Karl Max dalam F4

Ideologi adalah kumpulan ide tentang kehidupan yang dimiliki oleh individu atau golongan. Indoktrinasi ideology dapat melalui dua cara, yang kasar yakni kampanye terang-terangan atau yang halus berupa pesan-pesan yang tersirat melalui berbagai macam media; seperti lukisan, sastra dan film. Kita sekarang hidup di sebuah dunia yang terhubung tanpa memiliki batas-batas yang jelas. Sebuah film di negara korea dapat dengan mudah diunduh di Indonesia.
Dunia tanpa batas-batas yang jelas melahirkan sebuah resiko bagi bangsa Indonesia, dengan mudah ideologi terlarang masuk dengan mudah ke Indonesia. Salah satu media indoktrinasi sebuah ideology adalah film. Karya apapun, terutama film tidak bisa dilepaskan dari sebuah ideologi. Pesan-pesan ideologis dalam sebuah film bukan hanya disampaikan dalam kata-kata tokoh atau setting.
Ideologi dapat disampaikan secara halus melalui pola alur, ambil contoh ideologi marxis yang terlarang namun dapat dengan mudah berseliweran di layar kaca Indonesia melalui media film, contohnya kisah dari negeri Korea yang hasil adaptasi film Jepang, Boys Before Flower yang terang-terangan kampanye ideologi marxis yang sangat terlarang di Indonesia.
Marxisme, secara ringkas dapat digambarkan sebagai ideologi pertentangan antara kaum yang tertindas secara ekonomi, sosial dan politik melawan kaum penguasa yang menguasai segala sektor kehidupan karena faktor uang. Ideologi marxis amat sangat kentara dalam cerita Boys Before flower yang diadaptasi dari kisah jepang, Hana Yori Dango.
Kelompok F4 yang menjadi pusat dari cerita adalah kelompok yang amat sangat berkuasa di sekolah mereka, diceritakan guru-guru mereka tidak bisa mengambil tindakan dengan alasan orang tua mereka menyumbang banyak uang untuk kelangsungan nadi sekolah, sebuah cerminan kelompok borjuis dalam idelogi marxis. Lawan dari kelompok F4 adalah seorang perempuan yang berasal dari keluarga miskin. Perempuan ini dengan berani menantang hegemoni kelompok F4. Jelas saja, tokoh perempuan muda adalah simbolisasi dari kelompok proletar dalam argumentasi pertentangan kelas Karl Max.

Jelas saja, kisah F4 melawan perempuan muda yang miskin merupakan indoktrinasi secara halus ideologi terlarang di Indonesia. Oleh karena itu, sudah saatnya seluruh elemen bangsa, mulai dari lembaga sensor film, media massa hingga penonton berpikir kritis untuk menyaring pesan-pesan ideologis. Kalau tidak demikian, TAP MPRS NO. XXV/1966.yang berisi larangan ideologi marxis menjadi macan ompong. Pada akhirnya, Pancasila terancam oleh ideologi terlarang untuk kedua kalinya.

 

Ferril Irham Muzaki
Fakultas Sastra Universitas Malang

1 comment to Karl Max dalam F4

  • ehm saya setuju itu
    karena selama ini pancasila hanya sebagai Lambang
    tapi kita juga tak bisa pungkiri hal itu sebagai dampak globalisasi dari kapitalisme, yang membuat semuanya seakan abstrak, baik kedaulatan, batas wilayah dsb. sekarang yang harus kita lakukan adalah jangan menyalahkan sistem karena sistem dibuat oleh manusia, dan perdebatan tak kan selesai so ayo kita bentuk generasi muda indonesia, generasi yang membangun bangsa, generasi yang peduli akan negaranya, tidak dengan tindakan2 anarkinya tapi sesuai julukannnya pemuda sebagai kaum cendekiawan, yang berarti bermoral baik, berakhlak mulia tentunya dengan sendirinya mengalir darah pancasila
    terapkan PENDIDIKAN MORAL INDONESIA

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.