Arti Layanan Bandwidth Internet 110 Mbps

Salah satu fasilitas penting yang perlu disediakan oleh Universitas Negeri Malang adalah akses internet. Akses internet terdiri dari dua macam yaitu akses ke domestik (dalam negeri) dan akses ke internasional (luar negeri). Lebar bandwidth biasanya dinyatakan dalam Mbps yang artinya megabit per detik,  1 megabit = 1024 kilobit = 1024 x 1024  bit.

Sebagai gambaran, 1 huruf  itu 8 bit, jadi 1 Mbps berarti berarti bisa mengakses 1.024 x 1.024 / 8 = 131.072 karakter per detik. Satu halaman A4 dengan margin kiri, kanan, atas, dan bawah masing-masing 2,54 cm, spasi 1 dengan font Arial ukuran 11 akan berisi 5.184 karakter.  Berarti 1 Mbps bisa mengakses 131.072 / 5.184 = 25 halaman per detik.

Jika UM, misalnya,  menggunakan layanan 50 Mbps campuran maka itu berarti pada saat yang sama pemakai bisa akses ke domestik dan akses ke internasional dengan syarat jumlahnya maksimum 50 megabit per detik.

Jika UM, misalnya, menggunakan lagi layanan tambahan 60 Mbps domestik maka itu berarti pemakai bisa akses ke domestik sebesar 60 megabit per detik.

Jika ditotal maka pemakai bisa akses ke domestik sebesar 50 + 60 = 110 megabit per detik dengan catatan saat itu tidak ada yang mengakses ke internasional. Atau pemakai bisa akses ke internasional sebesar 50 megabit per detik jika akses ke domestik adalah 60 megabit per detik.

Jika ada fasilitas seperti ini maka layanan online seperti pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) tidak akan mengalami kelambatan dari sisi akses internet. Jika masih terjadi kelambatan maka hal itu mungkin disebabkan oleh (1) kurang lancarnya distribusi jaringan dari pusat ke unit-unit, (2) kekurangmampuan server melayani banyaknya pengakses, atau (3) kurang tepatnya pengaturan network di pusat/unit.

.

Malang, 15 Maret 2012

Johanis Rampisela (Anggota Tim Teknis UM 2012)

.

10 comments to Arti Layanan Bandwidth Internet 110 Mbps

  • Pak Bayu Gunawan,
    Sewaktu saya masih bekerja di Pusat TIK, saya pernah membantu perbaikan fasilitas internet di Program Pascasarjana atas pengaduan mahasiswi Pascasarjana yang juga dosen UM. Yang diperlukan hanyalah niat baik untuk menyiapkan fasilitas yang memadai bagi mahasiswa dan kemampuan berkomunikasi dengan unit terkait.

    Saat ini saya sudah tidak bekerja di Pusat TIK, saya menyarankan agar usul Bapak itu ditulis dan diserahkan kepada Direktur/Asisten Direktur/Kasubag TU.

    Secara teknis, usul Bapak itu dapat diatasi dengan cara membeli 1 atau 2 access point untuk setiap lantai dan dipasang di luar ruangan lalu dikoneksi dengan jalur internet.

    Johanis Rampisela
    Ketua Divisi Perangkat Lunak Pusat TIK 2 Juni 2008 – 11 Juli 2011

  • Bayu Gunawan

    Pak Jo, saya mahasiswa MPD 2011, menyimak penjelasan Bapak itu sangatlah menarik. tapi mari kita melihat pada sisi faktualnya, kami di PPS tidak bisa dapat sinyal untuk akses internet Pak. kondisi ini jelas menyulitkan. Pak Jo, sekedar usul saja, entah bagaimana caranya, supaya sinyal hot spot itu bisa diterima di setiap kelas di PPS UM dan bisa dimanfaatkan mahasiswa PPS untuk kepentingan studinya. trim

  • Pak Faul,
    Ide pengaturan bandwidth yang baik, akan saya masukkan dalam pengawasan bidang TI di SPI.

  • Selebar apapun bandwidth, kalau kita semua sebagai pengguna tidak berupaya menjaganya, akan “terasa kurang” saja.
    Ada beberapa model pengaturan penggunaan bandwidth, salah satunya adalah dengan memberi user account bagi masing-masing pengguna, sehingga dari masing-masing user account ini bisa diketahui siapa yang “rakus bandwidth”, dari data ini bisa ditinjau ke lokasi tempat pengguna itu berada, sebab tidak selalu penggunaan bandwidth besar adalah ulah pengguna tapi bisa juga disebabkan ulah virus atau lainnya, dan jika perlu memutus jalur sementara waktu sampai masalah selesai.
    Bagi para “downloader” atau orang yang suka download, silahkan dijadwalkan diluar jam kantor agar kepentingan akademik tidak terkorbankan.

    >>Fa’ul, FS

  • Pak Ahmad,
    Harga 32 Mbps campuran adalah Rp 660 juta dan harga 32 Mbps internasional adalah Rp 484 juta. Kalau 32 Mbps internasional dikonversi menjadi campuran maka akan diperoleh 484/660 x 32 = 23 Mbps. Dengan demikian bandwidth yang akan diperoleh total 55 Mbps campuran.
    Mengapa yang diperoleh adalah 50 Mbps campuran? Selisih 5 Mbps campuran “DINEGOSIASI” menjadi 60 Mbps domestik agar jalur domestik benar-benar lebar pada saat KRS (biasanya memakai sampai 36 Mbps domestik) sehingga tidak ada lagi keluhan lambat karena akses internet yang kurang dan pada saat yang sama pemakai internet ke internasional tidak terganggu.

  • ahmad

    Pak Jo,
    UM sudah dapat bandwidth campuran 32 Mbps dan bandwidth internasional 32 Mbps. Mengapa tidak dijadikan saja 64 mbps campuran? Harap penjelasan.

  • Pak Supriyono,
    Saya sependapat bahwa hal ini hanya karena mismanajemen. Untuk mencari solusi secepatnya adalah unit yang merasa tersendat-sendat layanan internetnya segera menelepon pihak yang terkait dan langsung bersama memeriksa kondisi di lapangan, bukan dengan berdebat lewat telepon atau bertarung di meja rapat.

  • Berarti, dengan kondisi TIK kita (UM) saat ini yang masih tersendat-sendat, hanya persoalan mismanajemen ya Pak Jo?

    Semoga segera dapat diatasi oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab. Kita merindukan kemampuan jaringan TIK UM yang memenuhi kebutuhan. Semoga.

    Supriyono
    Dekan FIP

  • Pak Djoko Rahardjo,
    Surat Dirjen Dikti Nomor 2920/D/T/2007 tanggal 28 September 2007 menetapkan standar minimum akses internet adalah 1 Kbps/mahasiswa (bukan 1 Mbps). Jika UM memiliki 22.000 mahasiswa dan saat ini UM menyewa 32 Mbps maka perbandingannya adalah
    32 Mbps x (1024 Kbps/1 Mbps) / (22.000 mahasiswa) = 1.5 Kbps/mahasiswa
    berarti melebihi standar minimum.

    Jika UM menyewa 110 Mbps maka perbandingannya adalah
    110 Mbps x (1024 Kbps/1 Mbps) / (22.000 mahasiswa) = 5.1 Kbps/mahasiswa
    berarti jauh melebihi standar minimum.

  • djoko rahardjo

    Terima kasih Pak Jo telah memberi/membagi ilmunya kepada para pembaca, termasuk saya orang yang “sangat” awam terhadap perkembangan teknologi informatika.

    Saya mohon informasi tentang “kecukupan” layanan internet jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa, dosen dan pegawai UM. Sebab salah satu syarat (kwalitas perguruan tinggi) yang disampaikan dalam surat Dirjen Dikti No.: 2920/D/T/2007 tanggal 28 September 2007 bahwa setiap perguruan tinggi disarankan memiliki Bandwidth Internet = 1 orang : 1 (satu) Mbps. Sudahkah sesuai akses internet kita?

Leave a Reply

  

  

  


*

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Aturan Rubrik

Sampaikan pendapat/ide/saran/layanan/kegiatan tentang UM yang sesuai dengan Aturan Rubrik

Komentar Terbaru

  • BAKAL CALON REKTOR (9)
    • FITRIANI HAVIVAH: Nilai keunggulan suatu lembaga pendidikan tinggi sangat bergantung pada kepemimpinan visioner yang harus ada pada jiwa seorang Rektor. Hal tersebut jika dikaitkan dengan visi UM...
    • Cerita Lucu: Saya sependapat seperti mas andrew “Siapapun itu semoga yang terbaik. Yang terpilih memang layak untuk memimpin bukan karena sebuah intrik politik. Rektor yang mengerti kebutuhan...
    • Andrey: Siapapun itu semoga yang terbaik. Yang terpilih memang layak untuk memimpin bukan karena sebuah intrik politik. Rektor yang mengerti kebutuhan kampus bukan karena nyari fulus. Rektor yang...
    • Achmad Supriyanto: Universitas Negeri Malang (UM) adalah lembaga penyelenggara pendidikan tinggi yang seharusnya bercirikan antara lain religius, ilmiah, edukatif, dan selalu menggunakan pendekatan...
    • Noor Farochi: Betul pak @ekowahyus… utamanya pada poin 2. semakna dengan maksud tulisan saya
    • budiarto: semua yang disampaikan diatas, saya sangat setuju sekali. Rektor seperti apa yang harus jadi Rektor ? adalah Rektor yang tidak lagi menjadi bagian dari golongan-golongan tertentu,...
    • ekowahyus: Menurut saya…. 1. Memang betul, prinsip tidak memberikan jabatan kepada yang meminta adalah pedoman karena boleh jadi MEMINTA karena mengharapkan sesuatu. 2. Konteks PILREK dengan...
    • mujahidin akbar: Rektor mendatang harus berorientasi melayani, meninggalkan kepentingan-kepentingan golongan dalam merumuskan kebijakan yang dapat menguntungkan bersama. Dalam mengemban tugas...
    • andriyan: Menurut saya bakal calon Rektor harus memenuhi kriteria: 1.Beriman dan Beramal Shaleh 2.Niat yang Lurus 3.Tidak Meminta Jabatan 4.Berpegang pada Hukum Allah 5.Memutuskan Perkara Dengan...
  • Mengapa wanita mudah kesurupan? (5)
    • satrio: klo ada yg blg bhw “siapa pun yg mengaku melihat arwah itu dusta”, mk ia telah mendustakan nabi saw yg melihat arwah d siksa dlm kubur lalu memberi pelepah kurma d atas kubur...
  • KHUTBAH JUM’AT: PEWARTA (1)
    • suhartono: Alhamdulillah tidak meleset apa yang disampaikan Pak Dawud,memang zaman sekarangpun tetap marak jangankan yang masih terhitung muda usianya bahkan yang tuapun bila berjalan tak cukup...
  • Dwi Cahyono: Masa Lalu Sebagai Pengalaman Baru (10)
    • Yudi Widodo: Mas Dwi, karena keterbatasan ilmuwan untuk memahami artefak masa lalu, sehingga muncul katagori prasejarah tatkala sandi & simbol tidak dapat difahami sebagai tulisan untuk...
  • Kekacauan Dunia Terjemahan (7)
    • Arul: Kalo untuk universitas Negeri Malang diterjemahkan The state University of Malang, karena Malang adalah nama dari sebuah kota dimana universitas tersebut berada,biasanya diterjemahkan seperti...
  • BAHASA AREMA YANG HAMPIR PUNAH (25)
    • tri wahyu: Salut buat ebes Djoko. menurut saya sekarang ini memang sudah sedikit kera ngalam yang memakai boso walikan. Memang perlu untuk segera dilestarikan, atau kalo perlu dibuatkan kamus boso...
  • Variabel pada Fotografi (1)
    • Lintas Fakta: informasi yang sangat berguna bagi kami yang photographer
  • LEMBUTKAN HATI DI USIA KRITIS (2)
    • kurniawan: ia benar kita harus permaaantap tiang agama,,,!
    • jasmine: usia kritis sebaiknya perbanyak ibadah , lebih baik kl dari usia muda, krn kita tak tahu umur kita :)
  • PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF (5)
    • Djarot: Puyeng ah… Gak ada bedanya tuh. Kadang-kadang dalam deskriptif juga memerlukan analisa data kualitatif. Ada yang lebih sederhana?
  • Hymne Universitas Negeri Malang (3)
    • Tiyayu Hanit: buat download mp3 mars dan hymne um dimana ya min? apa versi mp3nya belum ada ?
  • XANTHOSTEMON CHRYSANTHUS, POHON LINDUNG BERBUNGA (14) (1)
    • willy ginanjar: alangkah indahnya ciptaan tuhan ini ,, kita harus menjaganya jangan hanya bisa merusak
  • SEMOGA TIDAK ADA (LAGI) KEKERASAN DALAM PKPT (2)
    • Noor Farochi: Alhamdulillah…tks Pak, semoga berjalan dengan semestinya
    • dawud: PAK NOOR, INILAH BEBERAPA KETENTUAN PKPT UM 2013. DENGAN KETENTUAN INI, MESTINYA TIDAK ADA KEKERASAN DALAM PKPT UM 2013 INI. MARI KITA KAWAL BERSAMA-MASA • Seluruh kegiatan PKPT dilaksanakan...
  • UM JUARA UMUM MTQ MAHASISWA TINGKAT NASIONAL XIII TAHUN 2013 DI PADANG (5)
    • bona: Wooooow kalian keren banget! Selamat yaaa
    • Bona: Wow keren! Selamat buat semuanya!!
    • makanja: Selamat! Anda hebat! teruslah berprestasi, harumkan nama bangsa ini!!
    • Makanja: Selamat kepada para juara. Anda hebat! Teruslah berprestasi!!
    • Syamsi Riyadi: selamat buat UM, smoga bisa dipertahankan !!
  • Jurnal Terakreditasi (23)
    • dawud: Anda bisa hubungi Fakultas Sastra UM 0341567475
    • thresia: bagaimana cara berlangganan jurnal TEFLIN dan JIP bu?
  • CERMIN DIRI (4)
    • Noor Farochi: Hahahaha…. pak Kus, saya sudah mengusulkan untuk diberikan pasangan masing-masing shg nantinya bisa berkeluarga besar.
    • kusfian: Wah, Sebaiknya dua ayam jago yang dikurung di gedung A1 dan A2 di lepas saja pak noor, supaya jagonya juga memperoleh kebebasan dan berdoa yang baik.
    • suhartono: Memang ada yang berfikir seperti apa yang dikatakan Pak Noor, dan yang membuat orang salut adalah dia membuktikan ungkapan perasaannya dengan sering membeli burung murahan (setiap ada...
    • Noor Farochi: Wah… ini artinya mereka yang suka memlihara burung utk menikmati suara merdunya termasuk salah satu yang “membuat kerusakan di muka bumi”. Betapa tidak,…...
  • Putusan Mahkamah Konstitusi tentang Guru non LPTK (1)
    • Ferry Firridla: Berarti lulusan sarjana hukum bisa jd guru PKn gitu… Atau lulusan prodi Geologi bs jd guru geografi gitu… Atau juga lulusan kedokteran, keperawatan, kebidanan bisa jadi...
  • APRIL ISTIMEWA (6)
    • Noor Farochi: Penerapan sehari tanpa kendarangan bermotor yang digasas Ormawa UM sebenarnya dilaksanakan pada hari bumi 22 April, tetapi karena beberapa hal yang tidak bisa dihindari maka ditunda...
    • Eyang Subur: Kami mewakili jajaran Rumah Tangga UM mengucapkan SELAMAT dan Salut buat adik adik dari Ormawa yang telah membuat gebrakan satu hari tanpa asap kendaraan bermotor, meskipun dalam...
    • siti awaliyah: Rasanya hari ini beda sekali, suasana dalam kampus terasa nyaman dan sejuk. Semua orang yang masuk ruang jurusan membicarakan hal tersebut walaupun agak menggerutu karena harus...
    • suhartono: Kondisi peringatan ini cukup bagus namun masih bersifat mikro karena pelaksanaannya intern di UM saja, tapi kenapa mahasiswa dalam penyikapan atau merefleksikannya terhadap hari bumi...
    • ekowahyus: Bagaimana jika seminggu sekali atau paling tidak sebulan sekali diadakan kegiatan Car Free Day di UM … pasti damai sekali rasanya …. ekowahyu.s FIS-UM
    • kusfian: Ya pak Dawud, andaikan hari ini bisa berjalan terus di UM, betapa sehatnya kampus UM dan akan dicatat sebagai kampus pertama yang bebas polusi. UM sudah memprogram jalur lingkar arus...
  • POHON LINDUNG BERBUNGA SUMBANGAN ALUMNI (3) (1)
    • kusfian: Di jln merapi juga banyak pohon yang berbunga warna warni pak noor, di jln Ijen sebelah utara akper masih kecil bunganya bagus.
  • POHON LINDUNG BERBUNGA SUMBANGAN ALUMNI (2)
    • diding: Setahu saya, pemotongan pohon palem di mulai dari jalan Cakrawala (dahulu Gombong). Berlanjut di jalan kembar sebelah Selatan gedung Perpustakaan, dan yang terkini, di halaman gedung...
    • suhartono: Subhanallah, memang indah walau cuma melihat gambarnya, dan itupun masih salah satu dari ciptaan Yang Maha Indah, kalau yang mengakui fenomena langka itu adalah dari hati tentu kita akan...
  • Kurikulum 2013, Antara Fakta dan Opini (6)
    • haikalbiologi: Sedikit masukan untuk Sdr. Ferril, setelah anda menyajikan fakta dan opini macam di atas, lantas ini maunya apa? Tulisan ini arahnya ke mana? Kesimpulannya apa? Kalau ulasan anda...
    • Boniawan: Saya melihat kok tidak ada perubahan fundamental dalam hal filosofi-ideologinya, prinsip, dan konsep antara KTSP-2006 dengan Draft Kur 2013. Perbedaan signifikan justru pada...
    • zulfikar: anda tidak menerima penolakan karena anda belum memahami, misalkan tulisan anda Opini : Kurikulum 2013 dibuat terlalu tergesa-gesa, untuk proyek. (opini saya : mungkin, karena pelaksanaan...
    • teknolog pendidikan: ini sebagai contoh mereka gak mungkin tanpa mikir melakukan aksi seperti ini mesti di pikir karena gak semua kurikulum itu cocok di terapkan di indonesia …...
    • diding: Saya (jelas) bukan pakar bahasa. Juga, bukan pula orang yang berpendidikan, karena saya bukan tamatan kependidikan. Dengan dua keterbatasan tersebut, maaf kalau saya “hanya mampu”...
    • bintar: kenapa gak coba melakukan yang terbaik buat menyempurnakan kurikulum ? hanya membandingkan opini dan fakta yang di lihat dari sisi anda saja.
  • BEASISWA ANUGERAH SOBAT BUMI (1)
    • RISKA: maaf pak/ bu mau tanya, apakah benar proposal yang dimaksud adalah proposal riset skripsi, thesis dan disertasi saja?? berarti beasiswa anugerah sobat bumi ini hanya untuk mahasiswa semester...