Hak Pengelolaan Blog SUARA KITA dan BERKARYA

Sejak 18 Agustus 2011, ada perubahan dalam pengelolaan blog BERKARYA dan SUARA KITA. Hak menerbitkan/mengedit/menghapus tulisan/komentar sepenuhnya berada di satu unsur yaitu Humas Pusat TIK. Kebijakan pengelolaan tunggal oleh Humas Pusat TIK ini hendaknya dipertimbangkan kembali karena tugas Humas Pusat TIK adalah menyampaikan hal-hal yang hanya menyangkut Pusat TIK.

Beberapa bulan yang lalu, pengelolaan website (termasuk BERKARYA dan SUARA KITA) sudah dibahas dalam rapat yang diselenggarakan oleh Pembantu Rektor IV dan dilanjutkan oleh BAAKPSI. Dalam rapat itu disepakati bahwa Subag Sistem Informasi (SI) dan Humas UM yang bertanggung jawab atas isi website, sedangkan Pusat TIK bertanggung jawab untuk menyiapkan teknologinya. Karena pertimbangan luas dan beragamnya informasi yang ada di website, maka pengelolaan BERKARYA dan SUARA KITA diserahkan pada tim REDAKSI. Redaksi berhak menerbitkan/mengedit/menghapus tulisan dan komentar. Yang disepakati sebagai tim REDAKSI adalah Johanis Rampisela (unsur Divisi Perangkat Lunak Pusat TIK), Siti Aminarti Wahyuni (unsur Sistem Informasi), dan Zulkarnaen Nasution (unsur Humas UM). Khusus untuk SUARA KITA dibantu oleh Eko Wahyu (FS) atas ijin Dekan FS.

Atas dasar pertimbangan di atas maka akan lebih bijaksana jika Humas Pusat TIK tidak menggunakan penguasaan teknologinya untuk menghapus hak Sistem Informasi dan Humas UM tanpa berunding terlebih dahulu.

Mudah-mudahan masukan ini dapat menjadi bahan pertimbangan, demi UM yang lebih baik. Amin.

 

Malang, 25 Agustus 2011

Johanis Rampisela

 

Pengen Lihat Mereka Nyapu

Saat ini, Indonesia mengalami kemerosotan moral. Salah satu buktinya adalah banyaknya kasus pejabat pemerintah melakukan aksi tindak korupsi. Padahal mereka adalah orang-orang yang dipercaya masyarakat untuk mengemban amanat yaitu mengatur segala urusan negara. Namun, justru yang dilakukan adalah sebaliknya. Mereka menyalahgunakan kepercayaan yang didapat. Dengan melakukan aksi penyelewengan uang rakyat adalah bukti kuat penyalahgunaan kepercayaan. Selanjutnya pejabat yang seperti itu disebut koruptor.
Selama ini, hukuman yang diberikan untuk pelaku korupsi adalah hukuman kurungan dan denda. Namun, hukuman tersebut tidak memberi efek jera sehingga jumlah koruptor tetap meningkat. Karena pejabat yang dulunya tidak melakukan aksi korupsi, kini ikut untuk melakukan korupsi. Hal ini juga dipicu dari pandangan mereka bahwa hukum di Indonesia sangat lemah. Buktinya, ada salah satu koruptor yang hanya menjalankan 2/3 masa tahanan kemudian bebas bersyarat. Oleh karena itu dibutuhkan solusi hukuman yang dapat memberikan efek jera dan mengurangi jumlah korupsi. Misalnya, selama proses hukuman berjalan, koruptor disuruh untuk membantu tugas kebersihan membersihkan jalan-jalan dan membuang sampah. Hukuman tato juga dapat dijadikan solusi hukuman kreatif. Dengan demikian, koruptor tidak hanya mendapatkan hukuman secara hukum negara namun mereka dapat merasakan nasib rakyat yang uangnya mereka manfaatkan secara pribadi.
Emy Zuroidah
Mahasiswa Fakultas Sastra

Prediksi 10 Besar Webometrics Indonesia Januari 2012

Pemeringkatan Webometrics berdasarkan pada (1) isi dan (2) keterkenalan website. Isi diukur berdasarkan jumlah size, rich files, dan scholar. Keterkenalan diukur berdasarkan indikator visibility. Pemeringkatan sudah dilakukan sejak tahun 2004 dan diumumkan setiap bulan Januari dan Juli. Berikut ini prediksi untuk pemeringkatan Januari 2012.

Yang berpotensi masuk 10 besar perguruan tinggi Indonesia pemeringkatan Webometrics Januari 2012

  • 10 Perguruan tinggi yang masuk 10 besar pemeringkatan Webometrics Juli 2011: 1-UI, 2-ITB, 3-UGM, 4-Gunadarma, 5-IPB, 6-UM, 7-Petra, 8-UMM, 9-ITS, 10-Undip.
  • 3 Perguruan tinggi yang termasuk 10 besar pemeringkatan Webometrics Januari 2011: 11-Unand (Januari: 8), 12-UNS (Januari: 16), 13-Unair (Januari: 4).
  • 3 Perguruan tinggi yang punya perhatian dan sedang menambah indikator Webometrics dan memahami metode pemeringkatannya: 15-UB, 16-UMY, 23-Unpad.

Total ada 16 perguruan tinggi yang berpeluang masuk 10 besar. Analisis berdasarkan kombinasi (1) jumlah indikator 21 Agustus 2012, (2) akselerasi, (3) tekad pimpinan universitas/tim Webometrics menghasilkan prediksi sebagai berikut.

  • 1-UI, 2-ITB

UI meraih  nilai sedikit lebih tinggi dari ITB sehingga menempati peringkat 1.

  • 3-Gunadarma, 4-UGM

Gunadarma meraih nilai sedikit lebih tinggi dari UGM. Gunadarma sangat kuat nilai rich files sedangkan UGM justru sangat lemah di rich files.

  • 5-IPB

IPB memahami metode pemeringkatan Webometrics (alumni Lokakarya Nasional Webometrics  LCWCU UM April 2010 ) dan mantap pada peringkat 5. Nilai IPB agak jauh di bawah UGM dan agak jauh di atas UM.

  • 6-UM, 7-UMM, 8-UB

UM diprediksi pada peringkat 6 (sebelumnya 6) karena menguat rich files-nya.

UMM diprediksi pada peringkat 7 (sebelumnya 8 ) karena menguat scholarnya.

UB diprediksi pada peringkat 8 (sebelumnya 15) karena (1) memahami metode pemeringkatan Webometrics (alumni Lokakarya Nasional Webometrics  LCWCU UM Maret 2011 ), (2) sudah meloncat dari peringkat 29 menjadi 15, (3) masih melakukan akselerasi indikator Webometrics, dan (4) masih punya banyak dokumen yang belum dipublikasikan.

Selisih nilai ke-3 perguruan tinggi asal Malang ini cukup kecil sehingga sangat mungkin peringkat dalam 1-2 bulan mendatang berubah menjadi 6-UB, 7-UMM, dan 8-UM. Hal ini dimungkinkan karena UB sedang berprestasi dan UM sedang menurun tanpa pengawal.

  • 9-ITS, 10-Unand

ITS (sebelumnya 9) dan Unand (sebelumnya 11) dipredikasi stabil pada peringkat 9-10 karena perbedaan nilai yang cukup besar dengan atas atau bawahnya.

 

Unpad diprediksi akan menjadi bintang baru dalam 10 besar dan akan menyisip pada peringkat 7 (sebelumnya  23) karena (1) memahami metode pemeringkatan Webometrics (alumni Lokakarya Nasional Webometrics LCWCU UM Maret 2011), (2) Komitmen Rektor/PR/Direktur DCistem/Perpustakaan dan dukungan dana yang kuat, (3) Mengundang peneliti Webometrics LCWCU UM selama 2 minggu di Unpad untuk melakukan audit indikator Webometrics, (4) Hasil kerja dalam bulan Agustus 2012 sudah berhasil menaikkan peringkatnya dari 23 menjadi 20.

Prediksi ini masih akan diperbaiki lagi sesuai perkembangan indikator masing-masig perguruan tinggi.

 

Malang, 21 Agustus 2011

Johanis Rampisela

Peneliti Webometrics LCWCU UM

Perpustakaan UM: Pengawal Webometrics Januari 2012

KEJUTAN UPT PERPUSTAKAAN

Sejak Juni 2011, sebagian indikator Webometrics (visibility dan rich files) UM menurun. Hal ini disebabkan karena adanya beberapa subdomain yang belum diaktifkan (antara lain software.um.ac.id dan blogs) karena belum pulihnya server UM karena diserang hacker. Diperkirakan sekitar 8.000 file hilang dan tak ada backupnya karena sistem backup tidak berfungsi. Beruntunglah bahwa UM masih menempati peringkat 6 Indonesia pada pemeringkatan Webometrics Juli 2011.

Sejak 1 Agustus 2011, visibility sudah berhenti penurunannya dan behenti pada 61.000 inlinks. Sebelumnya UM telah mencapai angka 125.000 inlinks. Sedangkan rich files baru berhenti penurunannya pada tanggal 8 Agustus 2011. Malahan dengan sangat mengejutkan, angka rich files meningkat drastis, dari 40.000 ke 170.000 file, pada tanggal 15 Agustus. Awalnya saya mengira ini hanya ketidakstabilan mesin pencari tetapi setelah 3 hari berturut-turut seperti itu, saya mencari penyebabnya ternyata rich files UM berupa PDF dan DOC bertambah secara mengejutkan. Setelah ditelusuri ternyata UPT Perpustakaan UM melakukan tindakan yang pantas diacungi jempol.

Sejak tahun 2009, saya sering berdiskusi dengan Pak Darmono sebagai Kepala Perpustakaan dan Pak Subowo sebagai Kasubag tentang upaya untuk meningkatkan rich files. Salah satu upaya yang dikemukakan Perpustakaan adalah mendigitalisasi dokumen non-elektronik dan menyimpan hasilnya dalam bentuk PDF/DOC. Untuk melepaskannya ke publik masih ada sejumlah pertimbangan. Setelah menunggu lama, akhirnya, dokumen itu dilepas ke publik dan mulai terindeks mesin pencari sejak 15 Agustus 2011. Saya ikut bergembira dengan keputusan tersebut, di sisi lain saya kembali ke masa lalu, seandainya ini dilakukan lebih cepat maka kemungkinan besar UM akan meraih peringkat 5 besar Indonesia saat pemeringkatan Webometrics Juli 2011.

Hasil kerja yang dilakukan UPT Perpustakaan ini perlu didukung, selama Juli-Agustus 2011 ini, hanya unit ini yang memberi kontribusi indikator Webometrics yang sangat besar. Usaha digitalisasi ini dan publikasinya perlu didukung.  Perpustakaan UM perlu peralatan digitalisasi yang lebih cepat dan akurat mengingat semakin sedikitnya ruang penyimpanan di Perpustakaan dan perlunya publikasi koleksi di website.

Mungkin ada yang berpendapat bahwa UM meraih prestasi Webometrics secara alami tanpa akselerasi. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa selama 5 pemeringkatan, UM meraih semuanya dengan melakukan akselerasi. Prestasi pertama Juli 2009 diraih melalui akselerasi journal dan karya-ilmiah yang dimotori oleh Tim Pengelola Berkala dan Jurnal. Prestasi Januari 2010 dan Juli 2010 diakselerasi oleh Tim Webometrics UM yang dibantu oleh Perpustakaan dan Pasukan Webometrics UM. Prestasi Januari 2011 dan Juli 2011 diakselerasi oleh Learning Center for World Class University (LCWCU) UM. Untuk menghadapi pemeringkatan Webometrics Januari 2012, mungkin UPT Perpustakaan perlu diberi tanggung jawab sebagai PENGAWAL Webometrics UM dan didukung dengan peralatan digitalisasi yang semakin canggih.

Mudah-mudahan UM tetap melakukan akselerasi indikator Webometrics dengan UPT Perpustakaan sebagai pengawal utama sehingga UM tetap berada dalam 10 besar Indonesia.

 

Malang, 21 Agustus 2011

Johanis Rampisela

Peneliti Webometrics

Wanita Harus Berani Berkata “TIDAK”

Penulis adalah mahasiswa fakultas sastra angkatan 2009
Wanita diidentikkan dengan seorang makhluk yang lemah. Wanita dianggap tidak berdaya dalam segala bidang. Oleh karena itu, banyak persepsi yang menyatakan bahwa wanita dianggap sulit untuk menolak apa yang ditawarkan kepadanya.
Dalam beberapa kasus yang terjadi pada wanita, wanita cenderung menjadi korban. Misalnya pada kasus wanita hamil di luar nikah. Kemudian wanita itu menuntut tanggung jawab atas kehamilannya. Namun, laki-laki yang menghamilinya enggan bertanggung jawab. Bagaimana pun usaha wanita itu, kebanyakan pria enggan merubah keputusannya. Jika hal ini terjadi, wanita lah yang menjadi korban. Dia harus membesarkan anak seorang diri. Dan menanggung malu seumur hidupnya. Lantas siapakah yang harus disalahkan dengan kondisi yang seperti ini? Apakak pria yang menghamili? Ataukah wanita yang mau menerima tawaran pria untuk diajak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan?
Wanita memang diciptakan berbeda dengan laki-laki. Laki-laki cenderung menggunakan logika daripada perasaan, sedangkan wanita lebih menggunakan perasaan daripada logika. Wanita memiliki perasaan halus yang selalu ingin dicintai dan membutuhkan kenyamanan. Banyak laki-laki yang dapat memberikan wanita kenyamanan. Oleh karena itu, wanita menjadi luluh dan mau mengikuti apa yang dikatakan oleh laki-laki tersebut. Karena wanita itu takut kehilangan kenyamanan yang diberikan kepadanya. Kenyamanan yang dimaksud adalah kenyaman dalam sebatas perhatian yang diberikan.
Selain kenyamanan yang diberikan oleh laki-laki, ungkapan cinta yang sering disebut sebagai rayuan, menjadi titik kelemahan dari seorang wanita. Wanita dengan mudahnya menyerahkan segala apa yang dia punya kepada laki-laki itu. Termasuk kehormatannya. Disinilah wanita harus memiliki benteng pertahanan untuk menjaga dirinya sendiri.
Benteng pertahanan yang dimiliki wanita bukanlah terbuat dari baja atau besi yang tahan tembusan peluru. Namun, benteng ini harus berpondasi agama, berdinding pendirian, dan beratap naluri. Pondasi ini yang dapat menjadikan wanita sebagai pahlawan bukan menjadi korban.
Selain pertahanan dari dalam diri wanita itu, wanita harus memiliki kekuatan mental untuk berani mengatakan “tidak” pada setiap hal yang masuk pada dirinya ketika hal itu tidak sesuai dengan dasar nilai yang dianutnya. Jika wanita berani mengatakan seperti itu, wanita akan dihargai atas ketegasannya. Wanita tidak lagi dijadikan sebagai korban, tetapi menjadi pahlawan untuk dirinya sendiri.
Wanita yang ingin memiliki pertahanan diri yang kuat, tidak harus jago karate maupun pencak silat. Cukup dengan dia mengerti harusnya bagaimana dia bersikap dan dapat dengan tegas berkata “tidak” apa yang tidak sesuai. Itulah pahlawan dari wanita.

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.