SIAPA YANG MENGAWAL SISTEM PEMBAYARAN ONLINE?

Pembayaran online biaya pendidikan mahasiswa UM dirintis mulai bulan Mei 2010. Pembayaran online mengakibatkan dipangkasnya proses validasi di BAUK dan proses registrasi di BAAKPSI. Mahasiswa dipermudah dengan memperbanyak lokasi pembayaran (ATM/Kasir BRI/BNI, atau Kasir BTN). Sistem pembayaran online perlu tetap dilanjutkan.

Proses pengembangan sistem sebagai berikut: sistem pembayaran dikembangkan oleh Pusat TIK – Telkom dilanjutkan dengan perjanjian kerjasama PR IV – Telkom, pengadaan diajukan oleh Pusat TIK melalui ULPBJ, kemudian disusul kontrak kerja Kepala BAUK – Telkom. Secara teknis, layanan ke mahasiswa sudah cukup baik. Yang perlu mendapat perhatian adalah kewajiban UM yang tertunggak selama 12 bulan terhadap Telkom. Penyebabnya adalah tidak adanya pihak yang merasa bertanggung jawab terhadap hal ini. Syukurlah akhirnya Pak Rofi’uddin (PR II) turun tangan mengatasi hal ini sehari sebelum sistem pembayaran online terancam putus.

Yang masih menjadi pemikiran saya adalah KONTRAK LAMA sudah berakhir sejak 1 Juni 2011 dan sampai saat ini belum ada KONTRAK BARU. Pada saat saya masih menjadi Ketua Divisi Perangkat Lunak Pusat TIK (sebelum tanggal 11 Juli 2011), saya sudah mengajak berbagai pihak untuk membahas hal ini tetapi belum berhasil. Tanggal 18-25 Juli 2011 adalah masa pembayaran biaya pendidikan mahasiswa baru (juga mahasiswa lama). Jika terjadi pemutusan layanan oleh TELKOM (melalui Finnet) maka  ribuan mahasiswa tidak akan bisa membayar secara online dan akan membayar melalui setoran tunai ke rekening rektor. Jika itu terjadi, UM akan mundur ke masa lalu.

Mudah-mudahan ada pihak yang “terpanggil” untuk mengawal sistem pembayaran online.

 

Malang, 20 Juli 2011

Johanis Rampisela (Mantan Ketua Divisi Perangkat Lunak)

 

9 comments to SIAPA YANG MENGAWAL SISTEM PEMBAYARAN ONLINE?

  • Bayu

    Saya mahasiswa baru PPS 2011/2012. alangkah lebih bagusnya kalau ada regenerasi “wasit”. Jangan sampai lembaga sebesar UM menanggung malu dan menimbulkan keresahan bagi ribuan mahasiswanya karena hal seperti ini. saya yakin, TIDAK akan terjadi hal2 buruk berkaitan dengan hal ini.

  • Noor Farochi

    (1) Saya bekerjasama dengan P.Jo sejak masih di FMIPA, mulai diawal rintisan pembuatan komputerisasi administrasi akademik, dari pendaftaran matakuliah, modifikasi, KRS, DHK, DNA, dan proses Yudisium. Pak Jo selalu menanyakan apa saja yang dibutuhkan oleh pelaksana di lapangan untuk mendukung lancarnya pendaftaran matakuliah tersebut dan dari sisi administrasi juga menjadi mudah. Setelah percobaan demi percobaan dilaksanakan langsung di lapangan dengan berbagai kesulitan yang terjadi, pak Jo mengenalkan kepada Fakutas Sastra dan Fakultas Ekonomi. Hasilnya sangat memuaskan bagi semua pihak di ketiga fakultas tersebut (menurut pengamatan saya), terutama pelaksana administrasi. Mulai tahun akademik 2010/2011 (kalau saya tidak salah) nampaknya sistem administrasi akademik UM di TIK mirip dengan yang dulu dipakai di ketiga fakultas tersebut.
    (2) Benar apa yang telah disampaikan Pak Dawud, dalam mengatasi masalah, kalau ada keluhan, Pak Jo turun lapangan langsung, saat itu juga untuk memastikan, mencari pokok masalahnya dimana dan kemudian kami berdiskusi mencari solusi terbaik menyelesaikan masalah tersebut. Ibarat sebuah pertandingan sepakbola, Pak Jo adalah wasit pemimpin di tengah lapangan untuk mengatur jalannya pertandingan agar enak ditonton dan dinikmati. Bersama dengan kedua hakim garis di kiri dan kanan saling mendukung, selalu mengikuti dan mengawal kemana bola bergulir sambil mengamati para pemainnya, menjaga permainan tetap “fairplay”, tidak ada pelanggaran. Nah …, sekarang sang wasit telah mengundurkan diri dari memimpin pertandingan di tengah-tengah lapangan, siapakah wasit pengganti agar pertandingan bola ini tetap berjalan, enak dinikmati dan ditonton bersama-sama.

  • Moch Syahri

    Saya mengetahui Pak Jo mengundurkan diri dari TIK dari salah seorang staf yang menjadi petugas PLPG di Kampung Lumbung. Langsung terfikir dalam otak “siapa penggantinya?”, ” kenapa Pak Jo mundur”. Semoga alasan mundurnya Pak Jo bukan karena sebab-sebab yang negatif. Kita memang tidak kenal secara pribadi, tetapi dengan merasakan interaksi sejenak ketika Pak Jo mendampingi saya belajar Mindjet di FS, saya merasakan, Pak Jo merupakan orang yang mempunyai energi yang luar biasa. Selamat atas prestasi yang dibuat selama ini. Semoga rintisan ini akan menjadi lebih baik ke depannya. saya tidak bisa membayangkan, jika jaman yang serba online ini tiba-tiba menjadi manual lagi seperti dahulu.

  • Tanggal 20 Juli 2011 pukul 08.45 (beberapa jam setelah tulisan ini diterbitkan), saya ditelepon seseorang yang menanyakan mengapa sistem pembayaran online tidak berfungsi. Saya menghubungi Telkom dan mendapat kepastian bahwa diputus karena kontrak baru belum dibuat. Saya segera menghubungi Bu Mimin (Kabag PK) tetapi belum sambung, Pak Amin (Kepala BAAKPSI) tetapi juga belum sambung, akhirnya saya menghubungi Pak Kusmintardjo (PR I). Bu Mimin menelepon dan mengatakan bahwa sudah memperoleh penjelasan dari pihak berwenang bahwa ini hanya karena putusnya jaringan dan harap menunggu perbaikan. Saya meyakinkan Bu Mimin bahwa putusnya jaringan disebabkan karena kontrak baru belum dibuat padahal kontrak lama sudah kadaluarsa 1 bulan 20 hari.

    Di lapangan, Mas Rizki (staf Pusat TIK) yang bertugas di Sasana Budaya tidak henti-hentinya menerima telepon yang menanyakan matinya sistem pembayaran online. Bu Mimin juga capek mengangkat telepon yang menanyakan hal yang sama. Pak Waras di Subag DRK juga tidak berhenti mengangkat telepon dari BNI/BRI dari beberapa kota. Petugas BNI/BRI juga kerepotan karena harus melayani ratusan mahasiswa yang antri. Syukurlah bahwa tidak ada yang jatuh sakit karena antrian yang panjang. Tempat registrasi (Gedung Sasana Budaya) menjadi kosong melompong.

    Sementara itu, Pak PR I segera bertindak dan 4 jam kemudian Pihak Telkom segera menyambungkan kembali karena adanya komitmen Pak Rofi’uddin (PR II) melalui Kepala BAUK dan setelah itu ditindaklanjuti dengan rapat untuk pembuatan kontrak baru.

    Setahun ini akan aman tetapi tahun depan akan berulang lagi jika Bidang I, II, dan IV belum bertemu dan menegaskan siapa yang bertanggung jawab mengawal sistem pembayaran online ini.

    Johanis Rampisela
    FMIPA UM

  • @Pak Supriyono,
    Saya mengenang bagaimana Bapak mendukung dan menghibur, saat saya berkeringat dingin karena banyaknya nomor peserta SMPDS yang ganda saat memulai pendaftaran online. Berkat kepala dingin Bapak, semua masalah itu berhasil diselesaikan, dan saya bisa berkeringat panas lagi.

    Johanis Rampisela
    FMIPA UM

  • Maaf, baru sekarang saya tahu kalau Pak Jo telah tidak bekerja sebagai Ketua Divisi Perangkat Lunak di Pusat TIK. Saya tidak akan berkomentar banyak tentang sosok Pak Jo. Bagi saya, beliau adalah orang yang luar biasa.
    Semoga insiden ini mampu memberi hikmah bagi komunitas UM. Jangan menunggu ada insiden kesemrawutan tata kelola di UM, apalagi yang melibatkan mahasiswa dengan jumlah yang besar dan masalah keuangan yang sangat rawan bagi keselamatan para pimpinan.
    Semoga segera bisa diantisipasi. UM harus terus maju dan berkembang.

    Supriyono
    PD I FIP UM

  • @Pak Dawud,
    Saya mengingat banyak kenangan indah, salah satu di antaranya adalah bisa melayani FPBS di masa IKIP Malang dan FS di masa UM.

    Saya sangat berterima kasih kepada Bapak karena selama saya menjadi Ketua Divisi Perangkat Lunak (2 Juni 2008 – 11 Juli 2011), Bapak sangat banyak membantu pelaksanaan tugas saya melalui kesempatan berkonsultasi melalui tatap muka atau melalui telepon.

    Johanis Rampisela
    FMIPA UM

  • (1) Pak Jo, terima kasih atas kerja sama yang baik selama ini dengan kami, Fakultas Sastra. Bahkan, sebelum zaman TPSI, FS UM telah bekerja sama sangat baik dengan Bapak.
    (2) Kami sangat kehilangan partner, teman, sahabat, dan manajer yang sangat cepat, tepat, terukur, dan ramah (juga tabah) dalam mengatasi masalah kami dan berhadapan dengan kami. Ketika Pak Jo menjabat Ketua Divisi Perangkat Lunak, kalau ada keluhan, Bapak turun lapangan langsung, saat itu juga. Bukan seperti “rezim sebelumnya, yang hanya dapat jawaban: “di pusat, tidak ada masalah tuh, di unit Anda mungkin yang bermasalah” atau “ke depan kita akan lebih baik lagi”, dan sejumlah “gombalan” yang lain, mirip janji politisi yang tidak terukur.
    (3) Kekhawatiran Pak Jo merupakan bentuk tanggung jawab dan kecintaan yang besar pada lembaga ini. Saya yakin, pengunduran diri Pak Jo, juga bentuk tanggung jawab dan kecintaan yang tulus pada UM ini.
    (4) Untuk itu, saya hanya bisa berharap kinerja pimpinan Pusat TIK yang ada saat ini dan atau pengganti Pak Jo bekerja lebih baik, sebagian di antaranya telah diungkap Pak Noor Farochi: layanan harus lebih baik, peringkat Webometrics atau pemeringkatan jenis lainnya harus lebih baik, dan capaian target yang lainnya juga harus meningkat.
    (5) Kalau sampai sebaliknya: misalnya, layanan lebih buruk, peringkat Webometrics atau pemeringkatan yang lain menurun, keluhan hanya dijawab saja tanpa ada “tanggungnya”, dan kinerja lainnya lebih rendah, TERUS BAGAIMANA YA? Apa mungkin juga mau atau bersedia secara kesatria mundur seperti Pak Jo?
    Saya hanya bisa melihat dan menunggu apa yang akan terjadi!
    Malang, 20 Juli 2011
    Dawud
    Fakultas Sastra UM

  • Noor Farochi

    Ya, bukan untuk “mengawal” sistem pembayaran online saja, perlu jg mengawal agar peringkat Webometrics bisa tetap bertahan atau malah menjadi naik peringkatnya. Demikian juga sistem layanan administrasi akademiknya tetap bisa berjalan dengan lancar dan kekurangan-kekurangan software layanan tetap bisa di-“update” untuk peningkatan perbaikan layanan. Semoga.

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.