PERINGATAN DARI BUMI

Tak berlebihan kiranya jika di bulan ramadhan ini kita mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya agar mendapat ampunan-Nya. Manusia adalah makhluk yang diberi kecerdasan, diberi kebebasan bergerak, diberi kekuasaan di atas bumi sebab berkaitan dengan kesanggupannya dalam memikul amanah dari Tuhan untuk menjadikan bumi sebagai materi yang bisa dimanfaatkan bagi kesejahteraan seluruh makhluk yang hidup di atasnya. Keterlibatan bumi atas silih bergantinya generasi dan zaman pada sistem hidup manusia dan tidak hanya sampai pada batas umur bumi atau hancurnya alam semesta bahkan sampai pada perubahan dalam dimensi lain pun bumi masih terlibat didalamnya yang konon dijadikan sebagai saksi semua perbuatan yang dilakukan oleh manusia sejak awal sampai akhir dan bumi akan menceritakan semuanya atas kehendak-Nya, disebutkan dalam Al-Qur’an:
“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya yang dahsyat. Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat yang dikandungnya. Dan manusia bertanya, mengapa bumi jadi begini? Pada hari itu bumi menceritakan beritanya” (QS. Zalzalah: 1-4)
Dan dalam kitab Nashaihul’ibad halaman 226 bahwa sahabat Anas bin Malik r.a mengatakan, sesungguhnya bumi setiap harinya selalu menyeru kepada manusia dengan sepuluh kalimat, diantaranya adalah: “Wahai anak cucu Adam, engkau berbuat segala sesuatu di atas punggungku, tapi pada saatnya kau akan kembali ke dalam perutku, engkau maksiat di atas punggungku, tapi pada saatnya kau akan disiksa di dalam perutku, engkau tertawa di atas punggungku, tapi engkau akan menangis dalam perutku, engkau bersukaria di atas punggungku, tapi susah payah dalam perutku, engkau menghimpun harta di atas punggungku, tapi menyesali di dalam perutku, engkau makan barang haram di atas punggungku, tapi engkau dimakan cacing di dalam perutku, engkau hidup bergembira di atas punggungku, tapi akan merana dalam perutku dan seterusnya, yang intinya adalah andai bumi bisa bicara tentu akan menasehati manusia agar dalam mengarungi kehidupan ini hendaklah melaksanakan amanah agama dan amanah sebagai pemimpin sebaik-baiknya atas dasar iman dan ketaqwaan kepada-Nya dan hendaklah selalu mengingat datangnya kematian, sebab dalam kubur merupakan awal datangnya pembalasan semua amal perbuatan, merasakan siksa atau nikmat sampai datangnya hari berbangkit atau kiamat.
Sabda Nabi saw: “Sesungguhnya kuburan adalah awal persinggahan akhirat, jika selamat darinya maka setelahnya akan lebih mudah, dan jika tidak selamat maka yang setelahnya lebih berat darinya, sabdanya lagi, tidak pernah aku melihat pemandangan yang amat mengerikan kecuali siksa kubur lebih mengerikan darinya” (HR Ibnu Majah)

Komentar ditutup.

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.