[selesai] Mengenal Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULPBJ)

Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULPBJ) merupakan unit baru yang semula bernama Pelaksana Kegiatan Program Pendidikan Tinggi (PKPPT). Unit ini memiliki tugas untuk menyelenggarakan dan mengkoordinasi pelaksanaan pengadaan barang/jasa di lingkungan Universitas Negeri Malang. Pembentukan ULPBJ berdasarkan Surat Keputusan Rektor UM no: 081/KEP/H32/HK/2008 tanggal 5 Januari tahun 2008. Pelaksanaan pengadaan barang/jasa di lingkungan Universitas Negeri Malang menggunakan dasar Keppres 80/2003 beserta perubahannya. Dengan landasan tersebut tujuan pengadaan yang lebih efektif, terbuka dan bersaing, transparan, adil/tidak diskriminatif dan akuntabel akan tercapai. ULPBJ juga berperan untuk menjembatani kepentingan pengguna jasa dengan para penyedia jasa. Kepuasan para pihak yang terlibat dalam pengadaan barang/jasa menjadi salah satu perhatian bagi unit ini.
Dalam menjalankan tugasnya, unit ini selalu melibatkan para penerima manfaat/pengguna, mulai dari tahap pengusulan barang/jasa, pengadaan, serah terima, sampai dengan masa pemeliharaan/perawatan. Barang yang berkualitas, sesuai dengan spesifikasi, prosedur yang benar, dan pembelanjaan yang efisien merupakan hal yang selalu ditekankan sehingga tidak merugikan negara. Sebagai unit sentral bagi pengadaan di Universitas Negeri Malang, ULPBJ dituntut untuk dapat melayani semua permintaan pengadaan baik yang bersumber dari dana rupiah murni, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), maupun dana hibah. Pengadaan dari dana hibah yang saat ini sedang berjalan antara lain dari program IMHERE, PHKI, PPG, PSG, dan masih banyak lagi program yang lain. Untuk pengadaan yang berupa jasa konstruksi maupun non konstruksi, ULPBJ disamping bertugas menyeleksi calon penyedia jasa (kontraktor pelaksana, konsultan perencana, konsultan pengawas) juga bertindak selaku technical assistance (tim teknis) mulai dari tahap pengusulan, perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan. Pembangunan gedung kuliah (FIP, FE, FS, dan FT), gedung Poliklinik, gedung Pusat Bisnis, dan masih banyak lagi pembangunan yang bersifat lanjutan, perbaikan, maupun pembangunan baru menjadi wewenang tim teknis yang berada dalam lingkup ULPBJ.
Kendala yang dihadapi dari unit ini adalah keterbatasan jumlah personil yang tidak seimbang dengan beban dan tanggung jawabnya. Saat ini jumlah personil ULPBJ sebanyak 13 (tiga belas) orang. Dari jumlah tersebut baru 7 (tujuh) orang yang memiliki sertifikat tenaga ahli pengadaan barang/jasa dari Bappenas. Secara keseluruhan, jumlah pegawai UM yang telah memiliki sertifikat baru berjumlah 25 (dua puluh lima) orang. Jumlah yang sangat sedikit apabila dibandingkan dengan jumlah pegawai UM maupun dengan banyaknya kontrak pengadaan yang harus diselesaikan. 2 (dua) orang telah mengikuti pelatihan pengadaan secara elektronik (e-procurement). Tuntutan akan kecepatan penyediaan barang dari para pengguna dan kecepatan dalam hal pencairan dana (termin) dari para penyedia jasa kadang terlambat akibat keterbatasan personil. Tugas dan prosedur pengadaan yang harus dijalani yang kurang dipahami para pengguna jasa menjadi kendala tersendiri yang dapat menghambat proses pengadaan. Dengan keluarnya SK Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) no. 002/PRT/KA/VII/2009 tentang Pedoman pembentukan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang/Jasa Pemerintah, ULPBJ UM diharapkan segera melakukan penyesuaian.
Kedepan, ULPBJ dituntut untuk menyelenggarakan pengadaan barang/jasa secara elektronik (e-procurement). Sampai saat ini kesiapan untuk mendukung penyelengaraan e-procurement baik dukungan software (perangkat lunak) maupun hardware (perangkat keras) serta sumber daya manusia masih dalam tahap persiapan. Namun demikian mulai tahun anggaran 2008, ULPBJ sudah melaksanakan pengadaan secara e-announcement (pengumuman secara elektronik) dan aanwijzing (penjelasan pekerjaan) melalui web site Universitas Negeri Malang. Dukungan dari semua pihak sangat diharapkan bagi pengembangan ULPBJ kedepan.

Komentar ditutup.

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.