BAHASA AREMA… (Bagian Ke-25)

BAHASA AREMA YANG HAMPIR PUNAH

BAGIAN XXV

NAPALED KODEW SING IDAD IRENTEM

(Delapan Wanita yang Menjadi Menteri)

 Oleh: Djoko  Rahardjo*)

 

Unggim eros, langgat nemlikur nalub Oktober nuhat aud ubir tapme saleb. Ebes Okoj Wiodod ngewag kabinet idrek sing onok agit hulup tapme irentem . Kanyab genaro kodew sing idad irentem. Napaled kodew sing idad irentem, yo iku (1) Rini Sumarno, (2) Siti Nurbaya, (3) Puan Maharani, (4) Nila F Moelok, (5) Khofifa Indar Parawansa, (6) Yohana Yambise,( 7) Retno Lestari karo (8) Susi Pudjiastuti.
Minggu sore, tanggal dupuluh enam bulan Oktober tahun dua ribu empat belas. Bapak Joko Widodo membuat/membetuk kabinet kerja dengan tiga puluh empat menteri. Banyak wanita yang menjadi menteri. Delapan wanita yang menjadi menteri, yaitu (1) Rini Sumarno, (2) Siti Nurbaya, (3) Puan Maharani, (4) Nila F Moelok, (5) Khofifa Indar Parawansa, (6) Yohana Yambise,( 7) Retno Lestari dan (8) Susi Pudjiastuti.
 OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kodew-kodew iku kusam nok Kabinet Idrek idad irentem. (1) Ebes kodew Rini Sumarno idad Irentem BUMN, (2) Ebes kodew Siti Nurbaya Irentem Lingkungan Odip, (3) Ebes kodew Puan Maharani idad Menko , (4) Ebes Kodew Nila F Moeleok idad Irentem Ketahesan, (5) Ebes kodew Khofi Indar Parawansa idad Irentem Sosial, (6) Ebes kodew Yohana Yambise idad Irentem Kekodewan,( 7) Ebes kodew Retno Lestari idad Irentem Raul Orogen , karo (8) Ebes kodew Susi Pudjiastuti idad Irentem Ketualan karo Kekawian.
Wanita-wanita itu masuk di Kabinet Kerja menjadi menteri. (1) Ibu Rini Sumarno menjadi Menteri BUMN, (2) Ibu Siti Nurbaya menjadi Menteri Lingkungan Hidup, (3) Ibu Puan Maharani menjadi Menko , (4) Ibu Nila F Moeloek menjadi Menteri Kesihatan , (5) Ibu Khofifa Indar Parawansa menjadi Menteri Sosial, (6) Ibu Yohana Yambise menjadi Menteri Urusan Wanita, (7) Ibu Retno Lestari menjadi Menteri Luar Negeri , dan (8) Ibu Susi Pudjiastuti menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan
Zaman wis ujam. Lek umak dinokati nawak hebak, kok kanyab kodew sing idad irentem? Umak osi njawab ngene: “Mbiyen Ebes kodew R.A. Kartini kanyup angen-angen ngidadno kodew-kodew Indonesia idad genaro sing rintep. Yo wis reneb lek Ebes Okodj Wiodod ngidadno kodew-kodew wanyok, sing penting idrekane reneb, koyok sing dikapnim genaro kanyab”.
Zaman sudah maju. Bila Anda ditanyai oleh kawan semua, kok banyak wanita yang menjadi menteri? Anda bisa menjawab begini: “Dahulu Ibu R.A. Kartini mempunyai angan-angnan (cita-cita) menjadikan wanita-wanita Indonesia yang pintar/pandai. Ya sudah benar bila Bapak Joko Widodo menjadikan wanita-wanita itu/tersebut, yang penting pekerjaannya benar, seperti yang diinginkan oleh masyarakat.
Ebes Okoj Wiodod ngidadno Ebes kodew Susi (Isus) idad Irentem Ketualan karo Kekawian, yo wis reneb. Ojok tahil halokase sing mek sulul SMP tapi kudu tahil idrekane. Genaro wanyik wis idad naragodj edeg. Kanyup perusahaan perkawiaan karo tawasep (Susi Air).  Biyen sik liceke lawetan kawi nok tual. Saiki kanyab kera-kera sing wis sulul haikule tapi kadit kanyup idrekan mergo kadit osi ngewag idrekan ewed.
Bapak Joko Widodo menjadikan Ibu Susi (Isus) menjadikan Menteri Kelautan dan Perikanan, ya sudah benar. Jangan melihat sekolahnya yang hanya lulus SMP tetapi harus dilihat pekerjaannya (prestasi kerjanya). Orang ini sudah menjadi juragan besar/The Big Boss.  Mempunyai perusahaan perikanan dan Maskapai Penerbangan  Susi Air. Dahulu waktu kecilnya/waktu mudanya berjualan ikan di tepi laut. Sekarang  banyak anak-anak yang sudah lulus kuliah tetapi tidak mempunyai pekerjaan karena tidak bisa membuat/menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

*) Penulis adalah Staf pada Subag Umum LP3 UM

 

ARJUNA SANG PLAY BOY (Bagian Ke-1)

ARJUNA SANG PLAY BOY

Hesteria para wanita pengagum Sahreer Sikh, aktor pemeran Arjuna pada film Mahabharata, yang ditayangkan di ANTV begitu dahsyatnya. Mulai anak baru gede (ABG) sampai wanita setengah tu wa (STW) bercampur-baur menjadi satu untuk menyambut kedatangannya.Wanita mana yang tidak terpaut hatinya ketika melihat wajahnya yang begitu tampan?

 

SAHREER SIKH

SAHREER SIKH

 

Secara kodrati bila seorang wanita bertemu seorang lelaki tampan, setampan Sahreer Sikh lalu jatuh hati adalah hal yang manusiawi. Mengapa mengidolakan Arjuna? Mengapa tidak mengidolakan Karna? Dalam cerita wayang Jawa, Arjuna terkenal thukmis! Thukmis itu akronim dari bahasa Jawa: bathuk klemis. Artinya, bila bertemu wanita yang bathuknya klemis atau wanita yang berparas cantik, pasti digandrungi dan dirayunya.

 

ARJUNA

 

Dalam pandangan orang-orang yang suka menonton wayang kulit di daerah Pulau Jawa (Yogyakarta, Jateng dan Jatim) bahwa setiap perjalanan pengembaraan Arjuna untuk mencari ilmu, selalu mendapat isteri yang baru. Dalam matematika Arjuna ada rumus: satu kampus = satu isteri. Lho kok begitu? Emangnye kayak gitu kelakuanye Si Arjun? Kagak percaye, coba tanyakan ke dalangnye. Si Arjun pun suatu kita bisa jatuh cinte ama cewek yang menjadi idolanye. Bila Si Arjun mengalami fall in love maka dia akan bersenandung sambil lazily drifting (leyeh-leyeh/berbaring malas) dengan bersandungkan lagunya Clift Ricard: Vision of You seperti berikut:

Visions of you in shades of blue
Smoking, shifting, lazily drifting
My darling, i miss you so

Time goes by, no wonder my sense go reeling
Your eyes so appealing
I see the whole night through

When will we meet again, when when when
When will we meet again, when when when

I remember the days, beautiful days,
Tenderly gleaming
My whole life seeming to start, and end
With you…
Penulis mencoba menerjemahkan lirik lagu di atas ke dalam bahasa Indonesia seperti berikut:

Melihat dirimu dalam siluet biru
sambil merokok, menggeliat, berbaring malas
kasih aku rindu padamu

Waktu terus berjalan tidak heran jika perasaanku melaju
matamu sangat menggoda
aku melihat semua cahaya datang

Kapan kita akan berjumpa lagi, kapan, kapan, kapan
kapan kita akan berjumpa lagi, kapan, kapan, kapan

Aku ingat hari dimana, hari yang sangat indah
bersinar lembut
seluruh hidupku bagai berawal dan berakhir
denganmu
Seperti itulah suasana batin Arjuna bila lagi jatuh cinta. Mungkin pembaca pernah jatuh cinta. Bagaimana rasanya bila kita sedang jatuh cinta? Badan terasa panas-dingin….

Bersambung….

LENGSER KEPRABON MADEP PANDITO RATU

Lengser keprabon madep pandito ratu adalah suatu ungkapan bahasa Jawa yang memiliki arti bahwa setiap pemimpin atau penguasa—yang sudah mengakhiri masa kekuasaannya—diharapkan banyak beribadah mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Kuasa—untuk bertobat.

Dalam kisah Mahabarata versi Wayang Purwa/Wayang Jawa, lelakon/lelaku/perilaku semacam itu, salah satunya dicontohkan oleh Begawan Abiyoso kakek Pendawa dan Kurawa. Setelah menyelesaikan tugas dan menyerahkan tahta Kerajaan Hastina Pura kepada Raden Pandu Dewanata, putra ke-2 nya, beliau meninggalkan istana dan bermukim di pertapaan.

Perilaku yang dilakukan oleh Begawan Abiyoso patut untuk ditiru. Memang hal itu hanya terjadi dalam suatu cerita pewayangan. Bukankah itu suatu lelaku yang bijaksana? Apakah tidak mungkin hal seperti itu terjadi juga di dunia nyata?

Bila kita saksikan suksesi kepemimpinan di Negara Republik Indonesia yang kita cintai ini, kadang terasa aneh. Bagaimana tidak aneh? Setelah dua kali menjadi walikota—dan tidak mungkin akan dipilih untuk yang ketiga kalinya—yang bersangkutan mencalonkan diri untuk menjadi wakil walikota. Anehnya dalam pilwali yang bersangkutan terpilih menjadi wakil walikota.

Masih banyak keanehan-keanehan lain yang terjadi di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bila diibaratkan seorang petinju maka sebagian pemimpin kita adalah termasuk petinju “kelas penjelajah”. Suatu saat dia menjadi petinju kelas welter, dan tidak malu-malu pada suatu kesempatan yang lain, dia akan menurunkan berat badannya untuk menjadi petinju kelas bantam. Yang penting jadi juara! Yang penting dapat uang! Hemmm….

Bagaimana dengan para punggawa kerajaan atau para menteri? Ini agak berbeda dengan raja. Seorang punggawa kerajaan yang sudah tidak lagi menjabat maka yang bersangkutan dapat kembali ke habitatnya semula. Bila dia seorang dosen maka kampusnyalah menjadi medan pengabdiannya. Bila dia seorang kyai maka pondok pesantrennyalah menjadi medan pengabdiannya, dan sebagainya.

*) Staf Subag Umum LP3 UM

TAHTA YANG BERMASALAH

Raden Joko Pitono atau lebih dikenal dengan nama Duryudono adalah Raja Hastina yang menghadapi problematika hidup yang teramat rumit. Betapa tidak? Saat Raja Gandara, yang bernama Sakuni meminta kepada Raja Destarata agar Raden Joko Pitono dinobatkan menjadi Raja Hastina untuk menggantikan Raja Destarata. Secara naluriah bagi seorang ayah seperti Raja Destarata, tentulah sangat senang bila tahtanya diserahkan kepada Raden Joko Pitono tetapi bagaimana pendapat Kresna putera Basudewa. Sependapatkah dia?

Sebetulnya antara orang yang licik dengan orang yang cerdik itu bedanya sangat tipis. Kita tahu dalam kisah Mahabarata yang ditayangkan di ANTV bahwa Sakuni begitu licik dan culas dalam memperdaya Pandawa. Sementara itu, Govinda atau Basudewa Kresna begitu cerdiknya dalam mengatur strategi Perang Bharatayudha. Kelak pada episode pertengahan perang, Raja Angga yang telah mempersiapkan diri dengan panahnya untuk membunuh Arjuna mengalami kebimbangan. Memang tak satupun manusia di jagat ini yang mampu menghalau kehebatan senjata Kunta. Siapa saja yang kena bidik senjata Kunta pasti akan menemui ajalnya. Bagaimana dengan nasib Arjuna? Govinda lah yang akan mengaturnya.

Kembali pada cerita Sakuni yang berkeinginan keras menjadikan Raden Joko Pitono, keponakannya untuk menduduki tahta kerajaan Hastina. Kresna seorang raja yang memiliki pengetahuan yang sangat luas, tidaklah gegabah untuk menyetujui usul yang disampaikan oleh Sakuni.

“Bagaimana mungkin seorang yang ditunjuk mewakili Raja Pandu Dewata mewariskan tahtanya kepada putranya? Bukankah Destarata hanyalah seorang pelaksana tugas raja? Dia bukan raja sehingga Duryodono tidak pantas menjadi Raja Hastina. Tahta Hastina itu milik Yudisthira! Putra mediang Pandu Dewanata”. Begitu pendapat Kresna. Bagaimana kisah selanjutnya? Ikutilah tulisan berikutnya!

Bersambung…

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.