Selamat datang camaba UM Jalur Seleksi Masuk Program Diploma dan Sarjana (SMPDS) Tahun Akademik 2011/2012

Sejumlah 1.962 camaba telah lolos SMPDS dari 4.480 peminat. Selamat datang di kampus UM dan bergabung dengan camaba yang telah melakukan regristasi administrasi dari SNMPTN jalur Undangan Prestasi Akademik,Bidik Misi, dan Ujian Tulis, Ujian Tulis Bidik Misi sebanyak 2.978 orang. Sedangkan camaba melalui seleksi mandiri Jalur Undangan (SNMPTN Utul) dan Prestasi Khusus sebanyak 448 orang. Hingga kini telah terdaftar sebagai camaba UM sebanyak 3.426 orang, dan akan bertambah lagi dari pelaksanaan registrasi administrasi jalur SMPDS yang akan berlangsung mulai tanggal 18 Juli–21 Juli 2011 di gedung Sasana Budaya UM.
Jumlah peminat UM keseluruhan dari jalur SNMPTN maupun Mandiri tahun 2011 adalah sebesar 48.246.
Suatu prestasi yang membanggakan bagi seluruh maba yang telah berhasil lolos seleksi diantara ribuan peminat.
Perjalanan Anda masih panjang, selamat mengikuti Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi (PKPT) pada tanggal 27–30 juli 2011, dan selanjutnya mengikuti perkuliahan semester gasal 2011/2012 yang dimulai pada tanggal 15 Agustus 2011 sebagai mahasiswa Universitas Negeri Malang!!

VALIANT GRABS ANOTHER NATIONAL TROPHY

UM once again sets its pride in the national debating tourney.

Through an inter-comp several months ago, 2 VALIANT debaters: Ziadatul Hikmiah & Prima Beauty Kartikasari have been officially delegated to the 12th National Students MTQ Debate Competition hosted by the UMI Makassar. They completed the tournament by grabbing the 2nd runner-up trophy. This religious themed debate competition is supported by DIKTI.

CONGRATULATION TO UM & VALIANT. Keep up the good works 🙂

Karl Max dalam F4

Ideologi adalah kumpulan ide tentang kehidupan yang dimiliki oleh individu atau golongan. Indoktrinasi ideology dapat melalui dua cara, yang kasar yakni kampanye terang-terangan atau yang halus berupa pesan-pesan yang tersirat melalui berbagai macam media; seperti lukisan, sastra dan film. Kita sekarang hidup di sebuah dunia yang terhubung tanpa memiliki batas-batas yang jelas. Sebuah film di negara korea dapat dengan mudah diunduh di Indonesia.
Dunia tanpa batas-batas yang jelas melahirkan sebuah resiko bagi bangsa Indonesia, dengan mudah ideologi terlarang masuk dengan mudah ke Indonesia. Salah satu media indoktrinasi sebuah ideology adalah film. Karya apapun, terutama film tidak bisa dilepaskan dari sebuah ideologi. Pesan-pesan ideologis dalam sebuah film bukan hanya disampaikan dalam kata-kata tokoh atau setting.
Ideologi dapat disampaikan secara halus melalui pola alur, ambil contoh ideologi marxis yang terlarang namun dapat dengan mudah berseliweran di layar kaca Indonesia melalui media film, contohnya kisah dari negeri Korea yang hasil adaptasi film Jepang, Boys Before Flower yang terang-terangan kampanye ideologi marxis yang sangat terlarang di Indonesia.
Marxisme, secara ringkas dapat digambarkan sebagai ideologi pertentangan antara kaum yang tertindas secara ekonomi, sosial dan politik melawan kaum penguasa yang menguasai segala sektor kehidupan karena faktor uang. Ideologi marxis amat sangat kentara dalam cerita Boys Before flower yang diadaptasi dari kisah jepang, Hana Yori Dango.
Kelompok F4 yang menjadi pusat dari cerita adalah kelompok yang amat sangat berkuasa di sekolah mereka, diceritakan guru-guru mereka tidak bisa mengambil tindakan dengan alasan orang tua mereka menyumbang banyak uang untuk kelangsungan nadi sekolah, sebuah cerminan kelompok borjuis dalam idelogi marxis. Lawan dari kelompok F4 adalah seorang perempuan yang berasal dari keluarga miskin. Perempuan ini dengan berani menantang hegemoni kelompok F4. Jelas saja, tokoh perempuan muda adalah simbolisasi dari kelompok proletar dalam argumentasi pertentangan kelas Karl Max.

Jelas saja, kisah F4 melawan perempuan muda yang miskin merupakan indoktrinasi secara halus ideologi terlarang di Indonesia. Oleh karena itu, sudah saatnya seluruh elemen bangsa, mulai dari lembaga sensor film, media massa hingga penonton berpikir kritis untuk menyaring pesan-pesan ideologis. Kalau tidak demikian, TAP MPRS NO. XXV/1966.yang berisi larangan ideologi marxis menjadi macan ompong. Pada akhirnya, Pancasila terancam oleh ideologi terlarang untuk kedua kalinya.

 

Ferril Irham Muzaki
Fakultas Sastra Universitas Malang

Berkas yang Harus Dilengkapi oleh Calon Guru di Malaysia

Lampiran 2  Surat Direktur P2TK Dikdas Kemendiknas

Halaman 1 Penjelasan

 

Hasil Seleksi Calon Guru di Sabah Malaysia

Lampiran 2 Surat Direktur P2TK Dikdas

Nomor: 2787/C5.1/LL/2001

Hasil Seleksi Calon Guru di Malaysia

Hasil Seleksi Calon Guru di Sabah Malaysia

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.