DI DEPAN PINTU SORGA R.A. KARTINI MENANGIS (Bagian 1)

Tak lelo lelo lelo ledung
Cup menenga aja pijer nangis
Anakku sing ayu rupane
Yen nangis ndak ilang ayune

Tak gadang bisa urip mulyo
Dadiyo wanito utomo
Ngluhurke asmane wong tuwa
Dadiyo pandekaring bangsa…

TERJEMAHAN:

Timang-timang

Diamlah…, janganlah menangis

Anakku yang berparas cantik

Bila menangis akan hilanglah kecantikanmu

 

Saya berharap engkau dapat hidup sejahtera

Jadilah wanita utama

Meluhurkan nama orang tua

Jadilah pendekar bangsa…

 

Sungguh indah dan menakjubkan nasihat lagu ini…

yang menyebabkan R.A. Kartini tak dapat membendung air matanya

butir-butir air mata cinta kasih untuk kaumnya…

Wanita Indonesia

 

Ada apa wahai Kartini?

Adakah sesuatu penyebabnya?

Bukankah dirimu adalah pejuang bangsa?

Mengapa engkau menangis?

 

Begitulah pertanyaan-pertanyaan dari R.A. Ngasirah, Ibunda R.A. Kartini, Wanita Bangsawan Jawa, Isteri Bupati Rembang, Jawa Tengah.

 

Malang, 9 Mei 2012

Djoko Rahardjo, Staf Subag Sardik BAAKPSI UM

Komentar ditutup.

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.