Melampaui Panggilan Tugas

 

MELAMPAUI PANGGILAN TUGAS

(Bagian Ke-1)

Banyak nasihat yang kita dengar bahwa sesuatu yang melampaui batas itu tidaklah baik. Menurut pendapat penulis, tidak semua yang melampaui batas itu bernilai negatif, ternyata ada yang bernilai positif. Beberapa hari ini, masyarakat kita telah dikejutkan oleh ulah seorang anggota DPR RI (oknum yang terkait dengan isue tambang emas Freeport), yang dianggap melakukan sesuatu di luar kewenangan atau melampaui panggilan tugas.

Kali ini penulis tidak akan membicarakan sesuatu yang telah terjadi di Gedung DPR RI tetapi mencoba mengapresiasi informasi yang berhubungan dengan para guru yang telah melampaui panggilan tugasnya sebagai seorang guru.

Sebelum membicarakan para guru yang bertugas di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Sejenak kita mencari tahu tugas dan kegiatan para tentara kita dan beberapa tenaga kesihatan di daerah perbatasan Negara Republik Indonesia dengan negara tetangga.

Sebagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), telah melaksanakan tugas di daerah perbatasan selama beberapa bulan. Sebagai prajurit yang profesional tentu sudah dibekali dengan segala sesuatu yang terkait dengan pengamanan teritorial. Secara rutin atau berkala, mereka melaksanakan patroli di sepanjang garis perbatasan dengan wilayah negara tetangga. Ternyata anggota TNI tidak hanya melaksanakan patroli keamanan saja tetapi juga menggantikan tugas guru dalam proses pembelajaran bagi para siswa, khususnya siswa sekolah dasar.

Begitu juga dengan hal yang dialami oleh sebagian dokter muda—yang mendapat tugas di daerah terpencil—juga merasakan hal yang sama, seperti yang dialami oleh sebagian prajurit TNI, yakni merangkap tugas menjadi seorang guru. Namun bagi mereka, merangkap tugas menjadi seorang guru adalah hal yang wajar. Mengingat mereka pernah menjadi siswa atau mahasiswa tetapi bagaimana dengan dua orang guru yang tergabung dalam Program Sarjana Mendidik di Daerah 3T (SM-3T), yaitu guru bidang studi pendidikan olahraga dan guru bidang studi pendidikan biologi—secara tiba-tiba mereka berdua mendapat tugas membantu persalinan seorang wanita warga desa.

Betapa kagetnya mereka berdua. Betapa tidak! Mereka berdua masih gadis. Tentu mereka berdua belum pernah hamil. Apalagi mereka belum pernah melihat proses persalinan. Tugas membantu proses persalinan bagi mereka bukanlah hal yang mudah. Terdorong oleh rasa tanggungjawab yang telah dipercayakan kepada mereka maka berangkatlah ke rumah pasien yang hendak melahirkan. Apa yang terjadi kemudian?

Bersambung…

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.