Kurikulum 2013, Antara Fakta dan Opini

Dalam artikel singkat ini, saya membeberkan beberapa opini dan fakta yang terjadi dalam penyusunan kurikulum 2013.

 

Opini   : Kurikulum 2013 dibuat terlalu tergesa-gesa, untuk proyek.

Fakta   : Standar pergantian kurikulum di Indonesia adalah 10 tahun. Kalau untuk proyek kenapa tidak tiap tahun?

 

Opini   : Kurikulum 2013 tidak siap dilaksanakan.

Fakta   : Kurikulum 2013 siap dilaksanakan, terbukti dari berbagai uji petik yang tidak diliput oleh media massa.

 

Opini   : Kurikulum 2013 adalah kurikulum paling kacau yang dimiliki Indonesia.

Fakta   : Hampir setiap kebijakan pemerintah selalu disalahkan oleh sekelompok orang, kecuali yang menguntungkan kelompoknya.

 

Opini   : Kurikulum 2013 membuat peserta didik kacau, buku babon dan Silabus belum siap.

Fakta   :  Kok anda tidak membantu pemerintah menyiapkan buku babon dan silabus? Kan anda akan dapat “penghargaan” kalau itu yang dicari.

 

Opini   : Kurikulum 2013 tidak bisa dimengerti, kompetensi inti itu menyulitkan adaptasi kedalam bahan ajar..

Fakta   : Kompetensi inti dibuat sebagai acuan. Jangan sampai mengajarkan materi yang menyimpang dari kompetensi inti. Contohnya: Pergaulan yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

 

Opini   : Kurikulum 2013 membingungkan semua pihak, kenapa tidak kembali ke KTSP saja?

Fakta   : Kenapa tidak kembali ke Kurikulum 1945 saja?

 

Opini   : Ujian nasionalnya bagaimana, peserta didik akan kaget dong?

Fakta   : KTSP diterapkan secara bertahap, angkatan lama tetap menerapkan kurikulum hingga sistem ujian nasional. Angkatan baru pada dapat menerapkan KTSP.

 

Opini   : Desain kurikulum 2013 kacau, tidak sesuai dengan paradigma berpikir dan tantangan abad ke 21.

Fakta   : Kenapa pada waktu uji publik dulu anda-anda tidak menggunggah desain anda untuk diuji publik bersama?

 

Opini   : Kurikulum 2013 mengekang kebebasan berpikir dan kemerdekaan dalam belajar mengajar.

Fakta   : Anda yang melontarkan pendapat ini juga mengekang kebebasan berpikir dan kemerdekaan dari kebebasan berpikir dan kemerdekaan terhadap anda sendiri.

 

Opini   : Kami siap menggugat kurikulum 2013 ke Mahkamah Konstitusi.

Fakta   : Bendanya belum ada kok digugat? Sama saja dengan ikut ujian skripsi/tesis/disertasi sebelum mengerjakan tes masuk.

 

Ferril Irham Muzaki

Pendidikan Dasar Universitas Negeri Malang

S2 Pascasarjana

6 comments to Kurikulum 2013, Antara Fakta dan Opini

  • haikalbiologi

    Sedikit masukan untuk Sdr. Ferril, setelah anda menyajikan fakta dan opini macam di atas, lantas ini maunya apa? Tulisan ini arahnya ke mana? Kesimpulannya apa? Kalau ulasan anda sendiri tentang kurikulum 2013 ini bagaimana?

    Saya menghormati sepenuhnya pendapat dari Sdr. Ferril. Namun saya usul bagaimana kalau Sdr. Ferril ini juga mencantumkan bagaimana pendapat para pakar ilmu kependidikan, katakanlah Prof. Degeng, direktur PPS UM, tentang kurikulum 2013. Dengan begitu tulisan Anda cukup berbobot dan berimbang. Terima kasih

    Moch. Haikal
    S2 Pendidikan Biologi PPS UM

  • Boniawan

    Saya melihat kok tidak ada perubahan fundamental dalam hal filosofi-ideologinya, prinsip, dan konsep antara KTSP-2006 dengan Draft Kur 2013. Perbedaan signifikan justru pada desentralisasi (KTSP-2006) dan Sentralisasi (Kur 2013). Dalam konteks Desentralisasi, kok malah sekarang Kur 2013 di Sentralisasi, yaitu dengan mengontrol metodologi pedagoginya dan manajemen keuangannya. Apa bukannya malah terjadi kemunduran dalam hal kreativitas, inovasi dan pemikiran kritis dari guru karena mereka akan cenderung menjadi pasif, semuanya diturunkan dari pusat. Kemudian dalam konteks yang lebih luas lagi apa tidak ada “political interest?”. Terima kasih.

  • zulfikar

    anda tidak menerima penolakan karena anda belum memahami,

    misalkan tulisan anda
    Opini : Kurikulum 2013 dibuat terlalu tergesa-gesa, untuk proyek.
    (opini saya : mungkin, karena pelaksanaan ini mendekati pemilu, kenapa kita tidak mengusulkan kurikulum 2013 ini menjadi 2014 atau 2015? kenapa harus sekarang??
    Fakta : Standar pergantian kurikulum di Indonesia adalah 10 tahun. Kalau untuk proyek kenapa tidak tiap tahun? (opini saya, pergantian KBK menjadi Kurikulum 2013 tidak sampai 10 tahun mas !!!! Ingat !! itu KBK !!!!)

    Opini : Kurikulum 2013 membuat peserta didik kacau, buku babon dan Silabus belum siap.

    Fakta : Kok anda tidak membantu pemerintah menyiapkan buku babon dan silabus? Kan anda akan dapat “penghargaan” kalau itu yang dicari.

    (Ada lowongan? saya siap membantu !!! kenyataannya sampai saat ini tidak ada lowongan untuk membantu, ada beberapa guru besar dan stakeholder pendidikan memang tidak sanggup memahami jalan berfikir kurikulum ini, baca gagal paham, contohnya saja, prof yohanes surya, ketika implementasi sains kedalam bahasa indonesia, beliau berfikir hal ini tidak mungkin karena KD-nya saja sudah berbeda.)

    itu sekelumit yang saya pelajari dari luar sana,

    lagipula kami bukan pemain INTI kok

  • teknolog pendidikan

    ini sebagai contoh mereka gak mungkin tanpa mikir melakukan aksi seperti ini mesti di pikir karena gak semua kurikulum itu cocok di terapkan di indonesia …

    http://news.detik.com/readfoto/2013/03/27/182924/2205566/157/2/aksi-menolak-kurikulum-2013991105462

  • diding

    Saya (jelas) bukan pakar bahasa. Juga, bukan pula orang yang berpendidikan, karena saya bukan tamatan kependidikan. Dengan dua keterbatasan tersebut, maaf kalau saya “hanya mampu” mengomentari identitas yang tercantum. Saran yang bisa saya sampaikan terbatas hanya pada cara menulis identitas yang jelas, supaya yang membaca tidak di buat bingung. Tertulis “Ferril Irham Muzaki, Pendidikan Dasar Universitas Negeri Malang, S2 Pascasarjana”. Menurut saya, penulisan yang pas supaya identitas anda jelas adalah: “Ferril Irham Muzaki, Mahasiswa S2 Program Studi Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang”.

  • bintar

    kenapa gak coba melakukan yang terbaik buat menyempurnakan kurikulum ? hanya membandingkan opini dan fakta yang di lihat dari sisi anda saja.

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.