Website UM Berusaha Bangkit Kembali

Ada dua hal yang membuat website UM menjadi tidak bisa atau tidak normal diakses yaitu:

  1. Perubahan layanan akses internet dari ASTINET Telkom menjadi IP Transit Telkom mulai tanggal 4 Oktober-10 November 2010.
  2. Serangan hacker yang dimulai tanggal 31 Oktober 2010 dan terus berlanjut sampai 5 November 2010.

Bersyukurlah akhirnya Pak Isnandar (Pembantu Rektor IV) mengambil inisiatif dengan mengundang Telkom dan Pusat TIK. Dalam pertemuan tersebut diputuskan bahwa mulai tanggal 11 November 2010 layanan akses internet dikembalikan dari IP Transit (24 Mbps) menjadi ASTINET (32 Mbps). Sementara itu IP Transit tetap dipasang untuk dipelajari tetapi tidak digunakan untuk melayani server UM.



TANGGAL-TANGGAL “BERSEJARAH” WEBSITE UM

13 September – 3 Oktober 2010: Pada masa ini website UM masih berjalan seperti biasa karena Telkom masih menyediakan layanan Astinet walaupun layanan IP Transit dibuka pada tanggal 13 September 2010.

4-6 Oktober 2010: Website UM dan layanan internet mati total. Setelah beberapa kali menunda pencabutan Astinet karena UM belum siap menggunakan layanan IP Transit, akhirnya pada tanggal 4 Oktober 2010, Telkom mencabut layanan tersebut. Terjadi kepanikan karena saat itu IP Transit belum siap digunakan.

7-20 Oktober 2010: Website UM berada dalam keadaan sebentar hidup, sebentar lagi mati. Hal ini diakibatkan tidak normalnya layanan IP Transit Telkom.

21 Oktober 2010: Pak Rofi’uddin (Pembantu Rektor II) ingin agar kondisi layanan internet segera dipulihkan karena sudah berlarut-larut, komunikasi dengan Telkom dan VIP Net perlu dilakukan untuk mencari penyebabnya, dan segera ambil solusi yang terbaik.

22  Oktober – 10 November 2010: Diskusi intensif dengan Pihak Telkom terus dilakukan untuk mencari penyebabnya. Pihak Telkom juga mendatangkan tenaga ahli dari Surabaya dan melakukan banyak sekali telekonferensi dengan Surabaya dan Jakarta. Persoalan ini bahkan sudah naik sampai ke tingkat Direksi Telkom untuk mencari penyelesaiannya. Berbagai macam uji juga sudah dilakukan.

  • Hal pertama yang ditemukan adalah jika jaringan Telkom dipasang bersama VIP Net maka jaringan Telkom akan mati (idle). Hal ini kemudian berhasil diatasi dengan memasukkan pembatasan prefix list.
  • Hal kedua yang ditemukan adalah akses dari luar negeri ke website UM sangat lambat. Hal ini kemudian berhasil diatasi dengan memindahkan routing dari Telianet-Tinet-Telkom menjadi Singtel-Telkom.
  • Hal ketiga yang ditemukan adalah sering tidak dikenalinya website UM karena pada waktu-waktu tertentu jaringan putus beberapa saat, tidak begitu mempengaruhi pemakai akses internet tetapi sangat berpengaruh pada server. Hal ini kemudian berhasil diatasi dengan mengganti jaringan point to point dan VLAN.
  • Hal keempat yang ditemukan adalah akses domestik hanya 1 Mbps. Hal ini diatasi dengan mengatur Bandwidth Management menjadi 8 Mbps di Surabaya.
  • Hal kelima yang ditemukan adalah grafik pemakaian bandwidth hilang pada waktu-waktu tertentu. Hal ini ternyata hanya karena tidak ditangkap oleh alat tetapi jaringan sesungguhnya tidak putus.
  • Hal keenam yang ditemukan adalah username dan deskripsi IP Transit UM adalah UNM. Hal ini sudah dikoreksi oleh Telkom.
  • Hal ketujuh yang ditemukan adalah belum jelasnya jalur akses yang dilalui untuk jalur internasional. Hal ini belum ditemukan sampai tulisan ini dibuat. Berbagai pihak di Telkom memberikan penjelasan yang berbeda dan tidak memuaskan.
  • Hal kedelapan yang ditemukan adalah IP Transit UM dideteksi berasal dari Balikpapan dan bukan dari Malang. Hal ini belum mendapatkan solusi.
  • Hal kesembilan yang ditemukan adalah banyaknya langkah (hop) yang harus dilalui untuk mengakses website UM. IP Transit perlu 16 langkah sedangkan Astinet hanya perlu 7 langkah. Hal ini belum diperoleh solusinya.
  • Hal kesepuluh yang ditemukan adalah adanya kesalahan dalam pemberian toleransi akses (burst) yang seharusnya hanya 0,4 Mbps menjadi 4 Mbps. Hal ini sudah dikoreksi oleh Telkom.
  • Hal kesebelas yang ditemukan adalah adanya penurunan kecepatan akses yang sangat drastis di VLAN Telkom yang diletakkan di UM dibandingkan dengan kecepatan akses di titik sebelumnya. VLAN Telkom di UM akan diganti.
  • Hal keduabelas yang ditemukan adalah hasil uji kecepatan download dan upload yang sangat kecil. Jalur bandwidth 16 Mbps yang disediakan untuk akses global (internasional) tidak bisa dipakai utuh karena dibagi atas beberapa jalur. Hal ini kemudian dicoba diatasi dengan memakai bandwidth campuran, sayangnya waktu yang diperlukan untuk pengiriman data (latency) terlalu besar. Kemudian dicoba juga untuk ditarik jaringan baru tetapi tetap belum memuaskan karena tetap ada pembagian jalur. Persoalan kecepatan akses yang belum berhasil diatasi inilah yang akhirnya menyebabkan Telkom bersedia memberi tambahan berupa layanan Astinet. Layanan perpindahan ke Astinet segera disiapkan sehingga saat UM ingin pindah ke Astinet maka layanan tersebut segera bisa diaktifkan.

Saking pusingnya, Pak Rahadyas Bharata (Account Manager Telkom Malang) mengatakan: “Mohon maaf, standar layanan Telkom tidak seperti ini, hal ini benar-benar suatu pengecualian. Kami benar-benar apes, mungkin setiap provider ada apesnya ya, kebetulan apesnya kami ya di UM”. Kemudian sambil bergurau melanjutkan: “Mungkin di ruang server UM ada penunggunya”. Saya jawab: “Mungkin diganggu karena Telkom belum syukuran … hahaha”.

29  Oktober 2010 : Akses internet UM mati total. Penyebabnya adalah jaringan serat optik dari STO Telkom jalan Surabaya ke UM putus. Telkom segera memindahkan ke jalur lainnya sehingga akses internet pulih kembali.

31  Oktober 2010 – 5 November 2010 : Webserver UM  dirusak hacker, basis data karya ilmiah, e-learning, suara kita, PKBI, Fisika, FIK, dll rusak total. Ada 17  subdomain yang dirusak berulang kali. Umumnya bisa dikembalikan dari backup yang ada, walaupun tidak lengkap karena ada gangguan teknis pada backup.

1 November 2010: Pak Isnandar (PR IV) mengundang rapat dan minta pemulihan website segera dilakukan.

2 November 2010: Pusat TIK membentuk Satgas Pemulihan Website dan mulai bekerja untuk memulihkan website. Sayangnya, akses internet tetap belum normal.

3- 10 November 2010: Website UM mulai dipulihkan tetapi sangat sulit dikerjakan karena saat itu layanan IP Transit Telkom tetap belum normal. Pada tanggal 10 November diadakan rapat oleh Pak Isnandar (PR IV) dan diputuskan untuk meninggalkan layanan IP Transit dan kembali ke layanan Astinet karena masih adanya gangguan teknis yang belum bisa diatasi Telkom.

6- 10 November 2010: Sdr. Rijal (Admin Web) mulai bekerja untuk memasang pengaman berupa intrusion detection system (IDS), Sdr. Sandra Irawan (Admin Server) dan Sdr. Fahmi (Admin Jaringan) bekerja sama untuk menempatkan webserver di bawah pengaman berupa firewall.

11 November 2010: Website UM dipindahkan ke layanan Astinet. Website sudah bisa diakses lebih cepat dan pekerjaan pemulihan bisa berlangsung lebih cepat. Akses internet oleh warga UM juga terasa lebih cepat. Pada saat tulisan ini dibuat, website UM sudah bisa diakses dari jaringan Astinet, IP Transit, dan Speedy tetapi belum bisa diakses dari Indosat, VIP Net, 3, dan beberapa jaringan lainnya. Masih menunggu waktu agar semua jaringan mengenali (propagation), biasanya perlu waktu 36-72 jam, ini berarti hari Minggu 15 November 2010 website UM akan bisa diakses dari semua jaringan. Layanan IP Transit adalah 24 Mbps: 16 Mbps Global (download 16 Mbps, upload 16 Mbps) dan 8 Mbps Domestik (download 8 Mbps, upload 8 Mbps)  diganti menjadi ASTINET sebesar 32 Mbps dengan kondisi tanpa rincian. Khusus untuk akses domestik, layanan Astinet sangat-sangat memuaskan, hasil uji melewati angka 50 Mbps. Kecepatan akses global belum diuji saat tulisan ini dibuat.

Dalam masa-masa tersebut banyak telepon dan banyak orang yang bertanya “ADA APA DENGAN WEBSITE UM?” Beberapa pihak memberikan dukungan dan banyak juga yang komentarnya “memerahkan telinga”. Semuanya itu semakin memacu untuk menyelesaikan masalah.


PENGHARGAAN

Terima kasih kepada pihak Telkom yang sudah berusaha keras dan sangat membantu selama masa-masa sulit tersebut. Kontak telepon yang terjadi sangat intensif, tatap muka dan rapat-rapat digelar berulang kali, telekonferensi yang tak mengenal waktu bahkan sampai larut malam.  Biaya telepon, biaya makan, waktu, dan tenaga sudah tidak dihitung lagi karena penasaran ingin menyelesaikan persoalan yang terjadi. Suasana sepi sangat terasa saat meninggalkan gedung Telkom Ahmad Yani karena semua pegawai sudah lama pulang. Rapat di gedung memang sudah selesai, tetapi rapat belum berakhir karena masih dilanjutkan lagi melalui telepon saat perjalanan pulang ke rumah. Berikut ini beberapa nama-nama yang sangat berperan dalam proses pemulihan, Telkom Malang: Pak Rahadyas Bharata, Pak Muhammad Anwar, Pak Khudhori , Mbak Devia Purnamasari; Telkom Jatim: Pak Made, Mas Argo, Mbak Dewi, Mas Chamdan Fauzi; Telkom Pusat: Mbak Amel, Mbak Rani, Mas Jimmy.

Penghargaan khusus kepada VIP Net: Pak Nasrun Sanif, Pak Irvan Nasrun, (kejutan, keduanya khusus datang dari Jakarta untuk membantu UM) dan Mas Kisran, juga kepada Mas Ratno (UB) yang telah memberikan masukan-masukannya. Terima kasih sekali lagi kepada Pak Irvan yang selalu mudah ditelepon, mudah diganggu dengan SMS, bahkan dengan rela hati balas menelepon untuk menyampaikan saran-saran dan solusinya, juga dukungan dan tawarannya untuk membantu perbaikan dan penempatan server.

Terima kasih kepada Pimpinan Pusat TIK dan semua pihak di Pusat TIK yang telah ikut membantu. Secara khusus, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para prajurit yang berjuang di lapangan yaitu Sdr. Arrijal, Sdr. Iwan, Sdr. Fahmi, dan Sdr. Rizky. Mereka dengan penuh kesabaran (walaupun kadang-kadang emosi juga …) berusaha terus-menerus membantu pemulihan website, makan siang selalu dipenuhi diskusi tentang masalah yang ada, bekerja sampai malam, bahkan sering juga tidak makan. Loyalitas mereka kepada UM bukan hanya di mulut saja.


PELAJARAN BERHARGA

Masa-masa sulit selalu menghasilkan sesuatu yang baru. Banyak pelajaran baru yang saya peroleh, istilah-istilah yang sebelumnya tidak saya kenal (saya orang fisika komputasi yang ditugaskan di dunia teknologi infomasi) menjadi fasih untuk diucapkan: IP transit, global, domestik, border gateway protocol (BGP), multi router traffic grapher (MRTG), inbound, outbound, routing, traceroute, request timed out (RTO), packet loss, hop, best path, Singtel, Telianet, Tinet, speed test, batam test, jakarta test, throughput, provider end (PE) router, customer end (CE) router, bandwidth management, upstream provider, metro ethernet, propagation, dll.

Kata-kata yang sering saya ingat dalam masa sulit tersebut adalah “BADAI PASTI BERLALU” dan “HABIS GELAP TERBITLAH TERANG”. Hari ini, Kamis 11 Nove,mber 2010, kata-kata itu sangat bermakna, untuk pertama kalinya sejak tanggal 4 Oktober 2010, saya mendengar ada yang bernyanyi dan tawa yang lepas di ruang kerja Pusat TIK. Saya senang tetapi tugas saya masih ada yaitu mengatur pola dan gizi makanan. Berat badan naik pesat karena sering makan bersama teman-teman atau tamu-tamu.


BANGKIT KEMBALI

Dampak gangguan internet ini untuk website UM sangat besar yaitu:

  • Perhitungan LCWCU menunjukkan bahwa Webometrics UM turun menjadi peringkat 25 dari peringkat 12 pada bulan Juli 2010.
  • Peringkat Alexa UM yang bergeser dari 32.000 menjadi 40.000.
  • Peringkat 4ICU juga turun karena bergantung pada Alexa dan visibility.

Mudah-mudahan saja tidak ada gangguan lagi, sehingga pada saat Januari 2011, semua bisa pulih kembali dan website UM bisa bangkit kembali.

MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN SELAMA INI.

.

Malang, 11 November 2010

Johanis Rampisela (Ketua Divisi Perangkat Lunak)



54 comments to Website UM Berusaha Bangkit Kembali

  • namun jarak september sampai november tidak dapat diakses untuk organisasi sebesar UM sepertinya terlalu lama

    oiya pak, daya daftar dengan id: tooamn di http://berkarya.um.ac.id kok konfirmasinya gak dikirim, mohon dibantu

  • darmawan

    Kenapa selalu di bawah tetangga? Justru itu tantangan, bagaimana caranya menyamai atau mengungguli yang di atas!

  • @ziar
    Tidak mesti kok, Webometrics UM khan sudah dua kali terakhir di atas UB.

  • ziar

    Kenapa se mesti kampus kita di bawa UB..

  • @Michael
    Terima kasih atas informasinya yang memberi semangat!

  • Hari ini, tampaknya sudah mulai agak lancar. 🙂

  • nida

    Baik yang Mulya…hehe…saya tunggu… Siap laksanakan tugas! ^_^

  • @Darmawan
    Setuju Pak, asalkan jangan sampai ludes semua … hehehe.

  • darmawan

    Setuju untuk dua komentar terakhir. Dengan analogi sederhana, kalau kita tidak pernah kemalingan, kita kan tidak tahu seberapa bagus pengamanan rumah kita, ya kan? Menurut kita sudah bagus tapi enteng saja dibobol maling.

  • @kevin mitnick

    Terima kasih atas sharing-nya, kami memang harus selalu belajar dan tidak boleh merasa sudah pintar.

  • sebagai mantan hacker saya hanya ingin sharing saja…
    saya tidak mau bicara hal teknis disini karena itu hanyalah sebuah masalah kecil dan bisa untuk kita pelajari, dan saya tidak mau dibilang tong kosong nyaring bunyinya, yang penting saya sudah terbukti hebat di dunia cyber hahahaha….
    ehmm… kalau kita bicara masalah security network ataupun web, di dunia ini tidaklah ada yg benar2 aman, saya saja pernah membobol sistem pentagon yg dibilang paling aman di dunia beberapa kali hahaha… apalagi cuma web sebuah kampus di Indonesia… ya jauh mang….^_^
    saran saya cuma kalau kalian pengen maju berilah prajurit kalian senjata yg bisa digunakan utk perang, kalau kalian ingin terbang berilah mereka sayap untuk terbang, karena disanalah kunci kekuatan kalian..
    di saat kita semua terlelap tidur, pasti mereka masih berperang di dunia cyber sana, berperang di garis depan tanpa kita tahu dan sadari…
    sebuah situs diserang hacker bukanlah sebuah bencana, tapi akan membuat kalian semakin kuat dan lebih kuat lagi, seharusnya kalian berbangga situs kalian menjadi perhatian para hacker, dan itu akan mengajarkan kalian berbagai hal baru yg tentunya akan sangat bermanfaat..
    hacker bukanlah cracker, hacker sejati tidak akan merusak, jangan pernah takut akan hacker, jadikanlah mereka auditor sejati untuk menguji sampai dimana kemampuan kalian, beruntunglah kalian masih menjadi sorotan para hacker..
    Terus belajar dan berjuang buat prajurit di garis depan
    kalian pasti akan menjadi hebat seperti saya jika terus belajar dan belajar…
    semangat buat UM…
    salam hacker…. let’s hack something more….
    perang ini akan terus berlanjut…
    $%^^*&$^%*)(*(&&*^%^^%^%^%*(()#&@&%^%#^&**8
    5765753564123676767752750973486757847685976
    !@!#$#$%^%*&^^*^(*&()*%6745636$%^$%^$%^%^&%
    6565567866999900020103020400340035030503500
    888811111-030-232-3210-10-04235904360930469
    7776666686868686812131012103493958983595928

  • @Hacker II

    Saran Sdr sangat-sangat berguna, terima kasih, dan sekali lagi terima kasih. Segera kami kerjakan.

  • hacker II

    gerah juga kalo tidak berkomentar…

    Pengin saran?? ok saya kasih saran.

    1. Benahi dulu sistem pengguna pada koneksi internet di kampus… kampus sebelah sudah pake sistem SSO (Single Sign ON) System untuk memanage user access, sehingga traffic bisa dimonitor dengan baik, kalo ada pengguna yang nakal bisa langsung di banned. Cara ini untuk menghindari “PENCURIAN” bandwidth. Hanya dengan berbekal proxy yang sudah tidak rahasia lagi, semua orang bisa langsung connect ke WiFI Kampus. Coba bayangkan kalo ada orang yang mau modal dikit, diriin tower plus antena grid .. tinggal nembak ke kampus udah bisa main internet gratis (kalo pas ga trouble). Meskipun ini bisa dideteksi, tapi koq kemungkinan kecil sekali mendeteksi koneksi dari tiap-tiap MAC Address yang konek ke WiFI. Mungkin kalo ada laporan baru dicari-cari ada tidaknya “PENCURI” Bandwidth.

    2. Mau bandwidth sampai berapa Mbps pun kalau manajemen pengguna/akses tidak diterapkan maka pengguna yang rakus bandwidth akan diuntungkan, sementara pengguna biasa yang hanya pengin buka/kirim email harus ngos-ngosan.

    3. Pisahkan antara Web Site informasi/Publikasi (one-way) dan Web Site Yang memiliki akses Pengguna (Sistem Informasi Database, SIAKAD, KRS, dll), sehingga traffic tidak jadi satu dan kalau salah satu fail, yang lain masih survive. Ingat pengalaman SNMPTN, KRS Online, dll.

    4. Gunakan alokasi bandwidth secara pasti untuk tiap tiap WiFI atau access point sehingga apabila suatu access point ada pengguna yang rakus bandwidth tidak akan mempengaruhi pengguna yang lain….

    5. Buat perencanaan secara komprehensif, jangan spasial atau setengah-setengah.

    6. Hacker itu bukan perusak (white vs. black), justru membantu Admin untuk menguji apakah sistem keamanannya sudah baik atau belum… makanya kalau sudah pernah disusupi hacker, segera perbaiki diri, buat sistem keamanan yang bener kalau tidak mampu, berikan kepada orang yang mampu/provider yang sudah punya sistem keamanan yang optimal.

    Semoga ga berlama-lama lagi hal seperti ini, kasihan nama baik universitas yang dipertaruhkan. Jangan hanya ngejar rating saja, rating akan otomatis diperoleh kalo content dan sistemnya memang layak mendapatkan rating, bukan hanya karena diboosting sesaat.

    terima kasih, semoga didengar.

  • @Lutfhi
    Ya, subdomain website UM kadang-kadang masih bermasalah, kami masih mencari penyebabnya, apakah memang propagasi domain atau ada sesuatu yang lain.

    Terima kasih atas kunjungan dan perhatiannya Pak, mudah-mudahan bisa sukses Webometricsnya.

  • suara dot um dot ac dot id masih belum bisa diakses dari jakarta pak

  • wah, pantes kemarin2 gag bisa diakses 🙁
    semoga saja gag kayak kasus di sini pak
    tiap wiken dimatiin, atau karena ada pengumuman cpns webnya off

    Salam.
    Luthfi

  • @Agus N (AW)
    Terima kasih atas dukungannya, semoga Pusat TIK bisa lebih baik lagi.

  • Agus N (AW)

    @anonymous
    saya kurang begitu paham anda itu mengkritik,kasih saran atau mencela dan berusaha menjatuhkan sich…saya kok bingung??tapi soal “g jantan” anda mengartikanya dari pa sekarang siapa yang tidak jantan di sini???coba introspeksi diri aja dech…jangan hanya mencela….dari dulu ngomong memang lebih mudah daripada melaksanakan…oce makasih..
    @pak jo dan smua Staff TIK UM
    kalua menurut saya tidak usah di tanggapi pak…orang yang cuma bisa mencela saja ..yang penting di buat Aja TIk UM lebih baik dan maju…saya bangga dengan kinerja TIK UM sejauh ini dan saya dukung demi kemajuan bersama…SEMANGAT ^_^

  • iwan

    @michael,
    Ada baiknya masalah managed DNS kita bicarakan lebih lanjut, kami sebagai staf pusat TIK selalu siap untuk belajar demi kemajuan UM. Saya tahu ada banyak mahasiswa UM (bukan hanya mahasiswa PTI) yang pintar-pintar dalam hal jaringan dan server. Siapa tahu kita bisa membuka wadah untuk mahasiswa UM agar bisa belajar dan berkiprah di Pusat TIK.

    Untuk yang lain dan para anonimous,
    Silahkan datang ke Pusat TIK kalau memang ingin membantu.
    Saya ucapkan terima kasih sebelumnya.

    Iwan – Staf Pusat TIK

  • @Putut, Fa’ul, Dahlia, Budi, Hacker
    Terima kasih atas perhatian dukungannya.

  • Halo Admin UM

    Kejadian web UM dihack jangan sampai terulang lagi, kejadian ini sudah terjadi berulang-ulang

    http://techno.okezone.com/read/2009/12/24/55/287956/55/aksi-peretas-sambangi-situs-universitas-negeri-malang

  • Budi

    jadi sekarang pakai dua koneksi ya ?, astinet dan ip transit ?. selamat ya sekarang bandwidth di UM jadi besar, ternyata problem Telkom ada hikmahnya 🙂

    Budi
    alumni UM

  • dahlia

    Thank’s so much for p Jo, P Iwan…n that all staff with the good team work…you all the best team….the high dedicated … now I can enyoiii with this web….
    Thank’s you very much
    GBU…..

  • Oh… begitu ceritanya.
    Terima kasih kepada Tim PTIK (sampai nggak sempat makan siang segala) terutama kepada Pak JO yang telah memberikan INFO DETAIL tentang masalah yang terjadi.
    Info gangguan yang terlalu global bisa menimbulkan salah persepsi diantara pengguna terutama saya.
    Go a head!

    Fa’ul, FS-UM

  • @Michael
    Terima kasih atas informasinya. Kami akan belajar tentang layanan Managed DNS.

  • @Pak Jo

    “Jika ingin melakukan hal tersebut maka DNS yang didaftarkan ke PANDI harus diubah ke website cadangan yang Sdr maksud. Setiap pengubahan akan memakan waktu juga 36-72 jam baru dikenali lagi. Hal ini tentu tidak mungkin dilakukan untuk website UM.”

    Bila menggunakan layanan managed DNS, tidak perlu mengubah DNS yang sudah didaftarkan ke PANDI.

    Semua domain .ID saya, saya arahkan ke layanan managed DNS. Proses propagasi biasanya lebih cepat.
    Risikonya: kalo layanan managed DNS mati, web juga mati.

    Saya akan coba diskusikan dengan rekan-rekan hoster.

    p.s. di daerah blimbing, dekat A.Yani (Koneksi: Speedy) web belum pulih. Komentar ini ditulis dengan menggunakan proxy.

  • @Anonymous Part IV
    Berikut ini saya sampaikan fakta data teknis berupa grafik pemakaian bandwidth UM dari tanggal 11-16 November 2010.

    Grafik menunjukkan bahwa akses inbound (dari luar ke website UM + upload ke website UM) berupa grafik berwarna hijau tidak pernah mencapai 24 Mbps (maksimum yang disediakan). Ini berarti, gangguan pada website UM tidak terjadi karena kurangnya bandwidth yang tersedia untuk akses ke website. Dengan demikian data teknis tersebut menggugurkan “teori awam Sdr, mobil-kereta api-kapal-pesawat” yang menganggap gangguan website terjadi karena kekurangan bandwidth.

  • Agus

    @Anonymous Part IV

    1. Semua orang Anda kritik tetapi tidak ada yang anda sarankan untuk kebaikan UM.

    2. Anda mempersoalkan jargon dan malah Anda sudah mempersulit, buktinya: Akan lebih mudah jika Anda langsung menjawab pertanyaan Pak Johanis tetapi Anda malah mempersulit dengan mengatakan bahwa Pak Johanis sudah tahu jawabannya.

    3. Sebaiknya Anda tidak usah berkomentar lagi kalau hanya mengkritik tanpa saran perbaikan. Orang yang bisa mengkritik itu banyak sekali tetapi yang bisa bekerja sedikit sekali.

    4. Seandainya Anda “jantan” meminjam istilah Anda, sebutkan nama Anda dan tempat kerja Anda di UM sehingga semua orang yang ada di UM menilai apa yang sudah Anda kerjakan untuk UM.

    Agus
    Alumni UM

  • anonymous part IV

    kenapa saya menggunakan Anonymous Part IV?
    1. Opini saya akan dilihat sebagai opini yang obyektif, tidak dipengaruhi status saya sebagai mahasiswa, karyawan, dosen, pejabat, ataupun masyarakat umum. Seperti kita ketahui bersama, embel-embel yang ada di belakang nama saya akan menentukan reaksi orang-orang yang saya kritik.

    2. Anonymous part II. Kasihan sekali Anda… demi makan dan internet rela jadi penjilat, pantas Gayus bisa berbuat semaunya. Yang penting, saya cuma bisa katakan, grow up and get a life … masa depan Anda masih jauh, jangan pelihara bibit penjilat kaya sekarang.

    3. TIK/Pak Johanis. Pertanyaan-pertanyaan saya sebenarnya sudah bisa Anda jawab, anda lebih tahu dan lebih pintar dalam urusan teknis di lokasi. Tapi orang awampun akan sangat paham itung2an bandwidth apabila jalur komunikasi akses Internet dijadikan satu dengan website apa jadinya. Itu juga anda bisa jawab sendiri.

    4. Yang saya heran, website kok pake jam kerja kayak kantor kelurahan saja… buka jam 11 jam 13 sudah nggak ada orang yang melayani masyarakat.

    5. Saya teringat pesan dosen senior saya, salah satu jargon yang sering di dunia … KISS – Keep It Simple Stupid! … Kalo ada yang mudah, kenapa harus dipersulit (kecuali kalo memang budaya ini sudah dijadikan SOP para birokrat dan aparatur negara di negeri ini)….

    Sudahlah… mari kita saksikan bersama-sama, panggung ini akan sampai dimana dan sampai kapan… Tetap berdoa dan berharap semuanya kembali normal, tanpa disusupi oleh penjilat-penjilat baik kelas teri maupun kelas kakap…

    maaf kalo ada ucap kata yang kasar, semuanya demi kebaikan kita bersama.

  • salut untuk prajurit TIK 🙂
    pasti banyak masalah yang dihadapi, terlebih jika urusannya menyangkut hal-hal rumit seperti ini.

    Thanks banget banyak web sub dibawah UM yang saat ini juga mulai pulih kembali,,

    Bravo untuk semangatnya 🙂

  • anonymous part II

    @Johanis Rampisela
    “Terima kasih atas dukungannya. Cuma ada satu yang tidak sesuai … yang ada di Pusat TIK hanya bapak-bapak, ibu-ibu tidak ada… (sekedar info)”

    — pejantan tangguh semua dong bang dipusat tik,baru tahu nih kalo pusat tik kagak ada ibu2nye(semoga ja kagak ada yg kelaperan disono,karena kagak ada yg masakin…he..he)—-
    — sepertinya abang anonymous part III kgak bisa jawab tulisannya sendiri bang…mengapa eh mengapa…karena eh karena…dia ASBUN (asal bunyi)…ngomong akeh,otak krempeng*jawa version*…ups…—

    @anonymous part III
    “Beginilah kalo negara ini dihuni orang-orang penjilat macam ini. Sampai kapanpun nggak akan bisa maju.
    Hanya karena mau Internet gratis aspal bocel bocel aja masih dijilatin…”

    —he..he namanya juga mahsiswa bang (sekarang makan besok puasa)…jilat2 dikit bolehlah yg penting bisa makan n internetan…drpada tiap hari jilatin hatinya orang kagak selesei2….teori dibanyakin…ilmu cetek…(ngakunya pinter padahal ….*kembali ke laptop*..hi…hi!!!—

    “kalo ini dianggap spam .. berarti ga jantan… ga berani terima kritik”

    —ini dia yg dinamakan jeruk makan jeruk…ngomongin orang kagak jantan padahal dirinya sendiri kagak jantan (sebut nama,jabatan n unit)seperti Johanis Rampisela,michael n dll(ane bukan salah satunya ye),”kalo ane merasa pinter n jantan nih…ane pasti ke pusat tik trus ane bantuin bapak2 disana…drpada cuap2 sana sini…ish…ish…ish(untung ane kagak jantan2 bangets *lebay MODE ON*)—

    @mbak nida
    —semoga nama ane termasuk salah satu penerima beasiswa lagi mbak…
    mbak nida baek deh selalu kirim ane message di FB tentang informasi kemahasiswaan…makasih ya mbak nida…—

  • @michael
    Jika ingin melakukan hal tersebut maka DNS yang didaftarkan ke PANDI harus diubah ke website cadangan yang Sdr maksud. Setiap pengubahan akan memakan waktu juga 36-72 jam baru dikenali lagi. Hal ini tentu tidak mungkin dilakukan untuk website UM.

  • Sekadar usul (entah dapat diimplementasikan atau tidak):

    Sebaiknya UM membuat situs cadangan. Situs cadangan ini dapat ditempatkan di layanan gratisan yang sudah terbukti cukup andal, misalnya: blogger.com.

    Situs ini hanya diisi info UM yang sangat penting. Jadi, bila sewaktu-waktu server utama UM down, pengunjung otomatis diarahkan ke situs cadangan ini.

    N.B. Saya belum pernah mencoba menerapkan hal ini ke web saya, tapi secara logika mestinya bisa.

    Michael
    (Mahasiswa PABTI, alumnus FS UM)

  • @nida
    Nanti detail dibicarakan kalau saya ke Kemahasiswaan ya …

  • beberapa kali ada pengumuman penting di website Kemahasiswaan, termasuk pengumuman pemenang lomba, panggilan penerima beasiswa dll.
    tetapi tidak bisa log in, hal ini menyulitkan. tetapi setelah dipaparkan permasalahan yang terjadi di lapangan mengenai penyebab erornya website UM yang ditulis Pak Jo dengan sangat komplit, saya jadi memaklumi dan berterima kasih pada semua pihak yang membantu memulihkan website UM kembali.
    oya, untuk menaikkan peringkat webometrics strategi paling jitu saat ini apa Pak, berhubung ada serangan hacker? tetap inlinks?

  • @anonymous part III
    1. Komentar tentang “1. Tolong beri informasi tentang webhosting provider yang Sdr anggap baik” belum Sdr jawab.

    2. Komentar tentang “2. Apa yang Sdr maksud dengan skema yang pasti? Tolong dijelaskan.” Juga belum Sdr jawab.

    3. Tidak perlu menunggu “lebaran monyet”, sejak Kamis 11 November 2010, akses internet sudah pulih. Akses ke website UM memang belum pulih karena masih menunggu propagasi (baca tulisan “Masa Propagasi Domain” yang ditulis Sdr Iwan di Suara Kita), bukan karena menggunakan bandwidth yang sama.

    4. Sudah direncanakan untuk memisahkan bandwidth akses internet dan server.

    5. Saya mengutip kembali syarat untuk menulis di website ini yaitu:
    # Gunakan bahasa yang tepat dan sopan.
    # Tulisan/komentar yang tidak sesuai akan dihapus.
    Kritik selalu diterima dan tidak dihapus selama tidak melanggar ketentuan di atas. Istilah “tidak jantan” akan membingungkan manakala pengelola website adalah perempuan.

  • anonymous part III

    @anonymous part II …

    “bapak2 dan ibu2 di pusat tik….teruslah berjuang
    kami selalu mendukungmu…walalu gak kelihatan…he..he
    yg penting kalo sore n malem internet jgn dimatiin ye…(maklum bisanya cuman makek download doank….kalo bantu mikir blom bisa soalnya..hi..hi_”

    ===
    Beginilah kalo negara ini dihuni orang-orang penjilat macam ini. Sampai kapanpun nggak akan bisa maju.
    Hanya karena mau Internet gratis aspal bocel bocel aja masih dijilatin….

    ==
    @TIK/Johanis…
    Kalo Jalur Internet dan Web UM masih dijadikan satu alias makan bandwdith yang sama… sampe lebaran monyet ga bakal selesai masalah ini… itulah kenapa Jalur Kereta api pake REL … Mobil pake Jalan Raya …. Kapal pake Laut/Sungai, Pesawat pake Udara …

    tau ah … gelap….

    kalo ini dianggap spam .. berarti ga jantan… ga berani terima kritik

  • Cak Imam

    Saya selaku salah satu pengguna website UM merasa terganggu dgn kondisi ini, tp saya percaya TIM PUSTIK UM akan mampu menyelesaikannya. Selamat bekerja teman sejawat dan semoga sukses!

  • @anonymous part II
    Terima kasih atas dukungannya. Cuma ada satu yang tidak sesuai … yang ada di Pusat TIK hanya bapak-bapak, ibu-ibu tidak ada… (sekedar info).

  • anonymous part II

    @anonymous
    “Sekuat-kuatnya web server lokal, pasti tidak akan sekuat dedicated server, colocation ataupun server-server yang dikelola oleh provider yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia ini. Mau sampe berapa bandwidth yang dimiliki TELKOM, tidak akan bisa menandingi bandwidth Web Hosting Provider yang memang spesifik untuk itu”

    – sok tau lu bang….kyk uda puluhan tahun di dunia provider….makanya abang ini gak pinter2 karena selalu ngandalin orang laen….teori dibanyakin praktek kagak ada…ish…ish…ish…untung abang hanya seorang anonymous,coba seorang dosen pasti mahasiswanya gak maju2…ck..ck..ck

    “staff TIK UM digaji pemerintah bukan untuk ngurusi hacker, otot-ototan dengan orang Telkom… tapi memberikan pelayanan yang maksimal kepada para pemangku kepentingan….”

    – wah…wah…wah…kyknya abang ini juga pemerhati pusat tik lho….sepertinya tau betul dalem2nya pusat tik…lanjutkan bang pengintaiannya…semoga sukses…(nanti kalo ada info baru bagi2 ya bang…..he..he)

    “Serahkan semua pada ahlinya… kalo bukan ahlinya tapi dipaksakan ya begini ini … ”

    – tepuk tangan yg meriah buat abangku satu ini…karena ternyata dialah salah satu ahlinya…tapi sayang ahli omong doank…ank…ank…!!!(sama dong dg ane…hi..hi)

    kepada:
    bapak2 dan ibu2 di pusat tik….teruslah berjuang
    kami selalu mendukungmu…walalu gak kelihatan…he..he
    yg penting kalo sore n malem internet jgn dimatiin ye…(maklum bisanya cuman makek download doank….kalo bantu mikir blom bisa soalnya..hi..hi)

  • @Yoyok Adisetio Laksono
    Terima kasih atas sarannya agar dicatat di “logbook”. Tulisan ini juga merupakan bagian dari dokumentasi untuk kejadian tersebut. Untuk detail teknisnya, perlu dituliskan oleh teknisi yang terlibat.

  • Yoyok Adisetio Laksono

    Ini pengalaman sangat berharga, semoga ini semua di dokumentasikan sehingga di masa depan siapa saja yang menangani pusat TIK bisa membuka dokumentasi berharga ini jika menghadapi hal yang sama.

    Mungkin tidak hanya kasus ini saja tetapi semua kasus-kasus baik ringan dan berat disimpan dalam logbook walau tidak harus ditulis formal tetapi bisa bergaya jurnal, atau apapun yang intinya menyimpan permasalahan dan selesaian di PTIK.

  • Jadi mengerti sekarang… ternyata ini to penyebabnya…

  • Peringkat tersebut merupakan prediksi saat ini, peringkat Webometrics diumumkan setiap bulan Januari dan Juli. Terima kasih atas dukungannya, semoga terwujud.

  • ziar

    Wa..
    kalah lagi sama UB ya pak..
    Moga2 UM jadi No 1 di Malang..

  • @anonymous
    Salah satu tugas Pusat TIK adalah memberikan layanan prima. Gangguan pada website dan lambatnya akses internet merupakan layanan yang tidak prima karena itulah Pusat TIK berusaha menyelesaikan secepatnya agar layanan kembali prima.

    Pusat TIK tidak mengurusi hacker tetapi mengurusi website yang diserang oleh hacker. Kemampuan Pusat TIK akan meningkat jika ada persoalan yang dihadapi. Jika tidak ada tantangan, kemampuan tidak meningkat. Ada tantangan yang bisa cepat diselesaikan dan ada juga yang memerlukan waktu yang panjang.

    Proses penyelesaian dengan Telkom harus diselesaikan dengan langkah-langkah yang bisa diterima UM dan Telkom berdasarkan fakta. Fakta diperoleh dengan cara mengambil data dan melakukan uji di lapangan. Jadi proses dengan Telkom bukan proses “otot-ototan” melainkan proses untuk mengetahui masalah, penyebab, dan cara mengatasinya. Setelah semua diketahui maka barulah dibuat keputusan.

    Penyelesaian yang bersifat “membiarkan” tidak adil karena tidak akan diketahui penyebabnya, sedangkan penyelesaian berupa “memutuskan kontrak” akan melanggar kontrak karena ini bukan merupakan kesengajaan melainkan gangguan teknis yang memang tidak biasa. Penyelesaian yang ditempuh adalah duduk semeja, bersama menguji, dan mencari penyebabnya serta mencoba solusi. Komunikasi dan diskusi justru perlu ditingkatkan, kadang kala memerlukan pihak ketiga sebagai konsultan atau penengah.

    Terima kasih atas pendapat Sdr.

  • anonymous

    @michael….

    staff TIK UM digaji pemerintah bukan untuk ngurusi hacker, otot-ototan dengan orang Telkom… tapi memberikan pelayanan yang maksimal kepada para pemangku kepentingan….

    Kalau begini trus gembar-gembor pelayanan prima mo dikemanakan??

    “seorang spotter memang tau hitung2an jarak target, kecepatan angin, kelembaban udara, sehingga one shot one kill bisa tercapai, TETAPI dia tidak akan pernah bisa menggantikan peran seorang SNIPER”

  • Johanis Rampisela

    @anonymous
    1. Tolong beri informasi tentang webhosting provider yang Sdr anggap baik, karena sebelum ini UM pernah menggunakan webhosting provider dan layanannya tidak memuaskan.

    2. Apa yang Sdr maksud dengan skema yang pasti? Tolong dijelaskan. Serangan hacker tidak mempersoalkan “skema yang pasti” tetapi mereka selalu mencoba.

    3. Perguruan tinggi mempunyai misi untuk mengembangkan ilmu, karena itu pada umumnya perguruan tinggi berusaha membangun servernya sendiri dan tidak menempatkannya di webhosting provider. Masalah yang muncul atau serangan hacker yang terjadi akan membuat ilmu yang dimiliki perguruan tinggi tersebut berkembang. Memang terjadi gangguan tetapi bukankan itu adalah “ujian untuk naik kelas”?

  • Sdr. Anonim,

    “Serahkan semua pada ahlinya… kalo bukan ahlinya tapi dipaksakan ya begini ini …”

    Bukankah dengan belajar, kita nantinya dapat menjadi ahli? Memang semua butuh proses dan proses itu memerlukan waktu.

    Michael
    (Mahasiswa PABTI, alumnus FS UM)

  • anonymous

    1. Sekuat-kuatnya web server lokal, pasti tidak akan sekuat dedicated server, colocation ataupun server-server yang dikelola oleh provider yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia ini. Mau sampe berapa bandwidth yang dimiliki TELKOM, tidak akan bisa menandingi bandwidth Web Hosting Provider yang memang spesifik untuk itu.

    2. Selama masih belum ada skema yang pasti dan masih dalam “trial and error”, para hacker pasti akan terus mencoba untuk merusak karena itu hobby mereka.

    3. Serahkan semua pada ahlinya… kalo bukan ahlinya tapi dipaksakan ya begini ini …

    semoga berguna…

  • Johanis Rampisela

    @Darmawan
    Terima kasih Pak, sekarang ini baru bisa menjelaskan semua yang terjadi. Selama ini hanya belajar dan menguji untuk mencari penyebabnya. Penyebabnya juga ternyata tidak hanya satu tetapi berlapis-lapis.

  • darmawan

    Selamat untuk PusTIK, semoga segala kerja kerasnya membawa hasil yang maksimal untuk masa-masa berikutnya.
    Saya sendiri juga heran sebelumnya, kadang hidup – kadang mati. Kadang hanya um.ac.id yang hidup, subdomainnya mati. Untungnya bukan pada saat krusial, saat saya harus mengandalkan situs yang saya kelola.

  • Johanis Rampisela

    @michael
    Terima kasih atas dukungan dan semangatnya.

  • Semoga web UM cepat pulih 🙂

    Semangat untuk rekan-rekan di pusat TIK.

    Michael
    (Mahasiswa PABTI, alumnus FS UM)

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.