[SELESAI] UM MENERIMA MABA PROGRAM DIPLOMA SELEKSI MANDIRI JALUR UNDANGAN BERDASARKAN PRESTASI AKADEMIK

UM sebagai penyelenggara pendidikan setelah SMA/SMK/MA/MAK kembali memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa yang berprestasi akademik tinggi dan diprediksi akan berhasil menyelesaikan studi perguruan tinggi melalui Seleksi Mandiri Jalur Undangan Berdasarkan prestasi Akademik Tahun Akademik 2012/2013 secara online.

Persyaratan umum: siswa kelas akhir SMA/MA/MAK/SMK tahun ajaran 2011/2012, dan memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran prose belajar mengajar di perguruan tinggi, serta tidak buta warna bagi yang akan memilih prodi Game Animasi, Teknik Mesin, Teknik Sipil dan Bangunan, Teknik Elektro, Teknik Elektronika, Tata Boga, dan Tata Busana.
Persyaratan akademik:
1. Akreditasi A=50 % peringkat terbaik kelas paralel.
2. Akreditasi B=30% peringkat terbaik kelas paralel.
3. Akreditasi C=15% peringkat terbaik kelas paralel.
4. Akreditasi lainnya=5% peringkat terbaik kelas paralel.
5. Dan atau memiliki prestasi pada kegiatan kokurikuler dan/atau ekstrakurikuler minimal juara III tingkat kota/kabupaten untuk memilih prodi yang relevan.
6. Tidak pernah tinggal kelas.

Pendaftaran secara online pada tanggal 30 April–16 Mei 2012, dengan biaya RP 300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) disetor ke bank BRI online atas nama Rekening Rektor UM.

Uji keterampilan khusus yang bagi yang memilih prodi Game Animasi dilaksanakan pada hari Selasa, 5 Juni 2012.
Materi: menggambar /ilustrasi, kepekaan warna, dan komposisi intelegensi di Gedung E8, Jurusan Seni dan Desain FS.

Pengumuman hasil seleksi pada hari Selasa, 12 Juni 2012.

Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui petugas informasi di gedung A2 lantai 2, telp 0341 552115, atau di website http://www.um.ac.id

Penataan Halaman Depan Website UM #4

Pokja IT mulai menata halaman depan dan memperbarui isi website UM. Rincian yang dikerjakan:

  1. Mengubah link PELELANGAN menjadi LOWONGAN KERJA.
  2. Menata urutan menu Fakultas  dan Pascasarjana.
  3. Mengubah menu Jurusan dan Vokasi menjadi Jurusan, Vokasi, dan Sertifikasi.
  4. Memindahkan link Panitia Sertifikasi Guru Rayon 15 ke menu Jurusan, Vokasi, dan Sertifikasi.
  5. Menambahkan GARIS di bagian atas pengumuman pendaftaran online.
  6. Mengedit menu Mahasiswa baru menjadi Mahasiswa Baru.
  7. Mengubah tampilan dari Berkarya dari 8 menjadi 10 tulisan.
  8. Menghapus Prosedur dari menu Footer.
  9. Mengubah menu Sumber Daya menjadi Lembaga, UPT, dan Unit.
  10. Mengubah urutan link pada menu Lembaga, UPT, dan Unit menjadi Lembaga Penelitian, Lembaga Pengabdian pada Masyarakat, LP3, UPT Perpustakaan, UPT PTIK, UPT PPL, Hubungan Internasional, LPSE, Bagian Kemahasiswaan, SPI, Laboratorium Pancasila.
  11. Mengubah menu Fasilitas Online menjadi Layanan Online.
  12. Mengubah dan menambah urutan link pada Layanan Online menjadi Seleksi Nasional Masuk UM, Seleksi Mandiri Masuk UM, Registrasi Mahasiswa Baru, Sistem Informasi Akademik, Pendaftaran PPL, Statistik Mahasiswa. Alumni Online.
  13. Mengubah menu Jurnal dan Karya menjadi Jurnal, Karya, dan Blog.
  14. Mengubah link pada menu Jurnal, Karya, dan Blog menjadi E-journal, Jurnal Elektronik Ilmiah, Karya Ilmiah, E-learning, Free Software, Open Source, Learning Center for World Class University, Komunikasi Online.
  15. Mengubah link pada menu Komunitas menjadi Blog UM, Ikatan Alumni UM, Facebook UM.
  16. Memperbarui isi data Pimpinan dan Pejabat: mengosongkan PR IV  dan mengosongkan Ketua Divisi Perangkat Lunak.

Mohon masukan untuk perbaikan.

Malang, 30 April 2012

Johanis Rampisela (Pokja IT)

 

Jika dia Cinta

Membayangkan pelukan matahari
Jika dia cinta
Aku pasti tidak dihanguskannya
Membayangkan dansa rembulan
Jika dia cinta
Aku pasti bahagia menari bersamanya

Jika cinta,
Sungguh sungguh cinta
Bahkan Tuhan,
Akan mengecilkan potensi hebat di dalam dirinya
Agar yang dicintainya
Bisa merasakan kehadirannya
Bukannya tenggelam
Tertutupi
Apalagi hangus karena pengaruh kehadirannya

Itu sebabnya, suami tidak boleh berteriak bicara dengan istri
Apalagi istri, haram berteriak pada suami

Itu sebabnya,
Cinta Allah lebih sering ‘berupa’ sesuatu yg bisa terlihat oleh manusia
Karena hanya dengan mengecilkannya lah maka manusia bisa merasa
Sementara pada wujud aslinya,
Sang Cinta jauh lebih besar dari daya kita memahaminya

enyerawati
::
oleh Eny Erawati pada 3 September 2010 pukul 2:48 Facebook

BEBERAPA LARANGAN DALAM BERTRANSAKSI ELEKTRONIK

Tulisan Pak Johanis Rampisela di Suara Kita berjudul Layanan Suara Kita: Tulisan dan Komentar Langsung Tampil mendapat tanggapan banyak pihak. Di antara tanggapan itu adalah tentang perlunya aturan yang jelas dalam menulis dan mengomentari di Berkarya dan Suara Kita. Menarik sekali interaksi komentar Mas Eko Wahyu Setiawan dengan Pak Yoyok Adisetio Laksono tentang hal tersebut.
Demikian juga tulisan Pak Yoyok Adisetio Laksono di Suara Kita berjudul Usulan Disclaimer dan Aturan di Suara Kita memunculkan komentar dari Pak Ibrahim dan mendapatkan tanggapan balik dari Pak Yoyok tentang perlunya aturan yang jelas dalam menulis dan mengomentari di Berkarya dan Suara Kita.
Perlunya aturan itu menyangkut kewajiban, hak, tanggung jawab, dan larangan dalam “bertransasksi elektronik” dalam web um.ac.id, umumnya, dan rubrik Berkarya dan Suara Kita pada khususnya.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elekteronik mengatur PERBUATAN YANG DILARANG sebagaimana dinyatakan dalam Bab VII,  Pasal 27 s.d. Pasal 37.
Berikut kutipan Pasal 27 sampai dengan Pasal 29 tentang perbuatan yang dilarang yang relevan dengan perlunya aturan dalam menulis dan mengomentari dalam web, dalam hal ini tentunya web kita, um.ac.id.

BAB VII

PERBUATAN YANG DILARANG

Pasal 27

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.
(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.
(4) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman.

Pasal 28

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Pasal 29

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukansecara pribadi.
Berdasarkan kutipan tersebut, aturan penulisan yang ditampilkan di halaman depan di um.ac.id dirumuskan dalam pernyataan pokok, jelas, dan mudah dipahami kemudian dibuat link dengan rumusan aturan yang lebih lengkap. Sebagai referensi, kita dapat membaca Pedoman Memposting Komentar di Yahoo! sebagaimana dimuat di alamat http://help.yahoo.com/l/id/yahoo/comments/article_comments/comment-guidelines.html
Semoga bermanfaat. Terima kasih.
Malang, 28 April 2012
Dawud
Dekan FS, anggota Pokja

Titik Balik Basukarna

Basukarna berhenti di sebuah sungai. Ia memutuskan untuk memandangi aliran sungai yang jernih. Dilihatnya kepakan burung-burung diiringi kicauannya menghiasi langit. Sekarang basukarna membasuh mukanya.

Diselingi interupsi dari gemricik air, Basukarna berdoa menghadap penguasa jagad alam. Ia sedang mengingat penguasa jagad raya. Ia mulai mengadu pada penguasa alam semesta

Wahai penguasa alam semesta, tidak adakah jalan bagiku untuk menjadi sehebat Arjuna? Aku dilahirkan sudah begini adanya. Aku sudah dikutuk, kata guru-guruku bahwa aku selamanya tidak akan sanggup belajar memanah. Aku sudah menjadi bahan ejekan di berbagai sekolah memanah. Jangankan membidik mata burung, menarik tali yang melekat pada busur saja aku tidak sanggup. Atau mungkin ini sudah takdir yang harus aku terima?

Selang beberapa saat kemudian, Basukarna mendengar suara lain.

            Kalau sudah dikutuk oleh guru-guru memanahmu, lantas apa? Kalau sudah dijadikan bahan tertawaan lantas apa? kalau tidak bisa membidik mata burung seperti seorang Arjuna, lantas apa? Ketahuilah anak muda, guru-guru yang memberi fatwa sebenarnya mereka takut akan potensimu. Mereka tahu bahwa kau akan menghancurkan Pandawa. Mereka tahu, kau akan menjadi penghambat kemenangan gemilang Arjuna.

            Jika kau mau Arjuna menjadi raja pemanah, berhentilah belajar. Jika kau mau kutukan sinting dari gurumu menjadi racun dan mental block yang merusak jiwamu, berhentilah belajar memanah. Ingatlah, jangan pernah pedulikan kata-kata dari orang-orang yang ingin mempertahankan kekuasaan mereka. Kau ini ditakdirkan untuk menghancurkan dominasi Arjuna dan Pandawa.

            Basukarna mencari-cari asal muasal suara itu. Seolah suara itu tahu apa yang diinginkan oleh Basukarna, ia pun melanjutkan penjelasaannya.

            Kau sudah tidak punya apa-apa lagi. Kau sudah tidak punya derajat di mata para kesatria dan para pangeran. Lihatlah, Arjuna menjadi sakti karena dia punya segalanya. Itu tidak ada nilainya dibandingkan dirimu.

            Ingatlah, yang menjadi titik tolak dari keberhasilan seseorang pemanah bukanlah seberapa akurat panahnya, tapi seberapa besar ujian yang dia lalui. Arjuna menjadi pemanah ulung, padahal ia hanya memanah burung yang diam, target statis. Belajarlah untuk memanah benda yang bergerak. Belajarlah memanah Elang yang terbang tinggi.

Baiklah, siapapun kamu, aku akan mendengarkan nasihatmu. Akan aku buktikan bahwa guru-guru memanahku telah salah menilaiku. Akan aku buat masyarakat terpana. Akan aku jadikan ejekan mereka sebagai motivasi. Aku tidak akan membalas ejekan mereka sekarang. Biarlah kesuksesanku di masa depan yang mengurus ejekan mereka. Biarlah kesuksesanku di masa depan yang mengejek kutukan guru-guru memanahku.

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.