Daftar Peserta Tes Calon Guru di Malaysia

No NAMA NO. SELEKSI
PEND. TERAKHIR /
JURUSAN
PENDIDIKAN TERAKHIR
JURUSAN/PROGRAM STUDI
I
{
I
!
II
1Il
J
sII
1
J
il
I!
j
R
1 Aditva Dwi Putra Bhaeti, S.E. D-001 Malang, 18 Agustus 1″988 i1 Seni dan Desain
1 Rat ihN urulH andavaniS, .AB D-002 Malang2, L Oktober1 989 S1l lmuA dm. Bisnis
3 M. lzarulH aqH annan D-003 Malang2, 0 Apr i l1 989 51 PTM
4 feeuhA minto.S .H. D-004 Cilacap9, Agustus1 981 51 l lmuH ukum
{rdian Trio Wicaksono,S .Si,S .Pd D-005 Pasuruan,2TJ uni1 988 5L Pend.K imia
AnandaH ar inaP GK D-005 Malang1, 5A pr i l1 988 51 PLS
7 lnesP urbasariS, .Pd D-007 Valang3, Nopember1 989 51 Pend.M atemat ika
8 Heri Purnomo,S pd D-008 Probolinsgo2, Maret 1987 S1 Matematika
9 Tri Winda lstanti,S .P. D-009 Malang3, Jul i1 982 SLP er tanian
10 AgnesB uranda D-010 Malans2, 9 Okt L987 S1S ast raJ erman
l-1 SlametD wi Setiawan,S .5. D-011 Surabayal2, Nop1 979 SLS astraI nggris
12 FatkhulC horimahS .l D-012 Kediri,2 0 Des1 988 51 Pend.B iologi
13 FeraI ndriati,S .Pd D-013 Baniarnegar1a7, Peb1 985 SLP e n dN. P Kimi a( DG)
1-4 Mar iana,S .Pd D-014 Malang1, 5J ul i1 988 S1P end.M atemat ika
15 KartikaE kaP aksaT resnaningtias D-015 Blitar,2 Juli1 988 S1.P LS
T b Viki Hamzah D-016 Probol inggo8, M aret1 989 51,.P PKN
17 M. NurulH uda,S .Pd D-017 ProbolinsgoL, 2 Mei 1989 S1Pend.F isika
18 Achmad Helmi Mudhaffar D-018 Jember1, 0 Apr i l1 989 51 PTO
19 LindaW ulan Prihantini,S .Pd D-019 Jombang1, 9A pr i l1 988 S1P end.E konomPi emb.
20 Rita Aeustin, S.Pd D-020 Malans. 4 Aet 1985 51 PGSD
2 1 RyanS inggihP rabowo,S .Pd D-021 Malans1 4 Mei 1989 i1 Pend.S eiarah
22 N. lrsvadull bad N D-022 Lamonsa5n J ui1 989 i1 Pend.G eoerafi
23 Adip Wahvudi, S.Pd D-023 )onoroqo, 20 Des 1985 L Pend. Geografi
24 SelvianaR estiR iani,S .Pd D-024 3anvuwangi1, 2 Juni1 988 I Pend.M atematika
FachrizaYl ogaP amungkasS, S.5.Pd D-025 Sresik1, 4J uli1 985 i1 SastraI ndonesia
26 DedvH arivanto,S .Pd D-025 Blitar2, 5 Des1 986 51 PTO
27 NadyaH usenti,S .Pd D-027 Gresik1.5 J un1i .988 51 Pend.M atematika
28 SvamsuAl rifin.S .Pd D-028 Blitar2, 3 Maret1 988 S].P JKR
29 Ulfi Andrian Sari D-029 Blitar,3 0 Mei 1988 51P endG. eosrafi
30 Binti Maslukanah,S ,Pd D-030 Kedi r i3. 1J ul i1 988 51 Pend.G eoerafi
3 ! fuliaE kaY anti D-031 Malans,2 9J ul i1 988 S1 Pend.B ioloei
5 Z )ian RaniA ngguningtyasS, .Pd D-032 Ambon.1 9J ul i1 989 S1M atematika
33 \lwi Rizal, S.Pd D-033 Malans. 9 Aet 1986 51 Pend. Akuntansi
34 LiaA rdiansari,S .Pd D-034 Sanvuwansi1. Juli1 989 S1P end.M atematika
35 [atifK usairiS, .H um D-035 fl.agun2s 5O ktobe1r 984 51S eiarah
35 AditvaD wi HanssaraS, ,Pd D-036 Probolinsgo8, Maret 1988

!7 Moh. lrham Jazuli.S .Pd D-037 Bangkalan,2 ‘J.J an1 987 51 Pend.G eografi
38 KurniaI ndrianti D-038 Malang,29S ept1 985 51 Pend Sejarah
39 ZainalA bidin, S.E. D-039 Malans2, 0 Juni1 985 51 Manaiemen
40 Yudha Bhakti Seprivanto,S .Pd D-040 Kupang2, 2 Sep1 984 51 PJKR
41, Moh. KhoridatulH uda,S .Pd D-04L Kedi r i4. Mei 1988 51 Pend.M atematika
i 1 RisseE ntikariaR achmanitaS, .Pd D-O42 Moiokerto,1 4 Peb1 989 I-P end.F isika
43 RidhoR aneeaR .S .Pd D-043 Bima,5 Okt 1989 1 Pend.S eiarah
44 GasukD wi Saoutra,S.Pd D-044 frengsalek7, April 1986 51 Pend,B ahasaln ggris
45 Arrv Wiiayantv, S:Pd D-045 Valang,1 2J anuar1i 988 51 Pend.M atematika
46 ShomaD uta RamiswaraS, .Pd D-045 MalangL 3 Mei 1988 51 PLS
47 Muhhammad Adv Nugraha,S .Sn D-O47 Malane7. Pebruar1i 985 51D eskomv(isD KV)
48 AdriasW uranto,S .E. D-048 Dairi,t 7 September1 984 ;1 Akuntansi
49 DwiF ranaH idayah D-049 Samar inda1,1 Agt 1989 i1 PendB. hsJ. erman
50 RendraA rief Hidayat,S .Pd D-050 Neaniu8k, J ul i1 988 51P endA. kuntansi

Sholat Gerhana

Shalat Gerhana Bulan
Gerhana Bulan Total terjadi pada hari Kamis, 16 Juni 2011 mulai jam 01:22 berakhir pada jam 05:03 wib. Shalat gerhana, baik gerhana matahari maupun gerhana bulan adalah salah satu shalat sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam atau disebut sunnah muakadah menurut kesepakatan para ulama berdasarkan dalil As Sunnah yang tsabit dari Rasulullah. Hal ini dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengagungkan-Nya.
Dalam gerhana terdapat peringatan bagi manusia dan ancaman bagi mereka agar kembali kepada Allah dan selalu merasa diawasi oleh-Nya. Gerhana adalah satu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah untuk menakut-nakuti para hamba-Nya.  Allah berfirman ,

وَمَا نُرْسِلُ بِالآيَاتِ إِلا تَخْوِيفًا (٥٩)

“Dan kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti” (QS. Al Israa:59)

”Apabila kalian melihat sedikit dari tanda-tanda kekuasaan Allah SWT tersebut (gerhana matahari dan gerhana bulan), maka segeralah berzikir, berdo’a kepada-Nya, dan memohon ampunan-Nya.” (HR. Bukhari, dari Abu Musa Al-Asy’ariy radhiyallahu ’anhu).
“Dan Tuhan kamu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa) akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.” ” (QS Al-Ghafir [40]: 60).
Maka Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah, keduanya tidak terkena gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang, jika kalian melihat yang demikian itu, maka bersegeralah untuk ingat kepada Allah dang mengerjakan Sholat” “.[HR. AL Bukhari ( Nomer 1041, 1057, 3204) dan HR.Muslim (Nomer 911)].
Allah Subhanahu Wata’ala memberlakukan pada dua tanda kekuasaan-Nya yang besar ini (matahari dan bulan) kusuf dan khusuf (gerhana); agar para hamba mengambil pelajaran dan tahu bahwa keduanya adalah makhluk yang terkena kekurangan dan perubahan sebagaimana makhluk-makhluk lainnya; untuk menunjukkan kepada hamba-Nya dengan peritiwa itu atas kekuasaan-Nya yang sempurna dan hanya Dialah yang berhak untuk diibadahi sebagaimana firman Allah,

“Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) bersujud kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah” (QS. Fushilat:37)

Waktu shalat gerhana: dari mulai terjadinya gerhana sampai hilang berdasar sabda beliau Sholallahu ‘Alaihi Wasallam , “Apabila kalian melihat (artinya: sesuatu dari peristiwa tersebut), maka shalatlah”. (Mutafaqqun ‘Alaih) [Muttafaq ‘Alaih dari hadits Mughirah: Al Bukhari (1043) [2/679] Al Kusuf 1, ini adalah lafadznya; dan Muslim (2119) [3/457] Al Kusuf 5]

SELAYANG PANDANG SEBUAH AJANG PERLOMBAAN

Saat melihat berbagai perlombaan untuk anak yang marak saat ini, hati terasa bangga sekaligus miris. Bangga karena ajang pengembangan bakat mudah sekali ditemukan sehingga anak bisa mengembangkat bakatnya. Namun juga miris karena fair play menjadi barang langka disana.
Demi meraih gelar juara, tak jarang para orang tua, menggunakan cara yang keliru. Ada yang pura-pura memberi minum, mengantar perlengkapan, dan cara-cara lain agar bisa membantu anaknya. Panitia pun kurang tegas memberi peringatan sehingga barikade pun dengan mudah diterobos. Belum lagi soal uang. Beberapa orang tua berani merogoh kocek dalam-dalam untuk menyogok panitia agar kejuaraan jatuh ke tangan anaknya. Semua hal mau dilakukan demi sebuah kemenangan. Kalau begini, buat apa lomba itu diadakan? Padahal semuanya bisa “dibeli” dengan rupiah.
Kalau kita melihat kembali esensi sebuah lomba, Fair playlah kuncinya. Perlombaan adalah ajang untuk melatih kemampuan anak sekaligus menanamkan kejujuran dalam mencapai kemenangan. Anak akan menunjukkan bakatnya di depan juri dan mendapatkan penilaian sebagai tolak ukur atas kemampuannya. Penilaian inilah yang akan dibandingkan dengan anak-anak yang lain untuk mendapatkan peringkat atas prestasinya.
Kemampuan anak harus murni diukur dari dirinya sendiri. Bantuan dari orang lain hanya akan mengacaukan penilaian atas potensinya sehingga tak bisa terukur dengan sempurna. Hasilnya, kekurangan dalam dirinya tak bisa diketahui. Kalau sudah begini, potensi anak tidak bisa dikembangkan ke arah yang lebih baik lagi. Belum lagi pengaruh pada mentalnya. Anak akan terlatih untuk bersikap tidak jujur. Sikap malas berusaha pun akan muncul dengan sendirinya. Mereka akan berasumsi buat apa susah-susah berusaha jika kemenangan itu bisa diperoleh dengan cara “membeli”?
Sudah saatnya orang tua mulai menata kembali ambisinya. Memang perlu melibatkan diri dalam mengembangkan potensi anak. Namun, bukan dengan cara-cara seperti itu. Orang tua tidak boleh mengabaikan kejujuran.Anak harus ditanamkan untuk meraih meraih kemenangan dengan kemampuannya sendiri. Orang tuapun harus lapang dada untuk menerima apapun hasilnya. Memang berat menerima keputusan saat anak yang dibanggakan tidak menjadi yang terbaik. Namun, sebagai orang yang lebih dewasa, orang tua harus mengambil sikap lapang dada sekaligus membesarkan hati anak. Saat itu, anak juga pasti merasakan pahitnya sebuah kegagalan. Jadi, dukungan yang diberikan untuknya menjadi sesuatu yang sangat berharga. Orang tua harus menumbuhkan kepercayaan diri anak sekaligus mendorongnya untuk memperbaiki kekurangannya.
Menjalankan peran sebagai orang tua bukanlah hal yang mudah. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan terkait sikap yang akan diambil untuk anak. Namun, ada satu hal yang terpenting tentang sikap tersebut. Yaitu tetaplah menjadikan anak sosok yang memiliki moral yang baik. Itulah kunci utama untuk membuat masa depan anak yang lebih baik.

Makhluk yang Paling Ditakuti di Indonesia

MAKHLUK YANG PALING DITAKUTI DI INDONESIA
Oleh: Djoko Rahardjo*)

Di dalam benak dan pikiran pembaca tentulah membayangkan “makhluk” yang paling menakutkan itu adalah “gendruwo”. Ternyata bukan! Atau barangkali “teroris”? Ternyata juga bukan! Malaikat pencabut nyawa? Bukan! Lalu siapa? Sabarlah. Nanti akan ketemu juga jawabannya.

Dalam memahami hal tersebut, sebaiknya kita membaca dengan “hati nurani” terhadap peristiwa demi peristiwa yang terjadi di negara yang kita cintai, yang bernama Indonesia. Sudah banyak berita yang dibuat oleh media kita tentang sesuatu yang “menakutkan”, baik dari media cetak maupun media elektronika/digital. Ketakutan itu menghantui mayarakat kita hampir melanda pada semua aspek kehidupan: ekonomi, pendidikan, politik dll.

“Nyontek Masal, Siapa yang Salah” begitu judul artikel Jawa Pos, Senin tanggal 13 Juni 2011 halaman 13. Penulisnya adalah Chairati Saleh, Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAIN Sunan Ampel Surabaya. Pada artikel tersebut, beliau mengetengahkan istilah yang “menakjubkan” yaitu “ijma’ sukuti” atau bila diindonesiakan kurang lebih “kesepakatan bersama secara diam-diam” untuk tidak membongkar fenomena ketidakjujuran masal. Nah…, disini mulai agak terang atau remang-remang makhluk apa yang paling ditakuti di Indonesia.

Ada dua nama yang berbeda “genre” tetapi sama-sama terkenal, yakni Nunung dan Nunun. Nunung yang kita kenal sebagai seorang artis/pelawak Opera Van Java. Nunung adalah “alumnus” kelompok dagelan Srimulat tentunya memiliki talenta melawak yang sudah teruji alias “lucu sekali”. Tetapi bagaimana dengan Nunun? Dia memiliki nama lengkap Nunun Nurbaeti. Lucukah?

Nazaruddin ataupun Syarifuddin, keduanya memiliki nama yang sama pada keempat huruf akhir yaitu “ddin”. Perbedaannya pada profesinya masing-masing, yang satu adalah “politikus” dan yang satunya lagi adalah “hakim”. Apakah ini hanya secara kebetulan? Saat ini kasusnya sedang diproses oleh KPK. Ini adalah ranah hukum. Penulis tidak memiliki kompetensi untuk membahasnya. Tunggu saja hasilnya.

Umat Islam sudah faham dengan sholat berjamaah, jamaah yasinan, jamaah tahlil tetapi bagaimana dengan istilah “korupsi berjamaah? Astaghfirllah! Ada lagi, pernikahan masal, khitanan masal tetapi bagaimana dengan istilah “nyontek masal”. Masyaallah! Ini adalah realita kehidupan masyarakat Indonesia sekarang ini. Lalu apa hubungannya dengan makhluk yang paling ditakuti di Indonesia?

Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa makhluk itu adalah “Seorang pemimpin yang jujur menyampaikan yang benar adalah benar, dan yang salah adalah salah dengan segala resiko yang akan dihadapinya. Tindakan yang diambilnya adalah kongkret dengan cepat, tepat dan bertanggungjawab tanpa pandang bulu”. Adakah makhluk seperti ini? Tanyakan pada rumput yang bergoyang, begitu penggalan syair dari lagu Ebiet G. Ade.

*) Staf Subbag Sarana Pendidikan BAAKPSI UM

PARKIR KENDARAAN DI DALAM KAMPUS UM

1. Sistem Baru Parkir Kendaraan di dalam Kampus.

Sejalan dengan perkembangan UM yang semakin pesat, saya sangat setuju dengan sistem perparkiran yang diterapkan oleh pihak UM, seperti sekarang ini. Karena dengan sistem buka tutup dipintu gerbang poros keluar masuknya kendaraan di kampus, kriminalitas bisa diantisipasi serta memudahkan petugas parkir.

2. Retribusi dan kontribusi biaya parkir kendaraan di dalam kampus

Apa kontribusinya apabila ada kendaraan yang hilang atau perlengkapan kendaraan yang hilang, seperti Helm, dll ? saya memberi saran atau masukan, agar kendararaan yang parkir didalam kampus sudah termasuk membayar asuransi kehilangan. Dengan demikian apabila ada kendaraan atau kelengkapan kendaraan yang hilang ditanggung oleh asuransi.

PERLU JUGA UM MENYEDIAKAN TEMPAT PARKIR 24 JAM.

Tempat parkir yang melayani kendaraan parkir 24 jam perlu dipikirkan, ini untuk melayani mahasiswa atau pegawai yang akan bepergian keluar kota. Karena selama ini kita kalau mau keluar kota dengan membawa kendaraan agak kesulitan untuk memarkir kendaraan, bisa parkir didepan pos SATPAM, tapi akan menggangu atau membebani petugas jaga pos.

Terima kasih.
suliADI RS BAAKPSI UM

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.