BURUK MUKA … Bagian Ke-1

BURUK MUKA CERMIN DIBELAH

(Bagian Ke-1)

Oleh: Djoko Rahardjo*

Peribahasa lama mengatakan “Buruk muka cermin dibelah” memiliki arti bahwa suatu kesalahan  yang  telah  dilakukan oleh seseorang tetapi orang lain  yang dituduh melakukan kesalahan tersebut. Bagaimana bila hal  itu terjadi pada saat ini? Kalau itu terjadi pada remaja masa kini tentu  mereka akan berkata seperti ini: “ Elu yang berbuat salah, gue yang disalahin! Enak aje! Ngaca dong! Ngaca dong!”
Cermin atau kaca adalah suatu alat yang lazim digunakan untuk melihat wajah dan anggota tubuh kita. Cermin ini adalah salah satu alat yang penting bagi seorang wanita atau gadis. Tak percaya? Coba tanyakan pada para wanita yang sedang menghadiri suatu pesta, apa yang ada di dalam tasnya? Jawabnya, cermin kecil. Untuk apa? Sudah tahu, nanya? Hehehe….
Lu bayangin bila seorang cewek “ditembak” cowok idaman. Terus jadian. Gimana bila cowok ini minta ketemuan? Pasti cewek tersebut akan berteriak gembira: “I like it! I like it!”. Mungkin sang cewek semalaman tak dapat tidur. Kepingin segera bertemu dengan si doi tetapi celakanya…, ada makhluk asing yang mendarat di pipinya yang putih merona. Apa itu? J-E-R-A-W-A-T! Bagaimana reaksinya? Apa yang akan dikatannya? Tebak sendiri. Coba bayangin bila hatinya galau. Bisa jadi cermin tersebut akan terbelah. Makanya tidaklah berlebihan bila dahulu ada peribahasa “Buruk muka cermin dibelah”. Kalau sudah begitu gimana solusinya? Ya jerawatnya yang diobatin. Bukan kacanya yang dipecahin. Betul nggak? Hehehe…
Penulis tidak akan membahas cewek yang galau karena sedang jerawatan tetapi ingin mengajak bercermin pada perilaku 2 (dua) tokoh yang terdapat  dalam cerita  wayang, dua tokoh tersebut bernnama Raden Kumbarna dan Begawan Bagaspati. Di zaman ini, di masyarakat kita telah berkembang istilah “kesalahan berjamaah”. Kedua wayang ini mencontohkan bagaimana  cara menyikapi suatu kesalahan yang menimpa keluarganya.
KISAH RADEN KUMBAKARNA
Dalam kisah Wayang Ramayana terdapat tokoh yang bernama Raden Kumbarna. Dia adalah adik kandung Raja Alengka, Rahwana atau Dasamuka. Raden Dasamuka memiliki tiga adik kandung yaitu Kumbakarna, Sarpaneka dan Gunawan Wibisana. Wajah Dasamuka, Kumbakarna, dan Sarpakenaka sangat jelek (raksasa) sedangkan Gunawan Wibisana berwajah ksatria yang ganteng.

GAMBAR RADEN KUMBAKARNA

 
 
Kumbakarna wajahnya memang jelek tetapi hatinya sangat baik dan terpuji. Ketika terjadi peperangan  yang dahsyat antara tentara Raja Rahwana dengan  tentara Raja Ramawijaya banyak panglima dan tentara Raja Rahwana yang mati. Termasuk semua anak Raja Rahwana. Di dalam kekalutan dan kegalauan hati, Raja Rahwana meminta Kumbakarna untuk menjadi Panglima Perang Kerajaan  Alengka. Bersediakah dia?
 

BERSAMBUNG …

Malang,  24 Januari 2013

*) Staf Subbag Sarana Akademik BAKPIK UM

Komentar ditutup.

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.