KETIKA REKTOR UM MENJADI BINTANG FILM Bagian Ke-2

KETIKA REKTOR UM MENJADI BINTANG FILM

(Bagian Ke-2)

Oleh: Djoko Rahardjo*

Ketika jantung orang-orang Indonesia berdegub kencang  dan mata mereka nanar  memandangi peta nusantara karena Pulau Sipadan  dan Pulau Ligitan yang lepas dari pangkuan ibu pertiwi. Sungguh amat disayangkan… bila satu-persatu pulau-pulau terluar milk kita “diambil” oleh Negara tetangga.
Wajar sekali bila kita marah kepada negara tetangga.  Mengumpat! Memaki-maki! Mengutuk! Dan seterusnya. Itu pertanda bahwa rasa nasionalisme kita masih tertanam kuat di dalam dada. Akan tetapi…, ada satu pertanyaan yang perlu kita jawab, bagaimanakah cara untuk melindungi “segenap tumpah darah kita?”
Satu pertanyaan tersebut…, mungkin akan melahirkan banyak jawaban. Tergantung dari sudut pandang masing-masing. Di dalam tulisan ini ada rekam jejak dari Rektor UM yang telah menelusuri pulau-pulau di daerah perbatasan dengan membawa misi pendidikan: Teachers Quality Improvement  Program (TEQIP),  Kerjasama antara  Universitas Negeri Malang dengan PT Pertamina (Persero) Jakarta.

FOTO NO. 3

 
Keterangan Foto No.3

Sebelum memasuki halaman sekolah  Rektor UM berserta rombongn disambut juga secara adat, ini sebagai bentuk rasa hormat terhadap rombongan  (dalam Bahasa Talaud disebut : Manarroho), setelah itu baru dipersilakan masuk ke dalam sekolah (Elvis Buntaa).

“Yang terhormat Bapak Prof. Dr. Suparno, Rektor Universitas Negeri Malang beserta rombongan. Perkenankalah kami atas nama warga mengucapkan selamat datang  di Desa…. Semoga Bapak beserta rombongan selalu diberkati oleh Tuhan yang Maha Kuasa. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Bapak beserta rombongan atas kesediaannya memajukan kualitas para guru SD di daerah perbatasan. Semoga Tuhan memberi kejayaan bagi UM dan PT Pertamina. Terima kasih”.

FOTO NO. 4

  Selesai acara kunjungan di sekolah dasar tempat pelaksanaan monitoring dan evaluasi  bagi Guru SD  Peserta Diseminasi TEQIP  Tahap I, Rektor UM beserta rombongan diantar pulang menuju  ke speed boad. DiirIngi oleh rombongan pemusik desa setempat dengan melantunkan lagu…, cocoknya lagu apa, ya? Eee…, bagaimana kalau lagunya almarhum Mas Gombloh yang berjudul GEBYAR-GEBYAR:

 

Indonesia merah darahku
Putih tulangku bersatu dalam semangatmu
Indonesia debar jantungku getar nadiku
Berbaur dalam angan anganmu
Kebyar kebyar pelangi jingga

 

Indonesia nada laguku
Simponi perteguh
Selaras dengan simponimu
Kebyar kebyar pelangi jingga

Puisi :
Biarpun bumi berguncang
Kau pun Indonesiaku

Andaikan matahari terbit dari barat
Kaupun Indonesiaku

Tak sebilah pedang yang tajam
Dapat palingkan daku darimu

Kusingsingkan lengan
Rawe rawe rantas
Malang malang tuntas
Denganmu

Bila lirik lagu tersebut diterjermahkan ke dalam bahasa Rusia akan seperti di bawah ini:

Indonesia merah darahku

Индонезия – красная кровь моя

(Indoneziya – krasnaya krov moya)

Indonesia – merah darahku

Putih tulangku bersatu dalam semangatmu

Белая кость моя, присоединяются в твой дух

(Belaya kost’ moya, prisoyedinyayutsya v tvoy dukh)

Putih tulangku, bersatu dengan jiwa/semangatmu
Indonesia debar jantungku getar nadiku

Индонезия, биение моего сердца –  колебание моего пульса

(Indoneziya, biyeniye moyevo serdtsa – kolebaniye moyevo pul’sa)

Indonesia, debar jantungku – denyut/getar nadiku
Berbaur dalam angan anganmu

Смешиваются с твоими мечтами
(Smeshivayutsya s tvoimi mechtami)

Berbaur dengan mimpi-mimpimu/angan-anganmu
Kebyar kebyar pelangi jingga

Блеск оранжевой радуги

(Blesk oranzheviy radugi)

Kilau pelangi jingga
Indonesia nada laguku

Индонезия – мелодия моей песни

(Indoneziya – melodiya moyey pesnyi)

Indonesia – melodi/nada laguku
Simponi perteguh

Укрепляющая симфония
(ukreplyayushchaya simfoniya)

Simfoni yang memperteguh
Selaras dengan simponimu

Гармонирующая с твоей симфонией

(Harmoniruyushchaya s tvoey simfoniyey)

Yang selaras dengan simfonimu
Kebyar kebyar pelangi jingga

Блеск оранжевой радуги

Kilau pelangi jingga
Puisi :
Biarpun bumi berguncang

Пусть, земля трясётся

(Pust’ zemlyz tryasyotsya)
Kau punIndonesiaku

Ты моя Индонезия

(Ti moya Indoneziya)

Andaikan matahari terbit dari barat

Если бы сольнце возходило на западе

(Yesli bi solntse vozkhodilo na zapade)
Kaupun Indonesiaku
Ты моя Индонезия

(Ti moya Indoneziya)
Tak sebilah pedang yang tajam

Нет одного острого меча

(Nyet odnavo ostravo mecha)
Dapat palingkan daku darimu
может отворачивать от тебя

(Mozhet otvorachivat’ ot tebya)
Kusingsingkan lengan

Засучу рукава

(Zasuchu rukava)

Kusingsingkan lengan

Rawe rawe rantas

 

Malang malang tuntas

 

 

 

Denganmu

С тобой

(s taboy)

Dengan mu

Agar lagu almarhum Mas Gombloh ini dapat dikenal oleh masyarakat internasional maka perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Sayang…, kemampuan bahasa Inggris penulis “sangat kurang” (sama dengan kemampuan Siswa PAUD/Play Group). Penulis sangat yakin bahwa semua dosen, semua mahasiswa dan semua pejabat di Universitas Negeri Malang  memiliki kemampuan bahasa Inggris  yang sangat baik, kira-kira score TOEFL nya antara 550—600. Bila penulis keliru  dalam mengukur kemampuan bahasa Inggris para dosen, para mahasiswa dan para pejabat di UM mohon dimaafkan. Memang penulis belum pernah tahu, hehehe….

BERSAMBUNG…

Malang, 2 Desember 2012 

*) Djoko Rahardjo, Staf Subbag Sarana Akademik, BAKPIK UM

Keterangan:

Lagu Gebyar-Gebyar diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia oleh Djoko Rahardjo Junior (Aldrin Ali Hamka).

2 comments to KETIKA REKTOR UM MENJADI BINTANG FILM Bagian Ke-2

  • djoko rahardjo

    Terima kasih atas saran Mas Wicak. Begini…, pada umumnya yang menulis di berita utama itu adalah para wartawan kampus. Sedangkan saya “hanyalah” pegawai papan bawah.

  • Kenapa kok tidak menjadi berita utama di um.ac.id, dengan judul yang formal???????????

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.