BAHASA AREMA BAGIAN VI (Kadit Kanyup Sicrak OVJ)

BAHASA AREMA YANG HAMPIR PUNAH

BAGIAN VI

Kadit Kanyup Sicrak  OVJ

 

Oleh Djoko Rahardjo*)

 

Genaro-genaro Ngalam kanyab kepingin tahil OVJ nok Graha Cakrawala UM ipat kadit osi ublem,  soale kadit kanyup sicrak. Genaro Ngalam kanyab sing oleg, terpaksa genaro-genaro tahil nok tv.

 

Suga : Mbab, umak wingi tahil OVJ? 

 

Ngambab : Oyi ker! Lha umak? 

 

Suga : Ayas kadit tahil, kadit kanyup sicrak. Umak diisaki sicrak apais? 

 

Ngambab : Ayas diisaki naragod. Genarone kadit osi tahil, ongul nang Ayabarus. 

 

Suga : Otrap karo nawake nok OVJ kadit oyi! Ebes walkot Utab diplekotho, diisaki  kuis. 

 

Ngambab : Sug, ayas katnim ojir’e amil ubir. Ayas kadit ojir, digawe ukut oges lecep. 

 

Suga : Wanyik ojir’e hulupes ubir, ukuto aud, kawine londem. 

 

Ngambab : Hem…, kane…, wetengku ewul nakam oges lecep kawi londem. 

 

 

Terjemahan

Tidak Punya Karcis OVJ

Orang-orang (masyarakat) Malang banyak yang berkeinginan melihat OVJ di Graha Cakrawala UM tetapi tidak dapat masuk karena tidak mempunyai karcis.

 

Agus : Mbang kamu kemarin melihat (menonton) OVJ? 

 

Bambang : Iya teman. Lha kamu? 

 

Agus : Saya tidak menonton, tidak punya karcis. Kamu diberi karcis siapa? 

 

Bambang : Saya diberi juragan. Orangnya tidak bisa menonton, pergi ke Surabaya. 

 

Agus : Parto dan temannya di OVJ tidak oke! Bapak Walikota Batu dikerjai, diberi kuis. 

 

Bambang : Gus, saya minta uangnya Rp5.000,00. Saya tidak mempunyai uang untuk beli nasi pecel. 

 

Agus : Ini uangnya Rp10.000,00, belikan dua, lauknya mendol. 

 

Bambang : Hem…, enak…, perutku lapar makan nasi pecel lauknya mendol.

 

DAFTAR SINGKATAN

 

Bahasa Indonesia: BI Kategori Sintaksis: KS
Bahasa Jawa: BJ Verba/kata kerja: V
Bahasa Asli Arema: BAA Adjektiva/kata keadaan: Adj
Kata yang Dibalik: KyD Nomina/kata benda: N
Dapat Dibalik: DD Adverbia/kata keterangan: Adv
Tidak Dapat Dibalik: TDD Pronomina/kata ganti: Pron
Dibalik dengan Pertimbangan: DdP Numeralia/kata bilangan: Num
Uraian: Urai Preposisi/kata depan: Prep
Hasil: Hsl Konjungsi/kata penghubung: Konj
Ejaan Lama: EL Interjeksi/kata seru: Inj
Dan Lain-lain: dll. Partikel: Ptk

 

Kalimat 1

Urai

a

b

c

d

e

BI

Mbang

kamu

kemarin

me-nonton

OVJ?

KS

N

Pron

Adv

V

Adv

KyD

Mbab

umak

niramek

notnon

OVJ?

Hsl

DD

DD

DdP

DdP

TDD

 

Keterangan:  kata “kemarin” jika dibalik menjadi  “niramek” , kata yang dibalik (kata turunan) ini  tidak lazim digunakan,

kata “wingi” (BJ) menggantikan kata ‘kemarin’ ,

kata “me-nonton” jika dibalik menjadi “me-notnon”,

kata “notnon” tidak lazim digunakan  dan diganti dengan kata “melihat” => me-lihat => lihat => “tahil”.

 

Kalimat 2

Urai

a

b

c

d

BI

Iya

teman.

Lha

kamu?

KS

Ptk

Pron

Inj

Pron.

KyD

Ayi

namet.

Lha

umak?

Hsl

TDD

DdP

TDD

DD

 

Keterangan:  kata “iya” jika dibalik => “ ayi”,  kata “ayi” tidak lazim digunakan sehingga diganti  dengan kata “oyi” (BAA),

kata “teman” jika dibalik => “namet”, kata “namet” tidak lazim digunakan dan diganti dengan “arek/rek” (BJ) dibalik => “ker”.

 

Kalimat 3:

Urai

a

b

c

d

e

f

BI

Saya

tidak

melihat,

tidak

punya

karcis.

KS

Pron

Adv

V

Adv

V

N

KyD

Ayas

kadit

tahil,

kadit

kanyup

sicrak.

Hsl

DD

DD

DD

DD

DD

DD

 

Keterangan:  kata “melihat” => me-lihat => “tahil”,

kata “punya” => punya +/k/ => punyak  dibalik menadi “kanyup”.

 

Kalimat 4

Urai

a

b

c

d

BI

Kamu

diberi

karcis

siapa?

KS

Pron

V

N

Adv

KyD

Umak

iredib

sicrak

apais?

Hsl

DD

DdP

DD

DD

 

Keterangan:  kata “diberi” jika dibalik => “ iredib”,  kata “iredib” tidak lazim digunakan sehingga diganti dengan kata “diisaki” yang berasal dari “dikasih” (BI tidak baku) => di-kasih => di-hisak => di-/h/-isak+i.

Kalimat 5

Urai

a

b

c

BI

Saya

diberi

joragan.

KS

Pron

V

N

KyD

Ayas

iredib

naragod.

Hsl

DD

DdP

DD

 

Keterangan:  kata “diberi” jika dibalik => “ iredib”,  kata “iredib” tidak lazim digunakan sehingga diganti dengan kata “diisaki” yang berasal dari “dikasih” (BI tidak baku) => di-kasih => di-hisak => di-/h/-isak+i,

kata “djoragan” (BJ-EL) dibalik menjadi nagarod/j/ => huruf /g/ bertukar tempat /r/ => “naragod”.

 

 

Kalimat 6:

Urai

a

b

c

d

e

f

g

BI

Orangnya

tidak

bisa

menonton,

pergi

ke

Surabaya.

KS

Prep

Adv

V

V

V

Prep

N

KyD

Genarone

kadit

osi

me-notnon

igrep

ke

Ayabarus.

Hsl

DD

DD

DD

DdP

DdP

TDD

DD

 

Keterangan:  kata “orangnya” diganti  “genarone” , ,

kata “me-nonton” jika dibalik menjadi “me-notnon”,

kata “notnon” tidak lazim digunakan  dan diganti dengan kata “melihat” => me-lihat => lihat => “tahil”,

kata “pergi” dibalik menjadi “igrep”, kata ini tidak lazim digunakan,

kata “igrep” diganti “lungo” (BJ) jika dibalik menjadi “ongul”.

 

Kalimat 7

Urai

a

b

c

d

e

f

BI

Parto

dan

temannya

di

OVJ,

tidak oke!

KS

N

Konj

Adv

Prep

N

Inj

KyD

Otrap

nad

namet-nya

id

OVJ

kadit eko!

Hsl

DD

DdP

DdP

DdP

TDD

TDD

 

Keterangan:  kata “dan” => dibalik menjadi => “nad”, kata “nad” tidak lazim digunakan,

kata “namet-nya” tidak lazim digunakan dan harus diganti dengan kata “kawan” jika dibalik menjadi “nawak” => “nawak-e”,

kata “di” => dibalik menjadi => “id”, kata “id” tidak lazim digunakan,

kata “punya” => punya +/k/ => punyak  dibalik menadi “kanyup”,

kata “tidak oke” => dibalik => “kadit eko”  (ambigu/membingungkan).

 

Kalimat 8

Urai

a

b

c

d

e

BI

Gus,

saya

minta

uang

lima ribu rupiah.

KS

N

Pron

V

Adv

Num

KyD

Sug

ayas

katnim

ngau

amil ubir rupiah.

Hsl

DD

DD

DD

TDD

DD

 

Keterangan:  kata “uang”  jika dibalik menjadi “ngau” , kata  “ngau” ini tidak memiliki arti sehingga harus diganti dengan kata “ojir’e” (BAA).

 

 

 

 

 

Kalimat 9:

Urai

a

b

c

d

e

f

g

h

BI

Saya

tidak

punya

uang

untuk

membeli

nasi

pecel.

KS

Pron

Adv

V

N

Konj

V

N

N

KyD

Ayas

kadit

kanyup

ngau

kutnu

mem-ileb

isan

lecep.

Hsl

DD

DD

DD

TDD

TDD

TDD

TDD

DD

 

Keterangan:  kata “uang” diganti  “ojir” ,

kata “untuk” jika dibalik menjadi “kutnu”,

kata “kutnu” tidak memiliki arti sehingga diganti “digawe” (BJ),

kata “beli” dibalik menjadi “ileb”, kata ini homofon  dengan “ilep”,

kata “ileb” diganti “tuku” (BJ) jika dibalik menjadi “ukut”.

kata “isan” tidak memiliki arti sehingga harus diganti dengan kata “sego” (BJ) jika dibalik menjadi “oges”.

 

 

Kalimat 10

Urai

a

b

c

d

e

f

g

BI

Ini

uangnya

sepuluh ribu Rp,

belikan

dua,

lauknya

mendol.

KS

Pron

V

Num

V

Num

Adv

V

KyD

Ini

ngau-nya

hulepes ubir Rp,

ileb-kan

aud

kual-nya

londem.

Hsl

DdP

TDD

DD

DdP

DD

TDD

DD

 

Keterangan:  kata “uang” diganti dengan “ojir” ,

kata “ileb-kan” diganti“ukut-no”,

kata “lauknya” dibalik => “kaul-nya” kata ini tidak memiliki arti dan lazim diganti dengan kata “iwak” (‘ikan’) .

 

 

Kalimat 11

Urai

a

b

c

d

e

f

g

BI

Hem, enak

perutku

lapar,

makan

nasi pecel

lauknya

mendol.

KS

Inj

N

Adj

V

N

Adv

N

KyD

Hem, kane

turep-ku

rapal,

nakam

isan lecep

kual-nya

londem.

Hsl

DdP

DdP

DdP

DD

DdP

DdP

DD

 

Keterangan:  kata “hem”  tidak dapat dibalik  menjadi “meh”,

kata “enak” dapat dibalik menjadi “kane”,

kata “perut-ku” dibalik => “turep-ku” kata ini tidak memiliki arti dan lazim diganti dengan kata “wetengku” (BJ),

kata “lapar” dibalik => “rapal” kata ini tidak memiliki arti dan lazim diganti dengan kata “luwe” (BJ),

kata “nasi” => dibalik

 

 

Kesimpulan:

No.

Hasil Identifikasi Kategori Sintaksis dan Peran Semantis

Hasil Inventarisasi Jenis Kata yang

DD

TDD

DdP

1.

V, Adj, N, Adv

1a,3c,3d,3e,3f,4c,4d, 

5c,6c,6g,7a,8a,8c,9b,9c,9h,10g,11d,11g

1e,7e,8d,9d,9g,10b,

10f

1c,1d,4b,5b,6d,6e,

7c,10d,11b,11c,11e,

11f

2.

Pron, Prep, Konj, Inj, Ptk

1b,2d,3a,4a,5a,6a,8b,9a

2a,2c,6e,7f,7f,9e

2b,7b,10a,11a

3.

Num

8e,10c,10e

4.

Kata yang bermakna ganda

5.

Kata yang berkonotasi negatif

16 comments to BAHASA AREMA BAGIAN VI (Kadit Kanyup Sicrak OVJ)

  • ffl

    Along with every little thing that appears to be building throughout this specific subject matter, your opinions are generally relatively radical. Having said that, I am sorry, but I do not subscribe to your whole plan, all be it exciting none the less. It looks to me that your opinions are actually not totally justified and in reality you are yourself not even totally convinced of the assertion. In any case I did enjoy looking at it.

  • seingat saya karcis = sitrak (dari ejaan lama kartjis => sitrak)

    sehingga arek2 penjual (calo) karcis di bioskop MT dulu biasa disebut “arek sitrakan”

    CMIIW

  • Along 17

    Kipa ilakes bes,,,
    ayas itreng, kolem bangga,,,
    kilab henam di Bumi Arema,,,
    Salam Utas awij,,,

  • djoko rahardjo

    Yth.Bapak Johanis Rampisela

    1.Saya setuju tulisan tentang Bahasa Arema dijadikan buku dalam bentuk PDF.

    2.Komentarnya perlu dimasukkan.

    3.Dapat diterbitkan/dipajang di Berkarya

    Terima kasih.

  • @Pak Djoko Rahardjo,

    Apakah setuju kalau semua tulisan tentang Bahasa Arema, dijadikan buku digital berbentuk PDF?

    Apakah komentar-komentarnya juga perlu dimasukkan?

    Apakah nanti bisa diterbitkan/dipajang di Berkarya sehingga bisa diunduh secara gratis?

  • Oh iya harusnya Ebes Djoko menerbitkan buku Bahasa Aremaniaan. nanti dibagi-bagikan secara gratis.Aku minta satu bos, biar anakku bisa bahasa Aremaniaan.

    Lanjut terus..Salut Pak Djoko. kamsia=kamsia.

  • Noor Farochi

    @Ebes Djoko R
    Ya.. dongo dinongo,… biar tetep sehat jangan lupa dg konsumsi 4sehat 5sempurna 6HALAL.
    a. Ibnu Abbas berkata bahwa Sa’ad bin Abi Waqash berkata kepada Nabi SAW : “Ya Rasulullah, doakanlah aku agar menjadi orang yang dikabulkan doa-doanya oleh Allah.” Apa jawaban Rasulullah SAW : “Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu(makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya. Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amalnya selama 40 hari dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba, maka neraka lebih layak baginya.” (HR At-Thabrani).
    b. Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram, kecuali neraka lebih utama untuknya.” (HR At Tirmidzi).
    c. Rasulullah saw bersabda, “Jika seorang keluar untuk melakukan haji dengan nafaqah haram, kemudian ia mengendarai tunggangan dan mengatakan, “Labbaik, Allahumma labbaik!” Maka yang berada di langit menyeru, “Tidak labbaik dan kau tidak memperoleh kebahagiaan! Bekalmu haram, kendaraanmu haram dan hajimu mendatangkan dosa dan tidak diterima.” (HR At Thabrani)
    d. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa mengumpulkan harta haram, kemudian menyedekahkannya, maka tidak ada pahala, dan dosa untuknya.” (HR Ibnu Huzaimah)
    e. Dalam kitab Sya’bul Imam disebutkan, ” Barangsiapa yang membeli pakaian dengan harga sepuluh dirham di antaranya uang haram, maka Allah tidak akan menerima shalatnya selama pakaian itu dikenakan.” (HR Ahmad)
    f. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa mendapatkan harta dari dosa, lalu ia dengannya bersilaturahim (menyambung persaudaraan) atau bersedekah, atau membelanjakan (infaq) di jalan Allah, maka Allah menghimpun seluruhnya itu, kemudian Dia melemparkannya ke dalam neraka. Lalu Rasulullah saw bersabda, ” Sebaik-baiknya agamamu adalah al-wara’ (berhati-hati).” (HR Abu Daud).

  • Moch Syahri

    Sam Okodj, orang yang secara serius mendalami sebuah bidang, bisa dikatakan ahli. Lah Sam Okodj konsisten dengan bahasa aremanya. selama tidak ada orang lain yang menekuni, maka sam okodj akan menjadi satu-satunya ahli tersebut. tetap semangat!!!!

  • djoko rahardjo

    Saya ucapkan terima kasih kepada:

    1.Bu Erie dan Pak Noor mohon doanya agar saya selalu sehat.
    2.Pak Sugiono, saya akan mencoba merinci jenis kata yang dimaksud.
    3.Mas Robby, ke depan saya akan mengumpulkan kosa kata “BAA”.
    4.Pak Moch.Syahri, apakah layak saya menjadi “guru” bahasa Arema?
    5.Mbak Debrina, saya akan menciba membuat daftar kata “DdP”.
    6.Sam Tollo, kata “idrek” itu berasal dari ‘kerdja'(BI-EL) dibalik menjadi /a/j/drek => huruf “j” nazal (hilang)=> /a/drek=> huruf “a” diganti “i” menjadi “idrek”. Proses pembentukan kata semacam ini akan banyak dijumpai pada “osob kelaban”. Oleh karena itu, sebaiknya Sam Tollo rajin-rajin mengikuti perjalan tulisan ini.

  • tollo

    kadit itreng… mumet, mending idrek, kalo “idrek” osi di kaji ga’ ya…. hehehe..

  • debrina rahmawati

    Bes Okodj, saya mencoba menghitung beberapa jenis kata yang masuk pada kelompok “dibalik dengan pertimbangan” (DdP)kurang lebih ada 16. Ini belum termasuk pada tulisan sebelumnya, berarti masih ada kemungkinan kata (DdP)selain yang ada pada tulisan bagian 2 sampai 4.

    Kalau kata “DdP” ini bersifat longgar apa tidak mungkin akan menjadi kata yang dapat dibalik (DD)?

    Terima kasih.

  • Moch Syahri

    Sam Okodj, lek pensiun, saya sarankan menjadi dosen luar biasa jurusan sastra Indonesia. ada paket bahasa Jawa bagi mahasiswa semester akhir. nanti Sam Okodj jadi dosen bahasa Jawa spesialisasi Bahasa Malangan he..

  • robby alexsander

    Ebes Okodj kadit osi tail OVJ nok Graha Cakrawala UM soale kadit kanyup sicrak. Ha…ha…

    Begini Bes, memang ke depan perlu dibuat Buku Bahasa Arema, agar anak-cucu kita mempunyai “pegangan”, dan kosa kata yang pernah ada tidak akan hilang ditelan zaman.

    Begitu lho Bes usul saya, semoga Ebes tidak mendem duit, ha…, ha…

  • sugiono

    Betul kata Bu Erie dan Pak Noor, Ebes Okodj perlu energi drink!

    Begini Bes…, bagaimana kalau simpulan/kesimpulannya dibahas “lebih rinci” pada kategori sintaksis/kelas kata/jenis kata. Jadi kesepuluh jenis kata (V,Adv,Adj… dst.) dipetakan satu-persatu. Enak kan?

  • Noor Farochi

    iyo… jare iklan jamune jenenge susi (tsu tsi), dhuduk mbak susi lho bes…hehehehe

  • erie

    Wuiiik…, Ebes Djoko bertempur habis-habisan dalam membela bahasa Arema. Ditata dulu Bes staminanya! Agar tidak ngos-ngosan, minum dulu jamu kuatnya! Ha…ha…ha….

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.