Menuju Guru Pendidik Profesional di Sekolah Dasar

Menjadi seorang pendidik profesional merupakan salah satu tuntutan di era global. Sejalan dengan tantangan tersebut Program Studi (Prodi) PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) Jurusan KSDP-FIP UM merespon tantangan tersebut dengan mengadakan perkuliahan dengan tema Magang 1 pada tanggal (7/25/2016).

Sasaran akhir dari kegiatan magang 1 bagi peserta perkuliahan adalah (1) peserta perkuliahan mengadakan pengamatan langsung tentang kultur dan budaya komunikasi di sekolah, (2) peserta perkuliahan mengadakan pengamatan untuk membangun kompetensi dasar pedagogoik, kepridaian dan sosial, (3) peserta perkuliahan mengadakan pengamatan untuk memperkuat pemahaman terhadap siswa dan perserta didik di lingkungan sekolah dasar (4) peserta perkuliahan mengadakan pengamaan langsung atas proses pembelajaran di kelas, dan (5) perserta perkuliahan mampu mengadakan refleksi hasil pengamatan pembelajaran.

13754342_1668443036814768_4273326015951350963_n

Ruang lingkup dari kegiatan magang satu adalah (1) mengenali kultur, iklim, dan komunikasi sekolah dasar, sturktur organisasi sekolah, (3) mengenai tugas, pokok, dan fungsi guru secara langsung, mengenali sistim administrasi di SD, (5) memahami kegiatan ekstra kurikuler di SD, mengenali pengenalan karakteristik siswa SD sesuai dengan umur dan kelas, melakukakan studi kasus dan menyusuan solusinya dan mediagnosa kesulitan belajar siswa.

13775437_1668443033481435_6472850094955722792_n

Dengan kegiatan magang 1, peserta perkuliahan Magang 1 program studi PGSD pada akhirnya memiliki jiwa sebagai seorang pendidik sebagaimana yang digariskan oleh Ki Hadjar Dewantoro yakni Ing Ngarso Sung Tulodho (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik), Ing Madyo Mbangun Karso (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), dan Tut Wuri Handayani (seorang guru wajib memberikan dorongan atau arahan).

 

(fimz)

Webomatrics Universitas Negeri Malang April 2015

Universitas Negeri Malang dalam kancah Webomatrics berada di peringkat 15 untuk wilayah Indonesia, setelah sebelumnya di peringkat 28 yang terlihat dari openess rank. Data ini diambil tanggal 16-04-2015 pukul 02.45 Waktu Server Universitas Negeri Malang.

Apa manfaat dari Webomatrics? Webomatrics adalah cermin untuk refleksi sejauh mana pencapaian Universitas Negeri Malang dalam penyediaan sumber terbuka dari sisi konten akademik dan pendidikan di dunia siber, rujukan tentang hal ini ada di http://www.webometrics.info/en/Methodology.

Untuk melihat peringkat Webomatrics Universitas Negeri Malang berserta 15 Universitas lainnya, silahkan klik link http://www.webometrics.info/en/Asia/Indonesia. Sebagai bahan awal berikut ini ditampilkan sorotan ranking di situs Webomatrics sie Wilayah Indonesia.

 

 

Webomatrics Universitas Negeri Malang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ferril Irham Muzaki

Content Writer berkarya.um.ac.id

Universitas Negeri Malang

Dengan KKNI, Tenaga Terampil Dapat Disetarakan dengan Sarjana

Jumat, 04/04/2014 – 09:39

Jakarta, Kemdikbud — Pemerintah siap menerapkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) pada tahun 2015. KKNI merupakan penjenjangan kualifikasi, dan kompetensi tenaga kerja yang menyandingkan sektor pendidikan dengan sektor pelatihan serta pengalaman kerja. Melalui skema ini, seseorang yang memiliki keterampilan dengan tingkat tertentu dapat disetarakan dengan sarjana (S1), bahkan doktor (S3).

KKNI terdiri dari sembilan jenjang kualifikasi, dimulai dari jenjang 1 sebagai jenjang terendah sampai dengan 9 sebagai jenjang tertinggi. Seorang pekerja dengan jabatan operator yang telah berpengalaman dan mengikuti sejumlah pelatihan kerja dapat disetarakan hingga diploma 1. Sedangkan teknisi atau analis yang memiliki jenjang 6 dapat disetarakan dengan sarjana (S1), dan seorang ahli dengan jenjang 9 dapat disetarakan dengan seorang doktor (S3).

“KKNI disusun berdasarkan ukuran hasil pendidikan atau pelatihan yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, atau pengalaman kerja,” ujar Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Kemdikbud, Lydia Freyani Hawadi, di Jakarta, (2/4/2014). Ia menjelaskan, kualifikasi yang terdiri dari 9 jenjang merupakan tingkat capaian pembelajaran yang disepakati secara nasional.

Sampai saat ini, jelas Lydia, ada 69 jenis keterampilan atau pendidikan yang diselenggarakan oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Dari 69 jenis keterampilan itu, tercatat ada 28 jenis pendidikan yang memiliki Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) berbasis KKNI.

Dalam rangka memberikan kesempatan bagi peserta kursus dan masyarakat memperoleh sertifikat kompetensi telah terbentuk 30 Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK), 865 Tempat Uji Kompetensi (TUK), 1.000 penguji yang menyelenggarakan uji kompetensi. Acuan dalam penyelenggaraan uji kompetensi yaitu SKL dan KBK yang telah dikembangkan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Ditjen PAUDNI Kemdikbud. (Desliana Maulipaksi)

 

http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2361

Presiden SBY Luncurkan Program Beasiswa Presiden RI

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Wapres Boediono, meluncurkan ‘Indonesia Presidential Scholarship’ atau Beasiswa Presiden Republik Indonesia (BPRI) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/4) pukul 15.00 WIB. Program beasiswa ini diberikan Pemerintah Indonesia kepada warga negara Indonesia untuk menempuh jenjang pendidikan magister (S2) dan doktor (S3) di sejumlah perguruan tinggi terbaik dunia.

Mendikbud Mohammad Nuh menjelaskan, beasiswa tersebut disampaikan oleh Presiden sejak awal 2013 untuk mempersiapkan generasi emas 100 tahun pada tahun 2045 dimana bangsa Indonesia akan memiliki populasi usia muda yang besar. Diharapkan dengan program beasiswa ini akan lahir pemimpin baru yang berpengetahuan, berketerampilan, serta cinta dan bangga dengan tanah airnya.

Gagasan program ini sudah ada sejak awal 2013, namun bari kali ini resmi diluncurkan. “Ketika kiamat esok hari, kita punya benih, maka tanamlah benih tu. Masa kampanye bukanlah masa yang steril dalam kebaikan, selama tidak disalahgunakan,” ujar M. Nuh.

Sementara itu, Presiden SBY menjelaskan bahwa peluncuran BPRI ini merupakan babak penting dalam perjalanan bangsa Indonesia menuju bangsa yang lebih maju. Yakni, dengan memiliki SDM (sumber daya manusia) yang unggul.

Potensi SDA yang baik harus diikuti dengan manusianya yang juga unggul, maju, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki daya saing yang tinggi. “Itulah sebenarnya cara pandang yang harus dibangun jika ingin 100 tahun setelah merdeka, Indonesia benar-benar menjadi bangsa dan negara yang maju dan sejahtera,” kata Presiden SBY dalam sambutannya.

Selain meluncurkan BPRI, SBY juga meresmikan tujuh perguruan tinggi negeri (PTN) baru di Indonesia. PTN tersebut adalah Universitas Teuku Umar (Aceh Barat), Universitas Tidar Magelang, Universitas Siliwangi (Tasikmalaya), Universitas 19 November (Kolaka), Politeknik Negeri Subang, Politeknik Negeri Ketapang, dan Politeknik Tanah Laut, Tanah Laut (Kalsel).

Dengan adanya BPRI ini, maka semakin banyak jenis beasiswa yang dijalankan oleh LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). Sebelumnya LPDP sudah menjalankan program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Data terakhir jumlah penerima BPI sudah ada sekitar 1.500 orang. Anggaran untuk dua jenis program beasiswa itu adalah Rp 500 miliar per tahun. Dana itu merupakan bagian dari hasil pengelolaan dana abadi pendidikan yang berjumlah Rp 15 triliun lebih.

Hadir pula dalam acara ini Menlu Marty Natalegawa, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Wamenag Nasaruddin Umar, dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko. (yor)

 

http://www.dikti.go.id/id/2014/04/02/presiden-sby-luncurkan-program-beasiswa-presiden-ri/

Prof. Drs. H.M. Achmad Ichsan Berpulang Ke Rahmatullah

Baru saja kami mendapat kabar duka dari Prof. Dr. Adnan Latief.

 

Inna lillahi wainna ilaihi Rajiun.

 

Telah wafat Prof. MA Icksan Rektor IKIP Malang.

Beliau menjabat Rektor selama dua periode 1978  – 1982 dan 1982– 1986.

Beberapa perubahan yang terjadi sewaktu Pak Ichsan menjabat:

 

1. Dibukanya program diploma (S01, S02, S03) sebagai upaya pemenuhan kebutuhan guru SLTP dan atau SLTA

2. Perubahan istilah dari ‘departemen’ menjadi jurusan

3. Penyempurnaan pelaksanaan sks dan pengembangan konsep adanya multi strata, multi entry program.

 

Semoga amal perbuatan beliau mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Ditempatkan di tempat tertinggi bersama Nabi dan Rasul Allah di surganya.

 

 

Amin ya Robbal Alamin.

 

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.