KRITIK ITU PIL PAHIT YANG MENYEHATKAN & MENYEGARKAN

Dalam komentarnya terhadap jawaban suatu kritikan di Suara Kita di web ini, Pak Djoko Rahardjo menulis “Alhamdulillah, Bapak Dekan FMIPA UM bersedia menjawab keluhan dari mahasiswanya. Sudah ada dua dekan yang “turun gunung” yakni Ustad Dawud (FS) dan Bapak Istamar Syamsuri (FMIPA). Semoga pejabat-pejabat yang lainnya mengikuti jejak beliau berdua. Terima kasih.”

Terima kasih Pak Djoko apresiasi Bapak atas hal yang dapat saya lakukan via web ini. Komenatar Bapak, mengingatkan saya atas nasihat Kepala Sekolah saya—Bapak M. Sudja’i Habib—di tahun 1978 saat saya dilantik sebagai pengurus inti OSIS sekolah saya. Inilah sebagian nasihat yang masih saya ingat.

  • Ananda harus berterima kasih kepada para pengritik Ananda. Pengritikmu adalah pecinta sejatimu sekaligus pelurus jalanmu saat Ananda pada jalan yang bengkok. Pengritikmu telah mengeluarkan energi: pikiran dan tenaga untuk memperbaikimu, terlepas dari apa niat yang sesungguhnya dalam hatinya.
  • Ananda harus menerima kritik setajam apa pun wujudnya. Anggaplah kritik itu PIL PAHIT YANG MENYEHATKAN & MENYEGARKAN badan di kala Ananda harus meminum obat dari dokter. Justru berhati-hatilah terhadap pujian: terima kasihlah pada yang memuji; renungkan isi pujiannya karena sebagian pujian adalah racun yang berbingkai madu kalau Ananda salah menyikapi; bahkan bisa menjadi pendorong Ananda masuk jurang kehancuran.
  • Ananda harus memandang kritik sebagai cermin: itulah sebagian dari wajah Ananda. Pada dasarnya, manusia itu multidimensi, multiwarna, dan multitafsir. Dari pengritik itu, Ananda tahu diri Ananda yang sebenarnya saat dilihat dari “kaca mata” yang berbeda: kaca mata dimensi tertentu, kaca mata warna tertentu, dan kaca mata tafsir tertentu.
  • Ananda jangan memuja HARI sebelum senja, bisa jadi pagi hari cerah-menyegarkan, ternyata siang hari sangat terik-menyengat, dan bahkan sore hari hujan-badai menghancurkan. Yang dimaksud HARI dalam ungkapan itu mungkin diri Ananda, mungkin pacar Ananda, mungkin juga tokoh yang Ananda kagumi saat ini.

Terima kasih Pak Dja’i—sekalipun saat ini, saat saya kunjungi beberapa waktu yang lalu di Kediri, pandangan Bapak telah gelap total karena gloukoma—nasihat, petuah, dan doa Bapak masih tetap meneduhkan hati. Juga yang penting, sampai saat ini saya masih mengingat dan terus berikhtiar mewujudkan nasihat Bapak.

Malang, 21 Januari 2011

Dawud

Dekan FS UM



Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.