[selesai] REFLEKSI PKPT MASA LALU

Sebagai mahasiswa Universitas Negeri Malang, dua tahun kuliah di UM, saya ingin merefleksi sejenak tentang hasil pengamatan dan pengalaman tentang Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi di masa lampau. Tulisan ini dihimpun dengan masukan dari teman-teman saya lintas Fakultas. Ada 5 (lima) hal yang menonjol dari PKPT di masa lampau.

1. BARANG BAWAAN ANEH DAN SULIT DICARI

Mahasiswa baru di Fakultas X diminta untuk mencari barang bawaan aneh dan sulit dicari. Lebih anehnya, barang bawaan yang aneh dan sulit dicari tiba-tiba disediakan oleh pedagang dadakan tertentu. Bukan itu saja, Fakultas Y meminta mahasiswanya memakai kaos kaki warna tertentu yang langka. Saya teringat (almarhumah) Mama saya harus mencari kaos kaki tersebut untuk kemenakannya yang ikut PKPT dengan berburu dari toko ke toko sampai larut malam. Bayangkan, penduduk Malang saja kesulitan, apalagi mahasiswa baru dari luar Malang.

2. DEMO UKM MELELAHKAN

Saya faham, tujuan mengadakan Demo Unit Kegiatan Mahasiswa itu baik. Tetapi, kegiatan itu memakan waktu dan tenaga yang banyak; tidak imbang dengan hasil yang diperoleh. Lagi pula, Demo UKM itu memaksa mahasiswa untuk melihat tampilan yang belum tentu sesuai dengan bakat dan minat maba: senang atau tidak senang; cocok atau tidak cocok harus melihatnya. Di samping itu, jumlah mahasiswa yang banyak dan jarak yang jauh antara Maba dengan penampil mengakibatkan Maba di barisan tengah sampai belakang tidak bisa melihat tampilan dengan sempurna. Setelah Demo UKM masih harus mengikuti sajian pengenalan kegiatan “akademik” di kelas. Hasilnya, pengenalan kegiatan UKM tidak maksimal, sajian pengenalan kegiatan akademik tidak bisa diserap karena sudah lelah.

3. PANITIA OVERAKTING

Dengan alasan pendidikan mental dan kepribadian, masih sering dijumpai panitia yang bertutur dan bertindak melampaui batas kewajaran, melampaui batas norma perasaan, dan melampaui batas kesantunan serta keberadaban. Sebagai contoh, masih dijumpai bentakan, makian, dan umpatan yang terdengar sangat nyaring. Contoh lain tentang overacting ini, pernah ada panitia yang membuat aturan berikut. Pasal (1): PANITIA TIDAK PERNAH BERBUAT SALAH. Pasal (2): JIKA BERBUAT SALAH, KEMBALI KE PASAL (1).

4. KETIDAKDISIPLINAN PENGGUNAAN WAKTU

Ketidakdisiplinan penggunaan waktu yang telah ditetapkan secara resmi oleh UM merupakan hal yang jamak dijumpai di PKPT UM. Di Fakultas X, Y, Z masih dijumpai jam datang lebih pagi dan jam pulang dimundurkan dari jadwal resmi UM. Akibatnya, kedatangan pagi sering menyulitkan pembagian waktu shalat subuh. Pemoloran jadwal sore meniadakan waktu istirahat, menyempitkan waktu mengerjakan tugas, dan menyulitkan mencari barang yang aneh dan langka.

Pada hari kedua sampai hari terakhir, maba kurang tidur dan kurang istirahat. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus “bekerja nonstop” selama 24 jam sehari-semalam. Hari pertama: datang pagi-pagi, pulang sore. Diteruskan mencari barang aneh dan langka serta mengerjakan tugas sampai dini hari. Dini hari segera menyiapkan bawaan makanan yang aneh pula. Hari kedua sampai hari terakhir harus masuk pagi lagi dan pulang sore yang diteruskan mencari barang bawaan, mengerjakan tugas, dan “hukuman” kalau ada.

5. TUJUAN UTAMA PKPT TIDAK TERCAPAI

Tujuan PKPT adalah mengenal kehidupan perguruan tinggi, misalnya Cara Belajar di Perguruan Tinggi yang Efektif dan Efisien; Etika dan Tatakrama Berkehidupan Akademik di Perguruan Tinggi yang Beradab, Bermartabat; Pemahaman dan Pendalaman Pedoman Pendidikan UM; dan Pemahaman yang Benar tentang Prosedur Registrasi Administrasi dan Akademik (KRS-an dan KHS-an, misalnya).

Dengan praktik PKPT yang saya paparkan di atas, tujuan PKPT tersebut tidak tercapai secara maksimal. Hasil menonjol yang diperoleh adalah lelah, jengkel, bahkan sakit fisik maupun hati. Nah, hal-hal negatif tersebut apa masih dilanjutkan untuk PKPT 2010 ini, ya?

Ferril Irham Muzaki

Sastra Inggris

Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Komentar ditutup.

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.