Pengen Lihat Mereka Nyapu

Saat ini, Indonesia mengalami kemerosotan moral. Salah satu buktinya adalah banyaknya kasus pejabat pemerintah melakukan aksi tindak korupsi. Padahal mereka adalah orang-orang yang dipercaya masyarakat untuk mengemban amanat yaitu mengatur segala urusan negara. Namun, justru yang dilakukan adalah sebaliknya. Mereka menyalahgunakan kepercayaan yang didapat. Dengan melakukan aksi penyelewengan uang rakyat adalah bukti kuat penyalahgunaan kepercayaan. Selanjutnya pejabat yang seperti itu disebut koruptor.
Selama ini, hukuman yang diberikan untuk pelaku korupsi adalah hukuman kurungan dan denda. Namun, hukuman tersebut tidak memberi efek jera sehingga jumlah koruptor tetap meningkat. Karena pejabat yang dulunya tidak melakukan aksi korupsi, kini ikut untuk melakukan korupsi. Hal ini juga dipicu dari pandangan mereka bahwa hukum di Indonesia sangat lemah. Buktinya, ada salah satu koruptor yang hanya menjalankan 2/3 masa tahanan kemudian bebas bersyarat. Oleh karena itu dibutuhkan solusi hukuman yang dapat memberikan efek jera dan mengurangi jumlah korupsi. Misalnya, selama proses hukuman berjalan, koruptor disuruh untuk membantu tugas kebersihan membersihkan jalan-jalan dan membuang sampah. Hukuman tato juga dapat dijadikan solusi hukuman kreatif. Dengan demikian, koruptor tidak hanya mendapatkan hukuman secara hukum negara namun mereka dapat merasakan nasib rakyat yang uangnya mereka manfaatkan secara pribadi.
Emy Zuroidah
Mahasiswa Fakultas Sastra

Wanita Harus Berani Berkata “TIDAK”

Penulis adalah mahasiswa fakultas sastra angkatan 2009
Wanita diidentikkan dengan seorang makhluk yang lemah. Wanita dianggap tidak berdaya dalam segala bidang. Oleh karena itu, banyak persepsi yang menyatakan bahwa wanita dianggap sulit untuk menolak apa yang ditawarkan kepadanya.
Dalam beberapa kasus yang terjadi pada wanita, wanita cenderung menjadi korban. Misalnya pada kasus wanita hamil di luar nikah. Kemudian wanita itu menuntut tanggung jawab atas kehamilannya. Namun, laki-laki yang menghamilinya enggan bertanggung jawab. Bagaimana pun usaha wanita itu, kebanyakan pria enggan merubah keputusannya. Jika hal ini terjadi, wanita lah yang menjadi korban. Dia harus membesarkan anak seorang diri. Dan menanggung malu seumur hidupnya. Lantas siapakah yang harus disalahkan dengan kondisi yang seperti ini? Apakak pria yang menghamili? Ataukah wanita yang mau menerima tawaran pria untuk diajak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan?
Wanita memang diciptakan berbeda dengan laki-laki. Laki-laki cenderung menggunakan logika daripada perasaan, sedangkan wanita lebih menggunakan perasaan daripada logika. Wanita memiliki perasaan halus yang selalu ingin dicintai dan membutuhkan kenyamanan. Banyak laki-laki yang dapat memberikan wanita kenyamanan. Oleh karena itu, wanita menjadi luluh dan mau mengikuti apa yang dikatakan oleh laki-laki tersebut. Karena wanita itu takut kehilangan kenyamanan yang diberikan kepadanya. Kenyamanan yang dimaksud adalah kenyaman dalam sebatas perhatian yang diberikan.
Selain kenyamanan yang diberikan oleh laki-laki, ungkapan cinta yang sering disebut sebagai rayuan, menjadi titik kelemahan dari seorang wanita. Wanita dengan mudahnya menyerahkan segala apa yang dia punya kepada laki-laki itu. Termasuk kehormatannya. Disinilah wanita harus memiliki benteng pertahanan untuk menjaga dirinya sendiri.
Benteng pertahanan yang dimiliki wanita bukanlah terbuat dari baja atau besi yang tahan tembusan peluru. Namun, benteng ini harus berpondasi agama, berdinding pendirian, dan beratap naluri. Pondasi ini yang dapat menjadikan wanita sebagai pahlawan bukan menjadi korban.
Selain pertahanan dari dalam diri wanita itu, wanita harus memiliki kekuatan mental untuk berani mengatakan “tidak” pada setiap hal yang masuk pada dirinya ketika hal itu tidak sesuai dengan dasar nilai yang dianutnya. Jika wanita berani mengatakan seperti itu, wanita akan dihargai atas ketegasannya. Wanita tidak lagi dijadikan sebagai korban, tetapi menjadi pahlawan untuk dirinya sendiri.
Wanita yang ingin memiliki pertahanan diri yang kuat, tidak harus jago karate maupun pencak silat. Cukup dengan dia mengerti harusnya bagaimana dia bersikap dan dapat dengan tegas berkata “tidak” apa yang tidak sesuai. Itulah pahlawan dari wanita.

Dampak Beredarnya Buku SMS

Oleh :

Emy Zuroidah; Heny Puji Lestari; Yogi Yuswantoro; Nyoman Yulio K.

Offering BB Jurusan Sastra Indonesia

Angkatan 2009

Membaca buku di perpustakaan kota Malang adalah hal yang menyenangkan. Selain suasananya yang nyaman, koleksi buku-bukunya juga sangat menarik untuk dibaca.Salah satu buku yang menjadi koleksi perpustakaan kota adalah buku tentang  “SMS”. Beberapa buku SMS yang beredar adalah buku SMS cinta, SMS pantun cinta, SMS hari ulang tahun, SMS hari valentine, SMS selamat hari pernikahan, SMS lucu-lucu dan masih banyak lagi. Bahasa yang digunakan dalam buku-buku tersebut adalah bahasa yang tidak resmi. Remaja yang kehidupannya paling dekat dengan masa pencarian jati diri lebih suka dengan buku-buku yang semacam ini. Sehingga buku yang seperti ini sangat baik untuk meningkatkan minat baca remaja.

Beredarnya buku SMS membawa dampak tidak baik. Salah satu dampaknya adalah rusaknya bahasa yang disebabkan penggunaan bahasa yang tidak sebagaimana mestinya. Hal ini disebabkan bahasa dalam SMS biasanya disingkat dan banyak yang tidak baku. Penggunaan bahasa yang seperti itu karena meniru bahasa atau tulisan yang ada di buku SMS.

Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sangat diperlukan. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat mempererat tali persatuan dan kesatuan bangsa. Namun, apabila bahasa Indonesia yang baik dan benar tercemar oleh beberapa faktor perusak, misalnya keberadaan bahasa Indonesia yang tidak baku seperti dalam buku SMS, maka tali persatuan juga dapat terancam.  Oleh karena itu, beredarnya buku SMS harus diperhatikan dampak buruk yang ditimbulkannya.

Buku SMS yang beredar memiliki bahasa yang berbeda-beda. Apabila bahasa yang terdapat dalam buku SMS ini membawa dampak baik bukan menjadi suatu permasalahan. Namun, apabila buku SMS yang beredar mengancam konsistensi bahasa Indonesia yang baik dan benar, maka proses pemilihan dan pemilahan harus ada. Proses pemilihan dan pemilahan buku SMS harus dilakukan untuk menjaga konsistensi bahasa Indonesia.

Pada dasarnya, beredarnya buku SMS dapat memperkaya kosakata pembacanya dan menghibur pembacanya. Namun, dampak buruk yang ditimbulkan lebih banyak daripada dampak baiknya. Oleh karena itu, pemilahan dan pemilihan buku SMS harus diperhatikan dan dilakukan.

 

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.