Kenalilah Isyarat atau Tanda-tanda ini!

Kenalilah Isyarat atau Tanda-tanda ini!

 

Oleh Djoko Rahardjo*)

 

1.   Bila langit mendung putih tebal dan merata, itu pertanda akan turun hujan lebat dan berlangsung lama.

2.   Bila Anda mendaki puncak gunung ada awan putih yang melingkari  kerucut puncak gunung seperti cincin, itu pertanda akan turun badai.

3.   Bila menjelang magrib atau subuh ada suara anjing merintih panjang, tiba-tiba bulu kuduk  Anda berdiri, hati (perasaan) berdesir, dan badan terasa dingin sekali, itu pertanda makhluk “jin” akan melewati tempat Anda berada.

4.   Bila di suatu tempat (rumah atau warung) ada tulisan “ada” atau “sate ada”, itu pertanda pemilik tempat,  menjual “daging anjing” atau “sate daging anjing”.

5.   Bila di terminal bus atau di dalam bus kota, ada dua orang atau lebih melipat “krah bajunya” kearah dalam, itu pertanda “dilarang menyopet sesama pencopet”.

6.   Bila tengah malam di jalan raya ada rombongan mobil yang membunyikan klakson/bel dengan suara berulang-ulang, itu pertanda perlu waspada karena mobil ke-1 (penunjuk jalan), mobil ke-2 (eksekutor) yang mengangkat ban depan mobil ke-3 (mobil curian), dan mobil ke-4 melaju dengan “zig-zag” bertugas menghalangi kendaraan lain yang akan menyalip. Sebaiknya Anda harus minggir sebab kalau tidak,  resikonya “ditabrak” atau “ditembak”.

7.   Bila di dermaga pelabuhan “kapal barang” terdengar suara bel berbunyi panjang (aba-aba kapal akan berangkat),  padahal jadwal pemberangkatan  kapal “masih lama”, di dalam kapal terlihat masih longgar, sementara itu truk-truk yang bermuatan penuh masih banyak yang belum terangkut, itu pertanda “nakhoda kapal” minta kepada” para sopir truk” untuk segera mengumpulkan “uang urunan/angpao”.

8.   Bila isteri Anda “belum mandi” tetapi sudah kelihatan “cantik”, matanya berbinar-binar, pipinya merah merona, tubuhnya berbau khas (wangi walaupun tidak memakai parfum), berbicaranya  manja dan “sedikit puitis”, gerakan tubuhnya kelihatan “erotis”, itu pertanda sel telur “sudah masak dan siap untuk dibuahi”.

9.   Bila Anda menjumpai orang yang memakai “kopiah hitam” di Kantor Subbag Sarana Pendidikan UM dan memandangi laptop dengan serius, itu pertanda “saya (penulis)” sedang asyik bekerja.

10. Bila ada orang yang memakai “kopiah hitam” pulang dari sholat di Masjid Al-Hikmah UM dengan “berjalan menunduk sambil berdoa”, itu pertanda seseorang sedang kesulitan ekonomi karena gajinya habis/ludes dipotong oleh KPRI UM untuk mengangsur rumah (harap dimaklumi ybs. akan pensiun pada bulan April tahun 2014 tetapi belum mempunyai rumah). Dia selalu berdoa” Ya Allah,  Ya… Tuhan kami, berilah saya tambahan rezeki yang barokah agar dapat membeli beras dan sembako yang lainnya”.  Kira-kira orang itu siapa? Kalau Anda tahu pasti akan tertawa, ha…ha…ha….

 

*) Staf Subbag Sarana Pendidikan BAAKPSI UM

8 comments to Kenalilah Isyarat atau Tanda-tanda ini!

  • Rudi Rahayu Widodo

    Maaf Pak Djoko, tulisan anda memang mengandung lebay Pak, tapi itulah realitanya ha..ha..ha..saya salut dengan tulisan bapak yang blak blakan tetapi benar benar terjadi, sekaligus merupakan ungkapan hati dan fikiran Pak Djoko. Memang tidak banyak pilihan sebagai abdi negara yang dihadapkan pada perkara “serba” kekurangan. Pak Djoko sebenarnya tidak sendirian dalam menghadapi “penderitaan” seperti ini, masih banyak juga yang bernasib sama seperti Pak Djoko. Bahkan saya punya cerita menarik yang benar benar terjadi, seorang anak buah yang benar benar dalam kesulitan dalam ekonomi keluarga, mulai biaya sekolah ketiga anaknya yang terlambat karena belum terbayar, sambatan ke “bapak buahnya” berharap dapat perhatian dan solusi tapi justru malah sebaliknya mendapatkan cibiran dan makian yang malah bikin kuping panas kalau didengarkan oleh siapa saja. Itu terjadi di tempat kita yang tercinta lho Pak…Pertanyaanya sekarang adalah, sudahkah tempat kita kita mengabdi ini memberikan solusi kongkrit yang meringankan dan membantu para warga sesama kita yang bernasib kurang beruntung ??

  • djoko rahardjo

    Waduuuh…, saya tiba-tiba kok ditanyai soal hipnotis dan sejenisnya. Bagaimana ya?

    Em…, begini Mbak Debrina menurut yang saya pahami bahwa orang yang menghipnotis itu dapat “mempengaruhi korbannya” melalui tatapan mata, kata-kata yang manis dan santun, makanan, minuman, dll.

    Seandainya bahu/punggung Anda ditepuk orang dari belakang maka sebaiknya ketika berbalik “jangan langsung” menatap matanya. Sebab tatapan matanya akan langsung menghipnotis Anda. Oleh sebab itu, ketika berbalik yang Anda lihat adalah sepatu/sandal orang tersebut.

    Kalau dia berkata-kata jangan didengarkan. Kalau dia menawarkan permen, minuman, makanan dll. jangan diterima/harus ditolak.

    Kira-kira seperti itulah cara untuk melindungi pengaruh hipnotis.

  • debrina rahmawati

    Pak Djoko, saya mau bertanya, barangkali Bapak dapat memberikan informasi tentang kiat untuk “menyelamatkan” diri dari pengaruh gendam atau hiptonis. Sebab, akhir-akhir ini banyak orang yang menjadi korban gendam/guna-guna/hipnotis.

    Trima kasih.

  • teguh priyanto

    Pak Johanis ada benarnya, sebagian teman yang mau pensiun memang ada yang cenderung jadi kritis tanpa beban, tapi ada yang pensiunnya masih lama juga kritis karena merasa ikut memiliki dan menginginkan perubahan, keterbukaan. Ada juga yang kritis karena “berbudi bahasa” dan “Berbudi Pekerti” itu percuma saja, sebab teriak-teriak, menjerit-njeritpun Emang Gue Pikirin. Kalau Sam Djoko ini mau pensiun jadi rajin menulis, mungkin dia mau meninggalkan kenangan yang indah di UM ha,..ha,..ha.

  • Noor Farochi

    Kalau soal belum punya rumah,.. jangan takut pak djoko,.. di Malang ini saya adalah kontraktor juga,… artinya rumah lagi2 kontrak, hahaha.
    Kalau tertawa hahhahaha…. janganlah terlalu lebar dan terlalu lama,… Kalau terlalu lama dan ada lalat yang lewat nanti dikira itu adalah sarangnya,… Kalau benar dikira itu adalah sarangnya,.. wah jangan dikira itu pasti baunya….hahaha

  • djoko rahardjo

    Terima kasih doa Mas Dwi Mulyono, semoga saya (kakek) dan isteri (nenek0 dapat menempati rumah tsb. dengan damai. Mas Dwi Mulyono saya doakan semoga segera punya rumah. Amien!

    Kepada Yth. Bapak Johanis Rampisela terima kasih atas “pujiannya”. Memang betul, salah satu ciri khas “Arema” itu kalau berbicara lugas, tanpa basa-basi. Apalagi akan pensiun, ha… ha… ha….

  • 11. Jika ada orang yang menulis di Berkarya dengan lugas dan terus-terang tanpa beban maka itu tandanya orangnya sudah akan pensiun … hahaha

    Saya sungguh tak menyangka bahwa Pak Djoko benar-benar rajin menulis … dan tulisannya enak dibaca.

  • Dmulyono82

    hahahahahahahahahahahahahahahahah!!!!!!!!!!!!
    Kalau memang seseorang tersebut memakai kacamata maaf (agak) tebal ya siapa lagi kalau bukan??????????????????????
    Tapi smua itu djalani dengan iklas pak (maaf lo kalau agak kurang ajar) saya sebagai anak hanya bisa berdoa smoga lekas mempunyai kediaman yang diharapkan keluarga ,sekali mohon maaf saya hanya belajar berkomentar namun saya ya mohon titip pak kalau jenengan berdoa saya juga didoakan lekas punya rumah sendiri!!!!!!!!!!
    hahahahahahahahahahahah!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.