Polisi Anti Amplop

Versi Online: Senin, 5 Agustus 2013 20:07 WIB

Saya mencoba mengingat pengalaman masa kecil bersama seorang polisi muda yang membantu kami lolos dari Banjir di daerah Mojokerto saat arus mudik lebaran. Kami (saya, ayah dan almarhum ibu) menaiki mobil van putih menuju Mojokerto. Karena bertepatan dengan arus mudik, kemacetan berpotensi ada dimana-mana.

Hari itu hujan turun deras. Sejak dari Japanan, hujan yang sudah deras ditingkah petir yang menyambar. Ketika berhenti di sebuah warung untuk istirahat, kami mendengar salah satu daerah sudah terendam lumpur. Kami meneruskan perjalanan.

Saya ingat betul tak lama kemudian mobil kami terjebak lumpur. Kami tak bisa memutar balik karena lumpur semakin pekat. Di tengah kekacauan tersebut, ada seorang polisi muda, sekitar 30 tahun membantu setiap mobil yang terjebak banjir lumpur.

Akhirnya polisi muda tadi menumpang mobil kami menuju sekolah polisi negara (SPN) Mojokerto. Sesampai di SPN, ayah menawarkan amplop berisi uang sebagai tanda terima kasih. Polisi muda yang baik hati tadi menolak amplop dan berlalu masuk ke gerbang SPN dengan gagah.

Saya bangga pernah bertemu polisi muda baik hati yang telah membantu kami sekeluarga. Dan saya masih mengingat kebaikannya hingga saat ini.

Ferril Irham Muzaki
Universitas Negeri Malang

 

http://surabaya.tribunnews.com/2013/08/05/polisi-anti-amplop

Bangkitlah Rajawali Muda

Indonesia merupakan negara yang terletak diantara dua benua dan dua samudra. Sudah menjadi sebuah keyakinan umum bahwa bangsa Indonesia menjadi tempat persinggahan kapal-kapal dagang. Bangsa Indonesia pada awalnya merupakan negara yang makmur. Bukalah buku-buku sejarah, lihatlah betapa hebatnya nenek moyang kita dari kerajaan Sriwijaya dan lihatlah nenek moyang kita dari kerjaan Majapahit.
Bangsa Indonesia sekarang mengalami krisis yang tidak kunjung selesai. Coba kita lihat sekeliling kita, masih banyak dijumpai orang-orang yang mengutamakan kepentingan mereka sendiri. Lihatlah di Televisi, Lihatlah di koran-koran, para penghianat bangsa berusaha menjelek-jelekkan Bangsa Indonesia di negeri sendiri.
Krisis yang terjadi pada tahun 2013 sudah diramalkan oleh Soekarno, Presiden Pertama Indonesia, penjajah bangsa Indonesia dimasa depan adalah bangsa Indonesia sendiri. 10 November 1961, Bung Karno menyatakan dengan nada tegas.
Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, nenek moyang Bangsa Indonesia adalah para patriot.
Nenek moyang bangsa Indonesia telah membuktikan kejayaan di bidang arsitektur.
Lihatlah candi Borobudur, lihatlah candi 1000.
Nenek moyang bangsa Indonesia telah membuktikan kehebatannya di bidang perdagangan.
Bukalah buku sejarah, bacalah betapa hebatnya Sriwijaya, Majapahit dan kerjaan Indonesia lainnya.
Artinya, kita selaku warga negara Indonesia mampu menjadi bangsa yang besar, kita dapat mengulangi kejayaan nenek moyang kita.
Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sekarang sedang sakit.
Para imperialis adalah bangsa Indonesia sendiri.
Apakah kita harus menunggu datangnya seorang mesiah? Apakah kita harus menunggu datangnya seorang penyelamat?
Apakah kita harus menunggu datangnya ratu adil? Apakah kita harus menunggu datangnya pemimpin baru?
Bangsa Indonesia didirikan oleh para pemuda. Soekarno pada usia dibawah 30 tahun memulai perjuangan mendirikan negara. Mohammad Hatta pada usia muda mendirikan kooperasi.
Bangsa Indonesia merdeka oleh para pemuda. Lihatlah keberanian PETA di Rengasdengklok. Lihatlah keberanian para pemuda di lapangan IKADA. Lihatlah keberanian para pemuda saat 10 November. Lihatlah sekeliling kalian.
Sekarang pada tahun 2013, bangsa Indonesia sedang terancam oleh berbagai permasalahan bangsa. Silahkan lihat di televisi kalau anda semua tidak percaya.
Kalau bangsa Indonesia hancur dan dikuasai oleh imperialis, kita semua makan apa?
Ingatlah kata Bung Karno pada tahun 1949
Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali.

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.