[SELESAI] OPEN RECRUITMENT PEGAWAI BRI

Update:

Dikarenakan kouta telah penuh, pendaftaran peserta Open Recruitment telah ditutup. Terima kasih

SEMINAR NASIONAL TEQIP UM – PT PERTAMINA

SEMINAR NASIONAL

EXCHANGE EXPERIENCE TEQIP

 

 

TEMA

 

”PENINGKATAN PEMBELAJARAN BERMAKNA MELALUI EXCHANGE EXPERIENCE”

24 November 2012

Penyelenggara:

Universitas Negeri Malang (UM)

bekerja sama dengan

PT Pertamina (Persero) Jakarta

E-mail panitia:

semnasteqip2012@gmail.com

semnasteqip2012@yahoo.co.id

SEMINAR NASIONAL

PENINGKATAN MUTU GURU PENDIDIKAN DASAR MELALUI PEMBELAJARAN BERMAKNA

 

 

RASIONAL 

Peningkatan mutu pendidikan menjadi sebuah kebutuhan yang mendesak

dan tidak dapat ditun-da-tunda lagi.Salah satu cara untuk meningkatkan

mutu pendidikan adalah peningkatan mutu guru, karena guru memiliki

peranan sentraldalam proses pembelajaran di sekolah. Guru sebagai motivator

dan mediator bagi siswauntuk dapat belajar secara efektif dan efisien.

Guru harus berperan mendorong siswa untuk menjadi profesional

yang mempunyai kemampuan penguasaanmateri, metode, media, dan asesmen,

serta memiliki wawasan yang komprehensif terhadap bidang studi yang diajarkan.

Sebagai salah satu bentuk tuntutan guru yang profesional adalah mampu meng-

komunikasikan secara ilmiah gagasan, ide, pengalaman,ataupun penelitiannya

dalam suatu forum ilmiah. Salah satu forum ilmiah yang dapat digunakan

sebagai wadah komunikasi tersebutadalah seminar. Universitas Negeri Malang (UM)

bekerja sama dengan PT Pertamina(Persero) Jakarta mengadakan seminar nasional

exchange experience TEQIP (Teachers Quality Improvement Program).

Seminar ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk bertukar pengetahuan

dan pengalaman dalam meningkatkanmutu guru pendidikan dasar.

 

 

TUJUAN

  1. Meningkatkan wawasan dan pengetahuan guru pendidikan dasar.
  2. Meningkatkan profesionalisme guru pendidikan dasar.

 

MATERI dan KEY NOTE SPEAKER

  1. 1.   Program Peningkatan Mutu Guru Pendidikan Dasar

Oleh: BPSDM

  1. 2.   Kebijakan Peningkatan Mutu Guru Pendidikan Dasar

Oleh: Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd (Direktur Pembinaan SD

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kemdiknas)

  1. 3.   Pendidikan Karakter sebagai Upaya Menjadikan Pendidikan Lebih Bermakna

Oleh: Prof. Dr. Sa’dun Akbar (Pakar Pendidikan Karakter Siswa, UM)

  1. 4.   TEQIP sebagai Wahana Pengembangan Pembelajaran Bermakna

Oleh: Dr. Subanji, M.Si (Ketua TEQIP, UM)

 

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAANHari/Tanggal  : Sabtu, 24 November 2012

Pukul            : 08.00 – 16.00 WIB

Tempat         : Aula  Utama Gedung A3 Universitas Negeri Malang (UM), Jl. Semarang 5 Malang

 

KONTRIBUSI

Pemakalah                           : Rp 200.000,-

Peserta Guru/Mahasiswa        : Rp 100.000,-

Peserta Dosen/Umum            : Rp 150.000,-

Bagi peserta TEQIP maupun alumni TEQIP bebas biaya kontribusi. Kuota peserta

dan pemakalah maksimum 300 orang.

Kontribusi seminar dibayar-kan langsung ke panitia pada hari pelaksanaan seminar.

Setiap peserta dan pemakalahakan mendapatkan Seminar KIT dan Sertifikat.

 

CONTACT PERSON:

Erry Hidayanto (081803829306)

Siti Zubaidah (081334435234)

Mimin Nurbintarti (0811363163)

Sekretariat: Kantor TEQIP, Jl. Surakarta 7C Malang

 

MAKALAH SEMINAR

Peserta diberi kesempatan untuk menulis makalah yang relevan dengan tema

seminar dan dipresenta-sikandalam sesi paralel. Soft file abstrak dan makalah

lengkap diterima panitia paling lambat tanggal 17 November 2012 dapat dikirim

melalui email pani-tia. Sesi paralel yang disediakan meliputi:

  1. Matematika dan Pembelajaran Matematika.
    1. IPA dan Pembelajaran IPA.
    2. Bahasa Indonesia dan Pembelajaran Bahasa Indonesia.
      1. Pembelajaran pada Pendidikan Dasar.
      2. Peningkatan Kualitas Pembelajaran melalui Lesson Study.

 

SISTEMATIKA PENULISAN

  1. 1.   Hasil Pemikiran:

Judul, Nama Penulis (tanpa gelar akademik), Abstrak (maks. 100 kata),

Kata Kunci, Pendahuluan, Bahasan Utama, Kesimpulan dan Saran,

Daftar Rujukan.

 

  1. 2.   Hasil Penelitian/Lesson Study:

Judul, Nama Penulis (tanpa gelar akademik), Abstrak (maks. 100 kata), Kata Kunci,

Pendahuluan (berisi latar belakang, sedikit tinjauan pustaka, dan tujuan penelitian/

kegiatan), Metode/Langkah Kegiatan, Hasil, Pembahasan, Kesimpulan dan Saran,

Daftar Rujukan.

 

 

                                                              FORMULIR PENDAFTARAN

 

Nama     :

Instansi  :

Alamat   :

Telp       :

Email     :

Alamat Rumah:

 

Dengan ini saya mohon didaftarkan sebagai :

 

Peserta seminar

Pemakalah Sesi Paralel A/B/C/D/E*)

 

 

Judul :

 

______________2012

 

(Tanda tangan dan Nama Lengkap)

                                                                                                                    (__________________)Tanda tangan dan nama terang

 

 

*) coret yang tidak perlu

 

 

 

 

KEARIFAN MAHAGURU ABIYOSO… Bagian Ke-2

KEARIFAN MAHAGURU ABIYOSO DAN MAHAGURU BISMO

(Bagian Ke-2)

Oleh: Djoko Rahardjo*

Berbicara tentang “perburuan” kekuasaan  yang telah terjadi pada masa yang lalu, kini dan nanti,  sangatlah mengasyikkan. Perburuan kekuasaan yang telah dipertotonkan pada saat ini sudah sampai pada puncaknya. Saat ini…,  tatanan moral dan etika sudah tak lagi menjadi pegangan. Anehnya…, hal ini terjadi juga di beberapa perguruan tinggi di Indonesia, baik PTN maupun PTS. Sungguh sangat meprihatinkan!
Sebetulnya …, nenek moyang Bangsa Indonesia sudah memberikan semacam rambu-rambu dan bahkan contoh-contoh, bagaimana  seharusnya kekuasaan itu didapat. Tidak hanya sampai di situ! Kisah Wayang Mahabarata telah memaparkan dengan cermat—pada  setiap episode—tentang  bagaimana cara mendapatkan dan menggunakan kekuasaan itu secara bermartabat.
Kisah Mahabarata versi Wayang Jawa pada lakon Wahyu Makutha Rama, Raden Harjuna cucu Mahaguru (Profesor) Abiyoso mencari “kemuliaan hidup” melalui tapa brata atau bertapa. Syarat-syarat untuk melakukan tapa brata itu antara lain harus suci lahir dan batin, harus memasang niat yang benar, harus memahami segala sesuatu  yang berkaitan dengan cita-cita yang akan diperjuangkan, dan masih banyak lagi.
Negara Hastinapura setelah usai perang besar Bharatayuda, secara otomatis  menjadi milik  Pandawa. Siapa yang berhak menjadi raja di Negara Hastinapura? Ternyata yang berhak  menjadi raja adalah cucu Raden Harjuna, yang bernama Raden Parikesit. Lho kok begitu? Lalu apa hubungannya dengan dua orang professor, Mahaguru Abiyoso dan Mahaguru Bismo? Nah…, disinilah “letak”  inti dari cerita ini.
Raja  Hastinapura yang bernama Santanu  mempunyai seorang anak  laki-laki yang bernama Raden Dewabrata atau lebih dikenal dengan nama Mahaguru Bismo. Di dalam menjalani hidupnya sebagai raja yang menduda  selama ± 20 tahun,  pada suatu hari…, bertemulah dengan seorang janda cantik nan seksi, yang bernama Dewi Setyowati. Janda cantik ini mempuanyai seorang anak  laki-laki yang bernama Raden Kresna Dwipayana atau lebih dikenal dengan nama Mahaguru Abiyoso.
Prabu Santanu  sebagai sorang duda, mungkin…, ketika Dewi Gangga berpamitan untuk kembali ke kayangan (karena masa tugasnya sebagai seorang isteri sudah selesai),  berkata demikian:
“Never mind I’ll find some one like you!”
Berbeda  dengan Dewi Setyoawati yang diceraikan oleh suaminya. Betapa sakit hatinya sehingga mungkin…, dia berkata:
“I’ll never fall in love againt!”
Bagaimana kisah Raja Santanu dengan Dewi Setyowati selanjutnya? Ikutilah kisah ini pada episode berikutnya pada bagian ke-3. Mohon kesabarannya, hehehe…..

Malang,  25 Oktober 2012

*) Djoko Rahardjo, Staf Subbag Sarana Akademik  BAKPIK  UM

 

KEARIFAN MAHAGURU ABIYOSO DAN MAHAGURU BISMO

KEARIFAN MAHAGURU ABIYOSO DAN MAHAGURU BISMO

(Bagian Ke-1)

Oleh: Djoko Rahardjo*

Kita sering mendengar seorang pimpinan berbicara tentang kecerdasan/kematangan: intelektual, spiritual, emosional dan sosial. Doktrin atau wejangan semacam ini sudah “sangat sering” dilontarkan . Ibarat orang makan…, kita sudah terlalu kenyang dengan makanan tersebut. Saking seringnya makanan itu singgah di perut kita, kadang terasa mual dan ingin muntah. Lebih-lebih bila antara lebel makanan dengan isinya bertolak belakang. Misalnya…, pada lebel kemasan tertulis: “Isi roti ini terbuat dari daging sapi pilihan, higenis, segar dan halal!” Tetapi fakta yang ada…, ternyata…, daging  tersebut sudah basi karena “terkontaminasi “oleh berbagai macam bakteri yang merugikan. Bagaimana? Apa yang akan terjadi? Muntah! Bahkan terkena diare yang berat!
Ungkapan di atas adalah cerminan kehidupan politik, ekonomi, sosial, hukum, pendidikan dan lain-lain yang sedang terjadi di negara kita. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mengapa hal itu terjadi? Apa jawabnya?  Gampang! Cucu penulis yang duduk di TK kelas A saja, sudah dapat menjawabnya. Lho kok…? Begini…, marilah kita mencoba memahami pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh anak balita.
“Mbah kung…, itu kok ada yang gelut (berkelahi) ramai-ramai. Siapa mereka itu, Kung,,,?”  Begitu pertanyaan cucu penulis sambil mununjuk ke arah televisi.
Aduh…, saya harus menjawab apa…, sebab yang sedang berkelahi itu adalah mahasiswa dengan dosennya. Bagaimana ya?
“Ooo… itu. Eee…, itu pak dosen dengan kakak mahasiswa”, jawab penulis.
“Dosen itu apa? Mahasiswa itu apa?” Begitu pertanyaan Sang Cucu.
“Dosen itu…, guru yang ilmunya buanyaaak…! Mahasiswa itu murid yang gede buangeeet…!
“Lho kenapa mereka kok bertengkar? Rebutan kue, ya…? Kan tidak boleh rebutan! Kata Bundaku…, kita tidak boleh rebutan! Masing-masing kan sudah diberi kue. Tidak baik mengambil kue  milik orang lain!” Begitu celoteh cucu penulis.
Hehehe.
Maaf…,  penulis sudah mengantuk! Jam di dinding kamar menunjukkan pukul 03.00 wib. (dini hari). Semalaman penulis tidak tidur karena sedang mengerjakan pekerjaan TEQIP UM. Besok cerita ini akan kita sambung lagi. Hehehe…

Malang,  24 Oktober 2012

*) Djoko Rahardjo, Staf Subbag Sarana Akademik  BAKPIK  UM

 

SEPAK BOLA DJOKO TINGKIR

SEPAK BOLA DJOKO TINGKIR

Oleh: Djoko Rahardjo*

Pertandingan sepakbola yang biasa kita saksikan  lazimnya dikelompokkan menjadi tiga, yakni kesebelasan para pria, kesebelasan para wanita, dan kesebelasan para waria (wanita pria alias bencong). Kali ini agak berbeda. Lho kok begitu? Emangnye ada yang laen? Kali ini  pemainnya “oplosan”. Bingung, kan?

FOTO KESEBELAS PARA BOSS UM

“Saya curiga bila Pak Djoko mengambil foto kami!” Begitu komentar Dekan FS UM.
“Hehehe…”, itulah jawaban penulis .
“Sebentar…, sebelum pertandingan ini dimulai saya akan menyampaikan sesuatu. Lawan kami adalah Kesebelasan FIK UM, dan kipernya adalah Ibu Rini. Dahulu…, menurut cerita sejarah…, ketika Djoko Tingkir mengalahkan Haryo Penangsang—Djoko Tingkir menggunakan suatu taktik atau strategi—strateginya adalah Danang Sutowijoyo oleh Djoko Tingkir diminta menunggangi kuda betina untuk menghadapi Haryo Penangsang. Nah…, untuk jelasnya akan diterangkan oleh Dekan FIS UM”, begitulah ulasan Rektor UM.
Penulis tidak begitu berkonsentrasi ketika Dekan FIS UM memberikan ulasan . Meskipun demikian… , menurut pengalaman…, bila kuda jantan melihat kuda betina telanjang bulat—tidak menggunakan celana dalam—pasti posisi kuda jantan akan berada di belakang kuda betina. Apalagi bila kuda betinanya genit–berjalan sambil berlenggak-lenggok, seperti seorang peragawati yang sedang berjalan di atas cat walk–pastilah kuda jantan akan selalu berada di belakang pantat kuda betina–sambil cengar-cengir dan akan menolak setiap perintah tuannya. Setelah itu apa yang akan terjadi? Heeem…, adegan berikutnnya disensor oleh Panitia Dies Natalis UM. Hehehe…
Dahulu kala…, warna kaos kiper selalu berwarna hitam dan menggunakan  nomor punggung satu. Sesuai dengan perkembangan zaman,  kaos  kiper sudah tidak  seperti itu lagi, Cobalah Anda lihat seorang kiper pada foto di bawah ini. Siapakah dia?
 

Malang, 21 Oktober 2012

*) Djoko Rahardjo, Staf Subbag Sarana Akademik  BAKPIK  UM

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.