Dampak Beredarnya Buku SMS

Oleh :

Emy Zuroidah; Heny Puji Lestari; Yogi Yuswantoro; Nyoman Yulio K.

Offering BB Jurusan Sastra Indonesia

Angkatan 2009

Membaca buku di perpustakaan kota Malang adalah hal yang menyenangkan. Selain suasananya yang nyaman, koleksi buku-bukunya juga sangat menarik untuk dibaca.Salah satu buku yang menjadi koleksi perpustakaan kota adalah buku tentang  “SMS”. Beberapa buku SMS yang beredar adalah buku SMS cinta, SMS pantun cinta, SMS hari ulang tahun, SMS hari valentine, SMS selamat hari pernikahan, SMS lucu-lucu dan masih banyak lagi. Bahasa yang digunakan dalam buku-buku tersebut adalah bahasa yang tidak resmi. Remaja yang kehidupannya paling dekat dengan masa pencarian jati diri lebih suka dengan buku-buku yang semacam ini. Sehingga buku yang seperti ini sangat baik untuk meningkatkan minat baca remaja.

Beredarnya buku SMS membawa dampak tidak baik. Salah satu dampaknya adalah rusaknya bahasa yang disebabkan penggunaan bahasa yang tidak sebagaimana mestinya. Hal ini disebabkan bahasa dalam SMS biasanya disingkat dan banyak yang tidak baku. Penggunaan bahasa yang seperti itu karena meniru bahasa atau tulisan yang ada di buku SMS.

Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sangat diperlukan. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat mempererat tali persatuan dan kesatuan bangsa. Namun, apabila bahasa Indonesia yang baik dan benar tercemar oleh beberapa faktor perusak, misalnya keberadaan bahasa Indonesia yang tidak baku seperti dalam buku SMS, maka tali persatuan juga dapat terancam.  Oleh karena itu, beredarnya buku SMS harus diperhatikan dampak buruk yang ditimbulkannya.

Buku SMS yang beredar memiliki bahasa yang berbeda-beda. Apabila bahasa yang terdapat dalam buku SMS ini membawa dampak baik bukan menjadi suatu permasalahan. Namun, apabila buku SMS yang beredar mengancam konsistensi bahasa Indonesia yang baik dan benar, maka proses pemilihan dan pemilahan harus ada. Proses pemilihan dan pemilahan buku SMS harus dilakukan untuk menjaga konsistensi bahasa Indonesia.

Pada dasarnya, beredarnya buku SMS dapat memperkaya kosakata pembacanya dan menghibur pembacanya. Namun, dampak buruk yang ditimbulkan lebih banyak daripada dampak baiknya. Oleh karena itu, pemilahan dan pemilihan buku SMS harus diperhatikan dan dilakukan.

 

3 comments to Dampak Beredarnya Buku SMS

  • Ory

    Pada dasarnya kita harus tau kenapa dibuat buku seperti itu, bukannya buku tersebut dibuat untuk efisiensi pengetikan sms. Yang namanya buku, harus kita hargai. Setiap buku pasti memiliki tujuan. Dan perpustakaan pun pasti punya pertimbangan-pertimbangan menyediakan buku semacam itu.
    Kalau masalah merusak bahasa Indonesia itu tergantung pada pribadi masing-masing. Kita sendiri harus tahu kapan menggunakan bahasa sms, kapan kita menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pada intinya kita yang harus pintar-pintar memilih buku yang baik dan bermanfaat untuk kita.

  • itulah termasuk bentuk invasi menyerang melalui”Bahasa Indonesia”juga merupakan ujian generasi bangsa yang makin pudar kecintaannya pada bahasanya sendiri,kalau mau mencontoh ya contohlah rasa nasionalisme dari orang orang cina, mereka menebar di seluruh dunia,berbisnis berkarya dsb tapi mereka tetap menggunakan bahasanya sendiri”Mandarin”

  • Saya setuju dengan isi komentar Anda. Buku semacam itu salayaknya tidak perlu masuk ke Perpustakaan Kota Malang (dan perpustakaan lainnya). Toh masih banyak buku bermutu yang perlu menjadi koleksinya yang dapat memberikan pengetahuan positif dan edukatif kepada pembacanya.

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.