[SELESAI] Landasan Teori Geosentris Secara Agama dari Dalil Agama Hingga Bukti Ilmiah

Bismillah

Secara dalil, agama Islam secara jelas memaparkan tentang ilmu astronomi yaitu sebagai berikut :

A.MATAHARI BERGERAK (BEREVOLUSI TERHADAP BUMI)

dalil :

1.”Dan matahari berjalan di tempat peredarannya…”(Yasin:38)

2.Dari Abu Dzar rodiyallohuan :

“rasululloh shollallohu’alaihi wasalam bersabda:’tahukah kalian ke manakah matahari itu pergi?’para sahabat berkata:’Alloh dan rosulnya lebih mengetahui.’beliau bersabda:’sesungguhnya matahari itu berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy,lalu dia bersujud, dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya :’bangunlah!kembalilah seperti semula engkau datang!’ maka dia pun kembali terbit dari tempat terbitnya…”

(HR.Bukhori:4802,Muslim:159,Ahmad:5/145)

B. BUMI DIAM (TIDAK BEROTASI MAUPUN BEREVOLUSI)

Dalil :

“sesungguhnya Alloh menahan langit dan bumi supaya jangan bergeser(bergerak)…(QS.35:41)

Tafsirnya :

1.Imam Ibnu Jarir rohimahulloh:

“supaya jangan bergeser(bergerak) dari tempat keduanya.”

2.Imam Ibnu Katsir rohimahulloh:

“Maksudnya,supaya keduanya tidak bergerak dari tempatnya.”

3.”…Alloh menciptakan gunung gunung dan menancapkannya di atas bumi sehingga bumi itu pun diam.”(HR. Ahmad:11844,Tirmidzi:2369)

C.JARAK LANGIT DAN BUMI TIDAKLAH SAMPAI JUTAAN TAHUN CAHAYA ATAU JUTAAN PARSEK

Dalil:

1.”… jarak antara langit dengan bumi adalah 500 tahun perjalanan(unta)…”(HR.ad darimi,Thabrani dan Baihaqi)

D.ALAM SEMESTA ADA BATASNYA

Dalil:

1.”…antara langit ketujuh dengan kursi adalah 500 tahun perjalanan(unta),antara kursi dengan air adalah 500 tahun perjalanan dan Arsy berada di atas air dan Alloh berada di atas Arsy…”

(HR.ad darimi,Thabrani dan Baihaqi)

2.”Alloh yang maha Rohman bersemayam di atas Arsy.”(Thoha:5)

3.”…Dan Arsy-Nya di atas air…”(Hud:7)

E. BUMI DICIPTAKAN TERLEBIH DAHULU BARU KEMUDIAN ALLOH MENCIPTAKAN LANGIT KEMUDIAN ALLOH MENYATUKAN LANGIT DAN BUMI KEMUDIAN MEMISAHKANNYA

Dalil:

1.”Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua hari…kemudian Dia menuju penciptaan langit…lalu Dia berkata kepada langit dan bumi :”Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku…”(Fushshilat:9-12)

2.”…langit dan bumi itu keduanya dahulu menyatu kemudian Kami pisahkan keduanya.”(Al Anbiya:30).

Demikian juga secara ilmiah membuktikan akan kebenaran dalil-dalil tersebut, bukti ilmiahnya yaitu :

A.Tentang Bukti Ilmiah bahwa bumi Diam

Semakin banyak bukti dalam teknologi canggih yang membuktikan bahwa bumi ini diam(tidak berotasi dan berevolusi)

Berikut ini hasil pengamatan interferometer dalam satelit yang salah satunya membuktikan bumi ini justru  diam :

1.Pencitraan melelui satelit membuktikan bahwa bumi berbentuk agak lonjong ke samping kanan dan kirinya,dengan jari jari mendekati 6400 km di daerah equator dan mendekati 6300 km di daerah kutubnya.

2.Tidak adanya pancaran gelombang kejut berbentuk kerucut pada seluruh sisinya.

3.Permukaan bumi tidak rata.

Mari kita perhatikan nomor 2 di atas, dalam kaidah aerodinamika dan hidrodinamika,jika bumi benar-benar bergerak dengan kecepatan rotasi mendekati 1 mach(mendekati 333 m/s) dan berevolusi dengan kecepatan mendekati 300 mach,  maka seharusnya ditemukan pancaran gelombang kejut yang ditangkap interferometer satelit.

Dengan demikian, bumi kita ini memang diam(tidak berotasi dan berevolusi) sehingga tidak ditemukan adanya gelombang kejut berbentuk kerucut tersebut.

“(Baitulloh) al harom adalah poros tujuh langit dan tujuh bumi(Akhbar Makkah,dikutip oleh Mujahid dari Syu’ab Al-Iyman karya Imam al Baihaqi)

Gejala ‘Geodetic wrap’ : Bukti Bumi Tak Berotasi

Gejala ‘Geodtic wrap’ adalah gejala adanya energi dari benda bermassa untuk melengkungkan dimensi udara sekitar.Hal ini pernah dijelaskan para ilmuwan namun mereka sempat menjelaskan :  ‘mengapa energi demikian muncul secara simultan di bumi kita ?’

Jawabnya tentu karena bumi kita ini diam yaitu tidak berotasi, sebab jika bumi berotasi maka energi ‘geodetc wrap’ ini akan terhapus oleh gerakan bumi tersebut.Efek ‘geodetic wrap’ dapat dilihat pada peristiwa :

b6c33afed453f76874c820659a9edc73_figure_441

1.Saat kita berkendara sepeda motor.Ketika melewati sebuah pohon,maka frekuensi udara sekitar pohon akan terdengar lebih tinggi.

2.Di antara kepitan dua jari kita terdapat lengkungan dimensi udara yang dapat meneruskan cahaya seperti lensa cekung, karena itu hal ini hanya dapat diamati oleh penderita miopi.

Teknologi ‘Trigger Effect’: Bumi Pusat Alam Semesta adalah Fakta

Struktrur bumi berdasarkan penelitian eksperimen terkini melalui suatu alat pemicu “trigger effect’ dengan prinsip dasar eksperimen :

‘tatkala kita memberikan serentetan ledakan sehingga frekuensi ledakan melampaui frekuensi ambang batas total partikel lapisan bumi,maka setiap partikel pada lapisan bumi akan memantulkan kelebihan frekuensi, kelebihan frekuensi yang kemudian diterima detektor sesuai dengan jenis partikel zat.’

Prinsip ini diterapkan juga pada teknologi sekarang dalam spektrometri serapan atom.Dengan eksperimen di atas diperoleh hasil :

1.Lapisan inti bumi terdiri dari besi dan nikel cair bersuhu tinggi.

2.Lapisan tengah terdapat sebuah lapisan hampa udara yang berfungsi sebagai gaya ‘levitasi’ yaitu gaya penarik lapisan di atasnya.Lapisan vakum ini seperti yang diterapkan pada bom nuklir untuk menstabilkan posisi U-238.

3.Lapisan luar yang terdiri dari beberapa lapisan batuan dan tanah.

4.Panjang gelombang yang dipancarkan tiap partikel lapisan bersifat simultan, hal inilah yang menjadi bukti bahwa bumi diam,karena jika bumi bergerak maka akan dihasilkan panjang gelombang yang diskrit, sebagaimana analisis yang dihasilkan pada pembacaan seismograf berikut :

‘Pancaran gelombang kecil yang dihasilkan bersifat simultan antara gelombang bodi dan gelombang permukaan,lain halnya dengan adanya sedikit pergerakan bumi seperti pergeseran lempeng atau gempa maka gelombang yang dihasilkan adalah diskrit.’

Dengan demikian bumi kita tidaklah berotasi apalagi berevolusi dengan kecepatan 30 km/s atau sekitar 1/6EXP-11 parsek/detik, karena jika bumi bergerak dengan cara demikian maka akan dihasilkan grafik yang benar-benar diskrit.Mengapa AS, Jepang dan Eropa tidak menyimpulkan demikian padahal mereka yang telah melakukan eksperimen ini?

Jawab:

1.Mereka belum tahu.

2.Mereka menyembunyikan pengetahuan.

wallohua’lam

Teknologi Medan Magnet Bumi dan Rahasianya


Untuk mengkaji sifat magnetik suatu bahan diperlukan suatu ruangan yang memiliki medan magnet homogen dalam arti ‘terbebas’ dari pengaruh medan magnetik bumi.Maka diperlukan suatu kumparan dengan ukuran,banyaknya lilitan dan besar arus listrik serta dalam ukuran ruangan tertentu.Hal ini telah dibuktikan dengan kumparan Helmholtz di Oakland University.Dengan hasil eksperimen :

“medan magnetik yang dipancarkan bumi untuk ditiadakan pengaruhnya oleh kumparan helmholtz bersifat simultan dan tetap besarnya serta tidak berbentuk diskrit(diskrit di sini dalam arti terputus dan tidak tetap jumlahnya).”

Mari kita telaah!

Hal di atas membuktikan bumi tidak bergerak.Sebab jika bumi bergerak maka akan terjadi perubahan besar medan magnetik bumi yang berarti alat kumparan helmholtz tidak bisa ditetapkan baik arusnya,besarnya maupun jumlah lilitannya.Hal ini sesuai rumusan :

dB=m/qr*dv

Namun,kenyataan di Laboratorium Magnet Kettering (AS) membuktikan bahwa ukuran arus listrik,besarnya maupun jumlah lilitan kumparan helmholtz dapat ditetapkan untuk dapat meniadakan pengaruh medan magnetik bumi dan menciptakan medan magnet yang homogen untuk dapat mengkaji sifat magnetik bahan.Dengan demikian,hal ini membuktikan tidak terjadi perubahan besar medan magnetik bumi yang berarti bumi tidak bergerak.

Dengan demikian rahasia yang diketahui pendesain kumparan helmholtz adalah bumi sebagai penghasil medan magnetik adalah diam, sehingga besar medan magnet bumi stabil dengan demikian besar arus listrik dan banyaknya lilitan dapat ditentukan.

Fakta Bumi Diam Vs. Teori Bumi Berotasi

Ronde 1:

EKSPERIMEN MODERN

Sebenarnya secara fakta percobaan yang dilakukan Michelson-Morley untuk membuktikan keberadaan eter justru hasil percobaan tersebut adalah bukti bahwa bumi diam.

perhatikan!

Dalam eksperimen ini, tidak ditemukan adanya  pola pergeseran interferensi dalam arti kecepatan cahaya yang dipancarkan dalam posisi tegak lurus atau searah atau berlawanan arah dengan rotasi bumi seharusnya ditemukan perbedaan kecepatan yang ditandai dengan selisih waktu dari hasil penangkapan detektor,namun hasilnya justru tidak ditemukan selisih waktu yang berarti setiap posisi kecepatan cahaya yang dipancarkan adalah kecepatannya sama.

Hal ini terjadi bukan karena tidak adanya eter, seperti yang mereka katakan,namun justru hal ini menjadi fakta bahwa rotasi bumi tidak ada.Karena jelas secara fisika ,kecepatan cahaya dipengaruhi gravitasi(perhatikan percobaan gravitational red-shift)yang berarti jika benar bumi berotasi maka seharusnya tiap posisi penembakan sumber cahaya akan mempengaruhi kecepatannya dengan adanya eter maupun tidak ada(pikirkan hal ini),karena yang mempengaruhi adalah kecepatan ‘medan rotasi’(jika rotasi ada) terhadap cahaya,bukan eter.

Contoh realita:

Kita berlari di atas eskalator yang bergerak di ruangan beroksigen.

mari kita perhatikan!

jelas yang mempengaruhi perubahan kecepatan kita berlari adalah eskalator yang bergerak bukan oksigen.

Dengan demikian percobaan ini justru membuktikan tidak adanya  “eskalator yang bergerak” dalam arti bahwa bumi ini diam.

NASIHAT UNTUK ILMUWAN :

Eter merupakan senyawa kimia yang seharusnya  untuk mempermudah  mendeteksi keberadaannya di udara dilakukan secara analisis kimia tepatnya analisis kualitatif,bukan dengan interferensi cahaya.Sebab jika demikian,hal ini sama saja dengan mencari ion tembaga dalam larutan dengan sistem pemantulan cahaya,tentu hal ini sulit dilakukan,untuk itu sebaiknya dilakukan secara kimia yaitu dengan penambahan pengendapnya.Sehingga terbentuk endapan Cu(OH)2 yang terlihat mata.

Ronde 2 :

BANDUL FOUCAULT

Bandul foucault yang gerakannya menyimpang tiap waktu tertentu dan diklaim sebagai bukti bumi berotasi adalah tidak benar.

Bukti :

Mari kita buat bandul sederhana  dari sebuah benda atau lihat jam bandul asli,maka selama 24 jam kita tidak akan melihat penyimpangan bandul,kecuali jika ada gangguan dari udara atau ujung tali bandul.

Hipotesis :

kecurigaan kami selaku tim peneliti terletak pada ujung tiang bandul foucault  yang terhubung dengan sistem katrol dan di bawah medan pasir yang menjadi tanda penyimpangan bandul. Sehingga dari sini Foucault berusaha merekayasa bumi berotasi.

Ronde 3 :

Kita naik mobil tentu dipengaruhi adanya gaya gravitasi dan tentu kita merasakan mobil tersebut bergerak, begitupun kita naik pesawat.Lalu jika bumi berotasi,mengapa kita tidak merasakannya ?(tentu saja ada pengaruh gaya gravitasi)

Jawab:

Karena memang bumi ini diam .

Fakta:

Jika bumi berotasi dengan jari-jari bumi sekitar 6.400 km dalam waktu 24 jam.Berarti kecepatannya mendekati 1.600 km/jam.

Perhatikan!

apakah kecepatan 1.600 km/jam tak terasa oleh kita tentu saja ada gravitasi sementara naik mobil saja dengan  kecepatan 80 km/jam kita sangat merasakannya tentu saja di dalam mobil juga dalam pengaruh gravitasi.

Dengan yakin tentu kita tak merasakan bumi bergerak yang berarti memang bumi ini diam.

“sesungguhnya Alloh menahan langit dan bumi supaya jangan bergeser…(QS.Fathir:41)

Berkata Imam Ibnu Jarir :”Supaya jangan bergeser dari tempat keduanya”

Tafsir Ibnu Katsir : “Supaya keduanya tidak bergerak dari tempatnya.”

B.Matahari Berevolusi Terhadap Bumi

cara matahari berevolusi terhadap bumi

sebelumnya mari kita merenungi sabda seutama utama makhluk yakni rasululloh shollallohu’alahi wasallam :

Dari Abu Dzar rodiyallohuan :

“rasululloh shollallohu’alaihi wasalam bersabda:’tahukah kalian ke manakah matahari itu pergi?’para sahabat berkata:’Alloh dan rosulnya lebih mengetahui.’beliau bersabda:’sesungguhnya matahari itu berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy,lalu dia bersujud, dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya :’bangunlah!kembalilah seperti semula engkau datang!’ maka dia pun kembali terbit dari tempat terbitnya…”

(HR.Bukhori:4802,Muslim:159,Ahmad:5/145)

para ulama bermanhaj salaf(ya’ni ulama yang berpedoman segala sesuatunya pada perkataan dan perbuatan rasul) sepakat bahwa mataharilah yang memang bergerak dan bumi ini diam.Lalu bagaimana dengan ilmu astronomi yang selama ini mnyatakan bahwa bumi inilah yang berotasi?

jawabnya kita harus yakin dengan pendapat rasul dan para ulamanya,kenapa?

jawab:

sabda beliau Shalalllahu ‘alaihi wa sallam:

عَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّ اللهَ لاَ يَجْمَعُ أُمَّةَ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم عَلَى ضَلاَلَةٍ

Tetaplah kalian bersama jamaah maka sesungguhnya Allah tdk menghimpun umat Muhammad di atas kesesatan.

Dengan sedikit pembukaan di atas sekarang marilah kita tilik ke bukti ilmiah sains yang sebenarnya:

A.GAYA LORENTZ YANG DIAKIBATKAN MEDAN MAGNET BUMI TERHADAP MATAHARI

Arus elektron bumi dan garis/flux medan magnetik bumi yang menjalar dari kutub selatan dengan sudut kemiringan mendekati 11 derajat,akan mempengaruhi matahari yang akibatnya matahari akan mengalami ‘gaya lorentz’ yang diakibatkan interaksi antara arus elektron dan medan magnetik bumi,sehingga matahari bergerak mengelilingi bumi.

catatan:

gaya Lorentz yanng terjadi diakibatkan oleh flux medan magnetik bumi yang berfusi dengan phonon(jarak energi interaksi antar elektron) yang energinya maksimum.Phonon mengalami energi yang maksiamum karena berada pada pengaruh suhu tinggi matahari yang mengakibatkan jarak interaksi antar elektron melebar atau memiliki panjang gelombang yang besar,hal ini sesuai dengan rumusan :

phonon length (ta) = lambda^2/ba(jarak elektron ke nukleon)

sehingga hambatannya besar terhadap arus elektron bumi sesuai dengan rumusan :

E=V^2/R*t

oleh sebab itu dalam teknologi dinamo,untuk mempercepat kecepatan putar dinamo dilakukan   :

1. penambahan lilitan kumparan.

2. penambahan suhu pada’ sistem’ dinamo.

keduanya dilakukan untuk menambah hambatan sistem dinamo,sehingga dihasilkan gaya lorentz yang lebih besar akibatnya kecepatan putaran dinamo bertambah.Korelasinya dengan revolusi matahari yaitu dengan suhu tinggi matahari maka akan menambah hambatan sisitem ‘listrik-magnet’ bumi sehingga gaya lorentz yang dihasilkan besar akibatnya kecepatan revolusi matahari terhadap bumi besar,sesuai :

F=B*V/R*l

B.JARAK DARI PERMUKAAN BUMI KE MATAHARI

Rata-rata panjang gelombang puncak spektrum yang dipancarkan matahari adalah 1,75 nanometer, sehingga dengan memasukkannya ke persamaan berikut :

lambda=C/T

E=mc(t2-t1)=mgh=mc^2

dengan catatan:

persamaan energi diatas disamakan karena pada faktanya cahaya dipengaruhi pergerakannya oleh gravitasi(graviton) seperti gejala “red-shift gravitational” ,serta cahaya berhubungan dengan panas melalui perantara pergerakan electron(perhatikan percobaan para ilmuwan antara hubungan kalor dan electron) ,dan perumusan ini didasarkan pada teknik menghitung jarak sumber panas dengan radiasi panas :

“sumber yang memancarkan radiasi panas dan cahaya yang dapat diukur jaraknya dengan konsep bahwa benda yang memancarkan radiasi dengan suhu tertentu dapat ditentukan jaraknya dari detektor(microwave dioda detector) dengan rumusan:

s = mc(dt2-dt1)/Bil

untuk jarak matahari dan bumi karena sumber radiasi (dalam hal ini matahari) memancarkan bentuk radiasi ‘cahaya dan panas’ serta suhu matahari sangat tinggi maka formulasi yang digunakan :

E = mc^2 = mgh = mc(dt2-dt1)”

sehingga diperoleh suhu rata-rata matahari mendekati 8.000.000 derajat celcius dan jarak rata-rata permukaan bumi ke matahari mendekati 800 km.

C.MATERI PENYUSUN MATAHARI

Ada dua kemungkinan :

1.Hanya tersusun dari plasma hidrogen(sebenarnya campuran proton,deuteron dan triton kompleks)  sebagai bahan bakar.

2.Terdiri dari dua materi penyusun yaitu plasma hidrogen dan plasma gas yang mudah terbakar lain, misal : metana,etana,propana dan eter.

Kedua kemungkinan ini sama sama kuatnya karena:

a.bisa saja matahari hanya tersusun plasma hidrogen sehingga saat terbakar yang semula nyala apinya bening*(tembus pandang) karena langsung kontak dengan udara(membakar udara) bumi maka menjadi berwarna kuning sebab pada ketinggian 800 km dari permukaan bumi masih ada lapisan udara.Lantas bagaimana dengan ilmu astronomi sekarang yang menyatakan matahari berada pada jarak 150 juta km serta berada pada ruang hampa(tanpa udara)? berarti seharusnya penampakan cahaya matahari  bening karena nyala api hidrogen akan tetap bening sebelum kontak(membakar) zat lain.

*nyala api hidrogen bening/tembus pandang  sebelum kontak dengan oksigen atau gas atau materi lain berdasarkan hasil eksperimen.

b.kemungkinan kedua sudah jelas nyala matahari akan berwarna karena nyala api hidrogen telah kontak dengan plasma gas lain yang merupakan penyusunnya.

D.KECEPATAN REVOLUSI MATAHARI TERHADAP BUMI

Dengan rentang panjang gelombang puncak spektrum 0,2-3,0 nanometer maka bentuk lintasan matahari terhadap bumi lingkaran namun agak lonjong karena memiliki rentang jarak matahari ke inti bumi dari 6500 km – 7900 km, sehingga diperoleh :

-panjang orbit matahari mendekati 45.000 km

-kecepatan revolusi matahari terhadap bumi 524 m/s atau mendekati 1900 km/jam.

E.SEIMBANGNYA GAYA SENTRIFUGAL DENGAN GAYA TARIK MENARIK ANTARA BUMI DAN MATAHARI


Seimbangnya jumlah gaya sentrifugal matahari dan gaya ke atas akibat tekanan udara terhadap matahari dengan gaya tarik menarik antara bumi dan matahari, sehingga matahari tidak jatuh ke bumi atau lepas dari garis edarnya, sesuai rumusan :

F1=mv^2/r

F2=rho*Vg

F3=G*m1*m2/r^2

F1+F2 = F3

Dengan kecepatan revolusi matahari 524 m/s dan jarak rata rata matahari ke inti bumi 7200 km dan massa matahari mendekati 1 kg (karena massa plasma sangatlah kecil), diperoleh :

F1= 0,04 N

F2= 7,68 N

F3= 7,72 N

maka massa matahari yang terangkat oleh tekanan atmosfer 76,80 % dan pada saat titik ‘qorib’(titik terdekat matahari ke bumi) massa matahari yang terangkat 94,72 %.Hal inilah yang mengakibatkan perubahan musim, karena ketika matahari berada pada titik ‘qorib’ maka tekanan udara sekitar menjadi tinggi dan jika matahari berada pada titik terjauhnya dengan bumi yakni 7900 km dari pusat bumi maka berlaku sebaliknya, dengan sudut orbit matahari 11 derajat terhadap equator.

F.JARAK BUMI KE BULAN


Dengan sudut orbit bulan terhadap bumi lebih besar daripada sudut orbit matahari terhadap bumi* terhadap equator bumi dan ketika purnama sudut antara bumi,matahari dan bulan 26,67 derajat dan jarak rata-rata permukaan bumi-matahari adalah 800 km,maka dengan aturan sinus kita dapat menentukan jarak bumi-bulan, dengan rumus :

sin 26,67 derajat =0,448851

sin 26,67 derajat =  x/800

maka jarak rata-rata dari permukaan bumi ke bulan adalah mendekati 359 km.Tentu saja jarak ke bulan pasti lebih dekat karena bulan bukan kumpulan gas sehingga lebih berat dari matahari.

*Inilah sebabnya kita tak akan pernah melihat bulan berada tepat mendekati 90 derajat di atas kita dan bulan tak akan mendahului serta bertumbukan dengan matahari.

C.Bukti Ilmiah Alam Semesta Ada Batasnya

1.Koreksi Terhadap Pengamatan Hubble

Koreksi Terhadap Pengamatan Hubble

Untuk mendukung teori big bang, Hubble memaparkan hasil temuannya yang ia ‘teorikan’ bahwa bintang yang ia amati selalu bergerak menjauh dalam arti memancarkan radiasi merah, lebih jauh lagi ia menyatakan bahwa alam semesta termasuk kita adalah mengembang seperti balon.

Padahal kesimpulan yang tepat untuk hasil pengamatannya adalah bahwa radiasi atau cahaya yang dipancarkan oleh detektor teleskop telah diperlambat oleh gaya gravitasi bumi shingga seolah-olah bintanglah yang memancarkan radiasi merah padahal cahaya yang pertama kali dipancarkanlah yang telah diperlambat oleh gravitasi bumi, sehingga berkas cahaya terusan yang ditangkap detektor bergelombang panjang(radiasi merah).

Hal ini dapat dipahami dengan eksperimen gravitational red shift yang menunjukkan setiap radiasi/cahaya yang dipancarkan akan diperlambat kecepatannya oleh gravitasi bumi, sehingga semakin besar sudutnya terhadap permukaan bumi semakin kuat pengaruh gravitasi untuk melemahkan kecepatannya.

Dengan demikian gugurlah teori Hubble yang menyatakan bahwa alam semesta terus meluas, karena secara logika pun ‘mana mungkin seluruh alam semesta termasuk kita terus mengembang setiap detiknya dengan kecepatan sekian parsek sedangkan kita tidak menyadari bahwa tubuh kita mengembang seperti kerupuk kulit??’

wahai para penuntut ilmu sadarlah! seperti halnya seorang dosen yang berkata kepada kami “bumi ini berotasi dengan kecepatan 800 km/jam,kita tidak merasakannya karena kecepatannya tetap sehingga tidak ada momen inersia”, maka kami jawab “apakah Anda tidak membaca kembali buku fisika Anda bahwa tatkala bumi berubah posisi dari titik perihelium ke titik aphelium bukankah terjadi perubahan besar besaran baik dari segi jarak bumi ke matahari maupun kecepatan rotasinya?lantas kemanakah momen inersia dan gaya sentrifugal yang besarnya melebihi gaya gravitasi terhadap tubuh setiap manusia?”

2.Bukti LHC(Large Hadron Collider)

dengan penelitian alat tercanggih sub nuklir membuktikan bahwa yang terus meluas adalah energi alam semesta bukan materi alam semesta

Mari kita perhatikan tahapan peristiwa yang terjadi pada penyusun inti atom yang pergerakannya dapat diamati oleh alat tercanggih abad ini LHC(Large Hadron Collider):

LHC

⊙Dengan peristiwa sinar kosmik yg menerpa atom gas atmosfer maka mekanisme strange quark dpt ditelaah yaitu selalu meluruh menjadi boson dan charm quark

⊙sementara charm quark akan selalu meluruh menjadi boson dan anti down quark.

⊙Lalu anti down quark akan terus meluruh dgn menghasilkan boson atau energi

⊙Dari sini dpt disimpulkan yg mengekspansi ke segala arah bukanlah materi(string tertutup) melainkan energi(strng terbuka)

Dengan demikian yang terus meluas bukan materi alam semesta tetapi yang meluas adalah energi yang dipancarkan setiap partikel alam semesta.Adapun mengenai penemuan Hubble bahwa bintang bergerak menjauh atau langitnya bergerak dalam arti meluas(karena memancarkan gelombang merah),ketahuilah sebenarnya yang menyebabkan ini terjadi adalah karena sumber cahaya yang dipancarkan untuk mendeteksi inilah yang panjang gelombangnya melemah akibat pengaruh gravitasi bumi sehingga menghasilkan pancaran merah(red- shift).

Bukti:

Dalam percobaan gravitational red -shift dibuktikan bahwa setiap foton pasti pergerakannya diperlambat oleh gravitasi bumi sehingga panjang gelombangnya terus melemah.

Tentu hal ini akan meluruskan fakta penemuan tentang radiasi yang menyebar ke segala arah yang ditemukan oleh ilmuwan dalam mendukung teori big bang.

Jadi dimanakah letak kesalahan ilmu astronomi yang selama ini kita pelajari?

Ternyata letak kesalahannya terjawab yaitu dengan metode ilmiah sebagai berikut :

Inti Koreksi

Inti Kesalahan Ilmu Astronomi Adalah Anggapan Bahwa Kecepatan Cahaya Tetap Nilainya yaitu 300.000 km/s, padahal fakta membuktikan bahwa kecepatan cahaya berubah sesuai besarnya daya sumber , seperti penjelasan berikut :

Perkembangan sains terjadi sebuah pertentangan kalangan ilmuwan mengenai penetapan kecepatan cahaya yang patut ditelaah lebih lanjut,karena dapat menjadi sebuah parameter ukuran jagad raya yang sebenarnya karena pengukuran alam semesta berdasarkan alat dengan basis perhitungan kecepatan cahaya.

Terdapat beberapa prosedur untuk membuktikan kecepatan cahaya,yang INTINYA mencari “jeda waktu” untuk memperlambat kecepatan cahaya sehingga dapat terukur.

Secara sederhana sebenarnya telah jelas bahwa setiap cahaya yang terbentuk PASTI dipengaruhi adanya elektron dan positron dengan energi “per paket” foton 511 keV,dan secara formulasinya juga menjelaskan bahwa kecepatan cahaya yang terbentuk tergantung pada voltase sumber,hal ini berarti kecepatan cahaya TIDAK KONSTAN.

 

1.Bukti eksperimen sederhana:

Tahap 1 :

Letakkan dua kipas angin secara sejajar dengan pandangan,depan dan belakang.Kipas belakang diputar dengan frekuensi lebih rendah dari kipas yang berada di depan,amati putaran baling-baling kipas belakang melalui baling-baling kipas depan.Amati dan coba dengan variasi frekuensi antara kipas depan dan belakang.

Tahap 2 :

Letakkan lampu merah di belakang kipas yang diputar dengan beberapa variasi frekuensi putaran,amati dan amati pula dengan lampu dalam beberapa variasi voltase.

Kesimpulan :

Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa ‘frekuensi’ cahaya dalam tiap voltase yang berbeda adalah tidak konstan  yang berarti kecepatan cahaya berubah-ubah sesuai dengan voltase sumber.

c = akar Vq /m

2.Bukti Teknologi Modern
Bahwa Kecepatan Cahaya Tidak Konstan (300.000 km/detik),akan tetapi berubah-ubah Sesuai Voltase Sumber
A.Muqoddimah

Setelah merampungkan bahwa teori Einstein yang menyatakan bahwa kecepatan cahaya tetap yaitu 300.000 km/s adalah salah ditilik dari sistem phonon hasil penemuan teknologi baru-baru ini,ternyata ada sebuah bukti ilmiah yang benar benar menunjukkan secara jelas bahwa kecepatan cahaya tergantung pada voltase sumber yaitu dalam sebuah prosesor AMD Phenom II.

B.Pembahasan

Data Ilmiah yang ditunjukkan pada prosesor  sebagai berikut :

Dengan voltase inti prosesor mendekati 1 volt (tepatnya 1,345 V) maka dengan formulasi penentuan kecepatan cahaya berdasarkan faktor phonon :

( formula)

maka diperoleh kecepatan cahaya (radiasi) mendekati 10 m/s, maka untuk mengetahui inti prosesor dengan formulasi :

f=c/lambda

Dengan lambda=r/15=  3 nm

maka

f = 10/3EXP-9 = mendekati 3.333 MHz

Hal ini sesuai dengan  data detektor prosesor yaitu dengan frekuensi inti 3.000 MHz dan mendekati 3.500 MHz saat overclocking.

 

C.Simpulan

Dengan data di atas menunjukkan bahwa kecepatan cahaya tidaklah tetap 300.000 km/s akan tetapi sesuai dengan voltase sumber.Oleh karena itu, pengukuran jagad raya dengan teleskop berbasis kekonstanan kecepatan cahaya patut dikoreksi dan teori terbentuknya lorong waktu dari hasil reaksi hadron yang dicetuskan ilmuwan CERN adalah dusta,karena teorinya berasal dari “Schwarzschild metric” yang berasumsi bahwa kecepatan cahaya tetap.

 


Komentar ditutup.

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.