Dosen Rangkap Jadi Guru, Kemdikbud Beri Sanksi 400 PTS

Jakarta, Kemdikbud — Di akhir 2013 lalu, sekitar 400 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) diberikan sanksi tegas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Sanksi tersebut diberikan terkait banyaknya dosen di PTS tersebut yang merangkap dan telah menjadi guru tetap, sehingga memiliki nomor induk rangkap.

Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud, Supriadi Rustad mengatakan, dosen tidak boleh memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) dan Nomor Registrasi Guru (NRG) sekaligus. Rangkap NIDN dan NRG tersebut menimbulkan potensi mereka bisa mendapatkan dua tunjangan profesi sekaligus, dan itu tidak diperbolehkan.

“Mengapa tidak boleh? Pertama, merugikan keuangan negara. Kedua, berarti saya telah memperkaya orang lain. Dua unsur itu sudah cukup untuk dinyatakan sebagai tindak pidana korupsi,” ujar Supriadi di kantornya, (22/1/2014).

Ia menjelaskan, Kemdikbud memberikan sanksi “Dalam Pembinaan” kepada PTS sebagai institusi, bukan kepada dosen yang rangkap menjadi guru. Alasannya, otoritas pemberian data dosen diberikan kepada pimpinan perguruan tinggi oleh Kemdikbud. Perguruan tinggi diharapkan bisa menyeleksi dengan baik data-data dosen yang akan diajukan ke Kemdikbud untuk menerima tunjangan profesi.

PTS yang mendapatkan sanksi tersebut tidak boleh mengajukan data dosen untuk menerima tunjangan profesi. Saat ini, dari sekitar 400 PTS yang mendapat sanksi “Dalam Pembinaan” dari Kemdikbud, sebanyak 135 PTS sudah memperbaiki datanya. “Tidak sulit hapus label itu (dalam pembinaan.red). Cukup bersihkan data,” tegas Supriadi.

Jika terjadi penerimaan tunjangan ganda, jelas Supriadi, harus dikembalikan ke kas negara. Kemudian dosen yang memiliki NIDN dan NRG harus diverifikasi oleh perguruan tinggi untuk diputuskan apakah yang bersangkutan itu guru tetap atau dosen yang memenuhi syarat. (Desliana Maulipaksi).

http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/2050

Komentar ditutup.

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.