[selesai] BAKAL CALON REKTOR

Beberapa hari terakhir ini selalu saja ada pertanyaan dari setiap perjumpaan dengan rekan-rekan tentang siapa ya kira-kira pimpinan kita ini untuk periode berikutnya?.  Tidak bisa dipungkiri pergantian itu pasti akan terjadi seiring dengan berjalannya waktu, rodapun berputar pada porosnya, segala sesuatunya tidak ada yang langgeng.  Semoga saja pergantian pemimpin ini nantinya dapat berjalan dengan damai tanpa adanya ‘atmosfir hangat’ yang menyelimuti udara segar seputar kampus yang sejuk dengan hijau daun yang telah mulai rimbun disana-sini.
Pergantian pimpinan sebuah perguruan tinggi, kemungkinan tidak jauh berbeda layaknya dengan pemilihan kepala daerah, biasanya syarat dengan kepentingan, tidak terlepas dari ‘perang statement’, atau perkubuan, ini bisa dimaklumi, karena begitu “seksinya” jabatan Rektor.
Tahun 2014 ini, Universitas Negeri Malang (UM) tercinta ini telah mulai menggelar pencarian bakal calon rektor untuk masa bakti 5 tahun (2014 – 2018).  Jabatan rektor, semoga bukanlah jabatan seperti dalam pentas politik yang seringkali menggunakan berbagai cara dalam mendapatkan jabatan dengan tujuan untuk mendapatkan kepentingan-kepentingan golongan sendiri.   Dari hal tersebut, jangan ada yang merasa takut kalau ada rekan-rekan yang maju, kemudian jangan melakukan manuver, hingga seolah-olah ada upaya untuk menjegal calon tertentu, misalnya, untuk memuluskan diri, dan atau orang lain peluangnya menjadi semakin sedikit.
Para kontestan adalah calon pemimpin seperti seorang ayah yang melindungi dan mengayomi dalam sebuah rumahtangga, ibaratnya para “begawan”, selayaknyalah pemilihan bakal calon menjunjung tinggi etika sehingga tidak “merusak iklim” dalam konteks akademik yang memiliki beban moral dan intelektual.
a.  Mudahkan Urusan Orang Lain
Syarat untuk menduduki jabatan Rektor tidak dibuat untuk menyulitkan, karena setiap orang memiliki maqomnya masing-masing, secara alami akan terseleksi sendiri pada saat pemilihan.  Mudahkanlah urusan maka engkau akan dimudahkan.  “Sesungguhnya Allah akan menolong seorang hamba-Nya selama  hamba itu menolong orang yang lain“. (Hadits muslim, abu daud dan tirmidzi)
Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat.  Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat.  Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim, lihat juga Kumpulan Hadits Arba’in An Nawawi hadits ke 36).
b.  Jeleknya meminta jabatan
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin t berkata, “Seseorang yang meminta jabatan seringnya bertujuan untuk meninggikan dirinya di hadapan manusia, menguasai mereka, memerintah dan melarangnya. Tentunya tujuan yang demikian ini jelek adanya. Maka sebagai balasannya, ia tidak akan mendapatkan bagiannya di akhirat. Oleh karena itu, seseorang dilarang untuk meminta jabatan.” (Syarh Riyadhush Shalihin, 2/469)
c.  Pemimpin yang Kuat dan Dapat Dipercaya,
Kepemimpinan itu memiliki dua rukun, kekuatan dalam memimpin sebuah bahtera dilautan yang luas dan penuh ombak menerjang, dan amanah (dapat dipercaya).  “Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.” (al-Qashash: 26)
d.  Ambisi yang Kelak Menjadi Penyesalan.
Menjadi seorang pemimpin dan memiliki sebuah jabatan merupakan impian semua orang kecuali sedikit dari mereka yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wata’ala.  Mayoritas orang justru menjadikannya sebagai ajang rebutan, khususnya jabatan yang menjanjikan lambaian rupiah (uang dan harta) serta kesenangan dunia lainnya.  Sungguh benar sabda Rasulullah n ketika beliau menyampaikan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:
“Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan, padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi penyesalan.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 7148).
Kepemimpinan adalah amanat, sehingga orang yang menjadi pemimpin berarti ia tengah memikul amanat. Tentu yang namanya amanat harus ditunaikan sebagaimana mestinya. Dengan demikian tugas menjadi pemimpin itu berat, sehingga sepantasnya yang mengembannya adalah orang yang cakap dalam bidangnya.
e.  Tidak Boleh Meminta, dan Berambisi
Sebuah jabatan tidak boleh diberikan kepada seseorang yang memintanya (mengajukan diri) dan berambisi untuk mendapatkannya.  Abu Musa berkata, “Aku dan dua orang laki-laki dari kaumku pernah masuk menemui Rasulullah Shalallahu’alaihiwassalam.  Maka salah seorang dari keduanya berkata, ‘Angkatlah kami sebagai pemimpin, wahai Rasulullah’.  Temannya pun meminta hal yang sama. Bersabdalah Rasulullah Shalallahu’alaihiwassalam:  “Kami tidak menyerahkan kepemimpinan ini kepada orang yang memintanya dan tidak pula kepada orang yang berambisi untuk mendapatkannya.” (HR. al-Bukhari no. 7149 dan Muslim no. 1733)
Rasulullah Shalallahu’alaihiwassalam, pernah menasihatkan kepada Abdurrahman bin Samurah:  “Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta kepemimpinan. Karena jika engkau diberi tanpa memintanya niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah Subhanahuwata’ala dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun jika diserahkan kepadamu karena permintaanmu niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong).” (HR. al-Imam al-Bukhari t dalam Shahih-nya no. 7146 dan no. 7147).
Didapatkan riwayat dari Abu Dzar al-Ghifari, Ia berkata, “Wahai Rasulullah, tidakkah engkau menjadikanku sebagai pemimpin?” Mendengar permintaanku tersebut, beliau menepuk pundakku seraya bersabda: “Wahai Abu Dzar, engkau seorang yang lemah sementara kepemimpinan itu adalah amanat. Dan nanti pada hari kiamat, ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali orang yang mengambil dengan haknya dan menunaikan apa yang seharusnya ia tunaikan dalam kepemimpinan tersebut.” (Sahih, HR. Muslim no. 1825).
Hikmah dari hadist tersebut di atas, kata para ulama, adalah apabila ada orang yang memangku jabatan karena permintaannya, maka urusan tersebut akan diserahkan kepada dirinya sendiri dan tidak akan ditolong oleh Allah Subhanahu wata’ala, sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam kepada Abdurrahman bin Samurah di atas, ”Bila engkau diberi tanpa memintanya niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah Subhanahu wata’ala dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun bila diserahkan kepadamu karena permintaanmu niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong).” Siapa yang tidak ditolong maka ia tidak akan mampu. Tidak mungkin suatu jabatan itu diserahkan kepada orang yang tidak cakap. (Syarh Shahih Muslim, 12/208, Fathul Bari, 13/133, Nailul Authar, 8/294)
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata, “Sepantasnya bagi seseorang tidak meminta jabatan apapun. Namun bila ia diangkat bukan karena permintaannya, maka ia boleh menerimanya. Akan tetapi jangan ia meminta jabatan tersebut dalam rangka wara’ dan kehati-hatiannya, karena jabatan dunia itu bukanlah apa-apa.” (Syarh Riyadhush Shalihin, 2/470)
Sungguh benar sabda Rasulullah Shalallahu’alaihiwassalam ketika beliau menyampaikan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah: “Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan, padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi penyesalan.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 7148)
Betapa tidak, dengan menjadi seorang pemimpin, akan menjadi lebih memudahkan dirinya untuk memenuhi tuntutan hawa nafsunya berupa kepopuleran, dan penghormatan dari orang lain.  Kedudukan atau status sosial yang tinggi di mata manusia, dan menyombongkan diri di hadapan mereka, memerintah dan menguasai, kemewahan serta kemegahan.
Harapan saya, masing-masing bakal calon menilai nuraninya sendiri sebelum kelak akhirnya akan menjadi sebuah penyesalan, apakah termasuk yang meminta/mengusulkan diri dalam pencalonan ini?

Noor Farochi – UHTBMN BUK

40 comments to [selesai] BAKAL CALON REKTOR

  • Mega Suryawati

    Mencari seorang pemimpin yang tepat tidaklah mudah, kewajiban kita sebagai anak bangsa adalah berusaha memilih pemimpin yang terbaik dari yang baik di segala level kepemimpinan, karna baik tidaknya pemimpin secara langsung ataupun tidak langsung pasti berimbas pada apa yang di pimpinnya. Sebelum menentukan pilihan dalam mencari seorang pemimpin kita harus mengetahui kriteria – kriteria dari seorang pemimpin yang ideal, yang secara garis besar adalah : 1. Sidiq (Jujur) 2. Tablig (menyampaikan) 3. Amanah, 4. Fathonah (Cerdas), yang berarti seorang pemimpin harus memiliki integritas, kredibilitas, moralitas, kapabilitas dan transparan dalam setiap kebijakannya, karena “Jika Urusan Diserahkan Pada Yang Bukan Ahlinya, Tunggulah Kehancurannya”. Kepada para calon – calon pemimpin hendaknya dapat mengukur diri dan berfikir bahwa kepemimpinan atau jabatan adalah amanah yang sangat berat dan merupakan bentuk dari sebuah pengabdian serta tanggung jawab, bukan sebuah kesempatan untuk mencari kekayaan dan kemuliaan.
    Tak ada gading yang tak retak, tidak ada manusia yang sempurna begitu pula para calon pemimpin kita, untuk itu pilihlah calon pemimpin yang memiliki atau mendekati kriteria – kriteria sebagai seorang pemimpin yang ideal, paling tidak para calon pemimpin tersebut harus memiliki rekam jejak yang baik, visi, misi dan program rencana kerja yang tepat, masuk akal dan jelas, agar kiranya calon pemimpin yang kita pilih tersebut dapat membawa perubahan dalam segala sendi kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara menjadi lebih baik.

  • Iis Dahlia

    Pada saat ini banyak yang telah membicarakan mengenai pergantian rektor baru di Universitas Negeri Malang. Masing-masing mahasiswa mempunyai kriteria tersendiri mengenai rektor baru untuk selanjutnya. Manurut saya, Rektor sebagai pemimpin dari organisasi lembaga pendidikan tinggi Malang dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin dari suatu organisasi lembaga pendidikan tinggi dapat menerapkan gaya kepemimpinan Transformasional dan Transaksional. Hal ini karena, kepemimpinan transformasional adalah sebuah proses yang memotivasi orang dengan menarik cita-cita dan nilai moral yang lebih tinggi, mendefinisikan dan mengartikulasikan visi masa depan dan membentuk basis kredibilitas. Sebaliknya, kepemimpinan transaksional berdasarkan pada standar birokrasi dan organisasi. Perbedaan antara gaya kepemimpinan transfomasional dan transaksional dapat didefinisikan dengan menyebut gaya transformasional sebagai pemimpin inovasi dan gaya transaksional sebagai manajer perencanaan dan kebijakan. Pandangan lain adalah bahwa gaya transformasional mencipakan jalur baru dalam sebuah organisasi, sementara gaya transaksional tergantung pada struktur yang ada. Sedangkan gaya transaksional menggunakan kekuasaan dan kewewenangan yang telah ada pada organisasi, pemimpin transformasional memotivasi orang untuk bekerja demi tujuan baru yang lebih besar dan menciptakan perubahan. Kepemimpinan transaksional sebaiknya berada pada jaringan kekuasaan; akan tetapi, kepemimpinan transformasional memberikan motivasi yang lebih tinggi dan menambahkan kualitas hidup pada orang dan organisasi.
    Kepemimpinan trasformasional memberikan karakteristik yang menghasilkan tenaga yang memicu perubahan baru bagi organisasi, yang tidak dapat di hasilkan pada kepemimpinan transaksional. Pemimpin transformasional yang bagus menggunakan kewenangan dan kekuasaan untuk memberikan semangat dan motivasi orang agar percaya dan mengikuti teladannya. Jadi, dalam implementasi gaya kepemimpinan Transformasional dan Transaksional disesuaikan dengan keadaan dari suatu organisasi yang dipimpin.
    Harapan saya sebagai mahasiswa UM, saya berharap Rektor yang akan memimpin perguruan tinggi UM selanjutnya dapat menjalankan tugas sebagai pemimpin dengan baik serta membuat inovasi-inovasi lagi untuk UM.

  • Menanggapi perubahan rektor Universitas Negeri Malang (UM) saat ini, seharusnya pemimpin dan kepemimpinan yang baik yaitu:
    1. Sebagai pengatur, pengarah aktivitas organisasi untuk mencapai tujuan.
    2. Penanggung jawab dan pembuat kebijakan-kebijakan organisasi.
    3. Pemersatu dan memotivasi para bawahannya dalam melaksanakan aktivitas organisasi.
    4. Pelopor dalam menjalankan aktivitas manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan serta pengelolaan sumber daya yang ada.
    5. Sebagai pelopor dalam memajukan organisasi.
    Seorang pemimpin merupakan hal yang paling mendasar bagi kelangsungan suatu kelompok organisasi untuk mengantarkan mencapai tujuan. Kriteria kemampuan yang harus ada pada seorang rektor yaitu dapat melihat organisasi secara keseluruhan, mengambil keputusan dan memimpin sekaligus mengabdi.
    Saya sebagai Mahasiswa UM berharap semoga dengan adanya perubahan rektor ini dapat memperbaiki kegiatan kampus menjadi lebih baik yaitu memimpin sesuai dengan visi dan misinya, pemimpin harus mempunyai sifat amanah, profesional dan juga memiliki sifat tanggung jawab. Dan akan muncul jika dilandasi dengan semangat amanah, keikhlasan serta nilai-nilai keadilan. Kepemimpinan bukan kesewenang-wenangan untuk bertindak, tetapi kewenangan melayani untuk mengayomi dan berbuat seadil-adilnya. Pemimpin yang mampu membawa UM mengadakan perubahan menjadi Universitas yang semakin berjaya.

  • Anis Latifatul Badriyah

    Pemimpin adalah seseorang yang dipercaya dan memiliki wewenang untuk mengatur suatu organisasi tertentu berdasarkan hasil pemilihan para anggota organisasi. Sedangkan kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi perilaku orang lain atau seni mempengaruhi perilaku manusia baik perorangan maupun kelompok. Untuk menjadi seorang pemimpin tentunya tidak semudah yang dibayangkan. Meskipun hak yang diberikan kepada seorang pemimpin begitu besar. Namun seorang pemimpin juga memiliki tanggungjawab yang besar pula terhadap jabatan yang dimilikinya.
    Seorang pemimpin harus memiliki gaya kepemimpinan kharismatik dan gaya kepemimpinan situasional. Kepemimpinan situasional didasarkan pada hubungan antara kadar bimbingan dan arahan (perilaku tugas) yang diberikan pimpinan, kadar dukungan sosio emosional (perilaku hubungan) yang disediakan pemimpin, dan level kesiapan (kematangan) yang diperlihatkan pengikut dalam pelaksanaan tugas, fungsi atau tujuan tertentu. Sedangkan kepemimpinan kharismatik adalah gaya kepemimpinan yang mampu mendorong anggota-anggotanya untuk mau mengikuti perintah yang diberikan tanpa adanya paksaan. Dua gaya kepemimpinan tersebut diperlukan dalam seorang pemimpin agar tujuan organisasi dapat terlaksana dengan lancar.
    Melalui gaya kepemimpinan situasional pemimpin dapat membuat anggota-anggotanya melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Sedangkan melalui gaya kepemimpinan kharismatik pemimpin dapat menarik simpati anggotanya dalam melaksanakan tugas atau melakukan perubahan yang baik bagi organisasinya tanpa ada rasa paksaan. Selain itu seorang pemimpin juga harus memiliki hati nurani yang baik dalam setiap tindakan agar tidak akan terjadi penyelewengan terhadap jabatan yang dimilikinya. Dengan begitu tujuan utama dan tujuan lainnya akan dapat terlaksana dengan efektif dan efisisen. Saya berharap bakal rektor yang akan terpilih nanti akan dapat memiliki beberapa kriteria di atas. Sehingga tujuan Universitas Negeri Malang akan tercapai dan semakin berkualitas.

  • Bachtiar Zakariah

    perubahan dalam suatu organisasi tidak dapat di pisahkan dari peranan seorang pemimpin. menanggapi hal itu, um yang dalam waktu dekat ini menyelenggarakan pemilihan rektor, saya sebagai mahasiswa berharap bagi calon rektor yang akan terpilih, nantinya dapat melaksanakan tugasnya secara baik dan amanah serta dapat membawa perubahan yang akan menuntun UM ke arah yang lebih baik lagi. Dapat mewadahi dan memfasilitasi mahasiswa dalam hal yang berkaitan dengan pendidikan dan bakat minat para mahasiswa, juga dapat mensejahterahkan para pekerjanya. Di harapkan pula pemimpin kedepannya dapat menjalankan komunikasi yang baik dengan para anggota dalam organisasi yang di pimpinnya.
    Semoga siapapun yang terpilih merupakan kandidat yang akan membawa Um ke arah yang lebih baik. Selamat memilih

  • Berbicara tentang bagaimana cara orang memimpin di dalam suatu organisasi memang berbeda-beda. Begitu juga dengan para anggota di dalam organisasi yang mempunyai persepsi dan sikap masing-masing. Kedua perbedaan tersebut seringkali menjadikan perpecahan dalam organisasi dan akhirnya berbuah pada permusuhan. Seorang pemimpin yang bijak, akan mejadikan perbedaan-perbedaan itu sebagai referensi dalam melangkah. Sehingga kepemimpinan yang baik adalah yang melibatkan seluruh anggota dalam suatu organisasi tersebut untuk dapat melangkah bersama menuju visi dan misi yang telah ditetapkan.
    Saat ini warga Universitas Negeri Malang dihadapkan pada pemilihan Rektor yang kabarnya akan dilaksanakan bulan Mei 2014 mendatang. Kita sebagai mahasiswa berharap yang terbaik untuk kesejahteraan dan kemajuan UM. Siapapun yang terpilih dengan cara yang baik, sesuai dengan syariat agama dan sah, maka kita semua wajib untuk menaatiya. Dengan catatan, semua keputusan tidak memberatkan sebagian besar anggota maupun rakyatnya. Idealnya, jika seorang pemimpin dihadapkan dengan perbedaan-perbedaan pendapat (suara rakyat), maka prioritas utama pada suara mayoritas. Tetapi tidak cukup seperti itu, suara minoritas juga tetap perlu untuk diperhatikan bagi pemimpin. Karena biasanya suara minoritas lebih pada suatu harapan-harapan kecil yang mungkin dapat diselesaikan dengan bijak dan sangat membantu bagi mereka kelompok minoritas tersebut.

  • Kholifatul Mahmudah

    Perubahan pemimpin akan memberikan dampak yang besar bagi organisasi. Begitu pula dengan pergantian Rektor Universitas Negeri Malang (UM), yang diharapkan dapat melakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi.

    Kepada calon Rektor UM yang nantinya terpilih, semoga dapat menjadi “Gebrakan Baru” sebagai tonggak perubahan. Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang mampu menyeimbangkan antara human oriented dan task oriented. Pemimpin merupakan orang yang mampu mempengaruhi, menggerakkan, mengarahkan orang lain untuk mencapai keberhasilan. Keberhasilan akan terwujud apabila organisasi mau, mampu, dan berani mencoba perubahan secara terus menerus.

    Walaupun komentar ini hanya tersalurkan melalui dunia maya. Saya yakin dunia maya memang tidak bisa diraba tetapi memberikan dampak yang nyata. Begitu pula organisasi, banyak hal yang tidak dirasakan, tetapi lebih dari itu organisasi memberikan dampak secara langsung terhadap individu.

  • Alfaraby

    Jika ditanya ‘apakah termasuk yang meminta/mengusulkan diri dalam pencalonan ini?’
    tidak, mereka dicalonkan setelah Senat UM melakukan rapat khusus.

    terlepas dari hal tersebut, saya berharap dalam pemilihan rektor baru ini kedepannya. bisa mengangkat nama harum UM dengan gaya kepemimpinannya. peduli terhadap perkembangan DPM dan Ormawa UM, untuk hal kedua saya rasa cukup penting. untuk meningkatkan rasa kepedulian mahasiswa terhadap organisasi. mengingat akhir bulan februari lalu ada pemira ormawa dan DPM namun ditengah proses tersebut ada sebuah masalah dan hingga sekarang belum ada kelanjutan terkait masalah tersebut. berharap kedepannya rektor peka terhadap masalah-masalah seperti itu.

  • Derasnya pembicaraan tentang pergantian kepemimpinan di tingkat universitas, yakni melalui pemilihan rektor UM yang baru, menggelitik saya untuk turut menyuarakan harapan-harapan sebagai mahasiswa. Pertama, semoga kepemimpinan UM nantinya adalah berdasarkan kemurnian niat membawa UM mengaktualisasikan jati diri sebagaimana yang tertuang dalam visi dan misinya. Bukan atas dasar yang katanya “seksinya” jabatan rektor. Saya tertarik dengan kata-kata dari John Maxwell, “A great leader courage to fulfill his vision comes from passion, not position”. Nah, ketika kepemimpinan lahir atas kesemarakan semangat mencapai tujuan, bukan kesemarakan kedudukan, maka itulah “pemimpin”. Kedua, kepemimpinan yang peka dan tanggap dengan keadaan. Maka, diharapkan yang terpilih nanti adalah yang memang paling memahami irama kondisi dan kebutuhan UM. Artinya, fokusnya bukanlah menjadi “pemimpin” itu sendiri, namun kemampuannya membaca apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya untuk membawa UM lebih baik secara terus-menerus dan berkelanjutan. Hal ini senada dengan kata-kata Henry Miller bahwa “The real leader has no need to lead, he is content to point the way”. Terakhir, semoga beliau yang terpilih menjadi rektor nanti mampu memimpin secara benar dan adil, pun tidak melupakan arti REKTOR itu sendiri. Apa ya? REKTOR= REKoso mesTi, mugi mboten nderek kORupsi. Aamiin.
    Kita memahami bersama bahwa segala sesuatu mungkin tidak mudah, dan tantangan-tantangan yang dihadapi sangat beragam, namun mari terus belajar dalam proses itu. Saya pun tidak mengetahui secara real dinamika yang terjadi, saya percaya dan turut mendoa demi kebaikan bersama, juga UM. Mohon maaf apabila ada kata yang kurang berkenan, terimakasih atas forum ini. Selamat menentukan pilihan, dan semoga barokah.

  • Mediana Wahyu P

    comment REKTOR: Dalam suatu universitas/perguruan tinggi, nama “Rektor” sudah tidak asing lagi didengar, karena rektor merupakan organ suatu universitas. Universitas Negeri Malang(UM) saat ini menggelar acara akbar yaitu Pencarian Bakal Calon Rektor UM Periode 2014-2018, diawali dari tahap penjaringan bakal calon, penyaringan bakal calon, pemilihan calon, hingga pada akhirnya pengangkatan rektor. Saya sebagai mahasiswa UM sekedar memberikan pendapat untuk “Rektor” baru yang akan memimpin UM ini. Menurut saya, siapapun yang akan memimpin UM ini hendaknnya benar-benar mampu mengemban tugasnya, bukan karena jabatan yang dimilikinya melainkan memang tugas yang harus ia penuhi sebab itulah tanggungjawab. Jangan sampai bakal calon rektor UM mendatang adalah orang-orang yang hanya merebut jabatan tanpa mengetahui siapa dirinya (potensi), bagaimana kemampuanya, dan hanya menganggap jabatan hanya sebuah keistimewaan, fasilitas, kewenangan tanpa batas, kebanggaan, dan popularitas.
    Dalam Al-Quran dan Hadits sebagai pedoman hidup umat Islam sudah mengatur sejak awal bagaimana seharusnya kita memilih dan menjadi seorang pemimpin. Menurut Shihab (2002) ada dua hal yang harus dipahami tentang hakikat kepemimpinan. Pertama, kepemimpinan dalam pandangan Al-Quran bukan sekedar kontrak sosial antara sang pemimpin dengan masyarakatnya, tetapi merupakan ikatan perjanjian antara dia dengan Allah swt. Lihat Q. S. Al-Baqarah (2): 124, “Dan ingatlah ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat perintah dan larangan (amanat), lalu Ibrahim melaksanakannya dengan baik. Allah berfirman: Sesungguhnya Aku akan menjadikan engkau pemimpin bagi manusia. Ibrahim bertanya: Dan dari keturunanku juga (dijadikan pemimpin)? Allah swt menjawab: Janji (amanat)Ku ini tidak (berhak) diperoleh orang zalim”. Selanjutnya yakni, agar bisa membawa UM menuju perubahan yang sangat besar, agar UM mampu menjadi perguruan tinggi yang benar-benar mampu menjalankan fungsi tridharma perguruan tinggi ini, maka bakal calon Rektor UM harus mempunyai visi yang kuat, jelas, dan tidak mudah goyah,serta mempunyai pendirian yang teguh. Menurut saya, sebagai mahasiswa di UM ini menginginkan adanya peraturan/prosedur tiap fakultas yang berbeda yaitu bakal calon Rektor bisa memanfaatkan hal ini dengan membuat SOP (Standard Operating Prosedure), namun jangan pemimpin yang melaksanakan tugas ini sendiri, karena seorang pemimpin dengan adanya SOP dapat mengontrol pegawainya dari jarak jauh tanpa harus mengawasi langsung kinerja dari para pegawai. Untuk para calon Rektor UM mendatang, jangan hanya mementingkan kepentingan pribadi dan menyulitkan orang lain, karena seperti yang ditulis oleh Bapak Noor Farochi “a. Mudahkan Urusan Orang Lain
    Syarat untuk menduduki jabatan Rektor tidak dibuat untuk menyulitkan, karena setiap orang memiliki maqomnya masing-masing, secara alami akan terseleksi sendiri pada saat pemilihan. Mudahkanlah urusan maka engkau akan dimudahkan. “Sesungguhnya Allah akan menolong seorang hamba-Nya selama hamba itu menolong orang yang lain“. (Hadits muslim, abu daud dan tirmidzi)”.
    Terimakasih…Semoga bakal calon Rektor UM merupakan seorang pemimpin yang benar-benar diharapkan oleh warga UM. 🙂

  • Dinar Adi Meda

    Rektor yang baru pasti mempunyai visi dan misi. Dan diharapkan yang belum di jalankan dijalan kan lagi. Dan yang lebih penting bisa membawa Universitas Negeri Malang lebih maju lagi. Peka terhadap masalah yg telah ada & care terhadap Mahasiswa. Organisasi kampus (UKK/UKM) adalah motor dalam membesarkan sebuah universitas. Sebuah universitas bukan dilihat dari akademisinya saja melainkan SDM yg dimiliki mahasiswa yang mereka kembangkan di organisasi dengan kreatifitas mereka. Seorang rektor harus dapat membawakan tiga peran sekaligus: akademisi , manajer , dan politisi . Pada suatu saat, dia adalah akademisi . Dan sampai saat ini di Indonesia, belum banyak rektor yang dari kalangan non-akademisi. Secara keilmuan, dia harus menguasai bidangnya. seorang rektor adalah manajer . Dia harus bisa mengelola sumberdaya yang terbatas untuk menjadikannya sebagai manfaat terbesar untuk institusi, bukan untuk diri sendiri. Dia harus bisa menjamin ide-ide besarnya diterjemahkan oleh bawahannya. Dia harus bisamengelola konflik dengan baik, dan membalikkannya menjadi sebuah kekuatan, dan tidak justru terlibat dalam konflik. Pada saat yang lain, dia juga seorang politisi (yang baik).Dia harus peka dengan aspirasi, dia harus peduli dengan masalah rakyat, bangsa, dan mahasiswa Universitas Negeri Malang. Dia harus bisa mengkomunikasikannya dengan baik dari berbagai elemen.

  • dina ni'matul

    Mahasiswa berkualitas adalah mahasiswa yang memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi, pengetahuan yang luas, mampu mengontrol emosional, memiliki spiritual dan sosial yang tinggi. dalam proses pembelajaran di Universitas Negeri Malang tidak hanya mampu mengembangkan soft skills mahasiswa tetapi juga hard skills yang dimiliki mahasiswa yang hal tersebut mampu menumbuhkan dan mengembangkan berbagai dimensi ilmu. Mahasiswa disini memiliki hak penuh untuk menerima ilmu secara teori maupun praktek. Dengan melibatkan mahasiswa dalam setiap program kampus, diharapkan ikut mampu membantu mewujudkan visi dan misi kampus. Jadi program kampus tidak hanya di kelola oleh jajaran petinggi saja, tetapi mampu melibatkan skills mahasiswa, karena mahasiswa disini sudah di anggap sebagai manusia yang dewasa yang mampu melakukan kegiatan yang sama dengan orang dewasa umumnya. Dari hal tersebut, sebagai calon rektor yang akan memimpin sebuah instansi yang besar yakni Universitas Negeri Malang, diharapkan mampu menjalin kerjasama yang provit dengan mahasiswa. disini mahasiswa bukan hanya sebagai pelanggan tetapi mahasiswa juga sebagai agen dalam mewujudkan kampus yang berkualitas. Tidak ada Kampus yang berkualitas kalau tidak ada mahasiwa yang berkualitas juga.

  • Moch. Arensyah AP

    Sebuah Universitas yang besar membutuhkan pemimpin yang berjiwa besar pula. Salah satunya Universitas Negeri Malang (UM) ini. UM membutuhkan pemimpin yang berjiwa besar, disiplin dan sekaligus amanah.
    Pemimpin yang memegang amanah dapat dilihat sejak seseorang itu berproses untuk mendapatkan jabatan. Bagi orang yang menggengam amanah, tentu awalnya tidak berambisi menginginkan jabatan. Tapi kalau banyak orang mempercayakan tugas-tugas kepemimpinan, maka dia sanggup menerima kepercayaan yang diberikan kepadanya.
    Kesanggupan seorang pemimpin amanah terus direalisasikan dengan tanggung jawab saat menjalankan kepemimpinannya. Tanggung jawab dalam arti mampu melaksanakan tugas dengan baik, sehingga di bawah kepemimpinannya lingkungan menjadi lebih sejuk, anggota merasa dilindungi, dan organisasi menjadi lebih maju.
    Dan pemimpin yang amanah mampu mengutamakan kepentingan umum dibanding dengan kepentingkan pribadi. Maksudnya adalah seorang pemimpin amanah akan berani melakukan tindakan tidak popular. Dia tidak tega melakukan tipu muslihat dan tidak lagi berpikir periode mendatang harus menjabat lagi. Jika tindakan yang dijalankan memberi kemaslahatan banyak orang dan demi kepentingan Universitas (UM), dia akan berani ambil keputusan, meski resiko akan dicerca banyak orang dan berdampak negatif bagi citra dirinya.
    Oleh karena itu saya sebagai mahasiswa Universitas Negeri Malang, berharap dalam pergantian rektor baru ini semoga Universitas Negeri Malang mendapatkan pemimpin yang amanah.

  • Kemajuan suatu lembaga tergantung pada peran seorang pemimpin yang ada di dalamnya. Seorang pemimpin harus mampu menjalankan visi dan misinya dengan penuh tanggung jawab untuk memajukan lembaga yang dipimpinnya. Tidak hanya itu pemimpin harus mampu menghadapi maupun menangani kekuatan dan kelemahan lembaga serta peluang dan ancaman di luar lembaga.
    Universitas Negeri Malang (UM) merupakan salah satu lembaga perguruan tinggi negeri yang cukup banyak diminati oleh kalangan masyarakat, yang dari tahun ke tahun peminatnya semakin bertambah untuk itu UM harus mampu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik agar tetap dipercaya oleh masyarakat. Perubahan ini sangat tergantung pada kepemimpinan UM yang selanjutnya.
    Pergantian Rektor UM merupakan perubahan besar pada struktur organisasi UM. Dengan adanya pergantian Rektor yang baru sangat diharapkan mampu merealisasikan tujuan UM, berkomitmen pada peningkatan kualitas lulusan yang siap kerja, serta mampu mengarahkan UM ke arah yang lebih baik.
    Siapapun yang nantinya menjabat sebagai Rektor, saya sebagai mahasiswa UM sangat mengharapkan pemimpin yang cerdas, adil, jujur, bijaksana serta mampu menjadikan UM lebih baik lagi di masa yang akan datang.

  • Sagita Dwi

    Tugas seorang pemimpin memanglah berat, karena mempunyai tanggung jawab yang besar untuk membawa organisasi yang dipimpinnya menuju ke arah yang lebih baik. Seorang pemimpin diharapkan mampu menggerakkan bawahannya untuk menuju perubahan yang lebih baik.
    Menurut saya pemimpin yang ideal, selain kompeten dan cakap dalam bidangnya, seorang pemimpin yang baik itu mampu merasakan apa yang dirasakan oleh bawahannya. Sehingga pemimpin mengerti akan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh bawahannya, sekaligus hal tersebut juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan. Seorang pemimpin juga harus memiliki ‘rasa cukup’, dalam artian merasa cukup dengan apa yang diperolehnya, sehingga tidak menyalahgunakan jabatan untuk kepantingan yang lain.

    Semoga rektor UM yang terpilih nantinya adalah yang terbaik, yang mampu mengemban amanah secara bijak, mampu mewujudkan visi dan misi UM, sehingga menjadikan UM sebagai Universitas yang unggul dan berkualitas.

  • Wulanda

    Setiap lembaga pendidikan membutuhkan agen perubahan atau seorang pemimpin yang mampu membawa organisasioanal, khususnya pada perguruan tinggi Universitas Negeri Malang (UM). Berhasil tidaknya suatu organisasi pada suatu lembaga pendidikan merupakan tanggungjawab dari seorang pemimpin.
    Rektor yang terpilih nanti diharapkan mampu mewujudkan suatu perubahan untuk kemajuan UM, bukan hanya kemajuan kelompok semata. Karena, rektor adalah pemimpin utama yang bertanggungjawab atas semua komponen yang ada di kampus. Saya berharap dengan terpilihnya rektor yang baru dapat menjadikan UM sebagai suatu kebanggaan yang berkualitas, khususnya bagi warga UM dan masyarakat umum. Selain itu, mampu menjalin komunikasi dengan baik anata komponen, baik kepada internal maupun eksternal kampus. Dengan sinergisitas komunikasi antar komponen itulah menjadikan universitas menuju pada perubahan yang semakin berkualitas.
    Dalam mencapai tujuan organisasi, bakal calon rektor harus mempunyai visi dan misi yang jelas yang bisa diterapkan dengan nyata sesuai harapan bersama. Kita semua tentu sangat mengharapkan siapa saja agen perubahan yang terpilih kelak adalah seorang pemimpin yang benar-benar amanah dan profesionalitas untuk kemajuan UM ke depannya. Selain itu, sikap terbuka harus dimiliki calon rektor baru dalam memimpin UM. Keterbukaan akan memunculkan kejujuran dan kepercayaan warga kampus, sehingga akan terbentuk kerja sama tim untuk mencapai tujuan organisasi.
    Saya berharap kepada semua calon rektor UM bergegas untuk bersaing dengan membuat program yang jelas dan nyata untuk membangun kualitas UM ke depannya, terutama untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas pula.

  • Seorang pemimpin dalam suatu lembaga pendidikan tentunya sangat berperan besar untuk kemajuan lembaga pendidikannya. Untuk memilih seorang rektor sebagai pemimpin sebuah universitas, tentunya di UM ini harus memperhatikan beberapa hal. Tidak hanya dilihat dari segi kualitas intelektualnya saja, tetapi juga harus dilihat dari segi kualitas kepribadiannya.
    Untuk pemilihan rektor di UM ini saya sangat berharap bahwa pemimpin yang selanjutnya dapat memberikan perubahan besar terhadap keberlanjutan UM kearah yang lebih baik. Tidak hanya pemimpin yang memiliki visi dan misi yang bagus, namun juga bertanggungjawab terhadap visi dan misi tersebut. Dengan pemimpin yang baru nantinya diharapkan dapat melakukan pembangunan-pembangunan yang tidak hanya dari segi fisik bangunan saja, namun juga membangun semangat mahasiswa untuk lebih meningkatkan prestasi belajarnya dengan memberikan fasilitas-fasilitas sebagai sarana belajar mahasiswa.
    Selain itu, saya juga berharap untuk pemimpin yang selanjutnya dapat menciptakan sistem yang dapat memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswanya. Pemimpin yangselanjutnya harus memiliki kepribadian yang jujur, adil, merakyat, bijaksana, dan pastinya selalu bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

  • Siska Agustina

    Dalam sebuah lembaga pendidikan pergantian pemimpin merupakan perubahan yang besar karena hal tersebut menentukan berlangsungnya program yang ada di lembaga pendidikan tersebut kedepannya khususnya di bidang akademik. Hal tersebut harus diperhatikan sebagai seorang pemimpin lembaga pendidikan khususnya bakal calon rektor Universitas Negeri Malang.
    Sebagai seorang calon rektor UM harus memiliki tanggung jawab yang besar terhadap kemajuan UM kedepannya. Selain bertanggung jawab sebagai seorang pemimpin harus mampu menjadi contoh dan teladan bagi warga UM. Dalam kepemimpinnya calon rektor UM harus mampu menjalankan visi, misi dan stratergi manajemen pendidikan secara utuh dan berorentasi kepada mutu serta kualitas lulusan UM yang mampu menghadapi dunia kerja. Untuk menjalankan kepemimpinan yang profesional sebagai calon pemimpin UM harus memiliki kompetensi yang baik agar visi dan misi berjalan sesuai dengan rencana. Selanjutnya harus mempunyai komitmen yang jelas pada proses peningkatan kualitas mahasiswa UM khususnya lulusan yang siap kerja serta mampu melakukan inovasi terhadap UM kedepannya.
    Saya sebagai mahasiswa UM mengharapkan bakal calon rektor UM yang terpilih nanti agar menjalankan kepemimpinannya sesuainya dengan visi, misi dan bertanggung jawab terhadap kemajuan UM kedepannya serta dapat memberikan pendidikan yang berkualitas kepada mahasiswa UM agar dapat menjadi lulusan yang siap dengan dunia kerja.

  • Ufifatul Ilma

    Universitas ataupun Perguruan Tinggi merupakan suatu tempat untuk menuntut ilmu setelah masa SMA, berkualitas atau tidaknya suatu universitas terletak pada bagaimana seorang rektor memimpin. Universitas sebagai bentuk dari organisasi modern yang harus dikelola dengan sikap profesional berbasis visi yang jauh ke depan, namun dengan tata kelola harian yang akuntabel, transparansi, dan spirit demokrasi yang adil, membutuhkan gaya kepemimpinan yang sesuai dan visioner agar bisa terus bergerak maju.
    Seorang Rektor Universitas, diharapkan mampu memberikan perhatian yang sama intensitasnya kepada semua fakultas, badan atau lembaga yang terdapat di dalam lingkungan universitas. Yang terpenting dari kepemimpinan di dalam kampus adalah bagaimana leadership diarahkan untuk kepentingan institusi dengan memperhatikan aspek manusia, sehingga seluruh stakeholders UM akan merasakan manfaat dari penguatan UM sebagai kampus berkualitas.
    Kesempatan ini merupakan kepemimpinan ideal yang kita rindukan sebagai mahasiswa UM dan seluruh aktivitas akademika serta warga kampus UM. Sehingga peran dan tugas mahasiswa sebagai agent of change dapat tercapai dan membawa dampak yang positif. Saya sendiri sebagai mahasiswa berpendapat bahwa mahasiswa harus dilibatkan dalam pemilihan rektor di suatu universitas sehingga mahasiswa menjadi suatu kekuatan besar dalam mengontrol kepemimpinan dan kinerja sang rektor yang terpilih dan rektor pro kepada mahsiswa dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang tidak merugikan mahasiswa, yang bertujuan menciptakan kecerdasan berpikir mahasiswa kearah yang lebih kritis.
    Pemilihan rektor memiliki makna penting bagi keluarga besar UM. Jabatan puncak, dengan segala kewenangan yang diwujudkan dalam berbagai kebijakan strategis yang dilakukan rektor tentunya akan membawa maju mundurnya UM kedepan. Kesalahan dalam mengambil kebijakan tentunya akan merugikan berbagai pihak. Begitu pula dengan kebijakan yang tepat tentunya akan membawa kesejahteraan bagi keluarga besar UM.

  • Dwi Ratna Mayang

    Kepemimpinan didalam suatu organisasi sangatlah penting bahkan bisa dikatakan pemimpin adalah inti dari suatu organisasi. Di dalam kenyataannya tidak semua orang yang menduduki jabatan sebagai seorang pemimpin memiliki kemampuan untuk memimpin suatu organisasi, begitu juga sebaliknya banyak orang yang mempunyai bakat untuk memimpin suatu organisasi atau lainnya, namun mereka tidak mempunyai kesempatan untuk menjabat sebagai seorang pemimpin. Dengan demikian calon Rektor di dalam suatu organisasi khususnya lembaga pendidikan di perguruan tinggi harus mempunyai jiwa seorang pemimpin dan tentunya harus bisa memimpin suatu perguruan tinggi dengan baik sehingga menghasilkan perguruan tinggi yang berkualitas.

    Calon Rektor yang ideal dan professional harus memiliki kekuatan lahirian dan batiniyah sehingga mampu bekerja keras dengan banyak berfikir untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dengan baik. Seorang pemimpin harus mampu mempengaruhi bawahannya untuk melakukan sesuatu dan menghasilkan sesuatu yang berkualitas pula, karena inti dari kepemimpinan itu sendiri ialah mempengaruhi orang lain. Calon Rektor yang berkualitas juga harus mempunyai pemikiran yang visioner yakni mampu memikirkan apa yang terbaik bagi kelangsungan perguruan tinggi untuk kedepannya dan mengantisipasi hambatan-hambatan yang akan terjadi, calon Rektor yang ideal tidak pernah mencari alasan atas kegagalan, akan tetapi selalu mencari cara untuk mengatasi suatu kegagalan tersebut bahkan mencari tindakan preventif yakni melakukan banyak perubahan terus-menerus (continuous improvement) kearah yang positif sebelum mengalami kegagalan.

    Menurut saya, calon Rektor yang ideal harus mempunyai sifat dan perilaku sebagai berikut :
    1.Memiliki integritas kepada semua pihak,
    2.Percaya terhadap kemampuan bawahan
    3.Memberikan teladan bagi bawahan
    4.Mampu menguasai diri dengan baik
    5.Cakap berkomunikasi
    6.Sebagai motivator bawahan
    7.Mempunyai jiwa dan kemampuan sebagai seorang pemimpin
    8.Mempunyai rasa tanggung jawab
    9.Mempunyai komitmen terhadap organisasi

    Dengan demikian, sebagai mahasiswa saya berharap bagi calon Rektor UM dapat menjadi pemimpin yang baik dan professional dengan memulainya dari memimpin diri sendiri sebelum mampu memimpin tim yang lebih besar, karena kepemimpinan yang akan calon Rektor berikan nantinya akan memberikan kebaikan bagi kehidupan kampus pula, dan semoga mampu membawa nama baik UM dengan tercapainya visi dan misi UM sehingga kehidupan kampus yang berkualitas pun terwujud.

  • Nur Shofia Maya Sofa

    Pergantian Rektor merupakan suatu perubahan yang besar.Rektor yang terpilih diharapkan dapat membawa UM untuk lebih baik lagi dari sebelumnya. dengan harapan agar UM dapat meningkatkan kualitas dengan cara mewujudkan Visi dan Misi UM.
    Sebagai seorang calon pemimpin, rektor yang terpilih nanti harus memiliki karakteristik yang amanah dan tanggung jawab pada semua tugas yang akan diembannya, serta memiliki sifat yang tegas dalam setiap langkah yang akan diambilnya. semoga rektor yang terpilih nanti merupakan rektor yang dapat membawa UM kepada universitas yang unggul dan berkualitas.

  • ekowahyus

    Kalo sudah banyak yang mengulas tentang syarat pemimpin dan harapan terhadap pemimpin, sekarang kembali ke diri kita masing-masing, seluruh tenaga akademik, tenaga kependidikan, perwakilan mahasiswa adalah para pihak yang mempunyai suara dan mempunyai hak untuk menentukan nasib UM ke depan.

    Oleh karena itu, mari memilih dengan cerdas, rasional dan obyektif. Jangan sampai kita memilih karena prinsip LIKE and DISLIKE, latar belakang historis maupun golongan (baca: bendera) karena sesuai dengan pernyataab Rektor UM di Jawa Pos beberapa hari yang lalu, tidak ada bendera-bendera (baca: kubu) yang berkibar berbarengan di UM, bendera kita hanya satu yaitu UM dan bendera yang lebih besar lagi juga hanya satu yaitu Merah Putih.

    Choose wisely for the best future …

    ekowahyus
    FIS-UM

  • Nur Azizia

    Saya harap Rektor UM selanjutnya dipimpin oleh seorang yang jujur, adil, baik, dan cerdas. Seorang pemimpin yang adil, indikasinya adalah selalu menegakkan supremasi hukum; memandang dan memperlakukan semua manusia sama di depan hukum, tanpa pandang bulu.
    Selain itu beberapa sifat baik yang harus dimiliki oleh para Pemimpin khususnya Rektor UM kedepan, yaitu: Amanah (dapat dipercaya), Siddiq (benar), Fathonah (cerdas/bijaksana), serta tabligh (berkomunikasi dgn baik dgn rakyatnya).

    Seorang pemimpin yang memahami dengan jelas dan langsung menghadapi kekuatan dan kelemahan UM serta peluang dan ancaman yang ada di luar UM. Selain itu Rektor UM selanjutnya diharapkan bisa mencapai apa yang telah ditetapkan visi dan misi UM dengan melakukan berbagai inisiatif baru. Pemimpin yang tahu mau kemana akan membawa UM ke depan. Menjadi Pemimpin bukanlah perkara yang mudah, sebab seorang pemimpin adalah orang yang mengemban amanah untuk selanjutnya mempertanggungjawabkan apa yang telah diamalkan selama mengemban amanah itu.

    Saya sebagai mahasiswa yang terpenting rektor UM selanjutnya ialah Pemimpin yang dapat melayani mahasiswa dengan kualitas yang dapat dirasakan oleh mahasiswa dan pengguna lulusan UM.Diharapkan komponen dalam pengelolaan pendidikan dapat diimplementasikan oleh Rektor UM ke depan dengan kriteria Pemimpin diatas dan membawa dampak perubahan ke arah yang lebih baik.
    Terimakasih.. Selamat Memilih..

  • Faiqotul Izzatin Ni'mah

    Rektor sebagai pimpinan tertinggi di Universitas Negeri Malang (UM) diharapkan mampu membawa perubahan yang positif dan signifikan bagi seluruh sivitas akademika dalam meningkatkan kualitas pendidikan di UM. Perubahan itu sangat perlu dipelopori oleh pimpinan tertinggi agar membawa dampak yang bermakna untuk keseluruhan sistem yang ada di UM. Dalam usahanya membawa perubahan itu, seorang Rektor harus menyediakan visi yang jelas bagi perubahan itu. Ia memiliki tujuan-tujuan yang jelas yang bisa membimbing institusi ini menuju arah yang baru.

    Upaya menuju perubahan tersebut tidak lepas dari peranannya dalam memanaj segala sistem dan membentuk kerjasama dengan semua tim yang ada di UM. Sehingga, seorang Rektor harus mampu membangkitkan komitmen orang yang dipimpinnya. Ia mampu meyakinkan, bahwa apa pun upayanya, hanyalah demi mencapai visi dan misi institusi, namun semua upayanya tidak hanya berorientasi pada tugas saja, melainkan juga memperhatikan aspek manusia, yaitu anggota organisasinya. untuk itu, Rektor juga harus mampu berkomunikasi yang baik dan menjalin hubungan yang harmonis dengan anggotanya, mampu menumbuhkan kepercayaan anggota organisasinya, dan mampu mengajak anggota organisasinya untuk proaktif dalam melaksanakan segala perubahan yang sudah direncanakan.

    Selamat berkompetisi pada semua kandidat Rektor Universitas Negeri Malang! Semoga harapan ini dapat diwujudkan dalam kepemimpinan UM mendatang. Aamiin….

  • Thoriq Ardyawan

    Pergantian Rektor Universitas Negeri Malang (UM) merupakan perubahan skala besar dalam struktur organisasi. Pergantian pemimpin ini juga memberikan harapan baru pada seluruh Civitas Akademika UM.

    Kedepannya lembaga pendidikan sekelas UM sebaiknya berfokus pada pengembangan kerjasama dengan Dunia Kerja untuk meminimalkan bahkan menghilangkan pengangguran terdidik di Indonesia khususnya lulusan dari UM.

    Harapan saya dengan adanya perubahan pemimpin baru ini kedepannya mampu memberi inovasi, motivasi kepada seluruh kalangan di UM khususnya Mahasiswa, dan sebagai Mahasiswa saya berharap kualitas pendidikan di UM dapat meningkat sehingga menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu bersaing di Dunia Kerja.

    Siapapun pemimpinnya kelak semoga dapat menjalankan amanah dengan baik. Dan terakhir, semoga pelaksanaan pergantian Rektor dapat berjalan secara kondusif.

  • Ayu Linda Puspita

    Saya tertarik dengan pernyataan Drew Faust yang merupakan Rektor atau presiden Universitas Harward, Faust mengatakan “Pendidikan adalah mesin yang membuat demokrasi Amerika dapat berjalan dan itu harus bekerja dan itu berarti orang harus memiliki akses untuk itu”. Jika dikaitkan dengan kondisi Universitas Negeri Malang sendiri yang memiliki motto sebagai The Learning University, seharusnya semua warga UM menyadari potensi untuk menjadikan UM sebagai jantung pendidikan di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa seharusnya semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan di UM. Untuk membawa UM kearah tersebut kita membutuhkan seorang pemimpin yang mampu membangun karakter, potensi dan arah bersama dengan pengaturan kembali tata kerja, hubungan elemen dan sinergi dari masing-masing komponen yang ada di UM ini. Pemimpin yang dapat menyatukan semua potensi yang sudah dimiliki UM ke dalam satu koordinasi yang utuh. Pemimpin yang seluruh aktivitasnya digunakan untuk mempengaruhi serta menggiatkan orang dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan. Pemimpin yang bekerja untuk memajukan ilmu pengetahuan melalui pendidikan dan penelitian, serta memberikan kontribusi maksimal kepada masyarakat luas.
    Siapapun calon rektor yang terpilih nantinya, saya berharap dapat membawa UM pada perubahan yang baik dan menyelesaikan setiap permasalahan yang ada dengan konsep yang realistis dan mengimplementasikannya kepada kebijakan yang memprioritaskan kepentingan UM. Yang harus diingat bahwa mendapat kepercayaan sebagai pemimpin tertinggi di dalam suatu lembaga pendidikan bukanlah suatu hal yang terjadi secara kebetulan. Orang yang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan dan kenyamanan melainkan melalui suatu proses yang cukup rumit, sukar dan membutuhkan kerja keras. Akhirnya, saya mengucapkan selamat memilih Rektor baru Universitas Negeri Malang.

  • Ngainun Naja

    Memimpin merupakan tugas, amanat, dan tanggungjawab yang sangat berat untuk seorang pemimpin. Apalagi memimpin sebuah lembaga yang besar, dan sudah dikenal dikhalayak umum tentu bukanlah hal yang mudah. Lembaga yang di dalamnya terdapat beberapa individu yang mempunyai karakteristik dan pendapat yang berbeda namun mempunyai tujuan yang sama yaitu menjadikan lembaganya berkualitas. Oleh karena itu, untuk menjadi seorang pemimpin haruslah bisa menyatukan dari beberapa pendapat anggota dengan berbagai cara untuk mencapai tujuan bersama. Dengan menjalin hubungan dan komunikasi yang baik antar anggota dan pemimpin. Memecahkan masalah bersama dengan musyawarah, tentu dengan disertai kebijakan dari pemimpin sendiri.
    Menurut saya menjadi seorang pemimpin itu tidak perlu mengharap yang tinggi melainkan dapat memanaj lembaganya untuk mencapai tujuan bersama dan membawa dampak positif kepada lembaga yang dipimpinnya. Pemimpin yang memberlakukan dirinya sama seperti sebelum menjadi pemimpin. Saya setuju dengan pendapat Bapak Noor Farochi bahwa seorang pemimpin ketika sudah menjadi pemimpin akan merasa bahwa kedudukan atau status sosial yang tinggi di mata manusia, dan menyombongkan diri di hadapan mereka, memerintah dan menguasai, kemewahan serta kemegahan. Karena kebanyakan pemimpin merasa bahwa dirinya lebih dari manusia lain. Hal seperti itu tidak patut ada pada seorang pemimpin karena atas dasar manusia lain atau masyarakatlah yang dapat menjadikan dirinya berada di posisi sekarang. Seharusnya lebih menekankan pada kesejahteraan masyarakat atau yang dipimpinnya.
    Saya sebagai Mahasiswa UM berharap untuk pemimpin UM di masa mendatang untuk menjadi seorang pemimpin yang mempunyai visi, misi dan mempunyai tanggungjawab bukan hanya dirinya sendiri melainkan untuk organisasi yang dipimpinnya. Semoga rektor UM dapat memimpin dengan visi dan misinya untuk memperbaiki UM menjadi lebih baik. Pemimpin yang mampu membawa UM mengadakan perubahan menjadi Universitas yang berkualitas.

  • Rakhmawati Indriani

    Kualitas dari lembaga pendidikan sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan Rektor di dalamnya. Untuk mewujudkan lembaga pendidikan yang unggul dan berkualitas, maka diharapkan seorang rektor mempunyai visi dan misi yang jelas dalam mengelola kampus, bisa me-manage lembaga yang dipimpinnya dan terbuka terhadap kritik para bawahannya maupun masyarakat. Hendaknya Calon Rektor harus dinilai terlebih dahulu berapa karya tulis yang telah dihasilkan atau prestasi-prestasi yang pernah diperolehnya dan seberapa besar sumbangsihnya pada dunia pendidikan, terutama pendidikan tingi. Calon rektor juga harus harus dipertimbangkan seberapa besar aksesbilitasnya di dalam maupun di luar lingkungan kampus.
    Rektor UM yang baru ini diharapkan mampu menerapkan kriteria pemimpin yang amanah, berakhlak, berkepribadian kuat, visioner, berani, dan memiliki alternatif untuk menyelesaikan segala problematika menyangkut kebijakan pendidikan, aspek birokrasi kelembagaan, dan kepemimpinan. Seorang rektor sudah selayaknya adalah seorang profesor (guru besar), pernah menjabat sebagai dekan dan memiliki pengalaman dalam manajemen dan memiliki peran besar dalam kemajuan universitas.
    Pemimpin yang baik diharapkan dapat membawa perubahan dalam organisasi yang dipimpinnya, seperti mampu melakukan inovasi baru melalui penciptaan budaya organisasional dan melakukan perubahan yang baik. Seorang pemimpin dituntut untuk memiliki kemampuan yang sangat baik dalam pengambilan keputusan, pemimpin juga harus melaksanakan rencana sesuai jadwal untuk menjadikan visi jadi kenyataan. Selain itu, pemimpin dikatakan berhasil dalam membangun perubahan organisasi, apabila memiliki etika kecerdasan politis, menunjukkan kebenaran dan akuntabilitas, mampu berpikir panjang dan bertindak jangka pendek, memberi harapan positif, dan mampu memberikan makna/arti yang berkesan. Dengan kriteria di atas, diharapkan Rektor UM yang baru mampu membawa perubahan nyata bagi universitas dan mampu meningkatkan kualitas universitas yang dipimpinnya.

  • Aisyah Amini

    sebagai Mahasiswa, saya berharap untuk kedepannya. UM sebagai universitas yang saat ini unggul dalam mencetak tenaga pendidik profesional, dapat dipimpin oleh seorang rektor yang mengerti dan memahami kebutuhan masyrakat UM dan tantang ke globalisasi ke depannya (menjaga mutu).

    saat ini kita membutuhkan pemimpin yang memiliki kriteria-kriteria ideal yang strategis dalam menghadapi perkembangan IMTEK terhadap dunia pendidikan. serempak kriteria tersebut harus berlaku juga double dan applicable dalam menuti masa depan UM yang lebih baik, sesuai visi Um menjadi rujukan penyelenggaraan Tridharma perguruan tinggi.
    berikut adalah kriteriaa ideal untuk rektor UM periode selanjutnya. namun ini tidak bersifat final, karna ini hanya sebetas pendapat.
    1. pemimpin harus bersifat profesional terhadap bidang yang akan ditempuh selanjutnya
    2. pemimpin harus merangkul semua golongan. golongan disini dalam arti khusus adalah masyarakat UM (dosen, mahasiswa, tenaga non kependidikan, dll), dan arti luas adalah masyarakat malang, dan Indonesia. tujuan merangkul semua golongan disini agar UM dapat maju secara luas dengan keloyalan golongan tersebut memberikan kontribusi aktif dan non aktif terhadap perkembangan UM yang lebih baik
    3. pemimpin yg memiliki integritas dan komitemen
    4. pemimpin yg memiliki loyalitas dan bersikap matang dalam mengambil kebijakan kampus
    5.pemimpin yang visioner
    6. pemimpin yg amanah dan jujur.

    dengan kriteria ini diharapkan pemimpin UM kedepan lebih siap untuk mengabdi, berkerja, dan bijak dalam meniti dan rangkai UM yang sesuai dengan visi dan misnya.

  • Lia Dwi Kristanti

    Menjadi seorang pemimpin bukanlah suatu hal mudah, karena selain tanggung jawab yang berat, seorang pemimpin sejati harus memiliki tiga kompetensi dasar yang menjadikan seorang pemimpin itu professional. Kompetensi dasar yang pertama adalah knowledge, pemimpin yang mempunyai dan menguasai pengetahuan yang luas mampu melihat segala hal jauh kedepan, membuat sasaran-sasaran yang tepat dengan perencanaan yang hebat serta strategi yang kuat. Pengetahuan dan keterampilan seorang pemimpin yang profesional tidak akan disimpan untuk dirinya sendiri. Pemimpin perlu berbagi pengetahuan dan keterampilan kepada orang lain, rekan atau bawahannya. Sedangkan kompetensi yang kedua adalah people skill, dimana seseorang pemimpin memiliki kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain. Hal inilah yang digunakan pemimpin profesional dalam menjaga timnya agar tetap semangat, antusias dan mengerti serta paham apa yang menjadi sasaran mereka. Serta kompetensi human quality, dengan kata lain human quality ini merupakan attitude yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Pemimpin profesional haruslah memiliki sikap yang profesional juga, yang paling utama adalah pemimpin tersebut harus memiliki mindset positif dan menularkannya kepada orang lain, rekan maupun bawahannya.
    Apabila seorang pemimpin minimal mempunyai dan mempraktikkan ketiga kompetensi dasar tersebut, InsyaAllah pemimpin tersebut menjadi seorang pemimpin yang professional. Pemilihan rektor di UM ini mendapatkan respon dari berbagai kalangan, baik dari mahasiswa, dosen maupun staf administrasi. Namun tidak banyak yang langsung menanggapinya lewat website kampus, padahal website ini merupakan salah satu tempat untuk mencurahkan aspirasi dan masukan untuk para calon rektor, agar mampu membawa UM menjadi lebih baik lagi.
    Siapa saja yang menjadi rektor UM nantinya semoga mampu menjadikan UM sebagai salah satu Universitas yang tetap mendapatkan kepercayaan dan animo dari masyarakat, mampu merealisasikan visi dan misi UM dan menjadikan UM semakin berkualitas. Selain itu calon pemimpin dan pihak-pihak yang terkait hendaknya mulai memahami, menerapkan, dan mengembangkan sikap-sikap serta perilaku dalam dunia kepemimpinan melalui teladan, baik dalam pikiran, ucapan, dan tindakan.

  • Fitria Anike WIdyawati

    Calon Rektor UM ke depannya harus bisa menerapkan kepemimpinan visioner dengan kriteria yaitu:
    1. Berwawasan ke masa depan
    Pemimpin yang mempunyai pandangan yang jelas terhadap suatu visi yang ingin di capai, agar organisasi yang digeluti dapat berkembang. Sesuai dengan visi yang ingin dicapai.
    2. Berani bertindak dalam meraih tujuan
    Penuh percaya diri, tidak peragu dan selalu siap menghadapi resiko. Pada saat yang bersamaan, pemimpin juga dapat menunjukkan perhitungan yang cermat, teliti, dan akurat. Dalam memperhitungkan kejadian yang dianggap pemimpin tersebut penting.
    3. Mampu menggalang orang lain
    Untuk kerja keras dan kerjasama dalam menanggapi tujuan. Pemimpin yang patut dicontoh, dia mau membuat contoh agar masyarakat sekitar mencontoh perilakunya.
    4. Mampu merumuskan visi yang jelas
    Inspirasional dan mengunggah, mengelola ‘mimpi’ menjadi kenyataan. Pemimpin yang mempunyai komitmen kuat terhadap visi yang di embannya dan ingin mewujudkan visinya kedalam suatu organisasi yang telah digeluti.
    5. Mampu mengubah visi ke dalam aksi
    Pemimpin yang dapat merumuskan visi kedalam misinya yang selanjutnya dapat diserap oleh anggota organisasi dan pemimpin yang menjadikan bahan acuan dalam setiap melangkah kedepan.
    6. Berpegang erat kepada nilai-nilai spiritual yang diyakini
    Pemimpin yang sangatlah profesionalitas terhadap apa yang diyakini, seperti nilai-nilai luhur yang ada dan mengimplementasikan dengan memberi contoh.
    7. Membangun hubungan (relationship) secara efektif
    Pemimpin yang sangat pandai dalam membangun hubungan antar anggota, terlebih dalam hal memotivasi dan membuat anggota lebih mandiri.
    8. Inovatif dan proaktif
    Pemimpin yang sangat kreatif dalam mengubah cara berpikir dari konvensional menjadi paradigma baru. Pemimpin yang selalu mengamati langkah-langkah kedepan dan isu-isu yang terbaru tentang organisasi/instansi.

    Apabila calon rektor UM dapat menerapkan seperti kriteria pemimpin visioner seperti penjelasan di atas, maka progres di UM akan terlihat secara bertahap.

  • Nilai keunggulan suatu lembaga pendidikan tinggi sangat bergantung pada kepemimpinan visioner yang harus ada pada jiwa seorang Rektor. Hal tersebut jika dikaitkan dengan visi UM yakni “menjadi perguruan tinggi unggul dan menjadi rujukan dalam penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi” menjadi sebuah pemikiran utamanya kepada calon Rektor bagaimana mewujudkan keunggulan suatu lembaga?

    Menjadikan perguruan tinggi yang unggul bagi seorang Rektor haruslah memilki kekuatan untuk mewujudkannya. There are five sources of power; kekuatan motif, kekuatan kepribadian, kekuatan kompetensi, kekuatan komuniikasi, dan kekuatan pengetahuan. Kekuatan tersebut jika didukung dengan jiwa adaptif terhadap perubahan pada perkembangan budaya kualitas akan mampu mewujudkan nilai keunggulan suatu lembaga.

    Dalam sebuah Hadist “Kullukum Ro’in Wa Kullu Ro’in Mas’ulun ‘An Ro’iyati” setiap kamu sekalian adalah seorang pemimpin, dan seorang pemimpin kelak akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpin” (HR. Imam Muslim). Jelas bahwa seorang pemimpin harus memiliki power untuk bisa memenuhi tugas dan kewajibannya lebih optimal agar bisa mempertanggungjawabkan hasil yang dicapai.

    Dalam hal ini, selain mencapai keunggulan, Rektor harus melakukan continuous improvement yang berdampak pada kemajuan perguruan tinggi. Sehingga, bukan hanya menjadi perguruan tinggi yang unggul saja, tetapi selalu melakukan yang terbaik untuk mencapai sebuah keunggulan (yang pertama) “We are not First, But We Do Best to Be First”. Bismillahorrohamnirrohim, semoga kita mampu untuk mewujudkannya dan selalu menerapkan dalam kehidupan kampus.

  • Saya sependapat seperti mas andrew “Siapapun itu semoga yang terbaik. Yang terpilih memang layak untuk memimpin bukan karena sebuah intrik politik. Rektor yang mengerti kebutuhan kampus bukan karena nyari fulus. Rektor yang peduli mahasiswanya..”

  • Siapapun itu semoga yang terbaik. Yang terpilih memang layak untuk memimpin bukan karena sebuah intrik politik. Rektor yang mengerti kebutuhan kampus bukan karena nyari fulus. Rektor yang peduli mahasiswanya..

  • Universitas Negeri Malang (UM) adalah lembaga penyelenggara pendidikan tinggi yang seharusnya bercirikan antara lain religius, ilmiah, edukatif, dan selalu menggunakan pendekatan kualitas dalam setiap aktivitas untuk mencapai tujuan. Jika ciri-ciri tersebut tampak dalam suksesi rektor dan terus diimplementasikan dalam kehidupan kampus,UM akan dapat mewujudkan cita-citanya, begitu juga sebaliknya.

    Saya selalu berupaya untuk menerapkan pendekatan kualitas pada setiap kehidupan kampus dalam berbagai kesempatan, walaupun dalam praktiknya masih banyak sekali “kerikil sangat tajam”, dan Insya Allah suatu saat akan mampu dilewati dan menghasilkan yang terbaik untuk menghantarkan UM sebagai perguruan tinggi yang berkualitas terbaik di masa mendatang.

    Kunci utama untuk mengubah semua yang tersebut adalah setiap orang di UM harus mau membangun budaya kualitas dalam setiap aktivitasnya dengan menampakkan ciri-ciri sebagaimana sudah disebutkan.

    Semoga kita mampu melakukannya secara menyeluruh untuk membangun UM menjadi nomor wahid di negeri ini secara lebih cepat, tepat, sistemik, dan sistematis.

  • Noor Farochi

    Betul pak @ekowahyus… utamanya pada poin 2. semakna dengan maksud tulisan saya

  • budiarto

    semua yang disampaikan diatas, saya sangat setuju sekali. Rektor seperti apa yang harus jadi Rektor ? adalah Rektor yang tidak lagi menjadi bagian dari golongan-golongan tertentu, semuanya adalah PNS, tak ada bedanya, tiada kasta-kasta dalam kepegawaian, semuanya punya hak dan kewajiban yang sama. Rektor yang pantas menjadi Rektor adalah Siapapun yang merasa dirinya adalah tenaga administrasi, merasa dirinya adalah tenaga harian, merasa dirinya adalah dosen, merasa dirinya adalah tenaga outsourcing. Semoga UM berhasil menjadikan seseorang yang pantas menjadi Rektor, untuk menduduki jabatan sebagai pemimpin di rumah kedua kami. Amien…
    BUDIARTO ( subag keuangan dan kepegawaian, FIP UM )

    NB : lancarkan semua yang menyejahterahkan : UANG TUGAS BELAJAR DOSEN, UANG PENELITIAN DOSEN, HR MENGAJAR DOSEN, UANG LAUK PAUK, UANG TUNJANGAN KINERJA, tak ada lagi rapel-rapelan, karena penjual beras dan penjual sayuran keliling, tak mau dirapel juga bayarnya, PLN dan PDAM juga tak mau dirapel, bahkan guru dan kepala sekolah tak mau menerima rapelan pembayaran SPP anak kami.

  • ekowahyus

    Menurut saya….

    1. Memang betul, prinsip tidak memberikan jabatan kepada yang meminta adalah pedoman karena boleh jadi MEMINTA karena mengharapkan sesuatu.

    2. Konteks PILREK dengan mekanisme tahapan penjaringan yang notabene adalah Borang Pernyataan Kesediaan bisa diartikan sebagai bentuk tawaran pemberian AMANAH, tinggal target yang ditawari AMANAH berani atau tidak untuk menerimanya dengan menyatakan BERSEDIA untuk dicalonkan sebagai REKTOR. Jadi konteks MEMINTA JABATAN di sini gugur.

    3. REKTOR adalah organ UM, dengan demikian semua Civitas Akademika HARUS berpikir secara makro dan kolektif, dan menjauhkan prinsip sektoral dan terkotak-kotak, karena siapapun yang jadi REKTOR ke dapan, mau tidak mau HARUS menanggalkan BAJU Sektoralnya, dari mana dia berasal, dari golongan mana dia berada.

    4. Era sudah berubah, terbukti dari hasil pemilihan di Universitas Brawijaya yang notabene sudah mematahkan paradigma selama ini bahwa untuk mencapai posisi itu harus dengan kendaraan tertentu (baca: SYARAT POLITIS).

    5. Keterbukaan komunikasi dan informasi akan lebih menuntut orang untuk konsisten dan konsekuen dalam bertutur, bertindak dan bereaksi. Siapa yang bisa membawa UM sesuai dengan Visi Misi dan Tujuan itulah yang akan dipilih.

    6. UM sebagai universitas eks-IKIP masih perlu berjuang keras agar bisa bersaing dengan universitas lain, jadi ketegasan, pola pandang dan pola pikir pimpinan UM ke depan akan menentukan arah dan tujuan yang akan dicapai, terutama dengan pola manajerial yang jelas, transparan dan akuntabel sehingga mulai dari atas sampai ke pelaksana di bawah bisa seiya sekata dalam mencapai tujuan.

    7. Kepopuleran, status sosial dan kehormatan sudah tidak seperti dulu yang harus DICARI dan DIDAPATKAN melainkan akan DIBERIKAN oleh masyarakat dan pemangku kepentingan atas apa yang dinilai.

    8. Mekanisme pemilihan yang baru (secara serentak di Graca), akan sangat mewadahi kebebasan dalam memilih tanpa harus dibaca oleh orang lain maupun calon itu sendiri.

    9. Kita sebagai bawahan dan pelaksana, pada prinsipnya adalah patuh atas perintah pimpinan selama tidak menyalahi UU dan peraturan yang berlaku. Tapi dalam hal pemilihan REKTOR, kita punya HAK untuk menyatakan pendapat tanpa terpengaruh oleh prinsip patuh atas perintah pimpinan ini.

    10. Selamat memilih …. semoga pilihan kita AMANAH dan membawa UM menjadi lebih baik di masa-masa yang akan datang.

    ekowahyus-FIS UM

  • mujahidin akbar

    Rektor mendatang harus berorientasi melayani, meninggalkan kepentingan-kepentingan golongan dalam merumuskan kebijakan yang dapat menguntungkan bersama. Dalam mengemban tugas haruslah memiliki karakteristik yang bersih di setiap tindakan, visioner pada perubahan yang membangun dan action untuk terus berkontribusi, professional dari sisi akademis maupun managerial institusi. Rektor harus bisa mengayomi dan membangun suasana akademik yang harmonis sehingga mampu menjalin kerjasama yang elegan dan egaliter dengan semua pihak yang terkait dengan universitas seperti dosen, karyawan, dan mahasiswa.

    mujahidin akbar, Subag. Akademik Fakultas Ekonomi

  • andriyan

    Menurut saya bakal calon Rektor harus memenuhi kriteria:
    1.Beriman dan Beramal Shaleh
    2.Niat yang Lurus
    3.Tidak Meminta Jabatan
    4.Berpegang pada Hukum Allah
    5.Memutuskan Perkara Dengan Adil
    6.Menasehati rakyat
    7.Tidak Menerima Hadiah
    8.Tegas
    9.Lemah Lembut
    Selain poin-poin yang ada di atas seorang pemimpin dapat dikatakan baik bila ia memiliki STAF. STAF disini bukanlah staf dari pemimpin, melainkan sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin tersebut. STAF yang dimaksud di sini adalah Sidiq(jujur), Tablig(menyampaikan), amanah(dapat dipercaya), fatonah(cerdas)
    Sidiq itu berarti jujur.

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.