BAHASA AREMA YANG HAMPIR PUNAH BAGIAN XVII

BAHASA AREMA YANG HAMPIR PUNAH
BAGIAN XVII
TIM KAPES ALOB SING KUSAM NANG FINAL PIALA EURO 2012

(Tim Sepakbola Yang Masuk Ke Final Piala Euro 2012)
Oleh: Djoko Rahardjo*)

Simak ingeb, jam hangates aud, langgat aud hulup wolu, nalub Juni, nuhat aud ubir aud saleb, ayas tahil kapes alob nok RCTI. Tim Kapes alob Portugal nglawan Tim Kapes alob Spanyol, niame emar. Aud-audte niam odop rintepe. Ronaldo bolak balik irale dingotop karo pemain Spanyol. Lek kadit dingotop berbahaya! Genaro iki osi ngusamno lab nok gawange Spanyol. Mangkane Ronaldo idad inceran, gelek dingurus, dilanjag lan liyo-liyane.
Kamis malam, jam setengah dua, tanggal 28, bulan Juni 2012. Saya melihat sepakbola di RCTI. Tim Sepakbola Portugal melawan Tim Sepakbola Spanyol. Dua-duanya bermain sama pintarnya. Ronaldo seringkali larinya dipotong oleh pemain Spanyol. Orang ini bisa memasukkan bal ke gawangnya Spanyol. Oleh karena itu, Ronaldo menjadi incaran, didorong, diganjal dan lain-lainnya.
Jumat ingeb, ayas kadit osi tahil  Tim Kapes halob Jerman mungsuh Italia mergo keruditan. Mergo sak durunge rudit ingeb ayas ngombe obat flu. Terpaksa nggolek rabak nok tarus rabak Jawa Pos langgat agit hulup Juni. Wah…, ayas igur raseb! Asaibe tahil langsung nok tv, saiki ocom rabak. Jarene rabak nok narok, Italia nganem karo Jerman aud—utas. Pemain Italia sing ngusamno lab ping aud nang gawange Jerman yoiku Mario Balotelli. Pemain Jerman sing ngusamno lab nang gawange Italia, yoiku Mezut Oesil.
Jumat malam, saya tidak bisa melihat Tim Sepakbola Jerman melawan Italia karena ketiduran. Karena sebelum tidur malam, saya meminum obat flu. Terpaksa mencari kabar di sura kabar Jawa Pos tanggal 30 Juni. Wah…, saya rugi besar! Biasanya melihat langsung di tv, sekarang membaca di Koran. Menurut kabar di koran, Italia menang dengan Jerman dua—satu. Pemain Italia yang memasukan bola dua kali ke gawang Jerman, yaitu Mario Balotelli. Pemain Jerman yang memasukkan bola ke gawang Italia yaitu Mezut Oesil.

Kenganeman Italia tekan Jerman nguatno dominasi Italia nang Jerman. Italia kadit uat halak karo Jerman. Nganem ping tapme, ires ping tapme. Lek ocom nok norak, Tim Kapesalob Italia kadit dikusamno idad tim favorit  sing kusam nok final. Ipat alob iku randub! Strategine pelatih Italia pancen rintep. Nok final engkuk, Tim Kapesalob Italia ketemu karo Tim Kapesalob Spanyol. Wah…, bakal emar ker! Ojok ilal tahil! Alarm hp umak kudu distel sing reneb! Umak hebak kudu nyiapno nakaman sing kanyab! Lek perlu ngerog gedang karo tempe senjem. Nggodok ipok sing lanyab. Tahil final kapesalob Piala Eropa nuhat aud ubir aud saleb karo nawak-nawak. Lek nakam tempe senjem ojok kekanyaban Lombok! Wah…, lek kekanyaban nakam lombok idad tencrem, hehehe….

Kemenangan Italia atas Jerman menguatkan dominasi Italia terhadap Jerman. Italia tidak pernah kalah dengan Jerman. Menang empat kali. Seri empat kali. Bila membaca di Koran, Tim Sepakbola Italia tidak dimasukkan sebagai tim favorit yang masuk ke final. Tetapi bola itu bundar! Strateginya pelatih Tim Italia memang pintar/jitu. Di final nanti, Tim Sepakbola Italia betemu dengan Tim Kapesalob Spanyol. Wah…, bakal rame teman!  Jangan lupa melihat! Alarm hpmu disetel yang benar! Kamu semua jangan lupa menyiapkan makanan yang banyak! Bila perlu menggoreng pisang dan tempe menjes. Merebus kopi yang banyak. Melihat final sepakbola Piala Eropa tahhun2012 dengan kawan-kawan. Bila makan tempe menjes jangan kebanyakan lombok, nanti mencret, hehehe….

Kapan yo, Indonesia nduwe tim kapesalob koyok ngono? Masyarakat kapesalob nok tanah air kanyab sing kadit ngenes, lek ndelok  Pengurus PSSI sing biasane emar-emar rebutan isruk. Paling entek-entekane sing digoleki raijo. Nganti lukup-lukupan karo nawake ewed. Ayas genaro Ngalam bingung lek tahil tim kapesalob Arema Ongis Nade. Soale Tim Kapesalob Arema onok aud!

Kapan ya, Indonesia memiliki tim sepakbola seperti itu? Masyarakat sepakbola di tanah air banyak yang tidak senang, bila melihat Pengurus PSSI yang biasanya ramai-ramai berebut kursi. Paling ujung-ujungnya yang dicari uang. Sampai berpukul-pukulan dengan temannya sendiri. Saya warga Kabupaten Malang bingung bila melihat Tim Sepakbola Arema Singo Edan. Masalahnya Tim Sepakbola Arema ada dua!

 Malang, 30 Juni 2012

*) Staf Subbag Sarana Pendidikan BAAKPSI UM

[SELESAI] EKONOMI SYARIAH DAN KPRI UM

          Menarik tetapi tidak menarik.  Itu ungkapan pertama yang disampaikan ustad Heri Pratikto, pakar ekonomi dari Fakultas ekonomi, pada kajian rutin setiap hari selasa di masjid Al hIkmah UM.  Menurut beliau, pada minggu kedua bulan Juni yang lalu, kajian yang membahas riba dalam ekonomi islam itu menjadi tidak menarik karena pasti akan menyangkut kita semua.  Namun ternyata sampai habisnya materi, kajian itu ternyata sangat-sangatlah menarik, terbukti dengan banyaknya pertanyaan disampaikan yang pada akhirnya di stop karena  molornya sudah lebih dari 15 menit.

Ekonomi Syariah dan KPRI UM

Praktek riba’ menjadi tidak disadari karena hal itu sudah menjadi kebiasaan lama perbankan konvensional dan pada umumnya orang awam tidak bisa berbuat banyak karena tuntutan kebutuhan.  Ketika sudah mulainya bermunculan perbankan syariah, bagaimana respon ummat islam ? percaya tetapi tidak dipercaya.  Pertanyaan yang dilontarkan P. Djoko Rahardjo menggelitik semua yang hadir karena sebagian besar terkait dengan KPRI UM.  Menurut ustad Heri Pratikto, sistem bunga pinjaman yang diterapkan di KPRI saat juga tidak beda jauh dengan sistem perbankan yang ada di Indonesia.  Sementara itu saat ini di fakultas ekonomi sedang merintis adanya perbankan yang berorientasi pada sistem ekonomi syariah, walaupun masih banyak dari kita yang masih belum mendapat hidayah untuk menjalaninya.  Kalau mau yang barokah dan sesuai syariah haruslah mau jujur dan saling percaya, bukan dipercaya tapi tidak dipercaya.  Sehingga percaya dengan ekonomi syariah tetapi tidak memindahkan investasinya pada sistem syariah.Salah satu contoh kurang faham syariah, SDM pada bank syariah, di saat bertugas mengenakan pakaian sesuai dengan syariah, tetapi di saat yang lain tidak.  Sehingga seolah-olah pakaian itu hanya sekedar mode saja, padahal seharusnya kapan dan pada saat apapun kalau bertemu dengan yang bukan muhrimnya seharusnya tetap istiqomah dengan pakaian syariah itu.
            Segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah milik Allah, manusia tidak memiliki semuanya itu, tetapi baru sebatas diberi hak untuk memanfaatkan yang ada di bumi ini sebagai khalifah atau pengemban amanat Allah.  Diberi kesempatan untuk mengambil keuntungan dan manfaat sebanyak-banyaknya sesuai dengan kemampuan dari semua ciptaan Allah Subhanahu wata’ala.  Akan tetapi tentunya dalam meraih kesempatan,dan menikmati keuntungan itu haruslah sesuai dengan aturan dan ketentuanNya.

Tidak dikabulkan doa karena makanan yang haram

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu , ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda: “Wahai Manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Baik, Dia tidak menerima kecuali yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang mukmin dengan apa-apa yang diperintahkan oleh para rasul.Kemudian Nabi menyebutkan: “Seorang laki-laki yang telah berkelana jauh dengan rambutnya yang kusut masai dan pakaian yang penuh debu, ia menengadahkan tangannya ke langit sambil berdo’a; ‘Ya Allah, ya Allah’, sedang makanannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram, dan dibesarkan dengan makanan haram, bagaimana Allah akan mengabulkan do’anya itu” (HR Muslim).
Makanlah dari Makanan Yang Baik-Baik.
 “ Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya aku Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”  (QS. 23: 51)“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah” (QS. 2: 172).

Dasar hukum pelarangan riba menurut AlQur’an.

            Berbagai ulama di dunia terus kontroversi pro dan kontra mengenai haramnya bunga bank.  Disatu pihak menyebut bunga bank itu halal, sementara pihak yang lain menyebut bunga itu bank haram. Para ulama yang berpendapat bunga bank itu haram, karena bunga bank melebihi dari apa yang telah ditentukan dari pinjaman.  Sedangkan yang berpandangan bahwa bunga bank halal, karena menganggap bank itu bukan untuk kepentingan pribadi tetapi untuk kemaslahatan orang banyak.  Ulama kontemporer Mesir Yusuf Qardhawi, ketetapan bunga bank haram itu merupakan Ijmaul Majami (kesepakatan berbagai forum), pertama Majmaul Bhu’us di Mesir tahun 1965 menetapkan bunga bank haram.  Kedua, Majmaul Fikih di Jeddah Tahun 1985 menetapkan bunga haram.  Ketiga, Majmaul Fikih Rabithal alam Islami tahun 1986 di Makkah menetapkan bunga bank haram.  Jadi menurut berbagai forum Internasional yang dilakukan oleh ulama, menegaskan bahwa bunga bank itu haram.
          Islam mengharamkan riba dalam segala bentuknya, larangan tersebut ada dalam Al-Qur’an dan hadist Rasulullah SAW.  Dalam Al Qur’an ditemukan kata riba sebanyak tujuh kali pada surat Al Baqarah (2) ayat 275, 276, 278, 279, Surat Ar Rum (30) ayat 39, Suarat An Nisa (4) ayat 161 dan Surat Ali Imran (3) ayat 130.
 “ Orang-orang yang makan (mengambil) riba[1] tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila[2]. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu[3] (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya” (QS. 2: 275).[1] Riba itu ada dua macam: nasiah dan fadhl. Riba nasiah ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang yang meminjamkan. Riba fadhl ialah penukaran suatu barang dengan barang yang sejenis, tetapi lebih banyak jumlahnya karena orang yang menukarkan mensyaratkan demikian, seperti penukaran emas dengan emas, padi dengan padi, dan sebagainya. Riba yang dimaksud dalam ayat ini Riba nasiah yang berlipat ganda yang umum terjadi dalam masyarakat Arab zaman jahiliyah.[2] Maksudnya: orang yang mengambil Riba tidak tenteram jiwanya seperti orang kemasukan syaitan.[3] Riba yang sudah diambil (dipungut) sebelum turun ayat ini, boleh tidak dikembalikan.
Jelas ayat ini mengingatkan kepada manusia tentang diharamkannya riba yang mempunyai akibat buruk bagi manusia didunia dan diakhirat serta halalnya jual beli.
Ayat 276 menjelaskan“Allah memusnahkan Riba dan menyuburkan sedekah[4]. dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa[5] (QS. 2: 276).[4] Yang dimaksud dengan memusnahkan Riba ialah memusnahkan harta itu atau meniadakan berkahnya. dan yang dimaksud dengan menyuburkan sedekah ialah memperkembangkan harta yang telah dikeluarkan sedekahnya atau melipat gandakan berkahnya.[5] Maksudnya ialah orang-orang yang menghalalkan Riba dan tetap melakukannya.
Di ayat 278 dan 279, dengan jelas melarang orang-orang beriman mengerjakan riba’“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa Riba’ (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. 2: 278).“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), Maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), Maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak Menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. 2: 279).
            Tiada keraguan, di dalam ayat-ayat tersebut terdapat keterangan yang jelas mengharamkan riba dengan tegas,  Bahkan Allah memerintahkan untuk meninggalkan sisa riba yang berlipat ganda yang belum dipungut.
“Dan sesuatu Riba (tambahan) yang kamu berikan agar Dia bertambah pada harta manusia, Maka Riba itu tidak menambah pada sisi Allah. dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, Maka (yang berbuat demikian) Itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).” (QS. 30: 39).
QS. 4: 161 menyebutkan ‘siksa yang pedih untuk mereka yang memakan riba.“Dan disebabkan mereka memakan riba, Padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil.  Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.”

Haramnya Riba’ dalam Kitab Non Muslim.

            Agama samawi selain Islam (Yahudi, Nasrani) juga menuntut orang yang beriman dalam urusan muamalahnya untuk tidak menggunakan praktek riba’.  Dalam kitab Yahudi  (Deuteronomy pasal 23:19)  antara lain disebutkan “janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan, atau apapun yang dapat dibungakan”.

Kitab Imamat (Levicitus pasal 35:7) juga menyebutkan “janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba’ darinya melainkan engkau harus takut dengan Allahmu, supaya saudaramu bisa hidup di antaramu.  Janganlah engkau memberi uangmu kepadanya dengan meminta bunga, juga makananmu janganlah kau berikan dengan meminta riba’.

Sedangkan dalam ajaran Kristen (kitab Ulangan 23:19) menyebutkan “janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan, atau apapun yang dapat di bungakan”.  Pandangan mengenai haramnya hasil riba sebenarnya sudah ada sejak jaman Yunani kuno.  Para filosuf Yunani seperti Plato dan Aristoteles mengharamkan riba.   Aristoteles menganggap riba adalah sebagai hasil usaha yang tidak wajar karena diperolehnya dari hasil jerih payah orang lain.  Ia berpendapat, uang tidak bisa melahirkan uang. Orang yang paling berhak atas hasil pekerjaannya adalah orang yang mengembangkan uang lewat kerja dan usaha.

Selanjutnya Bagaimana ?

Mengenai KPRI UM, apakah ada niat untuk menuju kepada aturan main yang diridhoi Allah atau tidak.  Untuk meletakkan fondasi ekonomi syariah yaitu meletakkan hubungan kebersamaan universal (ukhuwah), kaidah2 hukum muamalah (syariah), budi pekerti (akhlak) mengedepankan kebaikan, dan akidah islam.  Seperti yang dilontarkan ustad Heri Pratikto menjawab pertanyaan P. Djoko Rahardjo berkaitan dengan KPRI UM, semuanya kembali kepada pengurus dan para anggotanya, adakah kemauan untuk memperbaiki dan meluruskan yang bengkokSudah saatnya kalau mau yang barokah dan sesuai syariah haruslah mau jujur dan saling percaya, bukan dipercaya tapi tidak dipercaya.

Noor Farochi – staf BAKPIK

 

BAHASA AREMA YANG HAMPIR PUNAH BAGIAN XVI

BAHASA AREMA YANG HAMPIR PUNAH

BAGIAN XVI

DITANUS KARO NENDES NOK KOMBET

(Disunat Dengan Bersandar Di Tembok)

Oleh: Djoko Rahardjo*)

Genaro-genaro licek hebak (ebese calon awisaham) kanyab sing ngenes karo kebijakane Ebes-ebes Naragod UM sing wis ngraulekno (ngutemno) Program Ojir Haikul Langgut. Ipat   ojir sing kusam nang UM idad kadit kanyab alias mungsret. Osi-osi rayabane (hr satgas) karyawan licek mungsret hebak. Wah…, genaro-genaro licek kanyab sing kadit ngenes. Soale kanyab sing wis ngatu kanyab nang koperasi. Akhire, rayabane sunim. Naisak umak ker, hem…!

Orang-orang kecil semua/masyarakat (orangtua calon mahasiswa) banyak yang senang dengan kebijakan  Pimpinan UM yang sudah mengeluarkan Program Uang Kuliah Tunggal. Tetapi uang yang masuk ke UM menjadi tidak banyak alias menyusut. Bisa-bisa bayaran (hr satgas) karyawan kecil menyusut semua. Wah…, orang-orang kecil banyak yang tidak senang. Soalnya banyak sudah hutang banyak di koperasi. Akhirnya, bayarannya minus. Kasihan kamu teman, hem…!

Ebes Irentem Pendidikan dan Kebudayaan RI wis ngraulekno peraturan sing isine kadit helob kapnim raijo kanyab nang ebese calon awisaham urab. Asaibe kapnim raijo kanyab iku diewag mbangun sarana karo prasarana perhailukan awisaham. Jarene sing etak mbangun ngudeg, salek, laboratorium lan liyo-liyane iku pemerintah tasup ewed. Idad…, perguruan tinggi negeri kadit helob mbangun ngudeg ewed.

Bapak Menteri Pendindikan dan Kebudayaan RI sudah mengeluarkan peraturan yang isinya tidak boleh/melarang meminta uang banyak kepada orangtua calon mahasiswa baru. Biasanya meminta uang banyak/dana dipakai membangun sarana dan prasarana perkuliahan mahasiswa. Katanya/informasi yang akan membangun gedung, kelas, laboratorium dan lain-lain asalah pemerintah pusat sendiri. Jadi…, perguruan tinggi negeri tidak boleh membangun gedung sendiri.

Jaman mbiyen, lek kapnim raijo nang pemerintah tasup diewag mbangun ngudeg iku asaibe tewur karo ewus. Jaman saiki yo odop. Pemerintah tasup nduwe hak nglarang kapnim narik raijo ngudek ipat kudu nyembatani. Ojok nganti awisaham haikul nok “ringgipe salek” mergo saleke ngaruk. Lek wis ngono,  sing naisak apais? Yo awisahame ewed. Mangkane naragod edeg sing nok tasup kudu itreng karo rabak sing nok isor. Pelaksana program pembangunan fisik karo non fisik nok lapangan “dibayangi” karo KPK. Idad, koyok genaro sing dilawak karo malaikat. Yo tukat! Kadang kadit osi idrek.

Zaman dahulu, bila meminta dana ke pemerintah pusat untuk membangun gedung itu biasanya ruwet/sulit dan lama. Zaman sekarang ya sama saja. Pemerintah pusat mempunyai hak melarang menarik dana pembangunan gedung tetapi harus dapat menjembatani. Jangan sampai mahasiswa kuliah di “pinggir kelas” karena kelasnya kurang. Kalau sudah seperti itu,  siapa yang kasihan? Ya mahasiswanya sendiri. Oleh karena itu, pimpinan/atasan yang ada di pusat harus mengetahui informasi yang ada bawah. Pelaksana program pembangunan fisik dan non fisik yang ada di lapangan “dibayangi” oleh KPK. Jadi, seperti orang yang dikawal oleh malaikat. Ya takut! Terkadang tidak dapat bekerja.

Saiki,  rontak-rontak kanyab sing tukat karo KPK, sampek-sampek tekan rayabane genaro licek hebak “ditanus”  utowo dingotop orapes. Lek asaibe nungguk urug-urug pelatihan  (PLPG) nok hotel hulupes dino entuk meh agit juta, saiki idad utas juta sutar amil hulup ubir. Nawak ayas nok rontak ngomong karo nendes kombet: “Nasib-nasib…, hr PLPG dijagakno diewag nyaur ngatu karo diewag ngrayab ojir halokes (SPP) kana ayas, tibake ditanus orapes, Mugo-mugo sik diisaki tambahan henem.”

Sekarang ini, kantor-kantor banyak yang takut dengan KPK, sampai-sampai ke bayaran orang kecil semua “disunat” atau dipotong separuh. Bila biasanya menunggu guru-guru pelatihan (PLPG) di hotel sepuluh hari mendapat hr hampir tiga juta rupiah, sekarang menjadi satu juta seratus lima puluh ribu. Kawan saya di kantor berbicara sambil bersandar di tembok: ”Nasib-nasib…, hr PLPG diharapkan dipakai untuk membayar hutang dan membayar SPP anak saya, ternyata disunat/dipotong separuh. Mudah-mudahan masih diberi tambahan lagi.”

 Malang, 27 Juni 2013

*) Staf Subbag Sarana Pendidikan BAAKPSI UM

DUEL BETWEEN SUMANTRI AGAINST SOSROBAHU (PART TWO)

DUEL BETWEEN SUMANTRI AGAINST SOSROBAHU
(PART TWO)

By Djoko Rahardjo*

Bambang Sumantri  angutus abdinipun ingkang asma Narpati Soda kaliyan Narpati Kalinggapati kinen ngaturake serat  dhateng ingkang sinuwun Mohoprabu Arjuna Sosrobahu ing Negari Mahespati. Radi dangu narpati kekalih  anggenipun lumampah, anunten sampun dumugi ing regol kedhaton. Kanthi ngginakaken tatakrami nalendro agung, utasan kalawau lumebet, sowan dhumteng ngarsanipun ingkang Sinuwun Mohoprabu Arjuno Sosrobahu.
Bambang Sumantri menyuruh abdinya yang bernama Narpati Soda dan Narpati Kalinggapati untuk menyerahkan surat pada yang terhormat  Maharaja Arjuna Sasrabahu di Negara Mahespati. Agak lama narpati berdua dalam perjalanan , kumudian sampailah di pintu gerbang istana. Dengan menggunakan tatakrama/tatatertib perwira tinggi, utusan tadi masuk, menghadap ke depan yang mulia Mahaprabu Arjuna Sasrabahu.
Serat saking Bambang Sumantri kalawau dipun aturaken dhateng ingkang sinuwun. Mboten dangu anggenipun nampi lajeng serat kawaos kanthi ngungun, ing  batos: “ Sumantri…, Sumantri! Ya…! Ingsun mangerteni apa sing dadi kekarepanmu. Pancen bener apa sing siro kandake. Wis okeh rojo utowo nalendro sing wis siro asorake. Mung kari siji rojo sing durung kok jajal kasektene, yo iku ingsun pribadi. Perang tanding mungsuh sliramu bakal tak sarujuki”. Saksampunipun serat kawaos, lajeng dipun lebetaken dhateng kotak alit ingkang sumadyo wonten ing mejo.
Surat dari Bambang Sumantri tadi diserahkan kepada yang mulia Maharaja Arjuna Sastrabahu tadi diserahkan pada yang mulia. Tidak lama kemudian surat itu dibacanya, dengan tertegun, dia berkata di dalam hatinya: “Sumantri…, Sumantri! Ya…! Saya mengerti apa yang menjadi keinginanmu. Memang benar apa yang engkau katakan. Sudah banyak raja dan kesatria yang sudah engkau kalahkan. Hanya tinggal satu saja raja yang belum engkau kalahkan, yakni diriku pribadi. Perang tanding (duel) melawan dirimu akan saya setujui”. Setelah surat tersebut selesai dibaca, kemudian beliau memasukkan ke dalam kotak kecil yang tersedia di meja.
“Abdi ingsun Narpati Soda lan Narpati Kalinggapati ,  dina iki uga, sliramu sakloron dak jaluk ngantheni ingsun lunga menyang tapel wates Negoro Mahespati, saperlu amethuk Bambang Sumantri dalah Dewi Citrowati lan para wadyabala Magada. Ingsun utus sliramu anggawa kreta perang loro cacahe. Siji ingsun dhewe sing ngusiri lan kreta sing nomer loro kowe sakloron sing numpaki”.
“Abdiku Narpati Soda dan Narpati Kalinggapati, hari ini juga, kamu berdua saya minta mendampingiku berpergian ke perbatasan Negara Mahespati, keperluannya menjumpai Bambang Sumantri dan Dewi Ctrowati beserta para pengantarnya dari  Magada. Saya minta kamu membawa dua kereta perang. Satu saya sendiri yang mengendarai dan kereta perang yang kedua kamu berdua yang mengendarai”.

“Nyuwun agunge pangaksami bilih abdi dalem kumowani taken dhumateng panjenengan dalem ingkang Sinuwun, wonten  kawigatosan menapa kedah ambeta kreta perang?”
“Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada yang mulia bila abdimu memberanikan diri bertanya, ada kegiatan penting apa harus membawa kereta perang?”

Malang, 25 Juni 2012

 *) Staf Subbag Sarana Pendidikan BAAKPSI UM

Menulis Paragraf Kreatif

Banyak yang bertanya teknik menulis kreatif yang efektif dan efisien. Dalam tulisan ini saya akan memaparkan strategi menulis kreatif. Sekarang saya akan mengulas bagian kerangka terlebih dahulu. Dalam tulisan ini saya memulai dari paragraf.

 

  1. Tulislah objek yang ingin anda tulis.
  2. Tulislah ketidaktahuan anda tentang objek yang anda tulis.
  3. Tuliskan hal-hal yang anda sesalkan dari ketidak-tahuan anda tentang objek yang anda tulis.
  4. Simpulkan hasil tulisan anda.
  5. Rangkailah dalam bentuk paragraf.

 

Contoh:

Objek saya:

  • Mafia pajak

Hal yang tidak anda ketahui tentang mafia pajak:

  • Saya tidak tahu bagaimana mafia pajak bekerja.

Yang anda sesalkan dari ketidak-tahuan anda

  • Sehingga saya tidak bisa mengawasi mereka.
  • Saya merasakan ketidak-adilan, saya bayar pajak sementara para mafia mengkorupsi uang pajak saya.

Kesimpulan dari tulisan saya:

  • Ketidak-tahuan saya tentang cara kerja mafia pajak membuat uang pajak yang saya bayarkan menjadi sia-sia.

Rangkaian paragraf:

Saya tidak tahu bagaimana mafia pajak bekerja. Ketidak tahuan saya mengakibatkan saya tidak bisa mengawasi mereka. Hasilnya saya merasakan ketidak-adilan, saya bayar pajak sementara para mafia mengkorupsi uang pajak saya. Ketidak-tahuan saya tentang cara kerja mafia pajak membuat uang pajak yang saya bayarkan pada negara menjadi sia-sia.

 

Bagaimana? Menurut anda?

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.