Doa wanita shalih

Aku berdiri diambang senja bersama embun mataku yang mulai mengambang,
tak kuasa kumenahan, bibirpun akhirnya berucap lirih,
aku harus kuat dalam hidup ini karena banyak yang harus diderita
dan aku harus tabah karena banyak yang harus dihadapi
telah banyak kudengar bisik suara hati namun semua bukan solusi

Wahai Tuhan yang Maha Cahaya
curahkan hati ini untuk bisa membaca kitab suciMu dialam raya
agar tersingkap hakikat makna yang bisa diserap oleh samudera jiwaku
bab-bab cakrawala yang merekam rinduku tapi, tak pernah bisa menjawab dimana kekasih hatiku
dari singgasana hati ini kurajut masa yang kian hari makin asing dan hampa
padahal disinilah sumber dari kehidupanku

Wahai Tuhan yang Maha Kasih
Kerajaan jiwaku kini terselimuti kabut, konsep cita maupun cinta telah terpasung
bagai permata menempel di dinding goa, juga cermin jiwa ini kian meredup
oleh taburan debu semakin menambah buramnya bayang bayang masa depanku
kalau kehangatan cahyaMu masih selalu kurasakan, mungkinkah sebab bibir ini tak begitu basah dalam menyebut AsmaMu? ataukah sebab minusnya aktivitas amal dan kualitas dalam pengabdianku? mengingat
badai diluar istana hati masih terus menerpa jasad dan meruntuhkan air mata
Juga badai dari dalam jiwa pun hendak memaksakan ketenanganku menjadi sosok yang di cekam oleh kecemasan dan kemudahan yang selama ini kurasakan memaksa juga agar aku menjadi orang dilanda kesulitan, begitu juga senyumku yang selalu menghias wajah ini agar berubah menjadi sosok cemberut yang mudah marah oleh keputus asaan
Wahai Tuhanku,
Bersihnya istana hatiku hanyalah jika Engkau kirimkan cinta ikhwan hambaMu yang benar benar memahami arti dari tambatan hatiku…

Allaahumma innaka antal’azizu kabiir, wa-annaa’abdukadh dha’ifudz dzaliil, laa haula walaa quwwata illaabik, Allaahumma sakh khir….( nama yang dimaksud )..lii kamaa sakh khorta fir’auna lii muusa walayyi lii qalbahuu kamaa layyantal khadiida lii dawuuda fa innahuu laa yantiqu illaa bi idznik naashiyatuhuu fii qobdhatik, waqolbuhuu fii yadik, jalla tsanaa’u wajhik yaa arhamar roohimiin

“ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia, Maha Besar, sedangkan saya hambamu yang sangat hina dina yang tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Engkau, ya Allah tundukkanlah…(nama yang di maksud)..padaku sebagaimana Kau telah menundukkan fir’aun pada musa, dan luluhkanlah hatinya untukku sebagaimana Kau meluluhkan besi untuk Daud, karena sungguh dia takkan berbicara kecuali dengan izinMu, ubun ubunnya dalam genggamanMu dan hatinya ditanganMu, pujian wajahMu telah Agung wahai Dzat yang lebih sayang dari pada para penyayang” ( Doa Rosulullah yang pernah di ajarkan oleh Jibril as )

Gambaran doa dan munajat diatas adalah contoh ungkapan dari wanita sholikhah yang lagi ta’aruf kepada Tuhannya yang berharap disertai rasa takut yang besar kepada Allah, memang benarlah jika memilih suami itu hendaklah yang bisa menyelamatkan iman dan agamanya, baik akhlaqnya, membahagiakan dunia dan akhiratnya. Tapi yang perlu diperhatikan wanita sholikhah adalah kepekaannya dalam menilai dan harus berani mempunyai prinsip standar” yang penting baik dalam beragama” karena saya yakin bahwa Allah akan mengirimkan seseorang untuk pendamping hidupnya tapi kadang kadang masih dalam bentuk abstrak, entah seorang penjual sayur atau tukang jahit sepatu dan sejenisnya yang menurutnya tidak menunjukkan wujud konkrit sesuai dengan doanya,dan tampilan ikhwan seperti inilah yang kurang disadari oleh wanita sholikhah tersebut,…

Komentar ditutup.

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.