Penyaringan Konten di Jaringan Internet UM

Beberapa waktu lalu, saat kita mengakses internet melalui wifi TIK, kita harus menset proxy di komputer atau gagdet kita. Proxy dimaksudkan sebagai gerbang keluar UM dalam lalu lintas data.

Saat ini kita tidak lagi menggunakan proxy, namun kita harus mengubah DNS untuk koneksi melalui TIK menjadi 100.100.100.2. Pengakses wifi tidak perlu pusing karena sudah tersetting secara otomatis. Dengan proxy, maka lalu-lintas data di jaringan dapat diawasi dan permintaan koneksi atau percobaan download konten tertentu bisa diblok. Mungkin ada yang masih ingat kita tidak dapat megakses youtube dan facebook, dulu.

Saat ini koneksi TIK tanpa proxy bisa lebih cepat, terutama alamat-alamat lokal seperti um.ac.id dan sub domainnya. Hal ini karena user yang mengkses alamat tersebut di lingkungan wifi TIK langsung dapat mengakses lewat intranet, tidak ‘dilempar’ ke luar dulu dan diputar-putar (mungkin hingga luar negeri) baru disambungkan ke um.ac.id. Tentu saja hal ini juga berkaitan dengan pengaturan routing yang saat ini sudah lebih baik dari sebelumnya. Dengan penghilangan proxy, beberapa aplikasi unit yang tidak mendukung proxy sekarang sudah dapat berjalan melalui jaringan TIK; sebelumnya harus berlangganan koneksi internet sendiri. User dengan gagdet yang tidak mendukung proxy pun dapat mengakses internet sehingga internet dapat dinikmati oleh lebih banyak warga UM

DNS 100.100.100.2 yang saat ini digunakan merupakan DNS lokal. Lokal dalam arti dikelola oleh tim TIK UM.

DNS bertugas sebagai penerjemah alamat yang kita ketikkan di web browser (misal:um.ac.id) menjadi alamat IP (misal 118.97.219.1). Jadi DNS dapat dibayangkan sebagai daftar alamat dan alamat IP situs-situs web yang ada saat ini.  Keuntungan penggunaan DNS lokal adalah kita dapat menambah atau mengurangi daftar alamat yang ada di DNS tersebut.

Dengan penggunaan DNS lokal, aplikasi intranet dapat dengan mudah diakses melalui web browser dengan alamat yang mudah diingat (misal: hmj.fisika.mipa atau mahasiswa.um.ac.id) dan bukannya nomor IP (misal 192.168.1.212). Subdomain yang menginginkan alamat instan dapat mendaftarkan nama ke TIK

Penyaringan konten juga dapat dilakukan jika kita menggunakan DNS lokal dengan cara menghapus alamat situs tertentu dari daftar. Jadi, mungkin saja kita tidak dapat mengakses alamat naruto.com jika alamat tersebut dihapus dari DNS. Hal ini adalah cara praktis untuk menyaring konten yang tidak patut untuk diakses, meskipun ada cara “tidak nyaman” lain untuk mengakses konten tersebut.

Sesaat setelah menggunakan kebijakan tanpa proxy, kita diarahkan untuk menggunakan DNS  8.8.8.8 yang merupakan DNS google. Namun setelah The Dream Team menyediakan server sendiri, maka setting DNS diarahkan agar menggunakan 100.100.100.2. Hal ini dilakukan agar konten yang diakses oleh user di lingkungan UM dapat dikontrol.

Apakah kita masih bisa menggunakan dns lain? Misal 8.8.8.8? Saat ini masih bisa, namun  dalam waktu dekat hanya DNS lokal saja yang dapat digunakan. Hal ini dilakukan agar filter konten dapat berjalan.

Silakan tulis komentar anda tentang konten yang seharusnya dapat dan tidak dapat diakses oleh warga UM.

Nugroho Adi (Tim Pokja IT UM, Dosen FMIPA)

Komentar ditutup.

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.