Desember 2009. AIMA III dilaksanakan di 52 unit kerja, yang terdiri atas tujuh fakultas/PPs, tiga lembaga, dua UPT (Perpustakaan dan UPPL), 26 jurusan/prodi yang ada di fakultas dan 14 PSSJ/prodi yang ada di PPs. Kegiatan AIMA 3 dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kinerja akademik di UM pada umumnya dan di setiap unit yang diaudit pada khususnya. Untuk melaksanakan AIMA III dilibatkan 50 auditor internal yang dibagi ke dalam sejumlah tim kecil yang terdiri atas 3 anggota.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, AIMA III 2009 di setiap fakultas dan jurusan/prodi yang ada di dalamnya dilaksanakan secara serentak (pada satu hari yang sama) sesuai dengan permintaan unit. Di setiap unit, kegiatan AIMA III diawali dengan pertemuan pembukaan bersama pimpinan unit, pelaksanaan audit, rapat internal tim auditor, dan penyampaian laporan, temuan, penyerahan permintaan tindakan koreksi/perbaikan, dan penandatanganan berita acara. Sampai hari ini kegiatan AIMA III masih berlangsung. Semoga dengan AIMA, kinerja akademik UM semakin meningkat.

Magang Pengelolaan Jurnal Ilmiah di Subag SI

Pada tanggal 13-14 November 2009 telah dilaksanakan magang pengelolaan jurnal ilmiah di Subag Sistem Informasi – Bagian PSI dengan peserta 2 orang dari Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja. Materi yang diberikan adalah

  • Penyiapan Berkas Akreditasi Jurnal Ilmiah oleh Dra. Aminarti S. Wayuni,
  • Ketatausahaan oleh Retno Prihatiningsih, S.E., dan
  • Setting oleh Doni Irwanto, S. Kom.

Kemudian pada tanggal 5-6 Desember 2009 juga dilakukan kegiatan yang sama dengan 4 peserta dari Universitas Negeri Semarang.  Sebelumnya sebanyak 27 orang pengelola jurnal di lingkungan Universitas Negeri Semarang melakukan studi banding ke  UM pada tanggal 3 Desember 2009 yang diterima Rektor UM didampingi PR I, Ketua Lemlit, dan TPJB. Studi banding bertujuan untuk memperoleh informasi dan gambaran pengalaman UM selama ini dalam mengembangkan jurnal ilmiah.

Kepercayaan institusi lain untuk melakukan magang di Subag SI dalam mengelola jurnal ilmiah sebagai pendukung dari aspek manajemen sebuah jurnal (JIP)  sungguh patut disyukuri.

Semoga UM dapat menjadi rujukan sebagaimana yang dicita-citakan dalam visinya, dan selalu berprestasi. Amin….

Malang, 5 Desember 2009

Aminarti S. Wayuni (Kabag Perencanaan dan Sistem Informasi BAAKPSI UM)

KISAH UNIK TENTANG MEROKOK

Di web ini telah ditulis himbauan Rektor untuk tidak merokok. Pak Jo beberapa kali menulis tentang hal yang sama, dengan format yang berbeda. Bu Fat juga menanggapi positif, bahkan di kantornya juga sudah terpasang himbauan itu sejak tiga tahun yang lalu.
Dalam tulisan ini, saya ceritakan kisah unik tentang merokok ini dari sudut pandang perokok. Kisah ini nyata, dalam arti: saya dengar, saya lihat, dan saya rasakan saat saya bergaul sangat dekat dengan para perokok itu, para sahabat saya. Semoga bermanfaat untuk bahan refleksi.

1. Merokok dan Toleransi
Seorang pejabat, bukan perokok, mendatangi suatu ruang tempat berkumpul para stafnya yang perokok berat. Ruang kecil itu penuh asap akibat hembusan asap sekitar 5—6 perokok. Sang pejabat hanya terdiam, termangu, di pintu ruang. Seorang perokok berkata kepada pejabat itu yang sekaligus juga sahabatnya, “Mas, masuk saja ke ruang ini. Lihat dan camkanlah, betapa kami, para perokok, penuh toleransi. Panjenengan yang tidak merokok kami perbolehkan masuk ke ruang kami yang penuh asap ini. Bandingkan dengan panjenengan, kami ‘kan tidak boleh masuk ruang panjenengan sambil merokok. Kami, para perokok, betul-betul manusia yang penuh toleransi”. Nah, logika apa ini?

2. Merokok dan Kematian (1)
Dalam sebuah tulisan kesehatan disebutkan bahwa merokok satu pak sehari berarti mengurangi umur perokok itu sekian menit. Sementara untuk menjaga kesehatan dan “umur panjang”, seseorang perlu berolahraga. Seorang perokok berat menimpali bacaan itu, “Ah, bohong tulisan ini. Lihatlah, apa ada ceritanya orang meninggal dunia saat merokok? Sebaliknya, banyak ‘kan orang meninggal saat sedang berolahraga, tenis lapangan, misalnya? Ingin tahu buktinya? Pak A meninggal saat tenis di lapangan tenis Jln. Surabaya; Pak B dan Pak C meninggal di lapangan tenis Jln. Gombong!” Nah, argumentasi apa ya ini?

3. Merokok dan Kematian (2)
Pada papan pengumuman terpampang tulisan bahwa telah meninggal dunia Pak Z. Seorang pengunjung di sebuah warung mengatakan bahwa Pak Z setahun yang lalu dilarang merokok oleh dokter karena sudah banyak sekali flek di paru-parunya. Pengunjung lain yang perokok berat menimpali “Wah, bisa jadi meninggalnya itu karena berhenti merokok. Coba saja, seandainya masih merokok …. dan sekarang boleh dan masih bisa merokok, tentu Pak Z masih hidup kan?” Nah, pokrol bambu kan?

4. Merokok dan Kematian (3)
Sudah lazim petugas kesehatan memberi penyuluhan bahwa merokok dapat memperpendek usia. Seorang perokok berat menimpali, “Mempercayai aku, atau mempercayai petugas kesehatan itu? Perhatikan, Deng Xiao Ping itu perokok berat, dia meninggal dalam usia lebih dari 94 tahun. Salah seorang mantan Rektor UM ada yang perokok berat, sampai sekarang usianya lebih dari 80 tahun dan masih bisa jalan-jalan.” Sekalipun petugas kesehatan itu memberikan data statistik yang meyakinkan tentang jumlah penderita penyakit paru dan penyakit jantung akibat merokok baik yang berujung pada kematian maupun hidup berpenyakit, tapi tetap dikalahkan oleh contoh-contoh kasus kecil seperti itu. Nah, bagaimana, ya, modal inferensi statistiknya?

5. Merokok dan Keuntungannya
Dalam sebuah tulisan di buku “saku” dan pernah pula disampaikan dalam ceramah di televisi, Aa Gym menyatakan bahwa merokok memiliki tiga keuntungan besar. Pertama, terhindar dari pencurian di rumahnya. Mengapa? Karena pencuri yang menyatroni rumahnya mengira sang tuan rumah yang perokok berat itu selalu jaga. Buktinya, terdengar batuk tiada henti sepanjang malam. Kedua, terhindar dari kejaran binatang buas, terutama anjing. Koq bisa? Karena saat dikerjar anjing, perokok berat akan berhenti di tengah jalan, kemudian jongkok sehingga anjing berhenti dan berbalik arah. Anjing mengira sang perokok akan mengambil batu dan menghantamkannya. Padahal, perokok itu tersengal-sengal kehabisan nafas. Ketiga, terhindar dari penderitaan masa tua. Benarkah? Karena pada umumnya perokok berat tidak sempat merasakan usia tua alias mati muda. Lha, apa mempan, ya, anekdot dan sindiran ini?

6. Merokok dan Kanker
Dalam lingkaran obrolan, seorang teman menceritakan dengan penuh keprihatinan bahwa istri seorang dosen (katakanlah bernama W) terkena kanker rahim & kanker indung telur. Dalam obrolan itu ada teman yang membaca bungkus rokok tertulis “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER …” Sang perokok berat berkomentar ringan, “Ah nggak mesti, coba lihat Bu W yang kauceritakan tadi, dia nggak merokok, terkena kanker juga, ‘kan?” Nah, proposisi sesat kan?

7. Merokok dan Sabda Nabi
Dua kali upacara, Rektor UM telah menekankan pentingnya “hidup sehat”, salah satu cara yang ditempuh adalah hidup tanpa rokok & lingkungan bebas dari asap rokok. Pada upacara HUT ke-38 KORPRI, Rektor juga meminta agar PR II membuat edaran tentang hidup sehat tersebut. Beberapa hari kemudian, edaran tersebut terbit, yakni semua pimpinan unit kerja agar membuat tulisan tentang larangan merokok di lingkungan kerja UM. Sekalipun sudah ada himbauan Rektor dan edaran dari PR II, kenyataan menunjukkan bahwa di lingkungan kerja UM tetap saja sang perokok berat tetap merokok di lingkungan kerja tersebut. Menyikapi fenomena tersebut, seorang teman nyeletuk “Jangankan himbauan Rektor dan edaran PR II, fatwa MUI dan ‘sabda Nabi’ saja nggak digubris, koq”. Nah, siapa lagi yang digubris?

8. Merokok dan Dalil
Seorang dosen perokok berat yang menekuni disiplin “ilmu hayat” bertemu dengan kolega yang dulunya juga sebagai dosennya, Bapak M. Dosen senior tadi menasihati, bahwa merokok itu haram karena merusak kesehatan. Dosen perokok berat itu menjawab, “Panjenengan itu jangan membuat dalil sendiri seperti itu.” Selang lima belas tahun kemudian, berdasarkan hasil lab, diketahui bahwa paru-paru perokok berat tadi sudah rusak parah. Dokter memberi tahu untuk memulihkan paru-paru seperti itu perlu waktu sedikitnya 25 tahun, dan belum tentu bisa pulih kembali. Itu pun kalau Anda berhenti merokok, mau hidup sehat, dan rutin berobat. Kalau tidak mau berhenti sekarang, ya seperti ini, bahkan akan lebih parah lagi: nafas tersengal, dada nyeri luar biasa, batuk-batuk tidak pernah berhenti, dan mungkin lebih cepat tidak dapat melihat mentari terbit esok pagi “Pak M, kalau saya dulu ikuti ‘dalil’ panjenengan, saya tidak akan menderita sakit sepert ini. Saya menyesal sekarang. Saya juga malu dengan panjenengan”. Nah, penyesalan selalu datang kemudian, kan?

Malang, 5 Desember 2009
Dawud (Dekan Fakultas Sastra UM)

Website UM Berisi Kritik dan Otokritik

Rektor UM Prof. Suparno, dalam sambutannya pada tanggal 30 November 2009, menyampaikan:

Pada era reformasi ini, kita juga harus siap dengan pemberdayaan arus komunikasi yang sehat dan terbuka dalam pola komunikasi birokrasi berpola instruksi, koordinasi, konsultasi, dan konsolidasi dengan cara dan bahasa yang lugas dan beradab. Demi efisiensi, website UM sudah terbukti menjadi media komunikasi, termasuk yang berisi kritik dan otokritik.

Sehubungan dengan pernyataan di atas maka website UM perlu dikembangkan sebagai berikut:

  1. Bahasa yang lugas dan beradab hendaknya digunakan dalam membuat tulisan dan memberi komentar.
  2. Kritik dan otokritik yang disalurkan melalui website UM hendaknya ditanggapi secara profesional oleh unit yang terkait.
  3. Perlu dibentuk Tim Redaksi untuk blog “Berkarya” dan “Suara Kita”.

Semoga website UM semakin bermanfaat bagi UM.

Malang, 3 Desember 2009

Johanis Rampisela (Ketua Divisi Perangkat Lunak Pusat TIK UM)

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.