Jika dia Cinta

Membayangkan pelukan matahari
Jika dia cinta
Aku pasti tidak dihanguskannya
Membayangkan dansa rembulan
Jika dia cinta
Aku pasti bahagia menari bersamanya

Jika cinta,
Sungguh sungguh cinta
Bahkan Tuhan,
Akan mengecilkan potensi hebat di dalam dirinya
Agar yang dicintainya
Bisa merasakan kehadirannya
Bukannya tenggelam
Tertutupi
Apalagi hangus karena pengaruh kehadirannya

Itu sebabnya, suami tidak boleh berteriak bicara dengan istri
Apalagi istri, haram berteriak pada suami

Itu sebabnya,
Cinta Allah lebih sering ‘berupa’ sesuatu yg bisa terlihat oleh manusia
Karena hanya dengan mengecilkannya lah maka manusia bisa merasa
Sementara pada wujud aslinya,
Sang Cinta jauh lebih besar dari daya kita memahaminya

enyerawati
::
oleh Eny Erawati pada 3 September 2010 pukul 2:48 Facebook

12 comments to Jika dia Cinta

  • Yoyok Adisetio Laksono

    Mungkin sebagai jalan tengah untuk mereka yang ingin menulis judul puisi yang tidak memenuhi aturan penulisan maka ditulis sebagai berikut, saya ambil kasus puisinya Bu Eny Erawati:

    Puisi Eny Erawati: “jika dia cinta”

    Saya sendiri memahami bahwa sebagai warga UM tentu keinginan Bu Eny Erawati harus juga diwadahi dan peraturan harus juga ditegakkan.

  • Segera menjadi perhatian saya pak.
    Terima kasih.

  • @Eny Erawati dan @Yoyok Adisetio Laksono, mohon maaf saya tidak melihatnya dari tinjauan sastra maupun agama, melainkan dari konsistensi penulis menuliskan judul tulisan. Berikut ini daftar judul tulsan penulis dari yang paling baru.
    1. jika dia cinta (sebelum diedit penulis)
    2. Pelantikan di Graha Cakrawala
    3. mindset panitia lomba yang harus diganti
    4. fractal design (sebelum saya edit)
    5. Melihat Rumput tetangga, lihatlah dengan kacamata terpasang.
    6. tour de Pembelajaran fotografi di SMA
    7. Matahari, so lovely 11.11.11
    8. Saresehan Fotografi
    9. Mencari Keindahan dalam Keseharian
    10. Kurasi Pameran Photo, perpuskota Malang, oleh eny erawati
    11. sudah siap menghargai profesi kurator?
    12. Seminar Senirupa Kontemporer
    13. Curhat pada dosen
    Dari tulisan-tulisan tersebut, saya melihat ada ketidakkonsistenan penulisan judul yaitu 1, 3, 4, 5, 6, 7, 10, 11, 13. Berdasarkan hal tersebut maka saya memberikan catatan agar penulisan judul mendapat perhatian penulis sehingga tulisan lebih berkualitas.

  • Misalnya, kata Cinta pada tulisan ini mungkin mudah dipahami bagi yang terbiasa membaca asmaul husna dalam kesehariannya.

    kata cinta bukan sekedar sebagai kata keterangan/kata sifat, meski bentuk kalimatnya adalah ‘Jika dia cinta’.
    ‘Cinta’ dalam tulisan ini adalah terjemahan bebas dari kata Rahman (maha kasih) dan Rahim (maha sayang), juga terjemahan bebas dari kata Waduud (maha penyiram kesejukan/mencintai). Dalam tata bahasa yang biasa dipakai pada nadhoman, kata atau nama nama tersebut sering dipakai sebagai kata ganti subyek. Maka judul tulisan ini menjadi lebih tepat jika memakai kapital, seperti pada ‘Jika dia Cinta’.

    Nadhaman juga mengajarkan manusia untuk meniru sifat dari Tuhan, terutama 99 sifat mulia yang diberi nama dan disebut sebagai Asmaul Husna.
    Maka memaknai tulisan di atas, jika terbiasa ber-nadhoman dalam kesehariannya, akan otomatis mengingatkan dirinya untuk bersikap seperti asmaul husna, khususnya yang asosiatif dengan makna cinta.
    Dan makhluk harus memberikan cintanya pada makhluk lain seperti suami yang tidak boleh berteriak pada istri, atau seperti matahari yang harus bersinar terang tapi tidak boleh sampai membakar manusia, misalnya.

    Di lingkar pertemanan facebook saya, lapis pertama hingga kelima, adalah mereka yang terbiasa bernadhoman. Faktanya, tulisan saya juga digemari oleh teman non muslim yang berlangganan tulisan saya (dulu saya terbitkan setiap hari) sejak tahun 2009.
    Well, paling tidak, disini, saya sudah mencoba.

  • Terima kasih atas apresiasinya.
    saya langsung mengedit judul, karena saya rasa memang itu aturannya. maunya patuh. Tapi kemudian jadi berubah secara keseluruhan maknanya.
    karena Dia dengan kapital selalu bermakna Tuhan, sedangkan maksud tulisan adalah ‘dia’ selain dari itu.

    Dan benar, karena ini puisi (kadang tulisan saya juga berupa prosa), maka saya tidak memakai kapital jika masih dalam paragraf yang sama. Karena bagi saya, pergantian garis adalah interval nafas dan ruang untuk memberi makna mendalam atas baris kalimat tersebut di dalam penataannya sebagai sebuah pesan dari tulisan.

    Sesungguhnya ini ‘uji coba’ saya. apakah akan ‘menuai badai’ atau cuma ditolak untuk diterbitkan.

    Sebagai uji coba, tidak bisa cuma satu test case saja, untuk samapi pada kesimpulan. Tapi, membaca respon, sepertinya sudah ‘terlihat’ arahnya akan kemana. Terima kasih, sekali lagi, atas responnya.

  • Yoyok Adisetio Laksono

    @djoko rahardjo

    Pak Djoko ada-ada saja. Saya dan Pak Jo tidak sedang bertengkar sehingga harus didamaikan. Biasa kok saya dengan Pak Jo berbeda pendapat dan kami berdua baik-baik saja.

  • djoko rahardjo

    Wah…, ternyata ada “dua fisikawan” (Pak Jo dan Pak Yoyok) yang sedang berbincang-bincang tentang penulisan judul puisi, semoga beliau berdua berdamai.

    Saya jadi teringat pada dua orang sastrawan kita yakni Muchtar Lubis dan Taufiq Ismail, semula saya mengira beliau berdua adalah dosen fakultas sastra, ternyata bukan! Muchtar Lubis adalah dosen biologi yang mengajar di fakultas kedokteran UI dan Taufiq Ismail adalah dokter hewan yang mengajar di fakultas kehewanan. Siapa tahu…, nanti ada sastrawan dari Dosen Fisika FMIPA UM, ha ha ha…

  • @Yoyok Adisetio Laksono, judul tulisan harus sesuai aturan. Judul dalam tulisan boleh diatur sendiri.

  • Yoyok Adisetio Laksono

    Usul Pak Jo untuk judul puisi mungkin bisa dikecualikan karena kadang orang sastra menulis judul puisi pakai huruf yang tidak umum agar situasi kebatinannya tercapai.

  • @ Pak Syamsul,
    Judul bisa ditulis tidak dengan semua upper case tetapi hanya huruf awal yang upper case. Juga ada huruf awal yang seharusnya tidak upper case. Pada awalnya tulisan ini ditulis dengan lower case semuanya. Terima kasih.

  • Malam Pak Jo,

    Usul lagi pak, biar tidak menjadikan penulisan judul, apakah kapital atau tidak, mungkin bisa diakalin dengan pemanfaatan CSS yang akan otomatis menjadikan title langsung menjadi kapital.

    Misal menambahkan class pada div yang bersangkutan dengan:

    text-transform: uppercase;

    Salam

    Syamsul
    Alumni FS UM

  • @Mbak Eny Erawati,
    Harap judul ditulis menggunakan huruf kapital sesuai aturan penulisan judul. Terima kasih.

    REDAKSI.

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.