Vonis Hakim yang Mengejutkan

VONIS HAKIM YANG MENGEJUTKAN

(Bagian Ke-1)

 

Saat sedang bersantai, kadang tanpa kita sadari, sambil membersihkan meja dapur, kita melantunkan lagu yang bertemakan cinta. Walau syair atau lirik lagu tersebut kadang berkonotasi negatif. Satu contoh, ada untaian kata dari lirik lagu yang perlu kita renungkan kembali, yang berbunyi: “Terlanjur basah…, ya sudah mandi sekali…”. Lagu Dangdut yang dinyanyikan oleh Meggi Z ini, menggambarkan suatu kesalahan yang tak begitu besar—yang tak begitu sulit untuk diperbaiki tetapi karena suatu keengganan maka dibiarkan begitu saja berlalu, tanpa ada keinginan untuk memperbaikinya bahkan sengaja malah diperparah.

Dalam menapaki kehidupan ini, kadang kita sebagai orang tua merasa selalu benar dalam hal mendidik putra-putrinya. Parahnya lagi, bukan guru, bukan dosen, bukan kyai, bukan pendeta, bukan biksu dan bukan ahli pendidikan tetapi berlagak tahu segala hal yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Mudah-mudahan pembaca tidak termasuk orang tua seperti ini. Kisah orang tua yang sok tahu tentang dunia pendidikan akan penulis ceritakan seperti berikut ini.

Hari Rabu tanggal 23 September 2015, ada seorang laki-laki paruh baya yang sedang duduk di kursi tertuduh. Beliau dituduh telah menyalahgunakan wewenangnya. Jaksa membacakan 5 (lima) dakwaan seperti berikut.

Ke-1, terdakwa bukanlah seorang guru tetapi memaksakan anaknya yang ketika itu masih duduk di bangku sekolah taman kanak-kanak kelas nol kecil, untuk bisa membaca buku pelajaran.

Ke-2, terdakwa bukanlah seorang guru tetapi ketika anaknya duduk di bangku sekolah dasar kelas 3 sampai kelas 6, setiap malam dipaksa untuk memembaca materi pelajaran yang akan diajarkan oleh gurunya di kelas pada esok harinya.

Ke-3, terdakwa bukanlah seorang guru tetapi memaksakan anaknya untuk mengerjakan buku soal-soal ujian pada setiap hari Sabtu sore dan Minggu pagi.

Ke-4, terdakwa bukanlah seorang guru tetapi ketika anaknya lulus ujian SD dipaksa untuk mendaftar di SMPN 1 Malang padahal anaknya berkeinginan mendaftar di SMPN 5 Malang.

Ke-5, terdakwa bukanlah seorang guru tetapi ketika anaknya telah lulus dari SMAN 4 Malang dipaksa untuk mendaftar di Program Studi S1 Ekonomi Studi Pembangunan FE Universitas Brawijaya Malang padahal yang bersangkutan berkeinginan mendaftar di Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta.

Bersambung…

3 comments to Vonis Hakim yang Mengejutkan

  • tulisannnya menarik menyampaikan opini menggunakan banyak pembukaan yang cukup membuat penasaran

  • djokorahardjo

    Maaf Pak Harits, komputer kantor yg saya pakai lagi ngadat sehingga baru sekarang bisa menjawab. Masalah Bapak bisa ditanyakan langsung ke Pak Rizal di pesawat 441 ext 22 (Kasubag TIK UM)).

  • HARITS MASDUQI

    Menarik Pak Tulisannya… perkenalkan saya Harits Masduqi, dosen FS UM. saya salah satu pembaca tulisan-tulisan njenengan… Maaf Pak, apa saya bisa minta tolong untuk menghubungkan dengan admin “Berkarya dan Terus Berkarya” di website ini. Saya tidak bisa akses karena lupa password. Kalau user name saya masih ingat. Apa ada email admin yang bisa saya hubungi? Saya sdh coba fitur ‘lupa password’ tapi tetap nggak bisa. Saya merasa lebih baik aktif nulis disini daripada sosmed lainnya. Matur nuwun sebelumnya Bapak.

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.