Vonis Hakim… (Bagian Ke-2)

VONIS HAKIM YANG MENGEJUTKAN

(Bagian Ke-2)

Pelaksanaan sidang  di pengadilan tentunya akan berlangsung secara bertahap, sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Setiap negara memiliki undang-undang yang mengikat setiap warga negaranya.  Sidang pengadilan di Indonesia mengikuti tahapan dan tata cara persidangan perkara pidana  di pengadilan negeri, secara umum diatur dalam KUHAP (UU. No. 8 tahun 1981).

Secara garis besar, proses persidangan pidana pada peradilan tingkat pertama di pengadilan negeri untuk memeriksa perkara biasa terdiri dari empat tahap. Pertama, pembukaan sidang pemeriksaan perkara pidana. Kedua, sidang pembuktian, apabila hakim/majelis hakim menetapkan bahwa sidang pemeriksaan perkara harus diteruskan maka acara persidangan memasuki tahap pembuktian, yaitu pemeriksaan terhadap alat bukti dan barang bukti yang diajukan. Ketiga, sidang pembacaan tuntutan pidana, pembelaan dan tanggapan-tanggapan. Keempat, sidang pembacaan putusan. Sebelum menjatuhkan putusan, hakim mempertimbangkan putusannya berdasarkan atas surat dakwaan, dan segala sesuatu yang terbukti di persidangan, tuntutan pidana, pembelaan dan tanggapan-tanggapan tersebut akan menjadi dasar putusan.

Bagaimana dengan perkara yang sedang kita bicarakan? Langsung! Lho? Bagaimana? Tanpa tahapan peradilan? Wah…, jangan-jangan ini hanyalah dagelan semata. Tidak! Ini betul-betul terjadi. Hanya saja ini adalah pengadilan keluarga. Sudah barang tentu tidak mengikuti tahapan seperti persidangan yang sesungguhnya. Jadi…, sebelum hakim membuka sidang, jaksa bisa langsung membacakan dakwaannya. Dalam sidang yang sesungguhnya, surat dakwaan bisa berisi puluhan, ratusan bahkan ribuan lembar halaman ukuran kwarto. Kali ini…, jaksa hanya membuat surat dakwaan setebal 1 (satu) lembar kertas ukuran kwarto. Adapun isi dari surat dakwaan hanya lima poin (lihat pada tulisan bagian ke-1).

Bagaimana dengan reaksi terdakwa? Tanpa menunggu waktu yang lama—dengan  percaya diri—terdakwa  langsung meminta izin kepada hakim untuk menyampaikan pembelaannya.

“Yang mulia Ibu Hakim…, perkenankanlah saya mengajukan keberatan (eksepsi) atas semua tuduhan/dakwaan yang ditujukan kepada saya”.

“Saya persilakan kepada terdakwa untuk menyampaikan keberatannya”, jawab hakim ketua.

Sambil berdiri dengan sikap hormat, terdakwa membuka catatan yang telah dibuatnya selama pembacaan dakwaan berlangsung.

 

Bersambung…

Vonis Hakim yang Mengejutkan

VONIS HAKIM YANG MENGEJUTKAN

(Bagian Ke-1)

 

Saat sedang bersantai, kadang tanpa kita sadari, sambil membersihkan meja dapur, kita melantunkan lagu yang bertemakan cinta. Walau syair atau lirik lagu tersebut kadang berkonotasi negatif. Satu contoh, ada untaian kata dari lirik lagu yang perlu kita renungkan kembali, yang berbunyi: “Terlanjur basah…, ya sudah mandi sekali…”. Lagu Dangdut yang dinyanyikan oleh Meggi Z ini, menggambarkan suatu kesalahan yang tak begitu besar—yang tak begitu sulit untuk diperbaiki tetapi karena suatu keengganan maka dibiarkan begitu saja berlalu, tanpa ada keinginan untuk memperbaikinya bahkan sengaja malah diperparah.

Dalam menapaki kehidupan ini, kadang kita sebagai orang tua merasa selalu benar dalam hal mendidik putra-putrinya. Parahnya lagi, bukan guru, bukan dosen, bukan kyai, bukan pendeta, bukan biksu dan bukan ahli pendidikan tetapi berlagak tahu segala hal yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Mudah-mudahan pembaca tidak termasuk orang tua seperti ini. Kisah orang tua yang sok tahu tentang dunia pendidikan akan penulis ceritakan seperti berikut ini.

Hari Rabu tanggal 23 September 2015, ada seorang laki-laki paruh baya yang sedang duduk di kursi tertuduh. Beliau dituduh telah menyalahgunakan wewenangnya. Jaksa membacakan 5 (lima) dakwaan seperti berikut.

Ke-1, terdakwa bukanlah seorang guru tetapi memaksakan anaknya yang ketika itu masih duduk di bangku sekolah taman kanak-kanak kelas nol kecil, untuk bisa membaca buku pelajaran.

Ke-2, terdakwa bukanlah seorang guru tetapi ketika anaknya duduk di bangku sekolah dasar kelas 3 sampai kelas 6, setiap malam dipaksa untuk memembaca materi pelajaran yang akan diajarkan oleh gurunya di kelas pada esok harinya.

Ke-3, terdakwa bukanlah seorang guru tetapi memaksakan anaknya untuk mengerjakan buku soal-soal ujian pada setiap hari Sabtu sore dan Minggu pagi.

Ke-4, terdakwa bukanlah seorang guru tetapi ketika anaknya lulus ujian SD dipaksa untuk mendaftar di SMPN 1 Malang padahal anaknya berkeinginan mendaftar di SMPN 5 Malang.

Ke-5, terdakwa bukanlah seorang guru tetapi ketika anaknya telah lulus dari SMAN 4 Malang dipaksa untuk mendaftar di Program Studi S1 Ekonomi Studi Pembangunan FE Universitas Brawijaya Malang padahal yang bersangkutan berkeinginan mendaftar di Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta.

Bersambung…

Energi Cinta

ENERGI CINTA

Setiap hari kita selalu disibukkan oleh aktivitas yang hampir tak pernah berkesudahan. Entah sebagai seorang mahasiswa, dosen, karyawan atau yang lainnya. Tidak ada salahnya bila kita menyisihkan waktu…, walau hanya sejenak, untuk berbincang-bincang tentang energi cinta. Apa itu energi cinta? Pembaca yang budiman, dan yang teramat khusus—sahabat muda yang belum pernah merasakan jatuh cinta. Jatuh yang paling nikmat itu adalah jatuh cinta, dan sakit yang paling sakit adalah sakit hati atau patah yang paling sulit untuk disambung adalah patah hati. Untuk itu, wahai sahabat muda waspadalah! Waspadalah! Waspadalah!

 

Memang sudah banyak orang yang berusaha mendefinisikan cinta tetapi ternyata cinta itu sulit untuk didefinisikan. Cinta itu bukanlah matematika sehingga sulit untuk mengukur seberapa luas, seberapa dalam dan seberapa berat. Cinta itu misteri Illahi. Manusia hanya memiliki hak pakai saja (HPS) tetapi tidak pernah akan memiliki hak milik (HM). Meski seseorang telah menikah secara resmi, dan telah memiliki surat nikah, hal itu bukan berarti seseorang sudah memiliki surat hak milik (SHM) atas nama cinta.

 

Terus terang saja penulis terinspirasi oleh syair/lirik lagu Arjit Singh yang berjudul TUM HI HO seperti berikut.

 

“…Tere liye hi jiyaa main

Khud ko jo yoon de diya hai

Teri wafaa ne mujh ko sambhaalaa…”.

 

“…Hidupku hanya untukmu

aku telah memberikan hidupku untukmu

kesetiaanmulah yang telah menjagaku…”.

 

Dalam mencari energi cinta, penulis menangkap “Teri wafaa ne mujh ko sambhaalaa” sebagai rambu-rambu atau penunjuk jalan. Dengan kesetiaan itulah maka energi cinta akan kita dapatkan. Sudah cukup jelas bahwa kesetiaanlah yang akan menjaga cinta kita. Sehebat apapun cinta kita kepada sang pacar, kepada sang suami atau kepada sang isteri bila tidak memiliki kesetiaan maka akan terjadi turbolensi atau loss power. Bagaikan pesawat terbang yang terbang tinggi…, tiba-tiba mesinnya mati. Apa yang akan terjadi kemudian? Hancur berkeping-keping!

Bahasa Arema (Bagian Ke-28)

BAHASA AREMA YANG HAMPIR PUNAH

(Bagian Ke-28)

Kanyab Genaro Stres

(Banyak Orang Stres)

  

Jaman wis ujam ipat kanyab genaro sing stres. Genaro edeg-licek, nganal-kodew, ayak- taralem, osed-atok odop kenek ajaleg stres. Ajaleg stres osi ngeneki kera halokeasan, kera haikulan, genaro rontakan, genaro sing idrekane nok rasap, ebes ripos lan liyo-liyane. Waduh… pokok’e wis idad ajaleg tikas genaro sing odip nok jaman iki.
Zaman sudah maju tetapi banyak orang yang stres. Orang: besar-kecil, pria-wanita, kaya-melarat, desa-kota pada kena gejala stres. Gejala stress bisa mengenai anak sekolahan, anak kuliahan, orang kantoran, orang yang bekerja di pasar, bapak sopir dan lain-lain. Aduh… pokoknya sudah menjadi gejala sakit orang yang hidup di zaman ini.
Langgat agit sampek tapme November nuhat aud ubir amil saleb, Pusat Pengembangan Bimbingan dan Konseling Mahasiswa (P2BKM), Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3), Universitas Negeri Malang (UM) ngewag Pelatihan Manajemen Stres. Pelatihan wanyok iki dieloki Awasiham UM, angkatan nuhat aud ubir hulupes nganti angkatan uhst aud ubir amil saleb. Dana sing diisaki pemerintah diewag napaled hulup awasiham ipat awasiham sing daftar onok aud sutar aud hulup genaro. Wah…, jarang onok pendaftar sing kolem pelatihan luwih kanyab tinimbang perencanaane. Ngomong-ngomong kok kanyab awasiham sing kolem pelathian. Opo sih definisine stress iku? Kiro-kiro definisi stress iku koyok ngene Sam Bro!
Tanggal tiga sampai empat November 2015. Pusat Pengembangan Bimbingan dan Konseling Mahasiswa (P2BKM), Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3), Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan Pelatihan Manajemen Stres, diikuti   Mahasiswa UM, angkatan tahun 2010 sampai tahun 2015. Dana yang diberi/dialokasikan untuk 80 orang (delapan puluh) mahasiswa tetapi mahasiswa yang mendaftar ada 220 (dua ratus dua puluh) orang. Wah…, jarang ada pelatihan yang peserta lebih banyak dari perencanaanya. Ngomong-ngomong kok banyak mahasiswa yang ikut pelatihan. Apa definisi stres itu? Kira-kira definisi stress itu seperti ini Mas Bro!

DEFINISI STRES

 stres
Wah pancen saiki kanyab genaro sing stres. Yok opo kadit stres, Etak ladup nang halokesan utowo nang idrekan—jik ket raulek nang nalad edeg wis kanyab libom karo hadepes rontom—nalad wis tecam. Ewus-ewus kanyab genaro sing telat. Hem…, nggarakno rikapan tewur. lek terus-terusan rikipan tewur nggarakno stres, ipat lek genaro isik eling karo sing nggawe odip utowo jik ewud agomo, yo kudu ndonga supoyo diisaki urip sing tahes. Kanggone genaro Islam, onok nasihat nok njerone Kitab Suci Al-Qur’an koyok nok isor iki.
Wah memang sekarang banyak orang yang stre. Bagaimana tidak stres, akan berangkat ke sekolah atau ke pekerjaan—baru saja keluar ke jalan raya sudah banyak mobil dan sepeda motor—jalan sudah macet. Lama-lama banyak orang yang terlambat. Hem…, membuat pikiran menjadi ruwet. Bila terus-menerus pikirannya ruwet membuat stres, tetapi bila seseorang masih ingat kepada yang menghidupkan atau masih memiliki agama, ya harus berdo’a supaya diberi hidup yang sehat. Bagi orang Islam, ada nasihat yang ada di dalam Kitab Suci Al-Qur’an seperti di bawah ini.
 AR_RAD_13_28

Malang, 4 November 2015

Djoko Rahardjo, Tenaga Kependidikan LP3 UM

Manajemen Mbendol Mburi Penceng Sisih

MANAJEMEN MBENDOL MBURI PENCENG SISIH

(Manajemen Benjol di Belakang Miring ke Samping)

  

Sampun radi dangu anggen kula mirengaken suwantenipun sedherek kantor ingkang ngayahi tugas dados Pemegang Uang Muka Kerja (PUMK), ingkang kawratan anggenipun ndamel Serat Pertangungjawaban (SPJ). Menapa ta sababipun? Para kadang ingkang minulya, kula kinten tiyang sedaya sampun mangertos bilih arto utawi dana ingkang sampun dipun damel kegiatan kedah dipun laporaken dateng pemerintah.
Sudah agak lama saya mendengarkan suara teman-kantor yang melaksanakan tugas menjadi Pemegang Uang Muka Kerja (PUMK), yang kesulitan untuk membuat Surat Pertanggunganjawab (SPJ). Apa sebabnya? Para sahabat yang terhormat, saya kira semua orang sudah mengerti bila uang atau dana yang sudah digunakan untuk kegiatan harus dilaporkan kepada pemerintah.
Sebab-sababipun arto atawi dana ingkang mboten saget dipun pertanggungjawabaken, antawisipun pelaksanaan kegiatan geseh utawi mboten cecek kaliyan perencanaan, umpaminipun jumlah tiyang ingkang dipun undang rapat kirang utawi mboten nyekapi kuorum. Kedadosan kados menika asring sanget.
Sebab-sebab uang atau dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, antara lain pelaksanaan kegiatan berbeda atau tidak cocok dengan perancanaan, umpama jumlah orang yang diundang rapat kurang atau tidak memenuhi koarum. Kejadian semacam ini sering terjadi.
 SEMAR

 

Keparenga kula unjuk atur bab rapa-rapat ingkang dipun wontenaken ing kantor pusat, lembaga, fakultas ngantos dumugi ing unit kerja ingkang paling alit, inggih menika kantor sub bagian, dipun damelaken piranti software ingkang mratelaken bilih bapak dosen utawi ibu dosen:umpami, dinten Senin Kliwon, 2 November 2015, jam 08.00 wib. ngayahi tugas nguji skripsi mahasiswa prodi S1 basa Jawi. Dados…, mboten wonten bapak/ibu dosen utawi tenaga kependidikan ingkang bingung anggenipun mbagi wekdal.
Perkenankanlah saya mengusulkan tentang rapat-rapat yang dilaksanakan di kantor pusat, lembaga, fakultas sampai dengan unit kerja yang paling kecil, yaitu kantor sub bagian, dibuatkan piranti software yang menerangkan bahwa bapak dosen atau ibu dosen, umpama hari Senin Kliwon, 2 November 2015 sedang menguji skripsi mahasiswa prodi S1 bahasa Jawa. Jadi…, tidak ada bapak/ibu dosen atau tenaga kependidikan yang kebingungan dalam membagi waktu.
Menika kalawau namung panggraitanipun batur utawi punakawan ingkang anggadahi tanggel jawab dados embat-embating pitutur. Supados ing tembe mboten wonten kedadosan ingkang adamel bingungipun bapak utawi ibu ingkang ngayahi tugas PUMK. Mugi Bapak utawi Ibu Pimpinan Universitas Negeri Malang (UM) kersaa nampi usul saking kula, Ki Semar Djoko Rahardjo.
Itu tadi hanyalah angan-angan seorang pembantu pimpinan atau pegawai kecil yang memiliki tanggung jawab sebagai abdi negara. Supaya dikemudian hari tidak ada kejadian yang membingungkan bapak atau ibu yang bertugas menjadi PUMK. Semoga Bapak atau Ibu Pimpinan Universitas negeri Malang (UM) berkenan menerima usul dari saya, Ki Semar Djoko Rahardjo.
 

Malang, 2 November 2015

Djoko Rahardjo, Tenaga Kependidikan LP3 UM

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.