VISI, MISI, DAN TUJUAN UM DALAM DRAF STATUTA UM

Rapat Senat UM pada tanggal 3 Mei 2012 telah menyetujui draf Statuta UM untuk diteruskan ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Penyusunan Statuta UM berlandaskan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 85 Tahun 2008 Tentang Pedoman Penyusunan Statuta Perguruan Tinggi.
Bentuk Statuta UM nanti berupa Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Saat ini, UM juga sedang menunggu terbitnya Organisasi dan Tata Kerja (OTK) UM. Sebagaimana Statuta, bentuk OTK UM juga berupa Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.  Setelah berbentuk Peraturan Menteri, Statuta dan OTK dapat diimplementasikan.
Statuta UM merupakan anggaran dasar UM dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi yang dipakai sebagai acuan untuk merencanakan, mengembangkan program, dan menyelenggarakan kegiatan fungsional sesuai dengan visi, misi, dan tujuan UM.
Berikut kutipan visi, misi, dan tujuan UM berdasarkan draf Statuta UM tersebut.
1. Visi UM adalah menjadi perguruan tinggi unggul dan menjadi rujukan dalam penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi.
2. Misi UM:
a. menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran di perguruan tinggi yang berpusat pada peserta didik, menggunakan pendekatan pembelajaran yang efektif, dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi;
b. menyelenggarakan penelitian dalam ilmu kependidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, ilmu sosial budaya, seni, dan/atau olahraga yang temuannya bermanfaat bagi pengembangan ilmu dan kesejahteraan masyarakat;
c. menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu kependidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, ilmu sosial budaya, seni, dan/atau olahraga; dan
d. menyelenggarakan tatapamong perguruan tinggi yang otonom, akuntabel, dan transparan yang menjamin peningkatan kualitas berkelanjutan.
3. Tujuan UM:
a. menghasilkan lulusan yang cerdas, religius, berakhlak mulia, mandiri, dan mampu berkembang secara profesional;
b. menghasilkan karya ilmiah dan karya kreatif yang unggul dan menjadi rujukan dalam ilmu kependidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, ilmu sosial budaya, seni, dan/atau olahraga;
c. menghasilkan karya pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu kependidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, ilmu sosial budaya, seni, dan/atau olahraga untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri, produktif, dan sejahtera; dan
d. menghasilkan kinerja institusi yang efektif dan efisien untuk menjamin pertumbuhan kualitas pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yang berkelanjutan.
Malang, 4 Mei 2012
Dawud
Dekan FS UM, anggota Satuan Tugas Penyusun Draf Statuta

8 comments to VISI, MISI, DAN TUJUAN UM DALAM DRAF STATUTA UM

  • Yoyok Adisetio Laksono

    @Dawud

    Saya senang ikut membantu dan lebih senang lagi karena hal sepenting ini dikomunikasikan ke warga UM sebelum diresmikan sehingga cek recheck terjadi dan warga UM juga akan ikut merasa memiliki.

    Selamat bekerja Pak.

  • @Yoyok
    Terima kasih Pak Yoyok. Bapak betul. Satgas masih akan menyelaraskan lagi pekan depan, Selasa atau Rabu. Masukan Pak Yoyok kami jadikan bahan untuk perbaikan sebelum dikirim ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan minggu ke-3 atau ke-4 Mei ini. Di samping itu, juga ditambahkan sosial budaya.
    Sekali lagi, terima kasih Pak.

  • Yoyok Adisetio Laksono

    @Dawud

    Pak saya ada satu pertanyaan.

    Dari Visi dan Misi UM yang saya tangkap kata kuncinya ada pada “bidang kependidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan/atau olahraga”, namun saya melihat bahwa di Misi UM butir c yang berbunyi: “menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan/atau olahraga;” tidak ada kata bidang kependidikan.

    Padahal saya sering ke SMP dan SMA di Pasuruan menjadi dosen pendamping kegiatan Lesson Study dan menurut saya apa yang saya lakukan adalah pengabdian masyarakat dalam bidang kependidikan karena saya harus melatih mereka bagaimana membuat RPP, mengenalkan metode atau pendekatan pembelajaran, media sampai materi bidang studi, pokoknya segala macam tentang kependidikan.

    Mohon penjelasan kenapa bidang kependidikan tidak dicantumkan dalam butir tersebut.

  • @newflorasta
    Visi berjangka panjang. Rumusannya pendek, umum, dan fleksibel. Satu sisi supaya “bertahan lama”, pada satu sisi mudah “diingat” oleh seluruh “warga”. Salah satu contoh visi yang bagus adalah “Nokia: conecting people”.
    Dengan prinsip itu, visi UM dirumuskan “menjadi perguruan tinggi unggul dan rujukan dalam penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi.” Visi tersebut diterjemahkan dalam Rencana Induk Pengembangan (20 tahunan), Rencana Strategis (5 tahunan),dan Rencana Opersional (1 tahunan) berjangka, berfokus, dan berlevel. Misalnya, dalam janga 20 tahun bertaraf internasional, maka Renstra I: bertaraf nasional; Renstra II: bertaraf regional (Asean); Renstra III dan IV: bertaraf internasional.
    Semoga bermanfaat. Terima kasih.

  • PA YANG UNTUK MENUJU TARAF INTERNASIONAL JUGA SEHARUSNYA ADA,,,,INI UNTUK menunjukan bahwa UM dapat bersaing dengan universitas lain di indonesia bahkan kanca internasional

  • Noor Farochi

    Nggak apa-apa pak Dawud, meniru kebiasaan baik itu bagus. Saya juga suka tulisan2 bapak, banyak tambahan ilmu yang bisa didapat, terimakasih.
    Ambil yang baik-baik saja, yang jelek tinggalkan (semoga orang tidak salah-artikan, kalau ke masjid lalu sandal yang jelek ditinggal ditukar dengan sandal yang baik, … hehehe)

  • Iya Dik, saya berusaha meniru saja. Saya berusaha mengikuti sebagian kecil yang Beliau lakukan. Saya mengagumi Beliau. Meski saya sadar, jauh sekali saya dari Beliau. Tidak apa-apa ‘kan Dik meniru seperti ini?

  • Moch Syahri

    Saya senang membaca tulisan Pak Dawud. Saya tidak tahu, apakah Pak Dawud terinspirasi Dahlan Iskan atau tidak. Yang terpenting bagi saya,Pak Dawud sudah berusaha menulis semua aktivitas yang terkait dengan jabatan. Sehingga, sebagai bawahan atau kolega, saya merasa mendapat informasi yang memadai terkait kebijakan yang diambil di UM. Pada akhirnya, jika ada pihak luar ada yang bertanya, saya bisa menjelaskan dengan benar. Semoga kebiasaan ini diikuti oleh pimpinan yang lain. Kalau Dahlan Iskan saja, sebagai seorang menteri yang super sibuk bisa menulis satu minggu sekali, insyaallah pimpinan UM bisa melakukan itu. Tinggal ada kemauan atau tidak. Sukses selalu.

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.