Bersastra Go Blog atau Goblog

BERSASTRA GO BLOG ATAU GOBLOG

Oleh :

Herlina A; Dwi Rohma; Ratna W; Yuni K

Dunia sastra Indonesia telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Media yang digunakan untuk bersastra di zaman sekarang pun sangat bervariasi. Mulai dari penerbitan yang kian menjamur hingga peluncuran karya sastra melalui dunia internet. Salah satu media yang sangat populer saat ini adalah dengan blog.

Blog atau biasa disebut dengan nama blogger sangat santer digunakan untuk menjalin pertemanan. Situs unik ini sangat diminati oleh para pecinta blog yang kebanyakan adalah kaum remaja. Semakin mewarnanya dunia blogger tak diabaikan oleh para sastrawan Indonesia bahkan sastrawan kancah dunia untuk menggait pengikut dalam dunia maya tersebut. Sastrawan memopulerkan karya-karya terbaik mereka dalam dunia blog, dengan tujuan agar dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

Selain kecanggihan dan kemudahan fasilitas tersebut, pengguna blog juga harus aktif jika tidak ingin fasilitas tersebut menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. Dalam bersastra, pengguna blog diharapkan tidak hanya aktif menjiplak karya orang saja, tapi juga aktif mengisi dengan karya-karya yang baru. Jika hal ini terjadi, maka dunia sastra akan semakin kaya, sebaliknya, jika pengguna blog sastra tersebut hanya aktif sebagai plagiator, maka alhasil akan menjadi sastrawan goblog, bukan sastrawan go blog yang modern.

Menjiplak dalam sastra sangat berbeda dengan menjiplak dalam bidang yang lain. Jika ingin eksistensi kita diakui dalam dunia sastra, kita harus menjadi diri kita sendiri. Keberanian mendobrak, berdiri sendiri, dan berkarya aktif berbeda dengan sastrawan lain akan menjadikan diri kita dihargai di mata sastra. Karya kita tidak dikatakan mengekor atau sekedar aji mumpung numpang ketenaran sastrawan lain. Ketenaran yang bersifat instan karena aji mumpung atau nitip nama tidak akan bertahan lama. Sesuatu yang diperoleh secara instan maka juga akan berakhir secara instan juga.

Blog memfasilitasi  para sastrawan untuk berkarya dan mudah menjalin komunikasi antar sesama sastrawan, juga sastrawan dengan pembaca sastra. Sastrawan yang go blog akan memanfaatkan media blog untuk lebih aktif berkarya dan menjalin kebersamaan dengan saling mengkritisi dan memberi masukan terhadap karya yang tercipta. Sedangka sastrawan yang goblog hanya akan bisa bermimpi meraih kesuksesan dan ketenaran. Tidak mampu berkarya, dan kalaupun berkarya itu pun dianggap biasa dan dipandang sebelah mata.

Sastrawan besar seperti Sutardji Kalzoum Bachri, Habiburrahman El Zerazhi, bahkan Andrea Hirata pun mulai berkarya dari titik nol. Mereka tampil dengan model diri mereka sendiri, dan alhasil keberadaan karya mereka tidak diragukan lagi dalam dunia sastra. Untuk itu janganlah menjiplak dijadikan tradisi turun temurun, tapi gunakan sebagai media belajar agar kita mampu berkarya lebih aktif, lebih baik, dan lebih diakui dalam dunia sastra dalam negeri hingga sastra kancah internasional.

 

Pengaruh Bahasa Opera Van Java terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia di Masyarakat

Pengaruh Bahasa Opera Van Java terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia di Masyarakat

Oleh :

Elendea A; Dwi Esti; Nugroho N.C; Adi Probo

 

Perkembangan teknologi dan budaya asing saat ini berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam kehidupan serta pergaulan remaja. Seiring dengan perkembangan zaman, bahasa yang merupakan alat untuk berkomunikasi mengalami modifikasi. Modifikasi bahasa tersebut dikenal dengan bahasa gaul. Dalam tayangan di televisi sering ditemukan modifikasi bahasa. Selain itu, banyak ditemui kesalahan dalam berbahasa yang kurang pantas untuk diperlihatkan. Baru-baru ini, kampus Universitas Negeri Malang dihebohkan dengan kedatangan artis ibu kota yang ,erupakan sekumpulan komedian terkenal yaitu Sule, Azis, Nunung, Parto, dan Andre. Acara yang biasa mereka bawakan yaitu “Opera Van Java” atau OVJ. Apabila kita cermati acara tersebut, acara yang mereka bawakan memakai bahasa sehari-hari yang dianggap layak bagi mereka, namun pada dasarnya bahasa yang mereka ucapkan salah. Kata yang menjadi ciri khas dari salah satu komedian OVJ yaitu …kamu telah membaksokan hatiku, dan ….kamu telah mengapelkan hatiku.

Kata membaksokan dan mengapelkan merupakan kata yang tidak baku yang akhirnya digunakan oleh masyarakat Indonesia, terutama para remaja yang akhirnya menjadi sebuah kebiasaan dalam berbahasa. Bahasa yang digunakan oleh para publik figur ini sering kali membawa penonton untuk latah dan meniru bahasa tersebut, padahal dalam pendidikan formal, kita sudah diajarkan tentang berbahasa yang baik dan benar menurut kaidah yang berlaku serta diajarkan untuk memilah-milah mana bahasa yang baik untuk digunakan sesuai dengan waktu penggunaan bahasa tersebut. Apabila hal ini terus berlangsung, dapat dikhawatirkan akan menghilangkan budaya berbahasa Indonesia yang baik dan benar di kalangan remaja, bahkan di kalangan anak-anak. Hal tersebut juga dapat berakibat pada rusaknya tatanan berbahasa kita yaitu bahasa Indonesia.

Penggunaan bahasa gaul dalam kehidupan sehari-hari mempunyai pengaruh negatif bagi keberlangsungan bahasa Indonesia. Misalnya, dalam suatu kegiatan percakapan biasa yang dilakukan oleh para remaja, ketika remaja menyatakan perasaan kepada lawan jenisnya atau akan memulai suatu pembicaraan, mereka menggunakan kata membaksokan dan mengapelkan, maka hal tersebut sudah mencerminkan bahwa penggunaan bahasa gaul telah berpengaruh negatif yaitu hilangnya aturan berbahasa baku dalam lingkungan masyarakat. Apabila hal tersebut terus berlangsung dalam kegiatan formal, dikhawatirkan masyarakat di Indonesia akan sulit mengutarakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Dalam berkomunikasi sehari-hari, berbahasa Indonesia yang baik dan benar sangat diperlukan, karena akan bermanfaat bagi terpeliharanya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Hal tersebut dapat kita lakukan dengan terus melatih bagaimana cara berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, serta dirasa sangat penting untuk memberikan contoh, pembinaan, dan pemupukan berbahasa sejak dini kepada generasi muda agar mampu memilah-milah mana bahasa gaul yang baik untuk digunakan.

Selain mampu memilah-milah mana bahasa yang baik untuk digunakan, kita juga harus mampu memilah-milah tayangan yang menyajikan bahasa gaul pada kita. Karena jika tidak, kita akan tetap terpengaruh oleh bahasa gaul tersebut walaupun hanya sedikit. Untuk itu, diperlukan ketelitian dalam memilih tayangan televisi agar dapat memberikan pendidikan yang baik bagi masyarakat khususnya dalam hal berbahasa. Untuk mendukung hal tersebut, sebaiknya masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam menikmati bahasa yang terdapat dalam tayangan televisi.

BAHASA AREMA BAGIAN VII (Ngoni Dee Nilepno Ojire Bank)

BAHASA AREMA YANG HAMPIR PUNAH

BAGIAN VII

Ngoni Dee Nilepno Ojire Bank

 

Oleh Djoko Rahardjo*)

 

Genaro-genaro sing lawed’an nok Rasap Edeg Ngalam kanyab sing ngomongno Ngoni Dee.  Kodew  sing utas iki nggawe emar-emar nok tv, odiar karo nok narok. Genarone uya, (ngomonge sinam, ngokobe komes, awake semlohe), ojire kanyab, rondes pisan!

 

Suga

: Onok emar-emar nok tv, odiar karo narok. 

 

Ngambab

: Emar-emar opo Sug? 

 

Suga

: Ngoni Dee nilepno ojire genaro-genaro sing ndekek nok bank. 

 

Ngambab

: Lho kok osi nilepno iku yok opo? 

 

Suga

: Genaro-genaro iku kanyab sing diklethek karo Ngoni. Kanyab sing kadit itreng, ojire diraulekno ewed karo Ngoni. 

 

Ngambab

: Wow…, ledom genarone yok opo? 

 

Suga

: Genarone uya (ngomonge sinam-ngokobe komes-awake semlohe), ojire kanyab, hamur karo libom’e enes-enes, rondes pisan! 

 

Ngambab

: Narapas rubub karo tahil rambag’ e Ngoni, angak ho!

 

Terjemahan

Inong Dee Menggelapkan Uangnya Bank

 

Orang-orang yang berjualan di Pasar Besar Malang banyak yang membicarakan Inong Dee (Malinda Dee).  Wanita yang satu ini membuat geger/heboh di tv, radio, dan koran. Orangnya  cantik (bicaranya manis, pantatnya padat, tubuhnya seksi), uangnya banyak, janda lagi!

Agus : Ada berita heboh di tv. 

 

Bambang

: Berita heboh apa Gus? 

 

Agus

: Inong Dee menggelapkan uang orang-orang yang menyimpan di bank. 

 

Bambang

: Lho kok bisa (dapat) menggelapkan itu bagaimana? 

 

Agus

: Orang-orang itu banyak yang dirayu oleh Inong. Banyak yang tidak mengerti, uangnya dikeluarkan sendiri oleh Inong. 

 

Bambang

: Wow…, model (penampilan) orangnya seperti apa? 

 

Agus

: Orangnya ayu/cantik (bicaranya manis-pantatnya padat-tubuhnya seksi), uangnya banyak, rumah dan mobilnya bagus-bagus, janda lagi! 

 

Bambang

: Sarapan bubur dengan melihat gambarnya Inong, hangat kawan!

 

DAFTAR SINGKATAN

Bahasa Indonesia: BI Kategori Sintaksis: KS
Bahasa Jawa: BJ Verba/kata kerja: V
Bahasa Asli Arema: BAA Adjektiva/kata keadaan: Adj
Kata yang Dibalik: KyD Nomina/kata benda: N
Dapat Dibalik: DD Adverbia/kata keterangan: Adv
Tidak Dapat Dibalik: TDD Pronomina/kata ganti: Pron
Dibalik dengan Pertimbangan: DdP Numeralia/kata bilangan: Num
Uraian: Urai Preposisi/kata depan: Prep
Hasil: Hsl; Hasil Akhir: Hsl Ak Konjungsi/kata penghubung: Konj
Ejaan Lama: EL Interjeksi/kata seru: Inj
Keterangan: Ket. Partikel: Ptk

 

Kalimat 1

Urai

a

b

c

d

BI

Ada

berita heboh

di

tv, radio, koran

KS

Adv

N

Prep

Adv

KyD

Ada

atireb hobeh

id

tv, odiar, narok.

Hsl

DD

TDD

TDD

DdP

 

Ket:  Kata “ada” diganti “onok” (BJ); frase “atireb hobeh”  tidak bermakna maka diganti dengan “rame-rame” (BJ) dibalik menjadi “emar-emar”.

Kata tv (TDD), “radio” dibalik menjadi “odiar”;  “koran menjadi narok”.

 

Hsl Ak:  Onok emar-emar nok tv, odiar karo narok.

 

Kalimat 2

Urai

a

b

c

BI

Berita heboh

apa

Gus?

KS

N

Adv

N

KyD

Atireb hobeh

opo

Sug?

Hsl

TDD

DD

DD

Ket:  frase “atireb hobeh”  tidak bermakna maka diganti dengan “rame-rame” (BJ) dibalik menjadi “emar-emar”  , kata “apa” diganti “opo”.
Hsl Ak: Emar-emar opo Sug?

 

Kalimat 3

Urai

a

b

c

d

e

f

g

h

BI

Inong Dee

menggelapkan

uang

orang2

yang

menaruh

di

bank.

KS

N

V

N

Pron

Prep

V

Prep

N

KyD

Ngoni Dee

meng-paleg-kan

ngau

ngaro2

ngay

me-huran

id

ngab.

Hsl

DdP

TDD

TDD

DD

TDD

TTD

TDD

TDD

Ket: Kata “paleg” diganti “tilep” (BAA) yang berarti  ‘curi’, mencuri = nilep, 

Kata ‘uang’ diganti “ojir” (BAA),

kata ‘orang’ dibalik => ngaro => huruf  n bertukar tempat dengan g => gnaro => “genaro”,

kata ‘yang’ diganti “sing” (BJ),

kata ‘menaruh’ diganti “ndekek” (BJ),

kata ‘di’ diganti “nok” (BJ),

kata ‘bank’ tidak dibalik.

 

Hsl Ak: Ngoni Dee  nilep ojire genaro-genaro sing ndekek nok bank.

 

Kalimat 4:

Urai

a

b

c

d

e

BI

Lho kok

bisa

menggelapkan

itu

bagaimana?

KS

Inj

Adv

V

Pron

Adv

KyD

Lho kok

asib

meng-paleg-kan

uti

bagai-anam?

Hsl

TDD

DdP

TDD

TDD

TDD

Ket:  Kata ‘bisa’ diganti “biso” (BJ) dibalik => “osib”, 

kata “paleg” diganti “tilep” (BAA) yang berarti  ‘curi’, mencuri = nilep,

kata ‘itu’ diganti “iku”,

kata ‘bagaiman’ diganti “yok opo”.

 

Hsl Ak: Lho kok osi nilepno iku yok opo?

 

Kalimat 5

Urai

a

b

c

d

e

f

g

BI

Orang-orang

itu

banyak

yang

dirayu

oleh

Inong.

KS

N

Pron

Adv

Prep

V

Prep

N

KyD

Genaro-genaro

uti

kanyab

ngay

di-uyar

helo

Ngoni.

Hsl

DD

TDD

DD

TDD

TDD

TDD

DD

 

Ket:  Kata “genaro” (lihat kalimat 3 kolom D),

kata ‘itu’ diganti “iku” (BJ),

kata ‘yang’ diganti “sing” (BJ),

kata ‘dirayu’ diganti “diklethek” (BAA),

kata ‘oleh’ diganti “karo” (BJ)

 

Hsl Ak: Genaro-genaro iku kanyab sing diklethek karo Ngoni.

 

Kalimat 6

Urai

a

b

c

d

e

f

g

h

i

BI

Banyak

yang

tidak

mengerti

uangnya

dikeluarkan

sendiri

oleh

Inong.

KS

Adv

Prep

Adv

V

N

V

Adv

Prep

N

KyD

Kanyab

ngay

kadit

me-itreng

ngau-nya

di-raulek-kan

iridnes

helo

Ngoni.

Hsl

DD

TDD

DD

DD

TDD

DD

TDD

TDD

DD

Ket:  kata ‘yang’ diganti dengan “sing” (BJ), 

kata ‘uang’ diganti dengan “ojir” (BAA),

kata ‘dikeluarkan’ dibalik => di-raulek-kan => di-raulek-no (BAA),

kata ‘sendiri’ diganti “dhewe” (BJ) dibalik => ewehd => “ewed”,

kata ‘oleh’ diganti “karo” (BJ).

Hsl Ak: Kanyab sing kadit itreng ojire diraulekno ewed karo Ngoni.

 

Kalimat 7

Urai

a

b

c

d

e

BI

Lho kok

bisa

menggelapkan

itu

bagaimana?

KS

Inj

Adv

V

Pron

Adv

KyD

Lho kok

asib

meng-paleg-kan

uti

bagai-anam?

Hsl

TDD

DdP

TDD

TDD

TDD

Ket:  Kata ‘bisa’ diganti “biso” (BJ) dibalik => “osib”, 

kata “paleg” diganti “tilep” (BAA) yang berarti  ‘curi’, mencuri = nilep,

kata ‘itu’ diganti “iku”,

kata ‘bagaiman’ diganti “yok opo”.

 

Hsl Ak: Lho kok osi nilepno iku yok opo?

 

Kalimat 8

Urai

a

b

c

d

e

BI

Wow

model

orang

seperti

apa?

KS

Inj

Avd

N

Adj

Adv

KyD

Wow

ledom

narog

itrepes

apa?

Hsl

DD

DD

DD

DdP

DD

Ket:  Kata ‘model’ dibalik => “ledom”, 

kata “orang” dibalik => ngaro, huruf  n bertukar tempat dengan huruf g

menjadi gnero => “genaro”,

kata ‘seperti’ diganti “yok opo”.

 

Hsl Ak: Wow, ledom genarone yok opo?

 

Kalimat 9:

Urai

a

b

c

d

BI

Orangnya

ayu

bicaranya

manis.

KS

Pron

Adj

V

Adv

KyD

Genarone

uya

aracib-nya

sinam.

Hsl

DD

DD

DdP

DD

 

Ket:  Kata “genaro” (lihat kalimat 3 kolom D),

kata ‘bicaranya’ dibalik =>  aracib-nya (tidak bermakna) dan diganti dengan “ngomonge” (BJ).

 

Hsl Ak:  Genarone uya ngomonge sinam.

 

Kalimat 10

Urai

a

b

c

d

BI

Pantatnya

padat tubuhnya

seksi.

KS

V

Adj

Pron

Adj

KyD

Tatnap-nya

tadap

hubut-nya

iskes.

Hsl

DdP

DdP

DdP

DdP

 

Ket:  Kata “tatnap-nya”, “tadap”, “hubut-nya”, dan “iskes” tidak lazim digunakan sehingga diganti dengan  kata-kata bahasa Jawa:

‘pantatnya’= “bokonge” (BJ) dibalik  =>” ngokob’e”,

‘padat’ = “semok” (BAA) dibalik => “komes”,

‘tubuhnya’ = “awake” (BJ),

‘seksi’ = “semlohe” (BAA).

 

Hsl Ak:  Ngokobe komes, awake semlohe.

 

Kalimat 11

Urai

a

b

c

d

e

f

g

h

BI

Uangnya

banyak

rumah

dan

mobilnya

bagus2

janda

lagi!

KS

Pron

Adv

N

Konj

N

Adj

Adv

Inj

KyD

Ngau-nya

kanyab

hamur

nad

libom-nya

sugab2

adnaj

igal!

Hsl

TDD

DD

DD

TDD

DD

TDD

TDD

DdP

Ket: Kata “ngau-nya” diganti “ojire” (BAA), 

kata ‘nad’ diganti “karo” (BJ),

kata ‘sugab’ diganti  “enes” (BAA),

kata ‘adnaj’ diganti “rondo” atau “rondes (BAA),

kata ‘igal’ diganti dengan “pisan” (BJ).

 

Hsl Ak: Ojire kanyab, hamur karo libome enes-enes, rondes pisan!

 

Kalimat 12

Urai

a

b

c

d

e

f

g

h

BI

Sarapan

bubur

dengan

melihat

gambarnya

Inong,

hangat

kawan!

KS

V

N

Konj

V

N

N

Adv

N

KyD

Narapas

rubub

nanged

me-tahil

rambag-e

Ngoni,

tangah

nawak!

Hsl

DD

DD

TDD

DD

DD

DD

DdP

DD

Ket: Kata ‘sarapan’dibalik => naparas, huruf  p bertukar tempat dengan huruf r => “narapas”, 

kata ‘dengan’ diganti “karo” (BJ),

kata ‘gambar’ dibalik => rabmag => huruf  b bertukar tempat dengan m => “rambag”,

kata ‘hangat’ diganti “angak” (BAA),

 

Hsl Ak: Narapas rubub karo tahil rambag-e Ngoni, angak ho!

 

Kesimpulan:

No.

Hasil Identifikasi 

Kategori Sintaksis

Hasil Inventarisasi Jenis Kata yang

DD TDD

DdP

1.

V

6d,6f,12a,12d

3d,3f,4c,5e,7c

9c,10a,

2.

Adj

9b,

11f,

8d,10b,10d,

3.

N

1b,2c,5a,5g,6i,11c,11e,12b,12e,12f,12h

2a,3c,3h,6e

3a,

4.

Adv

1a, 2b,5c,6a,6c,8b,8e,9d,11b

4e,6g,7e,11g

1d,4e,7b,12g

5.

Pron

3d,5b,9a,

4d,7d,11a

10c

6.

Num

7.

Prep

1c,5d

3e,3g,5f,6b,6h,

8.

Konj

11d,12c,

9.

Inj

8a

4a,7a,

11h,

10.

Ptk

APA KEWAJIBAN ORANG TUA TERHADAP ANAKNYA ?

Allah swt berfirman dalam surat An-Nisaa ayat 9 : “Dan hendaklah takut kepda Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”

Secara khusus ayat di atas berkaitan dengan waris. Para orangtua dilarang meninggalkan anak keturunannya tak berharta lalu kemudian terhina dengan menjadi peminta-minta. Islam jelas melarang keras umatnya menghinakan diri seperti itu. Umat Islam diharuskan mandiri, produktif dan pemberi sebagaimana adanya kewajiban zakat, infaq dan sodaqoh.

Namun secara umum ayat ini berkaitan dengan hal yang lebih luas, tidak hanya berbicara tentang waris (harta) tetapi juga yang lainnya. Orangtua diharuskan khawatir meninggalkan (mewariskan) kepada anak cucunya dhu’afa (kelemahan) dalam beberapa hal di antaranya :

1. Lemah harta kekayaan. Seperti telah dijelaskan di atas, Islam mengharuskan umat untuk mewariskan harta kekayaan kepada keturunannya. Namun Islam adalah agama yang pertengahan (wasithiyah), seimbang sesuai fithrah insaniyah. Islam bukan agama yang mengharamkan umat memiliki harta, bukan juga agama yang memerintahkan umat untuk mendewakan harta dan menghambakan dirinya kepada harta. Tidak ada larangan dalam Islam untuk memiliki harta, Selama harta itu membuat pemiliknya semakin mendekatkan diri kepada Allah swt.

2. Lemah fisik. Islam mewanti-wanti agar para orangtua tidak meninggalkan keturunannya dalam keadaan lemah fisiknya. Islam mewajibkan umat untuk memiliki kekuatan fisik sebagaimana telah Allah perintahkan dalam surat Al-Anfaal ayat 60 :
“Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggetarkan musuh Allah dan musuh kalian….”
Rasulullah saw bersabda: “Didiklah anak-anak kalian berenang, melempar dan berkuda.”
Bagaimana mungkin mampu menanggung kewajiban berjihad fi sabilillah jika fisiknya lemah tak berdaya? Bukankah Rasulullah telah mengingatkan bahwa mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah.

3. Lemah ilmu. Jelas sangat berbahaya jika ada orangtua yang meninggalkan anak keturunannya tidak berilmu. Sebab ilmu adalah modal dasar kehidupan bisa berjalan dengan baik atau tidak. Ilmulah yang pertamakali harus dimiliki oleh setiap muslim sebelum berbicara dan beramal, Imam Bukhari mengatakan “Al-Ilmu qoblal qaul wal ‘amal. “ Hal itulah yang ditegaskan Allah dalam wahyu pertama-Nya kepada Rasulullah saw dalam surat al-‘Alaq ayat pertama “Bacalah (berilmulah) dengan menyebut nama Rabbmu yang menciptakan”. Ilmu pula hal yang pertama kali Allah berikan kepada manusia pertama Adam AS, sebagaimana yang Allah kisahkan dalam surat Al-Baqarah ayat 31. Betapa luar biasanya orang yang memilki ilmu sehingga derajatnya ditinggikan sebagaimana orang-orang yang beriman dalam surat al-Mujadilah ayat 11. (Lihat penjelasan selengkapnya pada artikel ‘Konsep Ilmu dalam Islam’).

4. Lemah Aqidah. Inilah kelemahan yang paling dahsyat bahayanya. Bahaya yang tiada terkira, karena Aqidahlah penentu keselamatan hidup dunia dan akhirat. Orangtua bertanggungjawab penuh atas keselamatan aqidah anak-anaknya seperti yang Allah ingatkan dalam surat At-Tahrim ayat 6: “Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka….”
Dan apakah kita tidak pernah merenungkan peringatan Allah dalam surat Al-baqarah ayat 133 tentang kisah sakaratul mautnya Nabi Ya’qub AS ?
“Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?”….”

Wahai para orangtua akankah yang kita katakan kepada anak-anak kita saat ajal menjemput sama seperti yang ditanyakan Nabi Ya’qub? Yakni kita mengkhawatirkan anak-anak kita menyembah selain Allah swt. Ataukah justru yang akan kita tanyakan saat nyawa sampai tenggorokan adalah “Maa ta’kuluuna min ba’dii?” Apa yang akan kalian makan sepeninggalku.

Rasulullah saw bersabda; “Setiap anak lahir dalam keadaan beraqidah Islam. Maka tanggungjawab orangtuanyalah jika ternyata anaknya itu kemudian beraqidah kufur seperti Yahudi, Nashrani atau Majusi.” (Muslim)

Sesungguhnya anak adalah amanah. Anaklah yang di akhirat nanti akan menjadi penentu apakah kita akan masuk Jannah Allah atau Neraka Allah. wh

PERCIK CAHAYA DI UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Bismillaahirrohmaanirrohiim…….

Firman Allah swt :” Dan hendaklah takut kepada Allah orang orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka….
( QS.An Nisa: ayat 9 )

Tiada perhiasan yang paling indah dan berharga selain anak dari belahan jiwanya, perhiasan yang selalu kita jaga agar tetap indah dan bercahaya, akan tetapi juga anak bagaikan anak panah yang siap dibusurnya, bila tiada dipegang rapat dan hati hati akan melesat tak terkendali dan bisa membawa petaka baik didunia maupun di alam baka.
Sebagai orang tua tentu kitapun sepakat tidak ingin anaknya tersesat jalannya ke hutan belantara yang mana penghuninya menggunakan hukum rimba dan bahkan menghalalkan berbuat kanibal. Kitapun sama sama setuju kalau pembinaan pertama jatuh pada pilihan shalat.
Pengenalan pada penciptanya,pengenalan kepada siapa yang jadi sesembahannya, penggunaan bahasa sehari hari pun mencerminkan kasih sayang dan jauh dari kekerasan. Anak juga sebagai pelipur hati bangkitkan canda ria penyempurna bahtera rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah.
Anak juga sebagai pemegang tongkat estafet dalam mewujudkan kebaikan masyarakat dan bangsa serta sebagai pelestari budaya maupun setiap perkara, yang dapat mendatangkan kebaikan pada masanya dan masa sesudahnya, untuk dirinya keluarganya juga negaranya.
Inilah “konsep yang romantis” terkemas dalam wujud do’a dari impian sebagai orang tua – renta.
Syahdan, tahap demi tahap, tingkat demi tingkat tempaan dalam pendidikannya kitapun sama sama bisa bercerita tentang suka duka, pasang surutnya juga cacat dan celanya.
Marilah kita tengok jendela didepan kita, kita pandang dan cermati ternyata Universitas Negeri Malang yang kita sayangi ini memfasilitasi semua yang dibutuhkan anak anak kita.Cuma ada satu yang jadi pertanyaan kami, kenapa tiada terdengar tentang kiprahnya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)yang bergerak di bidang kerohanian (BDM) ? apakah di sekretariatnya tidak di fasilitasi computer(web) atau jaringannya yang dipasung?.padahal BDM Al Hikmah adalah pusat Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) seluruh Indonesia yang tentunya sangat membutuhkan dan memberikan segala informasi terkait dengan Visi dan Misinya adalah tafaqquh fiddiinil islam yangdilakukan secara istiqomah untuk mencetak kader dakwah.yang handal
Secara pribadi saya sangat senang dengan program tersebut metodenya “halaqoh” sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rosulullah saw, jadi bukan kajian yang mengundang para syababnya tertawa
Dan setelah itu terlupakan.
Disetiap fakultaspun mewadahi pendidikan ilmu agama islam yaitu Lembaga Dakwah Kampus(LDK) akan tetapi pusat rujukannya adalah BDM yang berperan secara global pembawa jati diri UM ditingkat nasional.
Lembaga Dakwah Fakultas(LDF) mempunyai nama yaitu:
Untuk Fakultas Ilmu Pendidikan LDFnya bernama “Seruni”gak tahu kepanjangannya
Untuk Fakultas Ekonomi LDFnya bernama”Muslim Study”(MS)
Untuk Fakultas Sastra LDFnya bernama”Forkis”tapi kayaknya dibubarkan untuk aktifitasnya
Untuk Fakultas Tehnik LDFnya bernama”Fusi” gak tahu kepanjangannya
Dan untuk Fakultas MIPA LDFnya bernama”Karisma” Kreatifitas Islam.
Saya dengar dari salah satu aktifis LDF kini banyak yang ditarik oleh Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM).
Saya kemukaan disini sesuai konteks diatas, orang tua mana yang tidak mengharapkan anak anaknya jadi manusia yang bertaqwa, berbakti dan bermanfaat untuk diri dan bangsanya..tingkatkanlah wahai generasi kami, dengan ilmu dan amalan yang nyata, biarkanlah mereka sama berteriak mengumbar retorika tentang teori iman tapi mereka belum merasakan kelezatannya…”Arrojulu mankaana rijluhu fil ardhi wahimmatuhu fissuroya”
Seorang laki laki sejati adalah orang yang kakinya berpijak dibumi sementara cita citanya menggantung dibintang surya.(syair arab) ….saya akhiri alhamdulillaahi wa salaamu alaikum.

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.