UM Mengadakan Lokakarya Nasional Webometrics

Lokakarya Nasional Strategi Meningkatkan Peringkat Webometrics

UM mengadakan Lokakarya Nasional Webometrics 2010

UM bekerja sama dengan LCWCU, BTN, dan Telkom mengadakan  Lokakarya Nasional Strategi Meningkatkan Peringkat Webometrics (Sebuah Jalan Menuju World Class University), pada tanggal 20-21 April 2010 di Hall Majapahit Hotel Santika Premiere Malang.

Kegiatan diikuti oleh 20 peserta dari 16 perguruan tinggi yaitu Unair, IPB, Univ. Muhammadiyah Yogyakarta, Maranatha (Bandung), Atma Jaya Yogyakarta, Trisakti, Taumanagara, Al Azhar (Jakarta), Pelita Harapan (Jakarta), Wijaya Kusuma Surabaya, Univ. Negeri Gorontalo, Univ. Muhammadiyah Semarang, Univ. Islam Sultan Agung Semarang, UIN Malang, Univ. Bangka Belitung, Univ. HKBP Nommensen (Medan).

Peserta puas dengan materi yang didukung oleh data rinci, studi kasus, serta tanya-jawab yang singkat dan jelas.

KLIK DI SINI untuk berita selengkapnya disertai 87 foto dan komentar

SELAMAT, MO AWWANAH TERPILIH MENJADI MAWAPRES 2010 TINGKAT UNIVERSITAS

New Picture Mo Awwanah

Mo Awwanah, mahasiswa angkatan 2006 Jurusan Biologi FMIPA um telah ditetapkan sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) 1 Tingkat Universitas tahun 2010. Dengan persaingan yang sangat ketat, Mo menyisihkan Angga Kurniawan (Jurusan Fisika), sebagai Mahasiswa Berprestasi 2, dan Tutik Sri Wahyuni (Jurusan Kimia FMIPA), sebagai Mahasiswa Berprestasi 3. Proses Pemilihan Mawapres tahun 2010 dimulai sejak bulan Februari 2010 dengan tahapan pemilihan di tingkat Fakultas dan Universitas. Pada pemilihan tingkat Universitas diikuti oleh 3 nominator dari masing-masing fakultas. Aspek yang dinilai meliputi: IP Komulatif, kegiatan ko-ekstra kurikuler, Bahasa Inggris, Kepribadian dan karya tulis Ilmiah (untuk tingkat Universitas). Proses seleksi tingkat Universitas tahun ini lebih berat dari sebelumnya. Jika pada tahun sebelumnya, kemampuan Bahasa Inggris hanya tes tulis, mulai 2010  ditambah tes kemampuan Bahasa Inggris Aktif  (wawancara) dan calon yang lolos ke tahapan 3 besar di Universitas wajib melakukan presentasi karya ilmiah dalam Bahasa Inggris. Hadiah yang diberikan kepada Mawapres sebagai berikut:

Mawapres I : Rp 750.000 + SPP 1 semester
Mawapres II : Rp 600.000 + SPP 1 semester
Mawapres III : Rp 400.000 + SPP 1 semester

Mawapres 1 tingkat Universitas berhak mewakili UM mengikuti seleksi tingkat Nasional. Bidang Kemahasiswaan telah menyiapkan dan menetapkan putra-putri terbaik UM.

Selamat dan Sukses kepada Mo Awwanah. Mari kita dukung agar Mo berhasil menjadi Duta UM di kancah nasional.


Fatmawati, Kabag Kemahasiswaan

Bakal Calon Rektor yang Unggul yaitu (5) Prof. Dr. Suparno

Usailah sudah pelaksanaan pemilihan Bakal Calon Rektor untuk masa jabatan periode 2010-2014 pada sore hari kemarin hari Rabu, tanggal 14 April 2010, telah selesai pula tugas para panitia pelaksana pemilihan berlelah-lelah demi suksesnya kegiatan tersebut.

Jumlah pemilih yang hadir untuk berpartisipasi dalam pemilihan Bakal Calon Rektor  adalah 1638 orang  (80,18%) dari daftar pemilih keseluruhan sejumlah 2.043, yang tidak hadir berpartisipasi ada 405 orang (19,82%).

Dari 1638 orang pemilih yang menetukan pilihannya terdapat 36 kartu suara (2,20%) yang tidak sah (entah sengaja tidak memilih atau karena ketidaktahuannya), sehingga yang sah menjadi 1602 kartu suara (97,80%).   Nampak di sini bahwa Bakal Calon Rektor yang unggul adalah no. 5 dari FS yaitu (5) Prof. Dr. Suparno, yang menang di 6 TPS dari 8 TPS yang ada, dan kekalahan nampak ada di FIP dan FIS yang memilih no.6 yaitu (6) Dr. Supriono, M.Pd., dari FIP.

Dengan demikian urutan Bakal Calon Rektor yang semula (1) Dr. Mit Witjaksono MS.Ed., dari FE, (2) Prof. Dr. Moch. Sochib, M.Pd., dari FIP, (3) Dr. Suyono, M.Pd., dari FS, (4) Prof. Dr. Ipung Yuwono, M.Sc., dari FMIPA, (5) Prof. Dr. Suparno, dari FS, (6) Dr. Supriono, M.Pd., dari FIP, urutan berubah menjadi (I) Prof. Dr. Suparno, dari FS, (II) Dr. Supriono, M.Pd., dari FIP (III) Prof. Dr. Moch. Sochib, M.Pd., dari FIP, (IV) Prof. Dr. Ipung Yuwono, M.Sc., dari FMIPA,  (V) Dr. Suyono, M.Pd., dari FS, dan (VI) Dr. Mit Witjaksono MS.Ed., dari FE.

Masih ada tahapan lagi untuk menjadi pucuk pimpinan di kampus tercinta ini, tapi yang terpenting adalah amanah yang diberikan itu semoga tidak menjadi sebuah beban yang berat untuk ditanggung, semoga.  Karena tanggungjawab yang tadinya hanya untuk diri sendiri dan keluarga (“ku anfusakum wa ahlikum naaro”), selanjutnya bertambah lagi terhadap orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya itu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menasehatkan kepada Abdurrahman bin Samurah radliallahu ‘anhu:” hai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta kepemimpinan. Karena jika engkau diberi tanpa memintanya, niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun jika diserahkan kepadamu karena permintaanmu, niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong).” Hadits ini diriwayatkan Al-Imam Bukhari dalam Shahih-nya no. 7146 dengan judul “Siapa yang tidak meminta jabatan, Allah akan menolongnya dalam menjalankan tugasnya” dan no. 7147 dengan judul “Siapa yang minta jabatan akan diserahkan kepadanya (dengan tidak mendapat pertolongan dari Allah dalam menunaikan tugasnya)”. Diriwayatkan pula oleh Al-Imam Muslim dalam Shahih-nya no. 1652 yang diberi judul oleh Al-Imam Nawawi “Bab larangan meminta jabatan dan berambisi untuk mendapatkannya”.

Untuk lebih jelasnya hasil perolehan suara dalam pemilihan Bakal Calon Rektor untuk masa jabatan periode 2010-2014 bisa dilihat dalam tabel berikut,

No.

FIP

FS

FMIPA

FE

FT

FIK

FIS

PUSAT

%

Rank

1

1

0

4

26

4

0

0

8

43

2,63%

VI


2

36

13

23

18

15

2

2

41

150

9,16%

III


3

1

28

8

5

4

0

2

6

54

3,30%

V


4

2

4

43

1

15

1

1

7

74

4,52%

IV


5

45

122

111

57

100

41

22

320

818

49,94%

I


6

134

18

24

14

37

5

40

191

463

28,27%

II


Sah

219

185

213

121

175

49

67

573

1602

97,80%

Tidak

Sah

4

2

9

2

6

0

4

9

36

2,20%

Total

223

187

222

123

181

49

71

582

1638


Kasubag Kumtala Mengikuti Diklat Teknis Perguruan Tinggi

Memperhatikan Surat Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kementerian Pendidikan Nasional Nomor 959/A6.2/KP/2010, tanggal 24 Maret 2010 tentang Pemanggilan Peserta Program Diklat Teknis Perguruan Tinggi, maka Kepala Biro AUK UM menugaskan:

Drs. Sudibyo, M.Pd, Kasubag Kumtala BAUK mengikuti diklat AKIP Angkatan 2

Ir. Sumarko, Kasubag Tata Usaha FIK mengikuti diklat Analisis Jabatan Angkatan 1

Lilik Irawati, SE, Subag Pelayanan Kesma BAAKPSI mengikuti diklat SAPKP Angkatan 1

Sutrisno, Subag TU Pusat TIK mengikuti diklat Manajemen Kearsipan Angkatan 2

Widhi Mangesti, Subag Umum dan Perlengkapan FT mengikuti Manajemen Kearsipan Angkatan 2

Pelaksanaan diklat pada tanggal 11 sd. 22 April 2010 di Kampus Pusdiklat Pegawai Depdiknas, Jalan Raya Cinangka Km 19, Sawangan, Depok.

Pilih Bakal Calon Rektor yang Tepat, Jangan Golput

Masa jabatan pimpinan (UM1) periode 2006 – 2010 sudah hampir berakhir, pemilihan rektor dilaksanakan pada tanggal 14 April 2010 untuk masa jabatan periode 2010-2014.  Mari kita  berikan dukungan untuk ikut menetukan masa depan Universitas Negeri Malang dengan memilih salah satu dari daftar 6 orang kandidat calon rektor ada.

Bakal Calon Rektor

Kepemimpinan yang Diperebutkan.

Setiap orang adalah pemimpin dan kelak akan dimintai pertanggunganjawab atas apa-apa yang telah dipimpinnya, sebagaimana hadis dari Ibnu Umar, ”Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya.” (HR Muslim)

Kepemimpinan adalah merupakan amanah yang besar, sehingga dengan demikian orang yang menjadi pemimpin berarti ia tengah memikul beban tanggungjawab yang harus ditunaikan sebagaimana mestinya.  Kewajiban seorang pemimpin untuk memperhatikan hak orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya dan tidak boleh mengkhianati amanah tersebut.  Dengan demikian tugas menjadi seorang pemimpin itu berat, sehingga sepantasnyalah yang mengembannya juga adalah orang yang memang cakap dibidangnya.

Karena itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang orang yang tidak cakap untuk memangku jabatan karena ia tidak akan mampu mengemban tugas tersebut dengan semestinya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga bersabda: ”Apabila amanah telah disia-siakan, maka nantikanlah tibanya hari kiamat. Ada yang bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan menyia-nyiakan amanah?’ Beliau menjawab: ‘Apabila perkara itu diserahkan kepada selain ahlinya, maka nantikanlah tibanya hari kiamat”.” (HR. Bukhari no. 59)

Menjadi seorang pemimpin dan memiliki sebuah jabatan merupakan impian semua orang kecuali sedikit dari mereka yang dirahmati oleh Allah. Mayoritas orang justru menjadikannya sebagai ajang rebutan khususnya jabatan yang menjanjikan lambaian rupiah dan berbagai kesenangan dunia lainnya.

Jika menjadi seorang pemimpin yang tidak sadar bahwa ia tengah memikul beban sebuah amanah, akan memudahkannya untuk memenuhi tuntutan hawa nafsunya berupa kepopuleran, penghormatan dari orang lain, kedudukan atau status sosial yang tinggi di mata manusia, kebanggaan, serta kemegahan.

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau menyampaikan hadits yang diriwa­yatkan dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu: “Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan, padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi penyesalan.” (HR. Bukhari no. 7148)

Meminta Jabatan.

Selain itu, jabatan tidak boleh diberikan kepada seseorang yang memintanya dan berambisi untuk mendapatkannya. Abu Musa radliallahu ‘anhu berkata: “Aku dan dua orang laki-laki dari kaumku pernah masuk menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka salah seorang dari keduanya berkata: “Angkatlah kami sebagai pemimpin, wahai Rasulullah”. Temannya pun meminta hal yang sama. Bersabdalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Kami tidak menyerahkan kepemimpinan ini kepada orang yang memintanya dan tidak pula kepada orang yang berambisi untuk mendapatkannya.” (HR. Bukhari no. 7149 dan Muslim no. 1733)

Dalam riwayat yang lain, sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Abdurrahman bin Samurah :”Bila engkau diberikan dengan tanpa memintanya, niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun bila diserahkan kepadamu karena permintaanmu niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong).” Siapa yang tidak ditolong maka ia tidak akan mampu. Dan tidak mungkin jabatan itu diserahkan kepada orang yang tidak cakap. (Syarah Shahih Muslim, 12/208, Fathul Bari, 13/133, Nailul Authar, 8/294)

Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata: “Sepantasnya bagi seseorang tidak meminta jabatan apapun. Namun bila ia diangkat bukan karena permintaannya, maka ia boleh menerimanya. Akan tetapi jangan ia meminta jabatan tersebut dalam rangka wara’ dan kehati-hatiannya dikarenakan jabatan dunia itu bukanlah apa-apa.” (Syarah Riyadlus Shalihih, 2/470)

Jabatan adalah amanah.

Mengejar sebuah jabatan mungkin adalah sesuatu yang manusiawi yang dianggap sebagai salah satu usaha seseorang dalam mengejar sebuah cita-cita. Tentu saja ini baru bisa dinilai sebagai suatu yang wajar jika dinyatakan bahwa jabatan adalah merupakan suatu amanah yang harus dipegang dan dijalankan tidak untuk kepentingan pribadi.  Dengan  memandang jabatan adalah suatu amanah, maka akan mengerti pula bahwa meminta-minta atau mengemis jabatan apalagi dengan menghalalkan segala cara, adalah suatu hal yang tidak patut.

Seseorang yang memandang jabatan sebagai suatu amanah semestinya tidak akan bersikap berlebihan dalam mengejar suatu jabatan.  Dia akan bersikap tahu diri dengan menilai kemampuan dirinya apakah cukup layak atau tidak untuk memegang jabatan tersebut. Dengan demikian ia tidak akan terlalu ambil pusing apakah dirinya akan terpilih atau tidak dalam memegang suatu jabatan. Di sisi lain jika dia sudah berada dalam posisi memegang jabatan dan kemudian tidak terpilih lagi untuk memegang jabatan yang sama, dia pun tidak akan mengalami frustrasi yang berlebihan.

Kalau melihat ”setiap orang adalah pemimpin dan kelak akan dimintai pertanggunganjawab atas apa-apa yang telah dipimpinnya”, maka dengan memegang jabatan ini pertanggungan­jawabnya akan menjadi lebih banyak.  Antara lain bertanggungjawab atas

1)  Dirinya sendiri.  Memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (S.58:18) dan untuk apa usia ini dipergunakan.

2)  Keluarga.  Sebagai pemimpin keluarga, mengasihi dan memimpin keluarganya mengantarkan pada suasana sakinah, memotivasi anak-anak untuk meneladani dan berbakti kepada kedua orangtua (Q.S. At Tahrim:6).

3)  Jabatan. Dalam bekerja, seorang pemimpin akan senantiasa berpikir bagaimana orang-orang yang dipimpinnya sejahtera dan merekapun akan berpikir bagaimana bisa memberikan layanan terbaik melalui pekerjaannya

Dengan mengingat ini, tentunya pemimpin akan berusaha untuk tidak membuat suatu keputusan atau kegiatan yang nantinya bisa menjauhkan diri dari nilai ibadah. Misal menentukan / membuat jadwal rapat atau jadwal kuliah sementara ditengah-tengah kegiatan itu adalah jam saat waktu sholat, tentunya ini menjadi tidak bernilai ibadah.  Bagaimana mungkin kita bisa mengatakan ”hanya Engkaulah yang Kami sembah[2], dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan[3]” sementara ketika dipanggil Alloh untuk menghadap kita tidak menghiraukan? padahal kalau yang memanggil Rektor pastilah akan berusaha untuk segera hadir.

[2] Na’budu diambil dari kata ‘ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.

[3] Nasta’iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti’aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.

Ingat, tanggal 14 April 2010 untuk berpartisipasi memilih salah satu dari enam bakal calon rektor, ingak…..ingak.

== Dikutip dari berbagai sumber ===

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.