SEMINAR FASILITASI PEMASYARAKATAN PANCASILA DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI

[SELESAI] OPEN RECRUITMENT PEGAWAI BRI

Update:

Dikarenakan kouta telah penuh, pendaftaran peserta Open Recruitment telah ditutup. Terima kasih

Patricia Dwi Septianti: Tidak Melupakan Kebudayaan Negeri Sendiri

Patricia Dwi Septianti, mahasiswa Semester VI Jurusan Seni Tari Fakultas Sastra UM Continue reading “Patricia Dwi Septianti: Tidak Melupakan Kebudayaan Negeri Sendiri” »

Karya Puisi Radiyta Ananta Mahasiswa UM Menjadi Bahan Ajar di Technology University (NTU) Singapura.

JAWA POST GBR

Raditya Winata, Penyair muda dan mahasiswa Tata Boga FT UM hasilkan karya-karya puisi dan sebagai bahan ajar di NTU Singapura

Raditya Winata, Penyair muda dan mahasiswa Jurusan Tata Boga Fakutas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) hasilkan karya-karya puisi dan menjadi bahan ajar di  Technology University (NTU) Singapura.

Pembawaan sikap low profile dan gaya bicara ceplas-ceplos cukup melekat pada diri Raditya Winata. Khas gaya seniman dan penyair. Raditya memang salah satu penulis puisi cukup produktif. Sekitar 500 judul puisi yang berhasil ia kumpulkan dalam tiga buah buku. Sedang masih ada banyak puisi yang ditulis ketika masih SD hingga SMP berserakan. “Sejak SD saya aktif mengirim puisi ke beberapa majalah,” ungkap Raditya.

Raditya menceritakan, karya puisinya bisa menembus Singapura karena tidak sengaja. Yakni saat ada Kongres Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia di Hotel Asida Batu,tahun 2008 lalu. Dalam kongres itu,ada dua tamu istimewa, yakni Prof. Azhar Ibrahim (Singapura) dan Prof. Zariat Abdul Rani (Malaysia).

Dalam kongres itu, juga dipajang berbagai karya tulis sastrawan mulai karya novel, puisi maupun cerpen. Salah satu dari karya puisi yang dipajang adalah milik Raditya. Dua Professor itu sempat membaca beberapa karya pria kelahiran 13 Maret 1988 ini. Bahkan, mereka tertarik dan membeli puisi saya waktu itu sebelum dibukukan, masih berupa fotokopian,”kenang Raditya.

Dari buku yang sempat dibawa itu,Prof Azhar Ibrahim Alwi itu tertarik untuk bekerjasama dengan Raditya selaku penulis. Keduanya akhirnya cukup intens berkomunikasi via e-mail.

Dari komunikasi itu, Azhar yang juga Dosen Sastra di NTU meminta agar karyanya diajarkan kepada mahasiswa Jurusan Sastra Melayu NTU Singapura.

Raditya pun setuju. Bahkan, Azhar pun member dana seluruh biaya penerbitan tiga bukunya yang berjudul Piring Plastik, Homo Sapiens dalam Kingdom Animalia dan Langit adalah Canopi “Maret saya juga diundang ke Singapura dan Malaysia untuk diskusi dan launching tentang karya ini,” urai Raditya.

Dalam menulis puisi ini, dia mengaku kerap melakukan saat berada di dalam kelas. Ketika ia merasa tidak mood menerima mata pelajaran di bangku sekolah, ia mengambil kertas dan bullpen untuk menulis puisi. Saat di kelas itu bisa tiga sampai empat skrip puisi berhasil ditulis. “Baru setelah berada di rumah tulisan itu langsung saya sempurnakan lagi,” urai dia.

Untuk memilih tema puisi, dia banyak menemukan ide ketika berada di dalam kamar mandi. Tema yang berkaitan dengan fenomena social menjadi andalannya. Misalnya saja dalam buku berjudul Piring Plastik. Ide itu muncul saat ia santai di warung untuk minum kopi, ada seorang nenek renta membeli makanan.

Dengan membawa piring plastik, Si Nenek ini ternyata hanya membeli nasi putih ditambah garam. Melihat fakta itu, nurani Raditya merasa terpanggil untuk menulis puisi.

Ia merasa berdosa kenapa dirinya santai-santai di warung kopi sementara di lingkungan sekitar masih ada orang yang hanya mampu beli nasi dan garam. “Saya yakin dengan puisi bisa menjadi alat perubahan,” tandas Raditya.

Saat ini dia pun sedang menyusun buku paket yang akan digunakan bahan ajar di Singapura. Yakni buku tentang nasehat Ronggowarsito. Petuah-petuah kuno Ronggo Warsito itu juga pernah didengar oleh Azhar hingga dia diminta untuk menyusun kembali menjadi bahan ajar. “Saya banyak terbantu oleh bapak saya (Sunoto, Dosen Sastra UM) karena beliau punya banyak buku kuno,” tandas dia.

(Sumber: Radar Malang/Jawa Pos, 18/2/2010)

Dwi Cahyono: Masa Lalu Sebagai Pengalaman Baru

Continue reading “Dwi Cahyono: Masa Lalu Sebagai Pengalaman Baru” »

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.