REVITALISASI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI-KOMUNIKASI

Dalam berbagai kesempatan Rapat Pimpinan (Rapim) UM, sangat sering anggota Rapim menyampaikan keluhan tentang sistem dan teknologi informasi-komunikasi yang telah ada dan dikembangkan UM. Banyak sekali daftar keluhan itu. Secara garis besar, keluhan itu dapat dikelompokkan dalam empat kategori, yakni sistem dan teknologi informasi-komunikasi UM (1) belum bisa menjadi sistem pendukung kebijakan (decision supporting system); (2) tidak terintegrasi, akibatnya  tidak dapat memberi layanan prima penyelenggaraan UM; (3) tidak tanggap untuk menyelesaikan masalah riil yang dihadapi pengguna dengan cepat dan dalam waktu singkat; dan (4) tidak ada jaminan pengembangan sistem informasi yang berkelanjutan.
Keluhan-keluhan itu tidak mendapat respon yang memadai untuk penyelesainnya. Tiba-tiba terdengar informasi adanya ajuan pengembangan perangkat keras dengan angka rupiah yang fantastis.  Terinformasikan pula bahwa fakultas melalui Pembantu Dekan bidang keuangan berkeberatan mendanai usulan itu, sementara universitas tidak mungkin memikul sepenuhnya. Sampailah usulan itu di Rapim. Melalui Rapim diharapkan ajuan itu disetujui dengan pendanaan sharing universitas dan fakultas.
Sebelum Rapim memutuskan tentang itu, para anggota Rapim memberikan berbagai pandangan. Salah satunya adalah saya. Saya sampaikan bahwa persoalannya bukanlah fakultas tidak mau memikul (ajuan) dana itu. Akan tetapi, “benang kusut” dan akar persoalan serta duduk soalnya belum gamblang. Muncul kekhawatiran walaupun didanai sebanyak itu, tidak ada jaminan sistem dan teknologi informasi-komunikasi itu dapat berjalan secara maksimal.
Berdasarkan pemikiran itulah, pada tanggal 22 Maret 2012 Rapim memutuskan untuk membentuk Kelompok Kerja revitalisasi sistem dan teknologi informasi-komunikasi. Dari anggota Rapim ditentukan Pak Rofi’uddin, saya, dan Pak Waras; sedangkan dari luar anggota Rapim ditunjuk Pak Johanis Rampisela dan Pak Nugroho Adi Pramono.
Pokja bekerja cepat. Pertama, mengidentifikasi “keberadaan” perangkat keras dan perangkat lunak yang dimiliki semua organ UM. Kedua, mengidentifikasi ”kebutuhan” perangkat keras dan perangkat lunak. Kedua hal tersebut diperoleh melalui kuesioner yang diberikan ke biro, fakultas, program pascasarjana,  lembaga, dan pusat  TIK. Alhamdulillah, respon mereka positif, terbukti dengan isian kuesioner yang sangat bagus dan konstruktif.
Berdasarkan kuesioner itulah, Pokja menyusun (1) profil sistem informasi UM, (2) profil infrastruktur TIK UM, dan (3) rekomendasi. Ketiganya dibahas dalam lokakarya di Batu 14—15 April 2012. Ketiganya disempurnakan dalam lokakarya itu. Alhamdulillah, pembahasannya konstruktif: semua memiliki kepedulian, komitmen, dan loyalitas untuk bangkit.
Hasil lokakarya ditindaklanjut oleh Pokja. Pertama, menyusun the dream team. Mereka adalah personel yang andal dalam bidang software dan hardware dari fakultas, biro, dan pusat TIK. Kedua,  mengadakan pertemuan di Wisma UM Jln. TGP 9—11, tanggal 24 April 2012. Kegiatan itu dilaksanakan untuk (1) merancang  target, pembiayaan, dan jadwal  dengan menentukan skala prioritas dan menentukan pekerjaan serial & paralel; (2) menyusun standarisasi data base software & spesifikasi hardware; dan (3) mengimplementasikan rancangan kegiatan. Alhamdulillah, ketiganya terwujud. Alhamdulillah, biayanya hanya 10% saja dari usulan yang diinfokan di Rapim dulu. Alhamdulillah, tanggal 25 April 2012, Rapim mendukung sepenuhnya program itu untuk diimplementasikan.
Dalam kesempatan itu, disepakati pula bahwa Pokja menerapkan manajemen yang transparan, manusiawi, dan egaliter serta distributif, fungsional, dan rasional. The dream team berkomitmen untuk merevitalisasi sistem dan teknologi informasi-komunikasi UM yang dapat menjamin (1) penciptaan sistem pendukung kebijakan (decision supporting system); (2) pengintegrasian sistem untuk layanan prima; (3) penyelesaian masalah secara cepat dan akurat; dan (4) pengembangan berkelanjutan. Pokja diberi waktu menuntaskan tugas itu selambat-lambatnya sampai dengan Desember 2012. Lebih cepat, lebih baik. Secara periodik, Pokja melaporkan capaian  kinerja dan hasilnya.
Mohon dukungan semua warga UM.
Malang, 25 April 2012
Dawud
(Dekan FS UM, anggota Pokja)

7 comments to REVITALISASI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI-KOMUNIKASI

  • Artikel yang menarik dan cukup bermanfaat. Saya ingin memberikan informasi bahwa Sehubungan dengan akan diselenggarakan kegiatan Seminar Ilmiah Nasional KOMMIT 2012 dengan tema Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Ketahanan Nasional pada tanggal 18-19 September 2012 maka kami mengundang bpk/ibu/sdr/sdri turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Informasi selengkapnya dapat dilihat pada alamat URL http://penelitian.gunadarma.ac.id/kommit/
    batas akhir pengumpulan artikel 30 Juni 2012

  • Alhamdulillah ya, era kebangkitan telah tiba, dan mudah-mudahan seluruh unit di UM menindaklanjuti secara proporsional.
    Mimpi pak Noor juga mimpiku. Ke depannya mudah-mudahan pengiriman data, undangan, berkas, dan lain-lain bisa dilakukan secara elektronik.
    Kepada Pak Dawud, terima kasih telah bersedia membagi informasi yang amat bermanfaat ini. Melalui tulisan Bapak, pembaca menjadi tahu apa yang telah, sedang dan akan dilakukan dengan Sistem dan Teknologi Infomasi Komunikasi di UM. Sayapun juga menjadi tahu apa yang harus saya lakukan.
    Terima kasih, salam.
    Fatmawati, Kabag Kemahasiswaan

  • ada Grup BBM
    ada Grup Whatsapp
    ada Grup FB

    dan grup2 lain yang memanfaatkan alat komunikasi HP maupun Internet.
    saya rasa tidak akan sulit koordinasinya meskipun saling berjauhan dan terpencar unit kerjanya.

  • (1) Mereka tetap di unit kerja masing-masing Pak Noor, kecuali yang tidak tepat penempatannya, misalnya, sebenarnya dia programmer, tetapi koq ditempatkan sebagai pengetik, tentu perlu pembenahan. Yang begini tampaknya tidak banyak Pak.
    (2) Pada tahap ini, masa kerja tahap I ini maksimal sampai dengan akhir Desember 2012. Kalau sudah berjalan sesuai dengan rencana, manajemennya diatur lebih lanjut. Yang penting tidak ada hambatan komunikasi, misalnya, jangan ada sekat antara pelaksana di perangkat lunak dengan perangkat keras. Demikian juga, keduanya harus bisa lakukan komunikasi dengan para user di unit kerja masing-masing secara intensif dan periodik.

  • Noor Farochi

    Ada ‘sedikit’ kekhawatiran dengan telah disusunnya the dream team yang beranggotakan beberapa orang personel yang andal dalam bidang software dan hardware diambil dari fakultas, biro, dan pusat TIK.
    Khawatir kalau para anggota personel itu nantinya kemudian akan ditarik (mutasi) ke pusat TIK (mudah-mudahan ini tidak).
    Menurut saya, sebaiknya mereka itu disamping sebagai anggota the dream team tetap juga berada pada posisi unit semula, karena fakultas atau biro kan juga perlu membenahi, memperbaiki, dan menyusun data yang ada sesuai kebutuhan unit, terlebih lagi kalau data itu di luar jangkauan the dream team.

  • Moch Syahri

    Jika sistem informasi dan komunikasi secara elektronik sudah tertata dengan baik, UM harus menyiapkan perangkat peraturan yang melegalkan semua komunikasi yang di lakukan antar unit. Unit Arsiparis pun harus menyiapkan sistem dokumentasi digital yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selamat Bekerja

  • Noor Farochi

    Semoga mimpi-mimpi indah yang dulu itu bisa terwujud menjadi kenyataan. Unit-unit di UM yg terkait apabila saling membutuhkan data bisa memperolehnya melalui jaringan yang telah ada, tanpa harus datang atau dengan permohonan surat.
    Semoga.

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.