BAHASA AREMA BAGIAN VII (Ngoni Dee Nilepno Ojire Bank)

BAHASA AREMA YANG HAMPIR PUNAH

BAGIAN VII

Ngoni Dee Nilepno Ojire Bank

 

Oleh Djoko Rahardjo*)

 

Genaro-genaro sing lawed’an nok Rasap Edeg Ngalam kanyab sing ngomongno Ngoni Dee.  Kodew  sing utas iki nggawe emar-emar nok tv, odiar karo nok narok. Genarone uya, (ngomonge sinam, ngokobe komes, awake semlohe), ojire kanyab, rondes pisan!

 

Suga

: Onok emar-emar nok tv, odiar karo narok. 

 

Ngambab

: Emar-emar opo Sug? 

 

Suga

: Ngoni Dee nilepno ojire genaro-genaro sing ndekek nok bank. 

 

Ngambab

: Lho kok osi nilepno iku yok opo? 

 

Suga

: Genaro-genaro iku kanyab sing diklethek karo Ngoni. Kanyab sing kadit itreng, ojire diraulekno ewed karo Ngoni. 

 

Ngambab

: Wow…, ledom genarone yok opo? 

 

Suga

: Genarone uya (ngomonge sinam-ngokobe komes-awake semlohe), ojire kanyab, hamur karo libom’e enes-enes, rondes pisan! 

 

Ngambab

: Narapas rubub karo tahil rambag’ e Ngoni, angak ho!

 

Terjemahan

Inong Dee Menggelapkan Uangnya Bank

 

Orang-orang yang berjualan di Pasar Besar Malang banyak yang membicarakan Inong Dee (Malinda Dee).  Wanita yang satu ini membuat geger/heboh di tv, radio, dan koran. Orangnya  cantik (bicaranya manis, pantatnya padat, tubuhnya seksi), uangnya banyak, janda lagi!

Agus : Ada berita heboh di tv. 

 

Bambang

: Berita heboh apa Gus? 

 

Agus

: Inong Dee menggelapkan uang orang-orang yang menyimpan di bank. 

 

Bambang

: Lho kok bisa (dapat) menggelapkan itu bagaimana? 

 

Agus

: Orang-orang itu banyak yang dirayu oleh Inong. Banyak yang tidak mengerti, uangnya dikeluarkan sendiri oleh Inong. 

 

Bambang

: Wow…, model (penampilan) orangnya seperti apa? 

 

Agus

: Orangnya ayu/cantik (bicaranya manis-pantatnya padat-tubuhnya seksi), uangnya banyak, rumah dan mobilnya bagus-bagus, janda lagi! 

 

Bambang

: Sarapan bubur dengan melihat gambarnya Inong, hangat kawan!

 

DAFTAR SINGKATAN

Bahasa Indonesia: BI Kategori Sintaksis: KS
Bahasa Jawa: BJ Verba/kata kerja: V
Bahasa Asli Arema: BAA Adjektiva/kata keadaan: Adj
Kata yang Dibalik: KyD Nomina/kata benda: N
Dapat Dibalik: DD Adverbia/kata keterangan: Adv
Tidak Dapat Dibalik: TDD Pronomina/kata ganti: Pron
Dibalik dengan Pertimbangan: DdP Numeralia/kata bilangan: Num
Uraian: Urai Preposisi/kata depan: Prep
Hasil: Hsl; Hasil Akhir: Hsl Ak Konjungsi/kata penghubung: Konj
Ejaan Lama: EL Interjeksi/kata seru: Inj
Keterangan: Ket. Partikel: Ptk

 

Kalimat 1

Urai

a

b

c

d

BI

Ada

berita heboh

di

tv, radio, koran

KS

Adv

N

Prep

Adv

KyD

Ada

atireb hobeh

id

tv, odiar, narok.

Hsl

DD

TDD

TDD

DdP

 

Ket:  Kata “ada” diganti “onok” (BJ); frase “atireb hobeh”  tidak bermakna maka diganti dengan “rame-rame” (BJ) dibalik menjadi “emar-emar”.

Kata tv (TDD), “radio” dibalik menjadi “odiar”;  “koran menjadi narok”.

 

Hsl Ak:  Onok emar-emar nok tv, odiar karo narok.

 

Kalimat 2

Urai

a

b

c

BI

Berita heboh

apa

Gus?

KS

N

Adv

N

KyD

Atireb hobeh

opo

Sug?

Hsl

TDD

DD

DD

Ket:  frase “atireb hobeh”  tidak bermakna maka diganti dengan “rame-rame” (BJ) dibalik menjadi “emar-emar”  , kata “apa” diganti “opo”.
Hsl Ak: Emar-emar opo Sug?

 

Kalimat 3

Urai

a

b

c

d

e

f

g

h

BI

Inong Dee

menggelapkan

uang

orang2

yang

menaruh

di

bank.

KS

N

V

N

Pron

Prep

V

Prep

N

KyD

Ngoni Dee

meng-paleg-kan

ngau

ngaro2

ngay

me-huran

id

ngab.

Hsl

DdP

TDD

TDD

DD

TDD

TTD

TDD

TDD

Ket: Kata “paleg” diganti “tilep” (BAA) yang berarti  ‘curi’, mencuri = nilep, 

Kata ‘uang’ diganti “ojir” (BAA),

kata ‘orang’ dibalik => ngaro => huruf  n bertukar tempat dengan g => gnaro => “genaro”,

kata ‘yang’ diganti “sing” (BJ),

kata ‘menaruh’ diganti “ndekek” (BJ),

kata ‘di’ diganti “nok” (BJ),

kata ‘bank’ tidak dibalik.

 

Hsl Ak: Ngoni Dee  nilep ojire genaro-genaro sing ndekek nok bank.

 

Kalimat 4:

Urai

a

b

c

d

e

BI

Lho kok

bisa

menggelapkan

itu

bagaimana?

KS

Inj

Adv

V

Pron

Adv

KyD

Lho kok

asib

meng-paleg-kan

uti

bagai-anam?

Hsl

TDD

DdP

TDD

TDD

TDD

Ket:  Kata ‘bisa’ diganti “biso” (BJ) dibalik => “osib”, 

kata “paleg” diganti “tilep” (BAA) yang berarti  ‘curi’, mencuri = nilep,

kata ‘itu’ diganti “iku”,

kata ‘bagaiman’ diganti “yok opo”.

 

Hsl Ak: Lho kok osi nilepno iku yok opo?

 

Kalimat 5

Urai

a

b

c

d

e

f

g

BI

Orang-orang

itu

banyak

yang

dirayu

oleh

Inong.

KS

N

Pron

Adv

Prep

V

Prep

N

KyD

Genaro-genaro

uti

kanyab

ngay

di-uyar

helo

Ngoni.

Hsl

DD

TDD

DD

TDD

TDD

TDD

DD

 

Ket:  Kata “genaro” (lihat kalimat 3 kolom D),

kata ‘itu’ diganti “iku” (BJ),

kata ‘yang’ diganti “sing” (BJ),

kata ‘dirayu’ diganti “diklethek” (BAA),

kata ‘oleh’ diganti “karo” (BJ)

 

Hsl Ak: Genaro-genaro iku kanyab sing diklethek karo Ngoni.

 

Kalimat 6

Urai

a

b

c

d

e

f

g

h

i

BI

Banyak

yang

tidak

mengerti

uangnya

dikeluarkan

sendiri

oleh

Inong.

KS

Adv

Prep

Adv

V

N

V

Adv

Prep

N

KyD

Kanyab

ngay

kadit

me-itreng

ngau-nya

di-raulek-kan

iridnes

helo

Ngoni.

Hsl

DD

TDD

DD

DD

TDD

DD

TDD

TDD

DD

Ket:  kata ‘yang’ diganti dengan “sing” (BJ), 

kata ‘uang’ diganti dengan “ojir” (BAA),

kata ‘dikeluarkan’ dibalik => di-raulek-kan => di-raulek-no (BAA),

kata ‘sendiri’ diganti “dhewe” (BJ) dibalik => ewehd => “ewed”,

kata ‘oleh’ diganti “karo” (BJ).

Hsl Ak: Kanyab sing kadit itreng ojire diraulekno ewed karo Ngoni.

 

Kalimat 7

Urai

a

b

c

d

e

BI

Lho kok

bisa

menggelapkan

itu

bagaimana?

KS

Inj

Adv

V

Pron

Adv

KyD

Lho kok

asib

meng-paleg-kan

uti

bagai-anam?

Hsl

TDD

DdP

TDD

TDD

TDD

Ket:  Kata ‘bisa’ diganti “biso” (BJ) dibalik => “osib”, 

kata “paleg” diganti “tilep” (BAA) yang berarti  ‘curi’, mencuri = nilep,

kata ‘itu’ diganti “iku”,

kata ‘bagaiman’ diganti “yok opo”.

 

Hsl Ak: Lho kok osi nilepno iku yok opo?

 

Kalimat 8

Urai

a

b

c

d

e

BI

Wow

model

orang

seperti

apa?

KS

Inj

Avd

N

Adj

Adv

KyD

Wow

ledom

narog

itrepes

apa?

Hsl

DD

DD

DD

DdP

DD

Ket:  Kata ‘model’ dibalik => “ledom”, 

kata “orang” dibalik => ngaro, huruf  n bertukar tempat dengan huruf g

menjadi gnero => “genaro”,

kata ‘seperti’ diganti “yok opo”.

 

Hsl Ak: Wow, ledom genarone yok opo?

 

Kalimat 9:

Urai

a

b

c

d

BI

Orangnya

ayu

bicaranya

manis.

KS

Pron

Adj

V

Adv

KyD

Genarone

uya

aracib-nya

sinam.

Hsl

DD

DD

DdP

DD

 

Ket:  Kata “genaro” (lihat kalimat 3 kolom D),

kata ‘bicaranya’ dibalik =>  aracib-nya (tidak bermakna) dan diganti dengan “ngomonge” (BJ).

 

Hsl Ak:  Genarone uya ngomonge sinam.

 

Kalimat 10

Urai

a

b

c

d

BI

Pantatnya

padat tubuhnya

seksi.

KS

V

Adj

Pron

Adj

KyD

Tatnap-nya

tadap

hubut-nya

iskes.

Hsl

DdP

DdP

DdP

DdP

 

Ket:  Kata “tatnap-nya”, “tadap”, “hubut-nya”, dan “iskes” tidak lazim digunakan sehingga diganti dengan  kata-kata bahasa Jawa:

‘pantatnya’= “bokonge” (BJ) dibalik  =>” ngokob’e”,

‘padat’ = “semok” (BAA) dibalik => “komes”,

‘tubuhnya’ = “awake” (BJ),

‘seksi’ = “semlohe” (BAA).

 

Hsl Ak:  Ngokobe komes, awake semlohe.

 

Kalimat 11

Urai

a

b

c

d

e

f

g

h

BI

Uangnya

banyak

rumah

dan

mobilnya

bagus2

janda

lagi!

KS

Pron

Adv

N

Konj

N

Adj

Adv

Inj

KyD

Ngau-nya

kanyab

hamur

nad

libom-nya

sugab2

adnaj

igal!

Hsl

TDD

DD

DD

TDD

DD

TDD

TDD

DdP

Ket: Kata “ngau-nya” diganti “ojire” (BAA), 

kata ‘nad’ diganti “karo” (BJ),

kata ‘sugab’ diganti  “enes” (BAA),

kata ‘adnaj’ diganti “rondo” atau “rondes (BAA),

kata ‘igal’ diganti dengan “pisan” (BJ).

 

Hsl Ak: Ojire kanyab, hamur karo libome enes-enes, rondes pisan!

 

Kalimat 12

Urai

a

b

c

d

e

f

g

h

BI

Sarapan

bubur

dengan

melihat

gambarnya

Inong,

hangat

kawan!

KS

V

N

Konj

V

N

N

Adv

N

KyD

Narapas

rubub

nanged

me-tahil

rambag-e

Ngoni,

tangah

nawak!

Hsl

DD

DD

TDD

DD

DD

DD

DdP

DD

Ket: Kata ‘sarapan’dibalik => naparas, huruf  p bertukar tempat dengan huruf r => “narapas”, 

kata ‘dengan’ diganti “karo” (BJ),

kata ‘gambar’ dibalik => rabmag => huruf  b bertukar tempat dengan m => “rambag”,

kata ‘hangat’ diganti “angak” (BAA),

 

Hsl Ak: Narapas rubub karo tahil rambag-e Ngoni, angak ho!

 

Kesimpulan:

No.

Hasil Identifikasi 

Kategori Sintaksis

Hasil Inventarisasi Jenis Kata yang

DD TDD

DdP

1.

V

6d,6f,12a,12d

3d,3f,4c,5e,7c

9c,10a,

2.

Adj

9b,

11f,

8d,10b,10d,

3.

N

1b,2c,5a,5g,6i,11c,11e,12b,12e,12f,12h

2a,3c,3h,6e

3a,

4.

Adv

1a, 2b,5c,6a,6c,8b,8e,9d,11b

4e,6g,7e,11g

1d,4e,7b,12g

5.

Pron

3d,5b,9a,

4d,7d,11a

10c

6.

Num

7.

Prep

1c,5d

3e,3g,5f,6b,6h,

8.

Konj

11d,12c,

9.

Inj

8a

4a,7a,

11h,

10.

Ptk

20 comments to BAHASA AREMA BAGIAN VII (Ngoni Dee Nilepno Ojire Bank)

  • vharidz

    knapa atak INDONESIA ngak sekalian di kilab ujag.. 😉

  • Noor Farochi

    @teguh priyanto
    Benar,.. reken, dulu seingat saya memang dipakai lengkap sbg “no reken” tp nggak dibalik menjadi “neker” karena neker artinya kelereng. Yang saya tahu misalnya begini, “no salam no reken” maksudnya kalau tidak memberi salam ya tidak dihiraukan.

  • teguh priyanto

    Sam Robby A, kata neker=reken, dulu dipakai lengkap sbg. “no reken” saya belum tahu kalau kata reken itu mirip bhs Belanda. Kalaupun benar itulah romantikanya Osob Kelaban. Sama juga kata kadit nice, nice berasal dari kata bhs.Inggris, gitu sam,…oyi !
    Untuk uyab Debrina R, Osob Kelaban bisa saja dipengaruhi oleh bahasa Arab ( Arema komunitas Embong Arab)atau bahasa Cina (Arema Komunitas Pecinan). Ok saya pernah di Wetan Pasar (2thn.)dan gaul dengan komunitas pedagang Keturunan Arab dan Cina. Untuk sesama etnis (sedarah) mereka lebih menggunakan bahasa Ibu dan berbahasa Indonesia/Jowo Malangan untuk bahasa gaul. Uniknya, saat mereka bertemu teman/ sesama Arema di satu tempat jauh dari Malang, mereka akan bertegur sapa osob kelaban mis. dari etnis Arab
    A. ” Hay ente kera Ngalam yo ?”
    B. ” Oyi Bang, ana kera Nisak !”
    dari etnis Cina misalnya,.
    A. ” Hay, Ni ceko Gnaro Ngalam tah,?”
    B. ” Ya, Wo Dempo punya ngkoh,..”
    Kira-kira begitu yang masih bisa saya ingat, tapi sepertinya mereka tidak mengkelab basaha Ibu mereka, selebihnya saya belum tahu, he, he he.

  • robby alexsander

    Yth.Ebes Okodj dan Ebes Teguh, saya lihat Ebes Teguh menyantumkan beberapa kosa kata osob kelaban, salah satunya adalah kata “neker” atau “reken”, kata tersebut mirip dengan kosa kata bahasa Belanda. Apa betul begitu?

  • debrina rahmawati

    Di Mota Malang ini ada kawasan Embong Arab dan Pecinan, menurut pendapat Ebes Okodj, apakah ada kata “osob kelaban” yang berasal dari bahasa Arab dan bahasa Cina. Terima kasih Bes.

  • teguh priyanto

    Ragam Istilah dan kata Osob Kelaban Lama

    Salah satu dinamika dan romantika berosob kelaban bagi Aremania adalah penggunaan istilah dan kata (pada jamannya) yang berangsur punah di era kini, beberapa contoh mis.

    Kata/istilah: -Kadit ness (nice) = tidak baik, tidak enak, sinis
    -Kadit neker(reken)= tidak hirau, acuh
    -Kodew kawaban = wanita bawaan
    -Asaib = PSK
    -Wanyik = dia, kata ganti wanita
    -Wanyok = dia, kata ganti lelaki
    -Nubis = sibun (habis)
    -Lites (stile) = keren, maco, cakep, modis
    -Dll.
    Ayo ker, apais sing kate hambat, ojo nangkus langsung ae di komen.

  • debrina rahmawati

    Ebes Okodj saya mau tanya, menurut pendapat Ebes apakah mungkin osob kelaban/kiwalan Arema itu bisa dipengaruhi oleh bahasa lain? Misalnya Bahasa Arab, Bahasa Cina dll. Mengingat di kota Malang ada kawasan “Pecinan” dan “Embong Arab”. Trima kasih Bes. Salam satu jiwa! Arema oyi ho!

  • Dwi Mulyono

    Uhui…, Ebes-ebes Nganal karo Ebes Kodew emar-emar mbahas “osob kelaban” sing topik-e “penilep” ojir Ngoni Dee.

    Ebes Okodj, saya mau tanya usul Pak Jo tentang tulisan BAHASA AREMA YANG HAMPIR PUNAH, apakah diizinkan dibuat buku dengan file pdf dan bebas/free downloud, kan belum dijawab. Bagaimana?

  • erie

    Ebes-ebes nganal (bapak2)rupanya lagi happy membicarakan Melinda Dee. Terutama yang disampaikan oleh Ebes Sogol dan Sam Robby tentang “sekwilda” (sekitar wilayah dada).

    Sejujurnya…, saya sebagai seorang wanita yang berusia 40 tahun lebih merasa iri juga terhadap Inong Malinda yang masih kelihatan seperti ABG.

    Saya tidak akan ikut2-an membahas “sekwilda”, itu urusan bapak-bapak. Yang ingin saya tanyakan kepada Ebes Okodj, mungkinkah diadakan seminar Bahasa Arema? Seperti yang pernah diusulkan oleh Bapak Johanis Rampisela (Jurusan Fisika FMIPA UM) dan Bapak Moch.Syahri (FS UM). Seandai itu bisa maka akan sangat berarti bagi “pelestarian” Bahasa Arema. Selamat berjuang bagi Sam Okodj! Semoga sukses!

  • teguh priyanto

    “Pasang Badan”
    Ndik urusan Bisnis, kodewan koyo Inong iku ancen wis jaman biyen ono, yaiku golek kane bondo ngigad urip , opo lawedan ngigad urip golek urip. Bondo ngigad urip iku maksudte nggunakno pesona sensual gae jebakan calon korban tujuane nglancarno ijdrekan/urusan/karir.Lha lek lawedan ngigad urip golek urip, terange yo PSK iku. Golek kane bondo ngigad urip gae tujuan politik, kekuasaan, iku ndik sejarah Mesir yo critane Cleopatra iku. Ancen dasare nganal nyonyo, koyo Yulius Caesar iku Kaisar Romawi sing unyap kanyab kodewan, ayak, kuoso, durung maneh Jenderale sing ngetop jenenge Antonius, sik enom, ngganteng halake yo mbek Cleopatra sing wani pasang badan. Tapi kadit maido, kanal anam sing kadit ngiler lek disuguhi ngigad urip sik reges opo maneh lek ngigadte dibumboni jangkep koyo tek-e Inong iku hmmm,…!

  • sugiono

    Ada hal yang baru pada tulisan Bahasa Arema Bagian 7. Nampaknya, Ebes Okodj “memperhatikan” saran saya supaya kategori sintaksis (jenis kata) dirinci menjadi sepuluh baris.

    Ke depan hasil inventarisasi jenis kata yang “dapat dibalik” (DD), yang “tidak dapat dibalik” (TDD) dan kata yang “dibalik dengan pertimbangan” (DdP) dapat dianalisis dengan tepat.

    Selamat atas kesungguhan Ebes Okodj dalam “memperjuangkan” eksistensi Bahasa Arema. Salam satu jiwa! Arema oye!

  • robby alexsander

    Waduh…, Ebes Sogol jik ngenes karo “rondes todhepan” sing mblabag (ngokobe komes, bodynya semlohe). Ebes Sogol jik tedhas ta? Hehehe….

    Begini Ebes Okodj, untuk melukiskan Inong Melinda menurut saya masih kurang lengkap. Karena Julia Peres merasa “tersaingi” oleh Inong Melinda pada “bagian dada atas”. Bagaimana? Bisa ditambahakan pada tulisan yang dimaksud? Biar tambah hidup gi to lho Bes! Hehehe…

  • teguh priyanto

    Kelaziman BerOsob Kelaban (sambungan)
    Di komen sebelumnya (Bahasa Arema Bag.IV) saya menuliskan bahwa berosob kelaban rasanya jadi lebih enjoy kalau menggunakan kosa kata dan istilah osob kelaban yang lazim dipakai di komunitasnya dan atau osob kelaban yang secara umum lebih lazim penggunaannya. Arema Jodipan, Muharto, Kotalama yang beraktivitas di Rasap Edeg tentu berosob kelaban diselip bahasa asli Madura (mis. kata angak = hangat) Tapi saat mereka berbaur dan berkomunikasi dengan Arema Komunitas Tanjung, Kasin, Talun, Kayutangan tentu akan berosob kelaban yang kosa kata dan istilahnya secara umum lebih lazim.
    Sebagai ilustrasi masalalu dari kelaziman penggunaan osob kelaban, para ebes kewut kita itu gnomo ngalaman secara luas tapi tetap terbatas, artinya bisa berosob kelaban di komunitas Arema manapun dengan menggunakan kata dan istilah yang lazim di kewal saja. Hal ini dimaksud sebagai pemenuhan etika berbahasa, pergaulan dan identitas kesatuan jiwa Aremanianya. Contohnya, seseorang dari Tanjung datang ke seseorang di Klojen menanyakan sebuah alamat rumah, tentu tidak akan sertamerta berosob kelaban dengan frontal meski mereka seusia. Dalam catatan ingatan saya, memang hampir semua kata dalam bahasa Jowo Malangan bisa dikewal tapi sebenarnya osob kelaban lebih enjoy justru tidak mengkewal semuanya seperti sangkaan yang kadit uat asal muasal osob kelaban.

  • debrina rahmawati

    Yth. Ebes Okodj

    Saya mau tanya kata “lawed’an” itu apakah kata turunan atau kata Bahasa Arema Asli (BAA). Trima kasih Bes.

  • djoko rahardjo

    Terima kasih saya ucapkan kepada yth:

    1.Ibu Erie, saya tertarik pada keduanya sehingga saya pakai menjadi judul tulisan ini.

    2.Bapak Suliadi, kamus baku bahasa Arema setahu saya “belum pernah ada”. Pada tulisan “BAHASA AREMA YANG HAMPIR PUNAH” Bagian 1 dan 2 yang lalu, para pemberi komentar antara lain menyebutkan bahwa bahasa Arema yang menemukan adalah “Para Pejuang Kemerdekaan RI” dari Kota Malang sekitar tahun 40-an.

    3.Mas Dwi Mulyono, memang betul kata “angak” itu berasal dari bahasa Madura. Mengapa hal itu dapat terjadi? Perlu diketahui bahwa pusat pengguna bahasa Arema ada di sekitar Pasar Besar Kota Malang. Pedagang yang ada di sana terdiri dari suku Jawa, suku Madura dll. Tentunya saja bahasa Arema mendapat pengaruh juga dari bahasa Madura.

  • Kulo tiyang malang asli mawon radi ngelu amergi “TEWUR” Lha panjenengan mboten “ULENG”a Pak? jelas mboten kan ingkang dibahas meniko “kodew mblabag”…menawi wonten kulo pesen rondes”TODEPAN”pak nanging rondesipun nggih mboten gampangan pokokipun saget ngenTHUT..kulo mireng THOK mawon nggih tasik”JRENG JRING JRING”..hoho isam kewut kewut kiat mlajeng “SALAM SATU JIWA”…tanks

  • Dwi Mulyono

    Yth. Ebes Okodj

    Saya mau klarifikasi kata “angak” itu kan bahasa Madura yang berarti ‘hangat’. Kok bisa masuk ke bahasa Arema?

  • Salut buat Ebes Djoko, Kayak kamus berjalan aja. Tapi uka kadit itreng. Sebenarnya apa ada ya kamus yang baku untuk bahasa Aemaan..?
    Kalau boleh tahu siapa ya yang menemukan Bhs. Aremaan.

    Lanjut karyanya, tuk menambah kasanah dan keragaman bahasa Gaul..sebagai Genaro Arema. Thank”s

  • erie

    Waduh…, Ebes Okodj rupanya tertarik pada kasus Melinda Dee (Inong Melinda). Tertarik pada kasusnya atau pada “orangnya”?

  • bahasa ne kera ngalam, khas… btw sam lek dek rasap eged gnarone kadit akeh sing ngomong boso kiwalan, tapi ngomong boso arudam.. lek iso nggene ojo gawe rasap eged, lek jare ayas kurang katep…

    Tpi ayas ngenes bnget, gnaro UM kreativ ngangkat budaya ngalam.. sing jarene boso kiwalan iki wis ono jaman doeloe pas londo..

    yo wis sukses gawe sampeyan sam.. UM Jaya..

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.