{selesai] STOP KEKERASAN PKPT

 

Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi (PKPT)
Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi – menurut saya – pasti dimaksudkan bertujuan untuk menentukan sikap yg tepat dan benar serta mengenalkan kehidupan kampus kepada para mahasiswa baru.  PKPT di Universitas diisi dengan pengenalan tentang peraturan-peraturan yang akan mahasiswa hadapi selama kuliah, dan mengenalkan metode perkuliahan di dalam kampus.  Diajak untuk mengenali rumah mereka yang baru, ya kampus mereka itu, dan apa-apa yang ada di kampus dikenalkan kepada semua calon mahasiswa.
Dalam kegiatan ini sudah selayaknya para mahasiswa baru yang sedang mengalami masa transisi bermula dari pendidikan menengah ke pendidikan tinggi ini tidak menjadi canggung dengan sistem pendidikan yang sama sekali baru di awal mereka memasuki perguruan tinggi.  Pengenalan kehidupan perguruan tinggi menjadi momentum yang tepat untuk mengenalkan lingkungan perguruan tinggi secara efektif.
Dikenalkan dengan aturan yang berlaku selama menjadi mahasiswa, apa yang menjadi kewajibannya, dan apa saja yang menjadi haknya.  Menjadi tahu apa itu Sistem Kredit Semester (SKS), penghitungan indeks prestasi, lama studi dan beban studi yang harus diselesaikan, kompetensi lulusan, dan lain-lainnya.
Mahasiswa juga disadarkan bahwa di kampus itu tugas mahasiswa hanya belajar, belajar  tatakrama kehidupan kampus, belajar bagaimana cara belajar yang efektif, belajar untuk mencapai kompetensi dalam melaksanakan tugas profesi, dst. sebagai bagian dalam pembentukan jati diri generasi muda.
Dari hal tersebut di atas, PKPT merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat punya makna yang baik didalamnya, tetapi penerapan dilapangan yang disalah gunakan.  Kegiatan yang bertujuan baik tersebut ditunggangi atau diselewengkan oleh kepentingan sesaat dari mahasiswa senior untuk melakukan tindak kekerasan kepada mahasiswa baru.
Praktek Kekerasan Simbolik
PKPT ditengarai dijadikan ajang balas dendam, dijadikan praktek perploncoan oleh para mahasiswa kepada adik-adik yuniornya, atau kesempatan untuk menunjukkan senioritas,  kalau dahulu mengalami, maka sekarang saatnya membalas. Pola pikir balas dendam yang menjadi alasan senior di sebagian mahasiswa yang masih tumbuh subur ini harus diputus benang merahnya.  Harus ditekan habis sehingga tidak akan ada lagi ruang untuk melakukan kekerasan atau penganiayaan terhadap mahasiswa baru.   Kalau secara kelembagaan sudah tidak ada lagi ruang untuk aksi-aksi kekerasan maupun penganiayaan tetapi oknum memang ada satu atau dua.  Hal ini kemungkinan tidak lepas dari perlakuan kekerasan yang pernah mereka alami sebelumnya, mahasiswa baru diharuskan melakukan hal-hal yang aneh-aneh dan tidak semestinya, seperti memakai atribut dari tas kresek warna tertentu, tas dari bahan karung, membawa kaos kaki merah putih, topi yang terbuat dari bola plastik yang dibelah jadi dua, mengepang rambut dengan tali rafia, ikat pinggang tali rafia dengan rumbai-rumbai mirip orang papua, ataupun membawa barang-barang yang sulit dicari dan tidak lazim.
Praktek Kekerasan Bersifat Verbal
Selain adanya praktek kekerasan simbolik, dalam masa perploncoan ini juga terjadi praktek-praktek kekerasan yang bersifat verbal.   Kekerasan yang bersifat verbal contohnya adalah bentakan, cemoohan, ejekan, intimidasi, dan umpatan dari senior.  Misal, J“Hei …! ngapain kamu !” L“Saya mau ikut PKPT” , J “gak liat saya disini ? bilang permisi dong ! Push up kamu 30x”.  Yunior juga sering dimarahi di depan umum akibat tidak menuruti kemauan seniornya.  Kalaupun beralasan melatih mental biar kuat, kenapa harus dengan bentak-bentak dan pakai marah-marah dan seperti diperbudak, haruskah seperti itu?.  Menurut saya (lagi), hal seperti ini tidak ada sisi positif yang didapat, tapi justru menjadi awal yang buruk bagi mahasiswa yang mau memulai belajar dimulai dengan intimidasi.  Bisa jadi itu akan membuat sifat seseorang jadi berubah, akan menentukan arah dari pendidikan seorang mahasiswa itu cenderung KERAS bukan memikirkan prestasi karena SENIORITAS berlebihan.
Siapapun orangnya pasti jengkel dengan 2 peraturan ini:

  1. Senior selalu benar
  2. Kalau senior salah, lihat peraturan nomor satu.
Ini kan mirip peraturan peninggalan pada masa penjajahan belanda diterapkan untuk kerja paksa pada rakyat negeri ini.  Mungkin akan bagus kalau  mereka diberikan hal yang lebih baik, tidak harus dengan kekerasan.  Misal dengan mengajak outbond dan memberikan games-games yang menarik dan mendidik serta melatih kepemimpinan.  Saling bertaarruf, antara senior dan yunior bersilaturrahim saling sharing, yunior menghormati senior, senior menyayangi junior.
Dengan demikian PKPT tidak menjadikan bibit permusuhan baru dan rasa sakit hati yang terpendam.   Janganlah dari awal rasa takut dan marah-marah yang dibuat-buat para senior dijadikan tradisi pendidikan.
Sudah seharusnya, seorang kakak adalah melindungi adiknya dan memberikan kontribusi yang baik kepada adik-adiknya karena mereka belum tahu apa-apa.  Peran kakaklah yang harus banyak memberitahu, adik-adik akan mencontoh apa-apa yang diberikan contoh kakaknya.  Jadi … STOP KEKERASAN TERHADAP YUNIOR, STOP SENIORITAS BERLEBIHAN.  Tulisan sdri Kurniasari di Suara Kita adalah salah satu contohnya.
Praktek Kekerasan Bersifat Kekerasan Fisik
Sedangkan bentuk-bentuk kekerasan fisik, misalnya hukuman push up, sit up, berdiri dengan satu kaki dan juga lari keliling lapangan.  Datang pagi-pagi sekali sehingga bisa meninggalkan kewajiban sholat subuh, belum sarapan, mencari angkutan umum yang masih jarang.  Terkadang karena kecapaian ada yang pingsan, atau karena emosi berlebihan yang ditahan menjadi labil sehingga bisa jadi kesurupan.  Pulang malam-malam, tidak memiliki kendaraan, angkutan umum sulit didapat.
Praktek perploncoan yang dalam kenyataannya masih tetap berlangsung tersebut merupakan kegiatan yang sama sekali tidak bermanfaat bagi pengembangan potensi peserta didik.  Ini memberi sumbangan signifikan bagi pelestarian tradisi kekerasan dan seolah sudah menjadi bagian tradisi yang melekat dalam dunia pendidikan kita.  Kekerasan yang kemungkinan besar berpengaruh terhadap perilaku keseharian para peserta didik.  Peringatan dan larangan praktek perploncoan dari Departemen Pendidikan Nasional (sekarang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) tampaknya tidak efektif untuk mencegah hal ini.  Tujuan pendidikan agar manusia lebih bisa memanusiakan manusia menjadi tidak tercapai.
Perlu Pengawasan dan Perubahan Sistem
Seharusnya, pihak lembaga selalu mengawasi masa perkenalan mahasiswa, peran dosen dilibatkan sejak awal agar budaya kekerasan tidak tumbuh kembang.  Pimpinan yang mengatur porsi kegiatan kemahasiswaan, kegiatan tetap didominasi oleh fakultas maupun jurusan.  Jadi keterlibatan pimpinan fakultas dan lembaga kemahasiswaan seharusnya lebih ketat dalam pengawasan, sehingga akan meminimalkan peluang terjadinya tindak kekerasan, dan tindakan yang berlebih-lebihan relative tidak ada.
Yang jelas, pada saat orientasi diupayakan agar tidak membuat acara yang terlalu susah dengan membuat acara-acara pengenalan, apalagi dengan tugas-tugas yang terkadang tidak masuk akal.  Beberapa hal yang menyebabkan praktek kekerasan dalam lingkungan pendidikan sulit diberantas.  Pertama, sistem pengawasan yang kurang ketat dari pihak pimpinan terhadap acara-acara yang berpeluang dijadikan ajang kekerasan.
Kedua, ketidakberanian dan ketidakberdayaan mahasiswa baru untuk menolak atau melawan berbagai tindak kekerasan dari seniomya.  Hal ini bisa jadi karena sebagai mahasiswa baru masih takut dan mereka belum memiliki keberanian untuk melawan kemauan seniornya. Ketiga, adalah kurangnya pendidikan kemanusiaan dalam pendidikan kita.  Mereka tidak belajar bagaimana menghargai, menyayangi dan memahami sisi-sisi kemanusiaan orang lain.
Jadi… perlu ada perubahan sistem.
Noor Farochi – Staf BAAKPSI

Semua Tentang Isu: Membangun Opini Ambigu

Berikut ini saya utarakan strategi membangun sebuah isu. Tulisan singkat ini saya tulis dengan menggunakan teori dari Canale dan Swain tahun 1983. Tidak lupa digabung dengan teori dari Murcia, Dorney dan Thurrel tahun 1995. Saya ucapkan banyak terima kasih pada beberapa dosen yang mau berkontribusi menyumbangkan pemikirannya. Pemikiran saya ini dibangun berdasarkan interpretasi saya pada teori Canale dan Swain (1983) dan Murcia dkk. (1995).

 

Menurut Canale dan Swain (1983) dan bila dikombinasikan dengan Murcia., dkk (1995) sebuah wacana atau saya lebih suka menyebutnya sebagai isu dibangun dengan elaborasi dari empat elemen: tata bahasa, kejadian sosial, opini publik dan steretip yang akan dikembangkan. Keempat elemen tersebut dielaborasi menggunakan strategi tertentu untuk membangung sebuah isu.

 

Contoh:

Isu yang dikembangkan: Tokoh A adalah yang terbaik, tokoh B tidak layak dipilih.

Strategi                          : Membuat komparasi berupa

  1. Kebaikan tokoh A
  2. Kejelekan tokoh B

 

Tata bahasa                 :

  1. Tokoh A menggunakan hiperbolis.
  2. Tokoh B menggunakan nada-nada sinis.

 

Opini Publik                :

  1. Tokoh A merupakan pemimpin yang baik.
  2. Tokoh B merupakan tokoh yang gagal.

 

Stereotip:

  1. Tokoh A merupakan pembaharu.
  2. Tokoh B adalah orang status quo (tokoh lama)

 

Maka bila dielaborasi menjadi sebuah isu maka yang terjadi sebagai berikut.

Tokoh A merupakan salah satu pembaharu bangsa. Dia adalah pemimpin yang religious. Indonesia adalah jantung pemikirannya dan Pancasila adalah darah dagingnya. Ketika malam hari dia sering berjalan-jalan melihat rakyatnya, memastikan rakyatnya dalam kondisi kenyang. Tokoh A berjiwa muda dan bersedia menerima perubahan. Ide-ide kreatifnya dibangun dari masyarakat. Ia percaya masyarakat adalah pemilik negara.

Tokoh B merupakan seorang yang setia pada status quo. Dia pemimpin yang sering menunjukkan kebolehannya. Pemikirannya dipengaruhi ole ide-ide yang didapat ketika kuliah di Amerika Serikat. Semua orang tahu bahwa Amerika Serikat adalah pusat kapitalisme global. Dia bekerja pada jam-jam dinas saja untuk memenuhi kebutuhan rakyat. Tokoh B benar-benar menganut prinsip segala sesuatunya harus diajalankan menurut aturan yang telah baku.

 

Sekarang, saya tidak usah menjelaskan lebih detail, terlihat bukan perbedaannya?

Lho, saya sedang membuat opini ya?

 

Ferril Irham Muzaki

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang

Cara Menyisipkan Video YouTube pada Blog Berkarya

Menanggapi tulisan Sdr. Eny Erawati di kolom komentar tulisannya yang berjudul “Desain Buku: Batu, Kota di Kaki Langit” pada 8 September 2012, berikut ini saya tampilkan tutorial Cara Menyisipkan Video YouTube pada Blog Berkarya.
1. Masuk ke halaman administasi Berkarya.
2. Klik menu tulisan.
3. Sunting tulisan bila tulisan sudah ada di menu All Post atau Tambahkan baru bila tulisan belum ada.
4. Pada editor (lebih disarankan, menggunakan modus HTML, bukan modus Visual untuk menghindari pengubahan URL menjadi pranala secara otomatis), tuliskan URL YouTube video Anda, misalnya:  http://www.youtube.com/watch?v=RDuFWEDIU5I
5. Selesai, video Anda akan tampak seperti contoh di bawah ini.

Malang, 13 September 2012

NIKMAT YANG TERABAIKAN

Nikmatnya Oksigen Gratis
Oksigen (O2) atau zat asam sangat diperlukan  makhluk hidup.  O2 adalah unsur kimia yang tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa, tidak terbakar tapi dapat membantu pembakaran (Oksidator).  Manusia membutuhkan asupan oksigen secara terus-menerus untuk proses respirasi sel, dan membuang kelebihan karbondioksida sebagai limbah beracun produk dari proses tersebut. Respirasi adalah pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Dari bahasa Latin re-(lagi) + spirare (bernapas) = bernapas lagi.  Pertukaran gas antara oksigen dengan karbondioksida dilakukan agar proses respirasi sel terus berlangsung.
O2 dihasilkan dari air menggunakan cyanobacteria, ganggang, dan tanaman saat melakukan fotosintesa. Oksigen yang dibutuhkan untuk proses respirasi sel ini sekitar 20,9% berasal dari atmosfer.    Oksigen terdapat bebas di udara dan dihirup untuk diperlukan tubuh untuk menghasilkan energi yang diperlukan dalam menjalankan aktifitas kehidupan.
Menurut beberapa literatur mengatakan, pada kondisi biasa (tidak melakukan aktivitas apa-apa seperti kerja berat ataupun olahraga), kebutuhan rata-rata manusia untuk oksigen sebanyak 375 liter per hari, untuk mudahnya anggap saja sama dengan 375 kg.  Oksigen untuk tubuh ini diperoleh melalui proses pernapasan, sekali bernapas, paru-paru bisa menampung sekitar 500 ml udara.
Untuk pemakaian oksigen di rumah pertamakali harus membeli dengan tabungnya, minimal memakai tabung ukuran kecil (0,5 m3).  Harga tabung oksigen ukuran 0,5 m3 + Regulator + Selang + Masker adalah +Rp. 1.150.000,-.  Tabung ukuran 1/2 m3 berisi 5 kg oksigen, harga isi ulang tabung oksigen Ukuran 0,5 M3 adalah +Rp 20.000,-.
Jika kebutuhan manusia akan oksigen per hari adalah 375 kg, kalau dicharge sesuai dengan perhitungan tersebut, maka kebutuhan yang harus kita bayar minimal perhari adalah 375/5 = 75 tabung @ Rp 20.000,- = Rp. 1.500.000,- (ini hanya untuk oksigen saja, belum yg lain).
Jika dihitung, oksigen yang akan kita bayar selama setahun adalah 365 x Rp. 1.500.000,- kira-kira +Rp. 547.500.000,- per tahun.  Seandainya anggap saja kita sudah hidup selama 30 th maka yang harus kita bayarkan seharusnya senilai Rp. 16.425.000.000,-

No.

Kebutuhan

Harga

Keterangan

 1. Tabung lengkap (awal) Rp. 1.150.000,- Tabung ukuran 1/2 m3 + Regulator + Selang + Masker

 2.

Pemakaian sehari Rp. 1.500.000,-per hari isi ulang oksigen 5 Kg untuk pemakaian sehari = 375/5 x Rp 20.000,-

 3.

Pemakaian per bulan Rp. 45.000.000,- 30 x Rp. 1.500.000,-

 4.

Pemakaian setahun Rp. 547.500.000,-  per tahun 365 x Rp. 1.500.000,-

 5.

Pemakaian 30 tahun Rp. 16.425.000.000,- 30 x Rp. 547.500.000,-
 6. Usia anda sekarang Rp. … … x Rp. 1.500.000,- (Silahkan hitung sendiri)
Jika kita harus bekerja mencari uang, berapa gaji yang kita butuhkan selama sebulan untuk membayar oksigen? Rp. 45 juta.  Saya yakin kita tidak akan mampu untuk membayarnya.  Persoalannya adalah ketersediaan oksigen gratis ini sering disia siakan dan tidak diperhitungkan oleh manusia, sadarkah kita?  Seandainya Alloh Subhanahuwata’ala mau berhitung dagang dengan manusia, keluarga kaya mana yang akan sanggup melunasi biaya nafas hidupnya ?
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Hitungan tersebut di atas itu baru untuk harga oksigen saja, belum lagi nikmatnya mata bisa melihat, nikmatnya telinga bisa mendengar, nikmatnya mulut bisa berbicara, nikmatnya lidah bisa merasakan makanan/minuman, nikmatnya tenggorokan bisa menelan, nikmatnya gigi bisa mengunyah, dan seterusnya yang tidak akan ada habisnya, dan kita tidak akan sanggup untuk menghitungnya.
Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban ?  (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? ).  Kalimat ini di dalam Al-Qur’an disebutkan berulang-ulang sampai dengan 31 kali di surat ke 55 (Surah Ar-Rahman).   Ayat yang menjelaskan nikmat Allah yang Allah berikan kepada manusia terletak di akhir setiap ayat.  Ini menunjukkan bahwa manusia itu sering lupa dan mengingkari nikmat-nikmat yang telah Allah subhanahuwata’ala berikan, Allah telah memberikan nikmat yang banyak kepada kita.  
Allah SWT berfirman:

“dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (Qs. 14:34)

“dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs 16:18)

Memenuhi Seruan Panggilan.
Jika kita mau memikirkan secara mendalam, kita tidak akan dapat membayangkan betapa banyaknya karunia Allah kepada manusia. Karunia Allah subhanahuwata’ala kepada semua orang baik kaya maupun kepada fakir miskin. Allah subhanahuwata’ala telah memberi kesehatan tubuh kita dan udara bebas untuk bernapas.  Namun manakala saat adzan berkumandang, “Hayya ‘alas-sholaah…marilah Sholat… seruan panggilan dari masjid untuk datang menghadap, seringkali manusia tidak menghiraukan.  Hayya ‘alal-falāh… mari mengalahkan hawa nafsu…sik ah…nanti dulu… pekerjaan belum selesai…. masih rapat… masih mengajar dst.  Beranikah manusia itu mengatakan … sik ah…nanti dulu…ketika atasan atau pimpinannya memanggil…atau ketika ada kunjungan menteri ataukah presiden ? lebih takut kepada siapa? Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Allah SWT berfirman :
“… Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu. tentang nikmat-nikmat (yang telah kamu terima).  (Qs. 102:8)
Segala puji bagi Allah yang telah mengenyangkan kami dan memberi kami kenikmatan yang banyak.  “Ampuni kami ya Allah… Bimbinglah kami, agar kami tidak akan mendustakan nikmatMu. Ampunilah dosa-dosa kami dan masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang bersyukur.”Mudah-mudahan kita bisa untuk selalu berusaha mengendalikan diri menuju ke dalam golongan orang-orang yang bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah kita terima.  Aamiin.

Noor Farochi – Staf BAKPIK

THE POWER OF LOVE

THE POWER OF LOVE

BAGIAN I

Oleh: Djokako Rahardjo*

Cinta memiliki beribu-ribu makna bahkan berjuta-juta makna. Telah banyak puisi cinta yang  tercipta. Setiap waktu telinga kita mendengar lagu cinta. Cerita cinta tak kan pernah habis ditelan masa, Cinta adalah perjuangan. Cinta adalah kekuatan. Sungguh dahsyat energi cinta, melebihi energi nuklir pembangkit turbo prop maupun turbo jet yang terpasang pada kapal induk Amerika. Energi cinta sanggup mendorong roket untuk menjelajahi ruang angkasa, yang berkelana dari planet yang satu ke planet yang lainnya.

Pada kesempatan ini penulis mencoba menceritakan kembali kisah cinta Sawitri dengan Setiawan. Dalam kisah Mahabarata versi Wayang Purwa atau Wayang Jawa, Sawitri dan Setiawan hanya menempati “celah” yang kecil dari isi kandungan kisah Mahabarata. Meskipun demikian, sungguh indah kisah cinta mereka dan layak untuk dijadikan pelajaran bagi kawula muda. Setiap penulis memiliki gaya bahasanya sendiri. The Power of Love ini sengaja ditulis dengan bahasa campuran: bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Kawi, bahasa Gaul, bahasa Arab dan bahasa Inggris. Marilah kita awali kisah ini dengan “tembang” yang dilantunkan oleh Diva Pop Dunia dari Kanada, Celine Dion dengan judul lagu “The Power of Love”.

 

The whispers in the morning
Of lovers sleeping tight
Are rolling like thunder now
As I look in your eyes                     

I hold on to your body
And feel each move you make
Your voice is warm and tender
A love that I could not forsake
Cause I’m your lady
And you are my man
Whenever you reach for me
I’ll do all that I can
Even though there may be times
It seems I’m far away
Never wonder where I am
Cause I am always by your sideCause I’m your lady
And you are my man
Whenever you reach for me
I’ll do all that I canWe’re heading for something
Somewhere I’ve never been
Sometimes I am frightened
But I’m ready to learn
Of the power of loveThe sound of your heart beating
Made it clear
Suddenly the feeling that I can’t go on
Is light years away

 

Cause I’m your lady And you are my man
Whenever you reach for me
I’ll do all that I can

We’re heading for something
Somewhere I’ve never been
Sometimes I am frightened
But I’m ready to learn
Of the power of love

 

Bisikkan di pagi hari
Cinta yang tak pernah tidur
Sekarang bagaikan guntur yang  menggelegar
Ketika kutatap matamuDiriku bersandar pada tubuhmu
Dan merasakan setiap gerakan tubuhmu
Suaramu  hangat dan lembut
Sebuah cinta yang tak dapat kulepaskanKarena aku wanitamu
Dan kamu adalah lelakiku
Setiap kali kamu  menyentuhku
Aku akan melakukan semua yang ku bisaMeskipun  beberapa kali kurasakan
Sepertinya aku jauh
Jangan pernah bertanya-tanya di mana aku
Karena aku  selalu di sisimu
Karena aku wanitamu
Dan kamu adalah lelakiku
Setiap kali kamu menyentuhkuAku akan melakukan semua yang kubisa
Kami sedang menuju sesuatu
Di tempat yang belum pernah aku singgahi
Kadang aku takut
Tapi aku siap untuk belajar
Dari kekuatan cintaSuara detak jantung mu
Menjelaskan
Tiba-tiba perasaanku mengatakan  tidak bisa pergi
Adakah jalan hidup untukku?Karena aku wanitamu dan kamu adalah lelakiku
Setiap kali kali kamu menyentuhku
Aku akan melakukan semua yang kubisaKami sedang menuju  sesuatu
Di suatu tempat yang belum pernah aku singgahi
Kadang aku takut
Tapi aku siap untuk belajar
Dari kekuatan cinta

 

(MOHON MAAF BILA TERJEMAHAN INI ANDA RASAKAN KURANG TEPAT).

 

Sudah banyak para raja muda yang melamar Dewi Sawitri, Putra Raja Matswapati dengan Dewi Hapsari dari Kerajaan Madras tetapi semua ditolaknya. Ayah dan Bundanya merasa heran. Para raja yang melamarnya rata-rata berwajah tampan dan masih muda belia.  Mengapa Sawitri menolaknya?  Ada apa dengan Sawitri? Sebetulnya…, Sawitri sudah memiliki tambatan hati tetapi tidak berani mengatakannya. Berhari-hari dia menyimpan dukanya. Sebagai seorang gadis yang cerdas dan sholihah (berbudi pekerti yang luhur) maka dia melaksanakan puja brata/bersemedi (Sholat Tahajut). Di dalam keheningan malam maka datanglah Sanghyang Narada menghampirinya. Terjadilah dialog seperti berikut ini.

 

“Becik matura ingkang prasojo nini!” 

“Pukulun…, waleh-waleh menapa ribeting manah kula ingkang mboten saget nampi pepadhang menika? Kaparenga paduka angayomi miwah ing wejarno! Ing pundi margine pepadhang?”

“Sebaiknya berbicaralah dengan terus terang, anak manis!”

“Wahai dewa…, terus terang mengapa keruwetan hati/pikiran saya tidak dapat menerima cahaya petunjuk ini? Mohon paduka melindungi serta menjabarkan! Dimanakah jalan untuk mendapatkan cahaya petunjuk?”

Pembaca yang budiman…, mohon bersabar karena cerita  ini akan berlanjut pada bagian ke-2.

Malang, 12 September 2012

*) Pembantu Pimpinan pada Subbag Sardik BAAKPSI   UM

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.