REMBULAN TERSENYUM… Bagian Ke-11

REMBULAN TERSENYUM DI LANGIT MELONGOANE

(Bagian Ke-11)

Oleh: Djoko Rahardjo*

Kapal  Laut Venecian  dengan nomor lambung  GT.712  merapat di Pelabuhan Lirung pada hari Sabtu, tanggal 29 September 2012, pukul 08.01 wita.  Para penumpang yang akan turun di Pelabuhan Lirung sudah  bersiap-siap meninggalkan kapal. Di antara hiruk-pikuknya para penumpang itu, Sersan Djoko meminta kepada sang komandan (Pak Amin ) dan Tim Elang  UM untuk segera turun ke lambung kapal yang dekat dengan speed boat.

KAPAL VENECIAN MERAPAT DI PELABUHAN LIRUNG

 
“Bang Ali, kamu mengambil posisi di atas kapal! Di barisan paling belakang! Amankan barang-barang! Saya akan mengambil posisi di bawah, di dekat speed boat! Barang-barang itu akan diambil oleh pemilik speed boat!” Begitu perintah Sersan Djoko.
“Siap ndan!” Jawab Koprol Ali.
“Pak Djoko apa sudah memesan speed boat?” Tanya Pak Amin.
“Sudah Pak!” Jawab Sersan Djoko.
“Pak Djoko speed boat yang akan kita naiki itu, apa mampu membawa kita?” Tanya Pak Dwi.
“Mampu Pak!” Jawab Sersan Djoko dengan sangat percaya diri.
Satu persatu anggota pasukan turun ke speed boat. Sersan Djoko yang paling akhir turun ke speed boat. Tidak lama kemudian speed boat itu telah meninggalkan kapal.
 
Di dalam speed boat, terlihat semua anggota pasukan menampakkan wajah yang berseri-seri. Senyum sumringah (gembira) terlihat di raut muka Pak Dwi Haryoto dan Pak Erry Hidayanto.
 
Baru pertama kali ini Sersan Djoko menaiki speed boat sehingga tidak mengetahui bahwa speed boat itu memiliki “keterbatasan” daya angkut. Padahal speed boat tersebut mengangkut enam orang dan barang-barang yang cukup berat.
Kira-kira sepuluh menit kemudian—setelah speed boat meninggalkan kapal—di tengah-tengah  lautan antara Pelabuhan Lirung dengan Pelabuhan Melongoane, tiba-tiba terdengar suara mesin:
“Bleb-bleb-bleb kreek! Bleb-bleb-bleb kreek! Kreeeeek…!”
“Aduh! Mesinnya mati!”
Tiba-tiba speed boat mendongak ke atas dan  mesinnya pun terendam air. Seketika itu mataku terbelalak dan mulutku pun berteriak:
“Ya Allah, jangan ambil nyawa kami! Ya Allah, selamatkanlah hambamu ini! Allahu akbar! Allahu akbar! Allahu akbar! Allahu akbar! Allahu…, Allahu…, Allah-Allah-Allah….

BERSAMBUNG …

Melongoane –Talaud – Sulut,  3 Oktober 2012

*) Djoko Rahardjo, Staf Subbag Sarana Akademik  BAKPIK  UM

Komentar ditutup.

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.