Cari Solusi, Mahasiswa UM Diskusikan Fiqih Penanggulangan Sampah Plastik

Malang. Jika Fiqih biasanya membahas tentang tata cara ibadah yang umum dilakukan seperti salat, puasa, hingga zakat. Maka akhir-akhir ini terbitlah buku fiqih yang membahas masalah kini menjadi kerasahan berasama, yakni sampah. Buku yang baru diterbitkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) adalah buku berjudul Fiqih Penanggunangan Sampah Plastik. Menanggapi hal tersebut, para mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam komunitas Lapak Diskusi kemarin malam (22/11) di Kafe Pustaka Perpustakaan UM mendiskusikan buku penanggulangan sampah dalam kaitannya dengan agama.

Dalam diskusi malam itu dipantik oleh Asrofi Al-Kindi alumnus UM yang kini sebagai ketua Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) Malang Raya. Dalam pantikannya melalui artikelnya berjudul Fiqih Penanggulangan Sampah Plastik dan Komitmen NU dalam Permasalahan Sampah, Asrofi mengungkapkan bahwa dengan buku fiqih itu merupakan kemajuan organisasi keagamaan dalam memikirkan umatnya. Terlebih dalam upaya mencari solusi atas masalah sampah yang menjadi keresahan bersama. “Organisasi agama kini tidak lagi sibuk pada pertentangan isu-isu permasalah tata cara beribadah hingga pertentangan keyakinan mahzab siapa yang paling benar, ini sebuah kemajuan,” ungkapnya.

Diskusi yang dilangsungkan sekitar pukul 19.00 malam itu Asrofi mulai menerangkan dari apa itu sampah plastik dan sejarahnya hingga dampaknya pada kesehatan manusia. Melihat banyaknya mudharat yang ditimbulkan oleh sampah. Menurutnya persoalan plastik merupakan persoalan baru dalam dunia fiqih, sehingga Al-Quran dan Hadist tidak secara eksplisit menyebutkan persoalan sampah. Walaupun begitu secara implisit banyak dalil yang bisa digunakan sebagai dasar pengambilan keputusam terhadap persoalan ini. “Sehingga secara Fiqih sumber hukum akan sampah plastik didasarkan pada Ijma, Qiyas, Saddu Adz-Dzariah, dan Istishab,” terang Asrofi.

Dalam buku itu, Asrofi pun menjelaskan dalam konteks permasalahan sampah plastik, pandangan agama islam berdasarkan hukum dasar yang menyatakan larangan bagi manusia untuk berbuat kerusakan di muka bumi. Hal ini termaktub dalam Al-Quran surat Hud ayat 61 yang artinya Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya. “Dalam ayat ini mengandung perintah. Maksudnya Allah memerintahkan kita agar memakmurkan bumi. Memakmurkan dalam arti memelihara, menyelamatkan, dan mengelolanya dengan baik dan benar,” terangnya.

Dengan terbitnya buku Fiqih Penanggulangan Sampah Plastik ini, Asrofi menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama dalam penanggulangan sampah plastik secara etis sudah menginisiasi terbitnya fatwa-fatwa serta hasil dari Bhatsul Masail yang mulai membuka pembahasan atas permasalahan samplah plastik. Secara organisasi, hasil Bhatsul Masail pun telah disosialisasikan melalui kelembagaan. “Kita bersama-sama berharap dengan diterbitkan dan disosialisasikannya Fiqih Penanggungan Sampah Plastik ini masyarakat bisa berubah dalam memandang plastik. Terlebih dalam agama pun juga kita manusia diperintahkan untuk menjaga bumi,” harap Asrofi.   

Nama                   : Moh. Fikri Zulfikar

Mahasiswa : Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Post Author: Admin Berkarya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *