PEMANGKASAN POHON PERLU, KESELAMATAN KERJA = ?

Setiap pemilik tanaman pasti ingin agar tanamannya selalu terawat dengan baik dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Banyak cara untuk dapat mewujudkannya, salah satunya adalah dengan melakukan pemangkasan tanaman terutama pada tanaman yang mempunyai batang keras (berkambium) ataupun tanaman yang berbentuk perdu (pohon).
Kita semua tahu pemangkasan yang tepat dapat meningkatkan kesehatan pohon dan keindahan.  Pemangkasan merangsang pertumbuhan, tujuannya adalah mendorong pohon untuk tumbuh kuat, sehat cabang menuju ke arah yang benar.  Jadi memangkas untuk meningkatkan bentuk alami pohon.
TUJUAN PEMANGKASAN :
Sebatang pohon perlu pemangkasan untuk berbagai alasan:
  1. Menghilangkan cabang-cabang yang tidak normal pertumbuhannya, agar percabangan dan daunnya tumbuh tinggi dan baik.
  2. Dengan memangkas cabang-cabangnya supaya tanaman pelindung membentuk batang yang baik, menghapus cabang yang sakit atau rusak,  bisa juga membentuk pohon untuk tujuan desain.
  3. Membuang tunas-tunas liar dari pohon utama.
  4. Supaya udara dan cahaya matahari dapat leluasa masuk sehingga pertumbuhan cabang-cabang dapat baik dan tanaman terhindar dari kelembaban yang merangsang serangan jamur-jamur.
  5. Memperpanjang umur tanaman dan menghambat pembungaan, untuk tujuan ini pemangkasan dilakukan sebelum tanaman berbunga.
  6. Untuk mempermuda pohon yaitu dengan memangkas dalam-dalam sehingga tinggal tunggulnya dan tunas-tunasnya dipelihara.
  7. Memberantas hama dan penyakit, yaitu dengan membuang cabang-cabang yang sakit, mati dan tumbuh tidak baik.
  8. Supaya tanaman sisipan dibawahnya yang baru ditanam memperoleh cahaya matahari sebanyak-banyaknya.
  9. Untuk mengizinkan pertumbuhan baru dan sirkulasi udara yang lebih baik.
  10. Mengurangi penguapan pada waktu bibit dipindahkan ke kebun.
  11. Memperoleh cabang-cabang yang panjang untuk mempercepat pertumbuhan setelah dilakukan pemangkasan disusul dengan pemupukan.
  12. Untuk mengurangi ketinggian pohon dan mengurangi ranting cabang yang menghalangi cabang yang lebih rendah
 PELAKSANAAN PEMANGKASAN:
Saat ini untuk sebatang pohon pemangkasannya masih dilakukan dengan cara manual, karena kita masih belum punya truk crane. Pelaksanaan manual maksudnya dilakukan dengan:
  • Memanjat pohon yang akan dipangkas sebagian cabang/ranting yang kering atau mengganggu pada bangunan didekatnya.  Cabang dan ranting yang kecil dan bisa dijangkau, dipangkas dengan menggunakan parang.  Sedangkan yang berukuran besar menggunakan kapak atau gergaji mesin.
Pemangkasan yang dilakukan pada permulaan musim penghujan ternyata akan lebih baik daripada pemangkasan yang dilakukan pada pertengahan musim penghujan atau pada musim kemarau. 
Kesulitannya, adalah resiko terpeleset saat memanjat pohon karena batang pohon yang licin karena bekas air hujan atau berjamur.
Semoga yang akan datang setelah memiliki truk crane, pemangkasan pohon menjadi lebih mudah dan resiko-resiko kecelakaan pekerja “wong cilik” bisa diminimalisir.  Pemangkasan pohon dengan truk crane:
  • Memudahkan memangkas dahan pohon yang menjorok ke atap gedung, yang rontokan daunnya bisa menyumbat saluran ‘talang’ air dan berakibat plafon gedung cepat rusak.
  • Keindahan pohon tetap terjaga karena yang dipangkas hanya bagian-bagian tertentu.
  • Pemangkasan bisa dilakukan setiap saat, tidak menunggu keringnya batang pohon yang licin karena bekas air hujan.
  • Tidak beresiko terjatuh karena dahan yang patah saat diinjak pekerja yang memanjat pohon, terpeleset, atau lecet-lecet.
 
Pemangkasan pohon perlu, keselamatan kerja pelaksana di lapangan juga penting.
 Noor Farochi — Kabag UHTB

8 comments to PEMANGKASAN POHON PERLU, KESELAMATAN KERJA = ?

  • Noor Farochi

    Alhamdulillah… hari ini Senin, 25 Pebruari saya sudah melihat dibawahnya atap pojok FT, sudah diberi tulisan peringatan agar berhati-hati karena rawan kejatuhan genteng.

  • Noor Farochi

    Sdr. Wahyu….. Tks atas tambahan infonya.

  • Wahyu

    Sangat mendukung sekali apabila pengadaan alat tersebut terealisasi di lembaga yang kita cintai ini, karena dimanapun kita bekerja harus dan wajib mengutamakan keselamatan kerja. Memperkecil resiko akibat dari kelalaian/kecelakaan kerja merupakan kewajiban lembaga manapun, Dasar dasar hukum yang terkait dengan keselamatan kerja yang dimaksud adalah sebagai berikut;
    Dasar Hukum
    * UU no.13/2003
    Pasal 86
    (1) Setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas:
    a. Keselamatan & kesehatan kerja
    b. Moral & kesusilaan
    c. Perlakuan yang sesuai dengan harkat & martabat manusia
    d. untuk melindungi keselamatan kerja/buruh guna mewujudkan produktivitas kerja yang optimal diselenggarakan upaya K3.
    (2) Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) & ayat (2) dilaksanakn sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    * UU no.14/1969
    Pasal 9
    Tiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas:
    1. Keselamatan
    2. Kesehatan
    3. kesusilaan
    4. pemeliharaan moril kerja serta perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia & moral agama
    Pasal 10
    Pemerintah membina norma perlindungan tenaga kerja yang meliputi :
    1. Norma keselamatan kerja
    2. Norma kesehatan kerja
    3. Norma kerja
    4. Pemberian ganti kerugian, perawatan & rehabilitasi dalam hal kecelakaan kerja

    * UU no.1/1970
    1. Agar pekerja & setiap orang lainnya yang berada ditempat kerja selalu berada dalam keadaan sehat & selamat.
    2. Agar sumber-sumber produksi dapat dipakai & digunakan secara aman & efisien.
    3. Agar proses produksi berjalan secara lancar tanpa hambatan.

    * UU no.3/1992
    1. Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi berhubungan dengan hubungan kerja termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja, demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja & pulang kerumah melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui.
    2. Jaminan kecelakaan kerja
    Tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja berhak menerima jaminan kecelakaan kerja meliputi:
    1. Biaya pengangkutan.
    2. Biaya pemeriksaan pengobatan dan/atau perawatan.
    3. Biaya rehabilitasi.
    4. Santunan berupa uang meliputi :
    a. Santunan sementara tidak mampu bekerja.
    b. Santunan cacat sebagian untuk selamanya.
    c. Santunan cacat total untuk selamanya baik fisik maupun mental.
    d. Santunan kematian

    Semoga harapan harapan tersebut bisa terealisasi terkait keselamatan kerja, dan mudah mudahan Bapak Kabag UHTBMN bisa tersenyum gembira dengan terealisasinya peralatan pendukung dalam
    kelancaran dan keselamatan kerja di UM tercinta ini. Amiin…

    Rudi R Widodo Subbag BMN UM

  • Noor Farochi

    Hehehehe….aaamiiin…. benar sdr Rafa, awalnya hanya sebatas punya foto ‘truk crane’nya UM,… semoga dari Foto akhirnya bisa jadi kenyataan.

  • Rafa

    Alhamdulillah akhirnya UM mempunyai Truk Crane walau hanya dalam bentuk foto aja….hehehehe…semoga dari Foto akhirnya jadi kenyataan…aminnnn

  • rio

    Memang hal-hal sepeti itu, kadang terabaikan oleh kita ataupun pejabat yang berwenang. Entah mungkin masih sibuk dengan pekrjaan saat ini atau gimana kita kurang tahu.Tapi mudah-mudahan ini menjadi langkah awal kita untuk lebih memperhatikan hal teknis dan non taknis pegawai kalangan bawah.Terima kasih Pak Noor Farochi

  • Noor Farochi

    Sdr Eco ini bisa-bisa saja,… saya masih jauh dari hebat,… belum ada apa-apanya, masih baru merangkak dan belajar berjalan. Soal pensiun itu sudah menjadi bagian dari waktu yang berlalu, setiap pegawai pasti akan menanti gilirannya seperti giliran menuju tua dan akhirnya… mati,…Insyaallah.
    Terimakasih atas perhatiannya dengan tulisan tsb di atas. Saya cuma tidak sampai hati saat melihat para pekerja itu bergelantungan melaksanakan tugasnya dengan peralatan seadanya. Semoga mimpi untuk memiliki truk crane tersebut bisa jadi kenyataan, sehingga ‘wong cilik’ bisa bekerja dengan nyaman dengan sedikit resiko kecelakaan.

  • eco

    Kabag seperti pak nur memang hebat, yang membedakan dengan yang lain adalah beliau penuh dengan ide, mau turun ke lapangan dan gemar menulis. Aset yang berharga bagi UM. Sayangnya satu, beliau sudah mau pensiun.

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.