Kekacauan Dunia Terjemahan

Artikel Ini dimuat di Harian Surya edisi 18 Juni 2010

Link: http://www.surya.co.id/2010/06/18/kekacauan-dunia-terjemahan.html

Ferril Irham M

Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Di akhir perkuliahan Translation 1, terjadi diskusi hangat dengan dosen matakuliah tersebut, Arif Subiyanto, tentang dunia penerjemahan di Indonesia. Salah satunya tentang terjemahan istilah fakultas dalam bahasa Inggris karena ada dualisme penyebutan fakultas dalam bahasa Inggris di harian nasional berbahasa Inggris, The Jakarta Post (2/6).

Putera Satria Sambijantoro, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menulis identitasnya sebagai School of Economics. Itu agak aneh karena pada berita sebelumnya (20/5), Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, tempat Menteri Keuangan Agus Martowardojo, berkuliah diterjemahkan Faculty of Economics University of Indonesia.

Arif Subiyanto menjelaskan bahwa memang terjadi inkonsistensi dalam sistem penerjemahan di Indonesia. Dia meminta membuka situs Harvard University dan Oxford University untuk mencari tahu terjemahan yang betul, school of economics atau faculty of economics.

Dalam situs Harvard University, istilah fakultas disebut school of sebagai contohnya school of law (fakultas hukum). Sebagai pembanding, The Oxford University untuk bidang studi yang sama, menggunakan istilah faculty of law.

Jelaslah sekarang, terjadi inkonsistensi di dunia terjemahan Indonesia. Mahasiswa UI dan wartawan The Jakarta Post itu tidak dapat disalahkan. Setelah membicarakan temuan ini lewat e-mail, Arif Subiyanto kemudian meminta mencari istilah mahasiswa pascasarjana.

Hasilnya sungguh mengejutkan. Di Indonesia, mahasiswa program magister biasa menyebut diri sebagai post graduate students. Itu berbeda dengan sebutan di Amerika Serikat (AS).

Di AS, istilah untuk mahasiswa pascasarjana adalah graduate students dan sarjana adalah undergraduate. Menurut mahasiswa dari Pittsburg University, Sara Bularzik, yang berkunjung ke Universitas Negeri Malang dalam rangka penelitian, membenarkan graduate adalah istilah untuk mahasiswa program magister (S2).

Sekarang jelaslah, dunia terjemahan di Indonesia membutuhkan aturan tentang tata terjemahan supaya tidak ada perbedaan standar dengan negara lain.

Jika begitu, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris mana yang benar, Faculty of Letters State University of Malang atau School of Letters State University of Malang? Menurut Dekan Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, penerjemahannya mengikuti standar penerjemahan di Universitas Negeri Malang.

Post Author: ferril

7 thoughts on “Kekacauan Dunia Terjemahan

    Arul

    (27 Desember 2013 - 01:26)

    Kalo untuk universitas Negeri Malang diterjemahkan The state University of Malang, karena Malang adalah nama dari sebuah kota dimana universitas tersebut berada,biasanya diterjemahkan seperti itu. sedangkan School dan faculty adalah sama hanya saja lazimnya di Amerika mereka lebih cenderung menggunakan school daripada faculty (british), jangankan untuk itu, Istilah rektor juga berbeda antara amerika dengan inggris. skrg tinggal kita saja, ikut british atau american English? gak usah pusing2 adek2

    inor

    (23 Juni 2010 - 12:23)

    mana lebih baik…………..malang state university atau state university of malang. Saya kira malang state university lbh keren?

    ALFAN MUSLIHUDDIN

    (22 Juni 2010 - 22:13)

    Assalamualaikum?
    Kepada yang terhormat Universitas Negeri Malang Tolong sampaikan salam saya kepada Universitas BRawijaya tolong SNMPTN 2010 dipermudah seleksinya soalnya saya mau kuliah di UB saya di UB ngambil FISIP Ilmu komunikasi sama Ilmu politik.
    Sekian dari saya dan terima kasih.

    ekowahyu

    (20 Juni 2010 - 21:48)

    Tidak kacau koq, hanya perbedaan terminologi saja. Karena you know lah, English is Crazy. Trus hubungannya “school of fish” dengan sekolah ato fakultas apa ya? He he he…. Kenapa kalo fish boleh pake school sementara sekumpulan tentara di PD II harus pake band of brothers?

    First thing first, penerjemahan adalah proses membawa bahasa asal ke dalam bahasa target. Jadi ya disesuaikan aja dg bahasa targetnya, kalo misalnya kurang sesuai, itu hanya karena perbedaan usage saja.

    Contoh ekstrim: darimana asal mula kata skripsi, tesis dan disertasi. Coba dlm bahasa inggris apa ya? Selama yg saya tau thesis ada, sementara tesis tidak, dan skripsi di sini ada sementara kalo di mata kuliah disebut dg “thesis writing” kalo di pasca sarjana apa ya?

    Korek Mi if Ayem Rong.

    zulianto

    (20 Juni 2010 - 00:55)

    Sudah saatnya UM bangkit dengan The Learning University. mari lulusan UM tunjukkan kalian bisa merubah Kekacauan Dunia Terjemahan.

    'cah ndeso kluthuk

    (19 Juni 2010 - 06:03)

    H e…, he …. Seperti itulah sebenarnya wajah asli bangsa kita, he …. he ….
    Nggak di pendidikan, nggak di politik, nggak di PSSI! Semua suka buat aturan sendiri yang ngawur, lagi!
    Lha, …. Kalau universitas para blogger trus namanya apa? Kalu dah lulus gelarnya apa, ya?
    Ada pasca sarjananya nggak, ya? He …. he …

    michael

    (18 Juni 2010 - 22:17)

    Menurut saya, sebaiknya kita mulai konsisten dalam menerjemahkan.

    Untuk Fakultas diterjemahkan ke “Faculty”, sedangkan Sekolah diterjemahkan ke “School”.

    Sebagai contoh di Intitut Teknologi Bandung istilah Fakultas dan Sekolah sama-sama dipakai, di antaranya:
    1. Fakultas Seni Rupa dan Desain (Faculty of Art and Design)
    2. Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (School of Electrical Engineering and Informatics)

    Catatan Penutup
    Awal mulanya, Fakultas adalah unit pendidikan di ITB yang memiliki setidak-tidaknya 3 program studi tingkat Sarjana, sementara Sekolah adalah unit pendidikan yang hanya memiliki 1 atau 2 program studi tingkat Sarjana. Namun, ada kecenderungan beberapa sekolah untuk mempertahankan nama mereka yang sudah baku seperti STEI yang sudah memiliki 8 program kekhususan di tingkat Sarjana, dan SBM yang memiliki 3 program kekhususan di tingkat Sarjana. Baik Fakultas maupun Sekolah masing-masing dipimpin oleh seorang DEKAN. Jadi, perbedaan Fakultas dengan Sekolah di ITB hanyalah sekadar terminologi belaka.

Komentar ditutup.