[selesai] BERTEMAN DENGAN SEORANG MENTERI

BERTEMAN DENGAN SEORANG MENTERI

Oleh: Djoko Rahardjo*)

Minggu tanggal 9 September 2012, pukul 06.34 wib., ketika itu kami bertiga ( penulis, isteri penulis dan cucu tercinta) sedang bercengkerama di kamar tamu, tiba-tiba hp yang ada di meja tv berbunyi. “Mbah Kung…, ada sms!” Teriak cucu penulis. Siapa yang mengirim sms sepagi ini? Perlahan-lahan kuhampiri meja tv, sambil menggendong cucu penulis yang saat itu genap berusia empat tahun. Lho? Hati ini agak kaget karena yang mengirim sms adalah  salah seorang Staf Protokoler Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Begini isinya…
“Ass wr wbr, izin Bapak, saya … Protokol Mendikbud. Kami infokan dg hrmt Bapak Mendikbud  pagi ini jam 09.00 akan memberi arahan pada mahasiswa baru UNMUH di DOME. Bilamana Bapak ada waktu mhn perkenan mendampingi Beliau. Hadir juga Bapak Rektor ITS dan UNESA. Suwun Wss wr wbr. Hormat kami….”

Wah…, teman saya ini salah mengirim sms. Meskipun saya kenal baik dengan pengirimnya tetapi kali ini isi sms harus saya kirimkan kepada pimpinan  atau atasan langsung. Seketika itu, sms tersebut saya kirimkan kepada Kepala Biro AAKPSI UM, Kabag PK UM dan Kasubag Sardik UM.

Dalam hati penulis, mengundang menteri untuk datang ke daerah adalah tugas yang tidak mudah. Jarang sekali perguruan tinggi pada acara Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi (PKPT) mengundang Mendikbud RI. Kali ini Mendikbud RI berkenan hadir untuk memberikan arahan pada Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Malang Tahun Akademik 2012. Pembaca tentu masih ingat dengan Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang sekaligus Mantan Menteri Agama RI, Prof. Malik Fadjar, M.Sc. Beliau juga Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang. Bagaimana? Betulkan? Berteman dengan menteri itu menguntungkan.

Bagaimana dengan IKIP Malang (UM)? Jangan khawatir IKIP Malang pun memiliki cerita yang menghebohkan! Mungkin pembaca akan berkata dalam hatinya: “Pak Djoko Rahardjo itu suka nggedabrus/membual! Wong cilik ae nyritakno sing aneh-aneh!”

Bilieve or not! Pengalaman penulis bersama dengan teman-teman yang lain ketika bertugas di Kantor Program Diploma IKIP Malang beberapa puluh tahun yang lalu. Saat itu yang menjadi Ketua Program Diploma IKIP Malang adalah Bapak Widodo, Mantan Dekan FPMIPA, Mantan Pembantu Rektor II dan Pembantu Rektor III IKIP Malang—meminta pada penulis untuk memfotokopi berkas usul kenaikkan jabatan fungsional lima orang dosen—dari  lektor kepala ke guru besar madya. Dua hari berikutnya, penulis terkejut! Betapa tidak! Surat Keputusan Guru Besar (professor) atas nama Prof. Widodo (Jurusan Biologi), Prof. Rebo Hardjosiswojo (Jurusan Matematika), Prof. Samsul Kislam (Jurusan Matematika), Prof. Santoso Budiman (Jurusan Pendidikan Dunia Usaha/Ekonomi) dan… kalau tidak keliru, Prof. Purwito (Jurusan Pendidikan Dunia Usaha) sudah jadi!

Menurut keterangan almarhum Prof. Widodo bahwa berkas usul kenaikkan jabatan fungsional  lima orang dosen IKIP Malang tersebut diserahkan ke staf mendikbud, tidak sampai 1 (satu) jam SK Guru Besar sudah jadi. Mengapa begitu? Kira-kira apa jawabnya? Jawabnya adalah…, Prof. Dr. Eng. Wardiman Djojonegoro (Mendikbud RI) teman satu kelas Prof. Widodo ketika di SMAN 2 Surabaya. Sedangkan Jenderal (Purnawirawan) TNI AD Try Sutrisno (MantanWakil Presiden RI) adalah kakak kelas beliau berdua di SMAN 2 Surabaya.

Malang,  9 September 2012

*) Djoko Rahardjo, Staf Subbag Sarana Pendidikan  BAAKPSI UM

4 comments to [selesai] BERTEMAN DENGAN SEORANG MENTERI

  • djoko rahardjo

    Matur sembah nuwun dhumateng Bapak Dawud, panci leres atur panjenengan, bilih sakmenika sumakawis sampun “kapranatan” kanthi sae. Mugi-mugi mbenjang para pamengku negari tansah pinaringan pitedhah ingkang minulya.

  • SAYA TIDAK TAHU KEBENARAN KISAH PAK DJOKO TENTANG KATEBELECE PENGURUSAN JABATAN FUNGSIONAL GURU BESAR DI MASA LALU

    YANG SAYA TAHU ADALAH KONDISI SEKARANG INI. URUSAN KENAIKAN JABATAN, TERMASUK KE GURU BESAR, MELALUI PROSEDUR BAKU, TRANSPARAN, AKUNTABEL BERBASIS IT. TIDAK BISA (LAGI) BERDASARKAN KENALAN, SEKALIPUN KENALAN MENTERI. BERIKUT DUA KISAH NYATA YANG MEMBUKTIKAN HAL ITU.

    KISAH NYATA PERTAMA: SEORANG REKTOR PTS TERKENAL DI SUATU KOTA PENDIDIKAN YANG JUGA KENAL (BANYAK) MENTERI, TERMASUK MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDYAAN SAAT INI … USULAN KENAIKAN JABATAN FUNGSIONAL GURU BESARNYA DITOLAAAAAAAAAAAK KARENA BERBAGAI PERTIMBANGKAN, ANTARA LAIN, BIDANG ILMUNYA (YANG DIBUKTIKAN DENGAN IJAZAH S3, MATAKULIAH YANG DIAMPU SAAT LEKTOR, DAN PENELITIANNYA) TIDAK LINEAR DENGAN BIDANG ILMU GURU BESARNYA, DAN KARYA ILMIAHNYA “DIRAGUKAN ORISINALITASNYA TERUTAMA KARENA ADA (OTO)PLAGIASI”

    KISAH NYATA KEDUA: SEORANG DOSEN BIASA DI FS UM YANG TIDAK KENAL PEJABAT DI KEMENDIKBUD DAN BAHKAN TIDAK PERNAH PEDULI DENGAN KENALAN SERTA TIDAK PEDULI AKAN KENAIKAN JABATATANNYA KERENA URUSAN MENGUMPULKAN BERKAS DAN MENGHITUNG ANGKA KREDIT SAYA YANG OPRAK-OPRAK … HANYA DALAM WAKTU 2 BULAN SETELAH DIKIRIM BERKAS OLEH UM, SK GURU BESARNYA TURUN …. TANPA UANG, TANPA KENALAN …

    ERA SUDAH BERUBAH PAK DJOKO … ZAMAN SUDAH BERKEMBANG PAK DJOKO … TAPI SAYA MAKLUM KOQ, SALAH SATU CIRI PENANDA SESEORANG MENJADI SESEPUH ADALAH SERING BERKISAH “Saya dulu ….” WALAU KISAH ITU SUDAH TIDAK RELEVAN LAGI. Begitu, kan Yang Kung?

  • djoko rahardjo

    Saya harus menjawab bagaimana? Hampir semua orang yang ada di republik ini sudah tahu. Jawabnya, ya-ya-ya, yaaaaaaaa!

  • Noor Farochi

    Apa ini berarti “tak kenal maka urusan jadi lambat ?”

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.